4 Pelajaran Bisnis dari Startup

GE adalah organisasi konvensional yang sudah berumur cukup tua. Namun GE termasuk salah satu dari sedikit organisasi tua yang masih bertahan dan bahkan memimpin di bidangnya. Ternyata salah satu rahasianya adalah mereka mau belajar. Dan tidak tanggung-tanggung, mereka belajar dari startup. Sang kakek belajar dari sang cucu. Apa yang mereka pelajari?

Beth Comstock, Chief Marketing Officer dari GE melakukan riset, dan berhasil menarik kesimpulan bahwa ada empat ciri start-up yang membuat startups tersebut berhasil. Empat ciri itu adalah sebagai berikut.

1. Keep things simple.
Jangan dibuat ribet. Perusahaan dan/atau pemimpin konvensional cenderung membuat segala sesuatu jadi ribet. Ide-ide yang harusnya segera dieksekusi menjadi lambat karena menunggu SOP, approval, meeting, dll. Startup membuat segala sesuatunya simple. Dari sisi produk, prosedur, birokrasi, semuanya. GE walau tampak complicated dari luarnya, mereka belajar untuk sangat fokus pada aktivitas intinya, pengembangan teknologi. Ini menyatukan semua aktivitas dan purpose mereka.

2. Work fast.
Kerja harus cepat. GE sudah mempelajari etos kerja startup yang berhasil, dan memeras ilmunya sehingga mengembangkan ‘FastWorks’, sebuah tool dan prinsip yang membantu mereka bergerak cepat dan efisien.

3. Partnership.
Startup yang sukses ternyata memusatkan sebagian besar energinya untuk mencari partner. Sementara perusahaan konvensional selalu mencari ‘musuh’. Carilah solusi masalah organisasi Anda melalui multiple partnerships dan bergabunglah dengan komunitas yang lebih luas saat organisasi Anda kekurangan ekspertis yang relevan.

4. Don’t be afraid of uncertainty.
Ketidakpastian itu sebuah keniscayaan saat ini. Banyak start-ups buatan GE yang tidak sesuai harapan pada saat merencanakannya, tapi tetap tumbuh juga ke arah lain. Contoh, Durathon battery, dijual sebagai back-up power source untuk mobile phone towers yang ramah lingkungan, walau awalnya dirancang sebagai hybrid locomotive battery.

Bagaimana dengan organisasi Anda, termasuk yang konvensional, atau mau seperti GE, organisasi konvensional yang bersedia belajar dari organisasi startup? Coba teliti keempat ciri di atas, jangan-jangan itulah penyebab organisasi Anda belum tumbuh maksimal. (dhw)

(Diringkas dari Sumber : Navi Radjou. 2014. Frugal Innovation: How to do better with less.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *