Artikel Writing Class for Teens

KEMACETAN


Oleh: Gunarti Evitamei Poetrodjojo, Alumni Batch III
Seperti biasa, hal yang paling dibenci oleh warga Jakarta di jalan jalan besar Jakarta selalu melanda mereka yang tak kenal waktu itulah kemacetan. Jika dimalam hari banyak lampu lampu yang mengalahkan lampu jalan dan mengalahkan jumlah pohon.

Kemacetan seperti penyakit yang tidak ada obatnya yang semakin lama semakin parah.
Karena kemacetan semua jadi tidak bisa memikirkan hal hal yang jernih lagi dan pikiran kita akan menjadi ruwet seperti benang kusut. Warga Jakarta kesal atau sedikit tertekan oleh waktu yang mereka habiskan selama menunggu.

Kemacetan menelan kerugian 46 Triliun rupiahnya per tahun. Padahal jikan dipikir piker tidak sampai sebesar itu Karena banyak dana yang di habiskan sendiri oleh MEREKA yang berkuasa atas segala hal pemerintahan.

Seharusnya Jakarta bisa menjadi yang lebih baik dalam hal ini .Pemerintah tidak harus membuat busway karena jadi menambah kemacetan, tapi memakai jalan BRT untuk kendaraan umum yang seperti di negara Panda, Cina, harga tiketnya hanya 1 yuan = 1500 rp
Jadi Jalan yang dibawah untuk kendaraan kecil, diatas bus. Bus sudah dijadwalkan waktu keberangkatan yang jelas dan teratur, maksudnya penumpang hanya diberikan waktu hanya beberapa menit saja untuk menaiki bus dengan tertib. Jika waktu itu habis bus akan jalan ddan beberapa detik/ menit kemudian ada bus berhenti lagi

Indonesia tidak cocok dengan MRT karena tingkat keselamatan di Indonesia masih memprihatinkan. Seperti halnya yg sering terjadi penyopetan penyanderaan yang bisa saja terjadi dijalan bawah tanah yang gelap dan apalagi ketika jalan tersebut sepi.

Tetapi MRT dan BRT terdapat beberapa persamaannya ,salah satunya adalah proses pembuatan jalannya akan membuat kemacetan itu sendiri jika tidak diatur dengan benar benar.

Vita dapat dihubungi di Email: mrs.djoja@gmail.com; FB: Gunarti Evitamei Po


Telah di baca sebanyak: 222
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *