Kolom Alumni

A NEW DAY HAS COME

05 Januari 2009 – 09:03   (Diposting oleh: Hendri Bun)

Oleh: Agus Riyanto

Judul artikel ini saya pinjam dari lagu Celine Dion, “A New Day Has Come”, yang menurut saya sesuai dengan suasana hari ini, hari di mana kita mengawali sebuah pergantian tahun, dari tahun 2008 ke tahun 2009. Kebetulan sekali saya menulis sambil mendengarkan lagu tersebut.

***

I was waiting for so long For the miracle to come Every one told me to be strong

***

Tahun baru selalu menjadi sebuah moment yang istimewa bagi sebagian orang, terutama anak-anak muda. Hampir bisa dipastikan di malam tahun baru, di pusat-pusat keramaian, seperti alun-alun kota, gelanggang olahraga, dan lain-lain, selalu penuh sesak oleh manusia yang ingin melewati malam pergantian tahun bersama-sama. Ritual yang sering dilaksanakan adalah meniup terompet yang dimeriahkan dengan pertunjukan atau pesta kembang api. Malam tahun baru selalu dihiasi dengan pijar bunga api yang memukau di angkasa dengan suara ledakan-ledakan yang membahana.

Sebenarnya tahun baru hampir sama dengan hari-hari lainnya, namun karena di hari itu adalah hari di mana akan ada pergantian kalender atau perubahan angka tahun di buku agenda kita, angka 2008 berganti menjadi 2009, maka wajar-wajar saja banyak orang yang mengistimewakan hari tersebut.

Meskipun demikian, tahun baru bisa kita jadikan moment yang tepat untuk merangkai kembali harapan dan impian kita yang belum sempat terwujud di tahun sebelumnya. Dari beberapa SMS teman yang masuk, pesan yang mereka sampaikan rata-rata adalah tahun baru: semangat baru, tekad baru, harapan baru, masa depan baru, dan berbagai untaian doa yang indah untuk kebaikan bersama di tahun ini.

Senada dengan apa yang saya tulis di tahun baru yang lalu, tahun ini pun saya ingin menyampaikan lagi pesan di bawah ini:

“Tahun baru, selalu ada harapan baru! Tuhan telah memberikan anugerah terindah kepada kita berupa kehidupan ini. Modal kita yang sesungguhnya adalah diri kita plus waktu. Kadang kita menyia-nyiakannya. Kadang kita membiarkan waktu itu berlalu begitu saja. Kadang kita menganggap masih banyak waktu untuk kita. Tapi kenyataannya waktu yang telah berlalu tak pernah kembali lagi. Apa pun yang terjadi dengan sang waktu, ia terus berlalu tanpa pernah mau berhenti dan peduli sedikit pun. Waktu akan terus berlalu tak peduli kita diam atau bergerak. Kitalah yang berhak mengukir sang waktu. Dan kelak kita juga akan dimintai pertanggungjawaban dengan anugerah waktu itu sendiri. Tak ada pilihan lain, kita harus mengisi sang waktu dengan sesuatu yang berharga karena hanya itu yang bisa kita lakukan agar di kemudian hari kita tidak menyesali berlalunya waktu; menyasali masa lalu!”

Untuk itu sahabat-sahabatku, mari di tahun baru ini kita perbarui niat, tekad dan semangat untuk kembali melangkah meraih cita-cita dan mimpi indah kita, karena bila di tahun yang lalu kita gagal untuk mewujudkannya maka masih ada harapan dan kesempatan di tahun ini kita bisa merealisasikannya. Kita pasti memiliki goal (tujuan) dan dream (impian) di semua bidang kehidupan, seperti finansial, spiritual, bisnis atau karier, keluarga, pengembangan diri, materi, sosial, dan lain-lain. Jika di tahun yang lalu kita masih menghadapi berbagai hambatan, rintangan, cobaan dan kegagalan, semoga di tahun ini kesuksesan yang diharapkan bisa menjadi kenyataan. Jangan pernah patah semangat, karena masih ada kesempatan bagi kita untuk terus berjuang dan kembali melangkah maju. Tidak ada kegagalan yang kekal kecuali kita berhenti berusaha, dan tidak ada kesedihan/kedukaan yang menetap kecuali kita hanya bisa memikirkan kesedihan.

Jadi teringat ketika saya dan teman-teman pergi berkemah beberapa tahun yang lalu. Salah seorang teman saya menyimpan minyak tanah untuk bahan bakar lampu di dalam botol Aqua. Sore harinya ketika kami sedang duduk santai di depan tenda sambil makan kerupuk yang rasanya memang pedas, seorang teman lain tidak kuat menahan pedasnya kerupuk tersebut dan langsung mencari air minum. Melihat botol Aqua tergeletak di pojok tenda, langsung saja tangannya menyambar dan meminumnya… Sesaat kemudian saya melihat ekspresi wajahnya aneh, dan dalam beberapa detik kemudian ia langsung memuntahkan air yang ada di dalam mulutnya sambil menjulur-julurkan lidahnya. “Hwa…hwa…!”, teriaknya sambil mulutnya menganga lebar. Kami semua tertawa lepas, “Ha..ha..ha… minyak tanah diminum, emang enak…? Sudah sakti kali…”

Begitulah sahabat, jika apa yang kita minum tidak enak dan bisa membahayakan kesehatan tubuh kita, segera muntahkan! Demikian juga jika di tahun yang lalu banyak kejadian dan pengalaman yang bisa meracuni pikiran kita, segera muntahkan dari benak atau pikiran kita! Kita tidak membutuhkan pengalaman pahit itu dalam memori otak kita jika itu membuat kita ragu, apatis, putus asa, lemah, rendah diri, dan segudang sifat negatif lainnya, karena itu semua tidak akan membuat diri kita maju dan bahagia. Muntahkan semua pengalaman pahit di tahun yang lalu, seperti gagal meraih sesuatu, patah hati, merana, dan semua kenyataan hidup yang membuat diri kita terpuruk dan meratapi nasib. Kita hanya boleh mengambil hikmah atau pelajaran dari semua itu dan kemudian menetralkan pikiran kita dari trauma masa lalu. Dan mulai sekarang, mari kita mulai sesuatu yang baru dengan niat, tekad dan semangat yang lebih menggelora, lebih dahsyat dan lebih tahan banting. Keberhasilan dan kebahagiaan yang dinanti akan bisa kita raih di tahun ini hanya jika kita mau meraihnya.

Tahun baru akan lebih baik lagi jika kita menjadi diri yang baru, dalam pengertian diri yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Diri yang lebih dewasa dan lebih bijaksana dalam menyikapi segala keadaan dan lebih mensyukuri nikmat Tuhan yang telah terlimpah tiada henti.

Agus Riyanto, Penulis buku “Born To Be A Champion”, dapat dihubungi melalui webblog http://agusriyanto.wordpress.com/ atau email: agus4ever@gmail.com.

Telah di baca sebanyak: 1459
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *