Andrew Ho

Ada Apa Tahun 2012?


“Live as if you were to die tomorrow. Learn as if you were to live forever. – Hiduplah seakan kau akan mati besok. Belajarlah seakan kau akan hidup selamanya.” Mahatma Gandhi.

Bangsa Maya, yang pernah hidup di selatan Meksiko atau Guatemala, sangat dikenal kemampuannya dalam ilmu astronomi dan matematika. Bangsa pertama yang menggunakan angka nol (0) ini meramalkan bahwa pada tanggal 21 Desember 2012 akan menjadi akhir peradaban umat manusia. Mereka memprediksi pada tanggal tersebut akan muncul gelombang galaksi besar yang mengakibatkan terhentinya semua kegiatan di muka bumi ini, yang akan merusak keseimbangan mekanisme vital bumi dan tubuh semua makhluk, termasuk manusia.

Sementara itu, berdasarkan pemantauan pusat pemantau cuaca antariksa di beberapa negara sejak tahun 1960-an dan Indonesia oleh Lapan sejak tahun 1975, diperkirakan akan muncul flare dan Coronal Mass Ejection (CME). Flare adalah ledakan besar di atmosfer Matahari yang dayanya setara dengan 66 juta kali ledakan bom atom Hiroshima. Sedangkan CME adalah ledakan sangat besar yang menyebabkan lontaran partikel berkecepatan 400 kilometer per detik. Sehingga, energi yang mengalir ke bumi dari titik pusat bimasakti akan sangat terganggu pada tanggal 21 Desember 2012, tepatnya pada jam 11.11 malam, dan akan menyebabkan guncangan kecil pada rotasi bumi.

Namun banyak orang menyangkal ramalan bangsa Maya tersebut, diantaranya adalah profesor Antropologi dari Brown University, Stephen Houston, “Ramalan itu tidak benar dan tidak ada dasar sama sekali. Penggambaran bangsa Maya tidak pernah menyebut hal ini. Memang kalendar akan berakhir, tapi mereka mengulangi kembali tanpa adanya bencana alam sekali.” Apolinario Chile Pixtun, tetua Indian Maya juga menampik ramalan kiamat tersebut. Lembaga antariksa NASA pun membantah klaim kiamat bakal terjadi tahun 2012.

Sementara itu, Daniel Pinchbeck memanfaatkan situasi dengan mengangkat isu kiamat tahun 2012 itu kedalam bukunya berjudul The Return of Quetzalcoati. Sony pun memproduksi film bertajuk 2012 yang disutradari oleh Roland Emmerich. Pihak Sony kemudian meluncurkan Situs Human Continuity (IHC), sebagai sarana mempromosikan film tersebut. Konten situs tersebut menjadikan ramalan itu begitu nyata sehingga memicu kepanikan.

Jika memang ramalan bangsa Maya atau prediksi lembaga pemantau cuaca antariksa di dunia itu benar, berarti waktu kita hanya tersisa sekitar 3 tahun. Apa yang bisa kita lakukan dan capai dalam waktu 3 tahun? Kepanikan jelas ada jika kita selalu dimanjakan kehidupan dunia dan belum memberi melakukan atau mencapai sesuatu yang berharga bagi orang lain.

Saya sendiri berpendapat bahwa benar tidaknya ramalan kiamat tahun 2012 yang membahayakan kelangsungan hidup kita itu tak perlu dipersoalkan. Sebab kematian adalah satu hal yang pasti terjadi pada mahkluk hidup di bumi ini. Kedatangan dan sebab kematian itu sendiri tak pernah dapat kita perkirakan atau tunda dan hanya akan menjadi rahasia Tuhan YME.

Ramalan bangsa Maya akan menjadi penting, jika kita berusaha memetik pelajaran darinya. Ramalan tersebut akan sangat bermanfaat jika kita segera mempersiapkan diri, agar lebih optimis menyongsong masa depan termasuk bencana yang mungkin dapat menyebabkan kita tidak kuasa menolak kematian. Sebagaimana direktur program kajian Amerika Latin Universitas Stetson di DeLand, Florida, AS, Robert K Stiler, mengatakan, “Apa pun maknanya, bangsa Maya mengajak kita merengkuh hidup berkualitas dan kesehatan planet bumi.”

Artinya ramalan bangsa Maya itu akan sangat bermanfaat bagi kita jika menjadi motivasi untuk selalu berpikir, berbuat, dan berkata positif. Sebagaimana Frank J. Tipler dalam bukunya The Psysics of Immortality (1994) menyarankan manusia untuk selalu berbuat baik demi kesuksesan di dunia maupun akhirat. Bila segala hal positif benar-benar menguasai pikiran bawah sadar, dipastikan keadaan kita menjadi terus lebih baik dan kita menjadi lebih optimis menyongsong masa depan.

Salah satu contoh perbuatan baik adalah menepati janji-janji yang kita ucapkan. Janji laksana kunci yang dapat membuka pintu sehingga kita bisa masuk kedalam ‘ruangan’ dengan leluasa. ‘Ruangan’ dapat bermakna kesuksesan, kemamuran, atau kehidupan yang jauh lebih baik di dunia ataupun di akhirat.

Kita semua pasti paham begitu penting melunasi hutang janji-janji. Bukankah kita semua sangat berharap seluruh pemimpin di dunia ini memenuhi janji-janji mereka saat berkampanye? Andaikata seluruh manusia, termasuk pejabat perwakilan rakyat dan pemerintahan, selalu memenuhi janji, betapa indah dunia yang kita tinggali ini.

Meningkatkan rasa syukur kepada Tuhan YME juga perbuatan baik dan sangat penting. Tak peduli kaya atau miskin, sehat atau sakit, dan lain sebagainya, kehidupan kita ini adalah anugrah yang luar biasa. Bila setiap nafas kita selalu dipenuhi rasa syukur yang luar biasa, maka hati akan lebih tenang dan semangat kita juga akan lebih besar untuk melakukan yang terbaik baik keluarga, lingkungan hidup & sosial, pekerjaan, terlebih untuk beribadah kepada Tuhan YME.

Perbuatan baik lainnya adalah menjaga kelestarian alam, termasuk rajin menjaga kebersihan dan menanam pohon. Bayangkan bila seluruh manusia di dunia bersatu padu dan aktif melakukan tindakan untuk menyayangi bumi, pasti keadaan bumi ini di masa datang menjadi lebih baik. Jos Argelles, PhD, ahli Kalender Maya dan pakar sejarah seni dan estetika dari Universitas Chicago mengingatkan bahwa tahun 2012 adalah tahun berjaga, dengan menyadari bahwa teknologi saja tak menjamin keberlangsungan bumi.

Jelaslah sudah bahwa ilmu astronomi bangsa Maya adalah ilmu yang hebat luar biasa, tetapi tidak untuk diperdebatkan apalagi menciptakan perasaan takut, panik atau pesimis. Setiap keadaan, termasuk bencana sekalipun, menyimpan pelajaran agar kita menjadi lebih baik. Sebaliknya, segala sesuatu menjadi menakutkan atau menyakitkan, bila kita tak pernah berusaha mempelajari sesuatu dan menjadi lebih baik karenanya. Sebab setiap kebaikan yang kita kerjakan pasti kembali memberi kita kebaikan, termasuk kesuksesan, kebahagiaan, ketenangan dan optimisme menatap masa depan. So be the best, do the best, and let God takes care the rest. – Jadilah yang terbaik, lakukan yang terbaik, dan pasrahkan hasilnya kepada Tuhan YME.

* Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best seller. Kunjungi websitenya di : www.andrewho-uol.com

Telah di baca sebanyak: 1472
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *