Kolom Bersama

Anda Ingin Jadi Dewa? Belajarlah Bahasa Mandarin!

Oleh: Grace Suryani

“Belajar bahasa mandarin?? Ogah ah. Itu mah susah banget. Bahasa Dewa itu mah.” Demikian biasanya keluh dan curhatan banyak orang.

Banyak orang yang frustrasi dengan pelafalan, nada maupun hanzi (aksara china) yang njelimet¸ sehingga mereka mengatakan bahasa Mandarin = bahasa dewa.

Tanggapan saya biasanya adalah, “Well, kalau bahasa Mandarin adalah bahasa dewa dan kamu bisa bahasa mandarin sedikit, berarti kamu dewa.”

Maksud saya, jadilah positif! Jangan karena merasa itu bahasa ‘dewa’, lalu jadi malas belajar. Justru berpikirlah, kalau itu bahasa ‘dewa’ dan saya bisa berarti saya ‘dewa’. Hehehe. Semua bahasa itu punya tantangannya. Itu sulit, tapi tidak mustahil untuk ditaklukkan.

Halangan lain yang menghambat adalah kekurang mengertian masyarakat akan pentingnya bahasa Mandarin. Coba kita lihat percakapan di bawah ini …

***
“Menurut kalian penting ngga sih belajar bahasa Mandarin?”
“Ohh … Penting sekali, laoshi.”

“Kenapa penting?”
“Yah karena bangsa China sekarang maju. Pokoknya penting dah.”

Rasanya pertanyaan di atas adalah sebuah pertanyaan retorika yang tidak perlu dijawab. Pentingkah belajar bahasa Mandarin? Semua orang pasti menjawab bahasa Mandarin penting. Namun seperti cuplikan percakapan di atas, sekalipun banyak orang setuju bahwa belajar bahasa Mandarin itu penting, banyak yang masih belum menyadari sebenarnya seberapa pentingnya belajar bahasa Mandarin. Emanknya seberapa penting sih?

1. China adalah Negara yang populasi terbanyak di dunia.
Jumlah penduduk Republik Rakyat China adalah: 1,330,044,544 . Ngomong-ngomong, 1,330,044,544 itu seberapa banyak sih?? Dari 1,330,044,544 penduduk China, yang termasuk dalam usia produktif ada : 956.533.408 orang. Jumlah total populasi penduduk Negara Adidaya lain, Amerika Serikat adalah : 303,824,640 orang. Yuk kita kutak katik sebentar angka-angka ini.

Penduduk usia Produktif China = N x Seluruh Penduduk USA
956.533.408 = 3,148 x 303.824.640

Berdasarkan rumus matematika sederhana diatas, bisa kita simpulkan bahwa, Jumlah penduduk usia produktif di China (usia produktif = usia 19-64 thn, ini tidak termasuk bayi-bayi maupun opa oma nenek kakek buyut) adalah 3,148 x dari total penduduk Amerika (sudah termasuk bayi-bayi, opa oma, kakek nenek, buyut dll).

Ok, jumlah penduduk usia produktif China lebih banyak dari Amerika, so what gitu loh? Jumlah penduduk China yang sangat banyak menyebabkan bahasa China juga menjadi bahasa yang dipergunakan oleh 1,3 milyard orang. Implikasinya adalah …

2. Bahasa Mandarin adalah bahasa yang wajib untuk dipelajari
Pada tahun 2004, 5 tahun yang lalu, seorang ahli bahasa, David Graddol mengemukakan hasil penelitiannya yang dikutip oleh Koran-koran terkemuka seperti CNN, USA Today yang menyatakan bahwa bahasa Mandarin kemungkinan akan menjadi ‘new must learn language’ atau bahasa baru yang wajib dipelajari.

Dia menulis bahwa, “The share of the world’s population that speaks English as a native language is falling.” (Presentase penduduk dunia yang bahasa ibunya adalah bahasa Inggris menurun). Graddol juga menulis bahwa, “Even as it grows as a second language, English may still not ever be the most widely spoken language in the world, since so many people (1,3 milliar. Red) are native Chinese speakers and many more are learning it as a second language.” (Sekalipun berkembang menjadi bahasa kedua, bahasa Inggris tetap bukan bahasa yang paling banyak digunakan di dunia karena ada begitu banyak orang yang bahasa ibunya adalah bahasa Mandarin dan ada begitu banyak orang yang sedang mempelajari bahasa Mandarin sebagai bahasa kedua.)

Ada beberapa tips untuk mempelajari bahasa Mandarin.
1. Akui.
Akuilah bahasa bahasa Mandarin itu sulit. Menurut saya memang susah. Ketika dulu belajar, saya juga sampai nangis-nangis karena frustrasi. TAPI, bahasa Mandarin tidak mustahil untuk dipelajari. Bagi saya, semua bahasa asing, Mandarin, Jerman, Inggris, Perancis, bahkan bahasa Jawa itu sulit! Kuncinya bukan ‘mempermudah’ materi tapi berjuang untuk menguasainya.

2. Aktif
Jangan hanya bergantung pada guru di sekolah! Jadilah aktif. Cari buku-buku tentang China atau bahasa Mandarin yang menarik minatmu. Jika tertarik dengan ekonomi, belajarlah strategi SunTzu yang sering dipakai oleh para pebisnis. Jika tertarik pada sejarah, pelajarilah Kisah Samkok yang melegenda (jangan cuman suka main games Dynasty Warrior tapi tidak tahu versi aslinya). Jika ingin santai, bacalah buku-buku tentang kisah-kisah motivasi dari China.

3. Belajarlah
Yup, tips terpenting belajar bahasa Mandarin adalah … mulailah belajar. Hari ini. Saat ini. Tidak ada tips yang lebih tokcer untuk menguasai bahasa mandarin selain mulai belajar.  seringkali kita tertipu maupun hanya dimanjakan dengan berbagai macam tips and trick, dan melupakan bahwa yang terpenting adalah langkah pertama untuk memulainya.

Seperti sebuah pepatah dari Xunzi (340-245 BC) mengatakan,
“不(bú) 闻(wén) 不(bù) 若(ruò) 闻(wén) 之(zhī),闻(wén) 之(zhī) 不(bú) 若(ruò) 见(jiàn) 之(zhī),见(jiàn) 之(zhī) 不(bù) 若(ruò) 知(zhī) 之(zhī),知(zhī) 之(zhī) 不(bù) 若(ruò) 行(xing) 之(zhī);学(xué) 至(zhì) 于(yú) 行(xing) 之(zhī) 而(ér) 止(zhǐ) 矣(yǐ)。”

What I hear I forget, what I see I remember, what I do I understand

Alangkah baiknya kita tidak hanya mengetahui apa pentingnya bahasa Mandarin, tapi juga mulai mempelajarinya. 加油!Jia You! 

* Grace Suryani, BA. Penulis adalah alumni TKK3, SDK4, SMPK4, dan SMAK 3 BPK Penabur. Alumni Menulis Buku dalam 3 Hari ini menyelesaikan pendidikan strata 1 nya di Hua Qiao University, Xiamen, PRC. Pernah menjadi Guru Bahasa Mandarin selama 2 tahun di SMAK 5 BPK Penabur. Penulis juga aktif menulis sebagai kolomnis tetap di www.glorianet.org Serta sudah membagikan pengalamannya belajar bahasa Mandarin di China dalam buku, “Tuhan Mengapa Aku Harus Ke China?” Gloria Graffa, 2008)

Telah di baca sebanyak: 2037
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *