Artikel Writing Class for Teens

APESSS


Oleh: Krisyunian Yasir Pradana, Alumni batch I

Pagi itu, jarum jam belum menyapa angka 6, langit masih kelihatan gelap dan cahaya matahari tampak ragu untuk menyapa hari baru. Jangan ditanya kabarnya ayam jago Mang Jampang, mungkin di kampung ini, si Jago adalah makhluk yang selalu terlambat terjaga. Jadi ayam kok gak berkokok sesuai tugasnya!

Budi tampak diantar Ibu yang disayanginya dan dipanggilnya “Emak” menuju Terminal Bis. Di tempat ini sekalipun hari baru belum menunjukkan cahayanya, keramaian penumpang sudah cukup luar biasa. Semua yang datang tampak membawa tas jinjing, tas ransel, kotak kardus, bahkan tak jarang keranjang ayam. Di dalam tas jinjing mereka seringkali termuat jeruk berwarna hijau asam – penghilang rasa mual di perjalanan, ubi cilembu manis – penghilang rasa kembung di perut, dan telor rebus – penghilang lapar dengan cara cepat.

Emak melepaskan tangan Budi dengan wajahnya yang tampak agak resah, “Kamu hati-hati di jalan ya Budi!”

“Iya Mak, tenang saja,” Budi menjawab sambil mengangguk. Matanya menyiratkan keyakinan kalau ia tidak akan apa-apa.

“Budi bisa kok jalan sendiri dan sampai dengan selamat di tujuan, Emak doakan saja ya!”

Ibu yang baik itu juga mengangguk tapi agak ragu. Ia kemudian mencolek punggung kernet bis yang sedang celingak celinguk memandang ke kanan dan ke kiri, berburu penumpang.

“Bang, kalau nanti sudah sampai di Subang, tolong sekali anak saya diberi tahu ya!” Emak tampak menyampaikan isi hatinya dengan khawatir sekali.

“Beres Mak, nanti saya kasih tahu si Adik deh kalau sudah sampai Subang, jangan khawatir!” Abang Kernet tampaknya mengerti ketakutan si Ibu.

Tak lama, Bis berkapasitas 50 penumpang itu mulai berjalan perlahan meninggalkan Terminal Bis. Pak Sopir dan Abang Kernet Bis mulai memutar lagu-lagu andalan koleksi mereka. Semuanya dangdut – sebut saja koleksi lagu Bang Haji Rhoma, tembang cinta nya Mansur S, sampai dengan perjalanan tak bertepi (karena salah alamatnya) Ayu Ting Ting. Semuanya dipasang dengan volume yang berteriak-teriak memekakan telinga. Heran sekali Budi melihat kepala kedua orang itu terangguk-angguk dan bergoyang kanan kiri dengan tenang mengikuti irama musik kendang itu, telinga mereka tidak terasa pekak lagi sepertinya.

Mencoba tidur sulit, tetap terjaga membuat Budi penat dengan lagu tak karuan di kupingnya. Pada akhirnya ia memilih lebih baik untuk bertanya apakah Subang sudah di depan mata atau belum.

“Bang … Bang …. Baaaaaang!” teriak Budi mengalahkan suara si Ayu yang terdengar masih mencari-cari alamat palsu itu.

“Oooy, kenapa?” teriak si Abang Kernet tak kalah keras. Tangannya meraih tombol volume radio tape Bis. Alhamdulilah, volumenya dikecilkan !

“Sudah sampai Subang belum?” teriak Budi lagi masih dengan kekuatan suara seperti sebelumnya.

“Oooy, janga teriak-teriak, Dik! Abang gak tuli kok!” giliran dia yang protes karena suara Budi yang dianggapnya terlalu keras
Dan akhirnya karena si Budi itu takut Budi pun tertidur.., setelah dua jam lamanya bus pun sudah hampir sampai di Bandung, karena merasa bersalah kemudian si kenek bus tersebut berkata kepada pengemudi bus “Heh,kayaknya aku merasa berdosa deh sama anak yang duduk di sana itu, tadi ibunya minta aku buat nurunin dia di subang, ehh malah kebablasan sampai bandung, abisnya aku kesel sama dia dari tadi dia tanya tanya terus ya udah aku bentak aja dia” dan kemudian si pengemudi bus tersebut pun memberikan solusi, yaitu tidak lain ataupun tidak bukan adalah kembali kesubang, dan setelah berdiskusi dengan para penumpang akhirnya bus yang ditumpangi budi itu pun kembali ke subang.

sampai di subang, kenek bus tersebut pun segera membangunkan si budi
“dik bangun, dah sampai nih” kemudian budi segera membuka bungkus tas yang dibawa, kenek pun heran dan kemudian bertanya kepada si budi “lho kok kamu nggak turun? terus itu.. itu kamu ngapain?” si budi pun menjawab “saya kan mau ke bandung pak, tadi kata emak saya saya disuruh buka nasi bungkus sama semur jengkol ini pak kalo udah di subang, bapak kenek sama pak supir mau?”
kenek dan supir serta para penumpang pun kaget “HAH!!!”


Telah di baca sebanyak: 1089
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *