Kolom Alumni

Azas Membutuhkan dalam Hubungan yang Baik


Oleh: Andrew Abdi Setiawan

Semua orang perlu membangun dan memelihara hubungan yang baik dengan orang lain. Tanpa hubungan yang baik, kita akan mengalami banyak kesulitan. Tanpa hubungan yang baik, kita akan mengalami kesulitan untuk mencari tempat kerja. Tanpa hubungan yang baik, kita akan mengalami kesulitan untuk menikmati pekerjaan. Tanpa hubungan yang baik, kita akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan penghiburan ketika kita sedang berduka. Jadi, sekali lagi, semua orang sangat memerlukan sebuah hubungan yang baik dengan orang lain.

Tapi masalahnya, tidak semua orang terampil untuk membangun dan memelihara hubungan yang baik. Ada orang yang mengalami kesulitan untuk membangun sebuah hubungan. Ada pula orang yang mengalami kesulitan untuk memelihara hubungan yang sudah terbangun. Itulah sebabnya, tidak heran, bila ada sebuah pepatah mengatakan, “Mencari teman jauh lebih sulit daripada mencari musuh.”

Lalu bagaimana caranya agar kita dapat membangun serta memelihara hubungan yang baik dengan orang lain? Ada sebuah resep yang ingin saya bagikan kepada Anda. Resep ini dinamakan sebagai azas membutuhkan. Apa artinya? Artinya adalah biarkan orang lain tahu bahwa Anda membutuhkan mereka. Biarkan orang lain tahu bahwa Anda membutuhkan bantuannya. Biarkan orang lain tahu bahwa mereka amat penting dalam hidup Anda.

Penelitian sejak lama menunjukkan bahwa saat orang merasa dibutuhkan, mereka biasanya jauh lebih produktif dan kreatif. Misalnya saja, studi mengenai anak kembar dengan nilai kecerdasan setara menunjukkan hal ini. Ketika seorang anak ditempatkan dalam lingkungan di mana ia merasa dibutuhkan dan dihargai maka ia akan bersikap lebih suportif, ketimbang anak yang ditempatkan dalam lingkungan yang tidak seperti tadi.

Pernahkah Anda berhenti untuk menanyakan arah kepada seseorang di pinggir jalan? Anda menurunkan jendela mobil dan bertanya, “Permisi Pak, apakah Bapak tahu jalan menuju ke alamat ini?” Hampir setiap kali orang menghentikan pekerjaannya dan membantu Anda untuk menunjukkan arahnya. Bahkan, ada sebagian mereka mau mengulangi petunjuk beberapa kali untuk memastikan Anda memahaminya. Mengapa orang melakukan itu? Jawabannya adalah karena di saat Anda membutuhkan bantuannya, hal itu akan memuaskan kebutuhan diri orang itu pula. Ia akan puas karena bisa berguna bagi orang lain.

Membiarkan orang lain tahu bahwa Anda membutuhkan orang lain bukanlah tanda kelemahan. Ketika kita melakukan hal ini, justru kita sedang menunjukkan tanda kemenangan dalam membangun dan membina sebuah hubungan yang baik dengan setiap anggota tubuh Kristus. Azas ini juga berlaku bagi setiap pemimpin. Pakar kepemimpinan, Warren Bennis, malah mengatakan: “Pemimpin yang baik membuat orang merasa bahwa mereka berada di jantung segala sesuatu, bukan di pinggir.” Bila Anda ingin membangun dan memelihara sebuah hubungan baik, jangan ragu-ragu untuk mengatakan dengan rendah hati dan tulus bahwa Anda membutuhkan orang-orang di sekeliling Anda. Mintalah masukan dan bantuan orang lain dengan rendah hati, dan simaklah apa yang mereka katakan.

*Andrew Abdi Setiawan adalah seorang rohaniwan yang berdomisili di kota Surakarta. Saat ini ia sedang menggeluti panggilannya sebagai seorang WTC—writer, trainer, counselor dalam bidang pengembangan diri, pranikah, pernikahan dan keluarga. Salah satu buku yang telah diterbitkannya adalah Ya Tuhan, Mengapa Kau Ambil Dia dariku? Penghiburan bagi Orang Berduka (Gramedia, 2009). Untuk kontak lebih lanjut, silakan kirim pos-el ke: andrew_setiawan80@yahoo.com.sg

Telah di baca sebanyak: 1254
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *