Artikel Writing Class for Teens

Bad Tweet


oleh Michelle Kezia, Alumni batch I
Keyla, seorang gadis cantik pindahan dari Singapore menginjakkan langkah kaki pertamanya di Apple JHS. Sekelompok siswi siswi yang terdiri dari 5 orang langsung memandangnya seaneh mungkin. Bagaimana tidak dibilang aneh ? Ia ke sekolah menggunakan rok kotak kotak pendek, kemeja putih yang tidak dimasukkan rapi ke dalam rok, kaos kaki mejikuhibiniu, dan sepatu mengkilap bergambar bintang. Dunia serasa berhenti sejenak, sejak anak perempuan aneh tapi trendy itu berdiri di depan gerbang sekolah, semuanya langsung diam duduk termanga melihat penampilan gadis itu.

Dengan percaya diri, ia melewati pos satpam, lapangan basket, dan menuju ke tata usaha untuk melihat namanya masuk dikelas mana. Setalah mencari di 8 lembar, didapatnya ia masuk di kelas 8A. Dengan semangat ia membuka pintu kelas. Semuanya yang ada di dalam kelas diam sejenak melihat penampilan gadis itu. Beberapa saat kemudian mereka langsung tertawa serempak. Kemudian, 4 siswi kelas 8A langsung mendatanginya dan mengolok ngoloknya.

Keyla tetap tegar dan mencari tempat duduk yang masih kosong. Setelah berkenalan dengan gadis berkacamata di sebelahnya, ia langsung mengobrol akrab dengannya. Mereka berdua asik mengobrol, sampai mereka tidak sadar bahwa seisi kelas memandang kearah mereka dengan mulut ditutup rapat, sekarang yang terdengar hanyalah percakapan antara mereka berdua dan desiran AC bersuhu 18 derajat.

Pak Bobby sebagai wali kelas mereka memasuki kelas. Semuanya beranjak ke tempat duduk masing masing. Pak Bobby, dikenal sebagai guru terkiller di sekolah yang sangat tega memberikan hukuman kepada anak anak didiknya. Otomatis, semua diam dan mendengar suara sedotan yang ditancapkan ke aqua gelas seperti biasanya. Pak Bobby langsung menunjuk pengurus kelas, membagikan peraturan sekolah seperti tahun lalu, memberikan kalender pendidikkan, dan mengatur ulang tempat duduk mereka.

Pada akhirnya, mata Pak Bobby tertuju pada gadis pindahan dari Singapore itu. Pak Bobby menegurnya secara pelan pelan, “Are you going to school or going to show ?” pastinya Keyla kaget dengan pertanyaan itu, ia hanya diam tidak menjawab tetapi gadis itu nampaknya menerima teguran dari guru killer itu. Tetapi pada kenyataannya, ia tidak bisa menerima teguran itu dan tidak bisa menerima peraturan di sekolah barunya.

Sepulang sekolah, Keyla segera beranjak ke kamarnya, menyalakan AC, mengambil handphone dan membuka twitter. Di twitter, dengan ringannya ia menyindir teman, guru, dan sekolah barunya. “What are youbdoing Key ? Why don’t you study ?” tiba tiba ibunya masuk ke dalam kamar dan menanyakan putri tunggalnya. “Wait a minute mom, i wanna to play.” Jawab Keyla santai. “Oh okay.”

Ternyata, Pak Bobby juga memiliki account twitter. Dengan tidak sengaja, Pak Bobby melihat tweets Keyla. Pak Bobby segera mengcapture bagian tweets itu dan melaporkan ke bagian sekolah. Sudah bisa ditebak, Keyla langsung dipanggil bersama orangtuanya oleh wakasis dan guru BP di Apple JHS. Tweets Keyla langsung diperlihatkan oleh Pak Bobby. Tentu saja orangtuanya kecewa dengan sikap Keyla. Sesudah diberikan ceramah selama beberapa jam, merekapun pulang ke rumah.

Di rumah Keyla segera berlari menuju kamarnya diikuti oleh orangtuanya. Di dalam kamar, ibunya Keyla memecah keheningan diantara mereka bertiga. “Dissapointed.” Kata mama Keyla singkat. “Yeah, i’m sorry mom, dad.” Keyla memandang kearah kedua orangtuanya itu. “Why do you to that ?” tanya ayahnya. “Because i don’t like with my new school rules.” “So that’s the problem ?” “Yes”

Keesokkan harinya, Keyla memasuki sekolah sambil dipandang oleh seluruh murid murid Apple JHS. Mila sahabatnya langsung datang mendekatinya dan bertanya “What happended Key ?” “My parents called by our vice principal.” “Why ?” “Hmm, because I tweets bad things about this school in twitter.” “Oh, i see. But, if i could know, what’s your tweets.” “Yeah, well it’s about our scholl rules.” “For example ?” “The first one, OMG why this new school is very over protective ? The second, i hate this school rules. The third, i wanna out from this school ! Very not comfortable with the rules ! Yeah, like that. Do you have any solutions for me La ?” “Hmm, maybe you can make a appologies letter to school ?” “Yeah, good idea ! Thankyouu !”

Sepulangnya, Keyla segera mengetik surat permintaan maafnya kepada sekolah. Ia segera mencetaknya dan meminta tandatangan orangtuanya. Ia juga meminta maaf di twitter dan menghapus beberapa tweetsnya itu. Sekarang, Keyla berusaha untuk membiasakan diri dan menerima peraturan barunya.

Kezia dapat dihubungi di twitter: @michellekeziaa


Telah di baca sebanyak: 2761
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *