Kolom Bersama

Balon Meletus


Balonku ada 5, rupa-rupa warnanya.
Hijau kuning kelabu, merah muda dan biru.
Meletus Balon Hijau…Dorrr, Hatiku sangat kacau.
Balonku Tinggal Empat, Kupegang Erat-erat.
(Lagu Balonku)

Teman-teman tentu tak asing dengan lagu di atas. Teman-teman pernah meniup balon sampai meletus? Kalau ya, berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai balon tersebut meletus? Kurang dari 1 menit, 1 menit, 2 menit , dll? Kalo teman-teman bisa meniup cepat, saya kasih hadiah balon dech, hehe..

Pengalaman unik dan menyenangkan terjadi ketika saya mengikuti acara motivasi di Pekalongan, di mana sang pembicara memberikan games “meniup balon sampai meletus”, gampang to??? Semua peserta pun langsung semangat 45 untuk meniup balon, termasuk saya. Belum ada 1 menit, bunyi door…door…door sudah terdengar beberapa kali memenuhi ruangan, suasana ramai sekali karena peserta cukup banyak. Setiap ada balon yang meletus, semua bersorak kegirangan. Semuanya saling memberi semangat, ada yang bersorak sorai, ada yang tepuk tangan, ada yang tertawa, hahaha.. pokoknya suasana ramai sekali. Akhirnya semua peserta berhasil, dan masih tertinggal satu peserta yang balonnya tak kunjung meletus yaitu saya, haha…malu rasanya, namun saya yakin 100 % ketika yang lain BISA, maka saya pasti BISA. Sekuat tenaga saya meniup balon, suasana semakin ramai karena peserta tambah semangat menyoraki saya, ayoooo…ayooo, tiuppppp…tiupppp..saya pun jadi tambah semangat, tak lama kemudian balon meletus. Dooorrr. Huuuhft,,,Benar-benar Lega rasanya.

BELIEVE
Kalau saya mengamati semua peserta berhasil meniup balonnya sampai meletus dalam kurun waktu kurang lebih 1 menit, namun kenapa saya menjadi yang terlama? Ternyata, akar masalahnya berasal dari diri saya sendiri. Ketika mentor memberikan games meniup balon, saya akui perasaan saya langsung takut dan ragu. Jantung ini berdegup kencang, saking tidak yakinnya. Bisa tidak yaa, Bisa tidak yaa….padahal “cuma” meniup balon, sebuah aktivitas yang sepele. Namun aktivitas yang sepele akan menjadi berat, ketika kita memang menyepelekan dan tidak antusias. Semangat menjadi kendur.
Setiap keyakinan akan mempengaruhi tindakan. Ketika keyakinan kita positif, maka pikiran akan positif, hal ini akan berdampak pada tindakan positif yang akan menghasilkan hal yang positif pula. Sebaliknya Ketika keyakinan ini negatif, maka hati menjadi berat, bingung, ragu, nggak mantep, pikiran pun kacau, stress, dan akhirnya berpengaruh pada tindakan dan hasil yang didapat. Contohnya seperti kejadian yang saya alami di atas. Ketika disuruh meniup balon, hati saya langsung berkata: Meniup Balon Susah, ya ternyata memang susah walaupun akhirnya berhasil ditaklukkan.

Believe Positif : Pikiran Positif + Tindakan Positif -> Hasil yang Positif
Believe Negatif : Pikiran Negatif + Tindakan Negatif -> Hasil yang Negatif

Rumus di atas saya yakini akan berpengaruh besar dalam kehidupan pribadi dan tingkat produktivitas kita, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, kantor, bisnis, relasi, teman, sahabat, pacar, dan lain-lain karena setiap hari kita berhubungan dengan orang lain dengan berbagai macam kepribadian dan kepentingan yang berbeda, namun alangkah lebih baiknya jika kita menyirami hati kita dengan keyakinan positif, memberikan pupuk berupa pikiran positif dan tindakan yang positif, dan ujung-ujungnya kita pun akan memanen hasil yang positif nantinya.

PLANNING
Walaupun kelihatan gampang, ternyata meniup balon membutuhkan “strategi” untuk mengatur ritme dan nafas. Tidak asal tiup, karena ketika kita asal tiup bukan balonnya yang tambah gede, namun kita malah kehabisan tenaga, hehe. Ambil contoh pengalaman saya bekerja membuktikan bahwa ketika kita bekerja asal-asalan, tidak terprogram dan tidak punya rencana maka hasilnya pun akan tidak maksimal. Sepertinya kita tiap hari bekerja, sibuk sana sini, tapi kok tidak pernah selesai.

Perencanaan sangat penting di sini. Right from the Beginning, artinya semuanya sudah direncanakan dan dipersiapkan dengan benar sedini mungkin. Perencanaan (baca: Strategi) adalah salah satu kunci keberhasilan untuk meraih Dream Kita. Dengan perencanaan berarti ada target yang harus diraih, ada step by step yang harus dilalui, ada proses dan prosedur yang bekerja, dan resiko yang ada pasti bisa disikapi dengan lebih mudah. Semuanya tergantung dari diri kita sendiri.

JUST DO IT
Nah ini yang sering dilupakan dan menjadi kendala terbesar. Sudah punya Believe yang benar, sudah yakin 100 %, punya target dan rencana, namun mau melangkah kok berat. Lalu apa solusinya? pertanyaan ini pernah saya lontarkan kepada seorang pembicara di kelas. Mau tau Solusinya apa mas? ya tinggal melangkah saja, Just Do It. Simpel memang jawabannya, tapi susah melaksanakannya. Namun saya sangat setuju dengan jawaban tersebut, Rumusnya cuma satu: Action, Action, dan Action. Percuma saja ketika kita sudah punya dream yang besar, rencana yang indah namun takut melangkah. Faktor Resiko sangat berperan di sini.

Banyak orang yang ingin sukses, ingin maju, ingin kaya namun tidak mau ambil resiko. Akibatnya mereka mengambil jalan pintas atau jalan di tempat tidak kemana-mana. Padahal semakin besar dream kita, semakin besar resikonya. Semuanya butuh proses, kalau kita terlalu lama berpikir, akhirnya malah tidak jadi melangkah. Ibarat orang mau mandi, ya action saja. Tinggal masuk dan langsung mandi jebar jebur. Kalo di kamar mandi sabun habis, pasta gigi habis, handuk ketinggalan, itu soal Proses. Tinggal beli sabun dan pasta gigi, ambil handuk lalu lanjutkan mandi lagi.

Action 1 -> Proses 1 -> Evaluasi 1 -> Solusi 1 -> Action 2 -> Proses 2 -> Evaluasi 2 -> Solusi 2 -> Dst.

Siklus APES (Action, Proses, Evaluasi, Solusi) inilah yang pasti kita hadapi setiap hari. Yang menentukan berhasil tidaknya Action kita ya diri kita sendiri, Tidak ada Kata Gagal, yang ada hanyalah Proses yang harus kita alami sebagai pembelajaran dan pengalaman untuk berbuat lebih baik lagi. Hari ini Harus Lebih Baik dari Hari kemarin dan Hari Esok harus Lebih Baik, Lebih Sukses dan Lebih Mulia dari Hari ini. So, Just Do It. Selamat Berkarya, Selamat Beraksi, Salam Sukses dan Optimis Selalu !!!

*) Pratama Puji Widiyanto lahir di Pekalongan, 2 Agustus 1988. Alumni S1 FE UNSOED Purwokerto ini punya hobi berorganisasi, berwirausaha, silaturahmi, belajar, membaca, menulis dan sepakbola. Milanisti dan Fans berat Chelsea ini punya BIG Dream jadi Pengusaha Sukses Dunia Akherat, amien. Kesibukannya saat ini adalah bekerja, berwirausaha batik dan kue imoet, serta menjadi anggota komunitas bisnis dan motivasi. Contact Person : pratamapuji.widiyanto@gmail.com – 085 6260 4580

Telah di baca sebanyak: 2989
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *