Kolom Bersama

Batik Semakin Asik


Oleh: Pratama Puji

Batik adalah warisan budaya asli Indonesia. Tak terhitung banyaknya motif dan corak batik yang ada di pelosok negeri ini, mulai dari batik Sumatera, batik Yogyakarta, batik Pekalongan, batik Cirebon, bahkan batik Papua. Semuanya memiliki ciri khas masing-masing, simbol dari keragaman warna dalam satu ikatan Bhinekka Tunggal Ika.

Oleh karena itu, ketika terjadi peristiwa klaim batik oleh negeri tetangga, bangsa ini mencak-mencak. Rasa nasionalisme pun muncul, tidak rela melihat warisan nenek moyang kita “dicuri” oleh negara lain. Syukurlah peristiwa tersebut dapat diakhiri dengan penetapan UNESCO PBB bahwa batik memang made in Indonesia. Moment bersejarah tersebut tak dapat dilupakan karena bapak Presiden juga menetapkan tanggal 20 September 2009 sebagai Hari Batik Nasional.

Lantas ketika Batik sudah ditetapkan sebagai budaya asli Indonesia, apakah kita bangga dengan warisan budaya kita sendiri? Dulu, perasaan malu ketika harus memakai batik sempat muncul karena orang memakai batik dianggap kuno, batik identik dengan golongan tua atau orang yang mau pergi “kondangan atau hajatan” saja, namun harus diakui perasaan itulah yang membuat batik kurang mendapat tempat di negeri sendiri, nilai-nilai batik kurang dilestarikan. Akibatnya jelas, terjadi peristiwa klaim di atas.

Namun sekarang, perasaan tersebut telah terkikis. Ini pandangan subjektif saya. Sekarang, warga masyarakat baik tua maupun muda lebih “menerima” dan tidak malu-malu lagi memakai batik. Semua orang berbondong-bondong membeli batik. Pasar tradisional, toko, grosir, mall dan distro batik laris manis ramai diserbu. Banyak pula kita jumpai sekarang baik di instansi pemerintah, kampus, maupun pusat perbelanjaan baik kepala daerah, pegawai kantor, mahasiswa, sampai pedagang asongan semuanya ramai-ramai memakai batik. Batik menjadi primadona yang paling dicari saat ini. Omset penjualannya sangat tinggi, hal ini sangat menguntungkan dan menopang pendapatan masyarakat karena mayoritas pedangan batik berasal dari sektor UMKM. Batik berjaya di negeri sendiri. Batik semakin asik dan menjadi kebanggaan kita semua.

Semoga trend batik yang berkembang saat ini bisa senantiasa bertahan seiring perkembangan zaman. Kalau bukan kita yang melestarikan, siapa lagi? kalau bukan kita yang bangga dengan batik, siapa lagi? We Love U Full Batik Indonesia. Salam Sukses.

*) Penulis adalah Alumni S1 Akuntansi dari UNSOED Purwokerto. Hobinya membaca, menulis, sepakbola dan ”belajar” dari pengalaman hidup sehari-hari. Kesibukannya sekarang adalah bekerja di Instansi Pemerintah Kotamadya Pekalongan dan ingin membuka usaha. Contact Person : pratamapuji.widiyanto@gmail.com – 085 6260 4580.

Telah di baca sebanyak: 1322
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *