berguru-pada-rumput
Artikel Terbaru

Berguru pada Rumput

Oleh: Galasfar

Semburat sinar mentari menyeruak di celah cakrawala, mengiringi tetesan embun pada pucuk-pucuk daun. Daun besar dan kecil, mereka semua mendapatkan hak yang sama atas kesejukannya. Dari sekian banyak daun yang menyatu pada tangkai dan pangkal dahan sebagai penopang kehidupannya, di bawah sana tampak daun-daun kecil yang sepertinya terabaikan karena tampak biasa dan terlalu biasa bersama gerombolannya. Ya … rumput. Amat banyak jumlahnya di muka bumi ini. Bentuk, ukuran, dan jenisnya sangat beragam. Pun warnanya bermacam-macam.

Rumput adalah satu dari sekian makhluk purba yang tercipta sejak beratus-ratus tahun lalu. Ia mampu bertahan menghadapi segala bentuk perubahan iklim yang bergulir bersama sang waktu. Ia dapat tumbuh dengan mudah baik di puncak gunung tertinggi, dataran tinggi, dataran rendah, pantai, bahkan di padang gurun sekalipun. Ia sangat mudah tumbuh dan menyesuaikan dengan lingkungan.

Rumput dapat bertahan dalam kondisi yang ekstrim sekalipun. Tuhan memberikan kemampuan bertahan untuknya yang luar biasa. Saat diterpa hujan, mereka akan tetap kokoh bertahan, tidak terbawa derasnya hujan dan kencangnya angin. Meskipun terjadi badai taufan, ia tetap kokoh pada akarnya menancap bergeming dalam tanah meskipun pohon kayu tercerabut terbawa badai. Saat bara api menerpa menghabiskan seluruh daunnya, namun tak semua miliknya habis terbakar, pada pangkalnya masih tersisa tunas yang tak terbakar sama sekali. Dalam waktu yang singkat ia bisa tumbuh dan menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya yang gersang. Terik matahari padang pasir tak menyurutkan kemampuannya untuk bertahan, ia memiliki kemampuan untuk menjaga pasokan air dalam tubuhnya.

Rumput tumbuh secara berkelompok sebagai hasil dari berkembang biak melalui bakal tunas yang menyeruak di sela sela induknya. Mendesak ke segala penjuru mencari kehidupannya sendiri. Menjadi rumput muda baru yang bertumbuh terus menyerupai rumput induknya untuk menghasilkan tunas baru kembali.

Manusia hidup sejak Adam dan Hawa sejak ribuan tahun lalu. Mereka diciptakan sang khalik dengan segala kelebihannya sebagai makhluk paling sempurna. Setiap selnya hidup dan menghidupi jiwa dan raganya yang membuat ia mampu bertahan bahkan bertransformasi menyikapi perubahan yang datang bertubi tubi. Manusia mampu mencari tempat yang sesuai untuk kehidupannya, baik di puncak gunung dengan segarnya udara dan rerimbunan hutan, atau dataran tinggi dengan tebingnya yang terjal namun dengan pemandangan yang elok, atau dataran rendah yang subur yang kaya dengan unsur hara, atau tepi pantai yang terbatas air segar namun kaya dengan sumber hayati dan cakrawala laksana permadani surga.

Laksana rumput, manusia pun memiliki hidup yang sama. Kita manusia memiliki hak yang sama atas helaan nafas, hembusan angin, tetesan embun, dan segala sesuatu yang telah diciptakan Tuhan di alam raya ini. Gerombolan manusia kecil nampak di seluruh penjuru dunia. Kecil entah karena hatinya yang kerdil tak mampu menghadapi kerasnya hidup atau kecil karena kemampuan pemenuhan kebutuhan yang sangat terbatas karena faktor daya upaya tak maksimal. Kecil juga karena terlalu sibuk mempersalahkan nasib yang membuat dia tak berdaya atau memang tercipta dalam postur yang kecil namun dengan kemampuan yang besar.

Seperti rumput yang perkasa ketika mereka bersatu, kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling muliapun sepantasnya lebih perkasa. Bila manusia bersatu, berkelompok dengan satu tujuan yang sama maka mereka dapat mengubah apapun dan menggugah siapapun. Bila manusia secara konsisten melakukan perubahan itu dan senantiasa mengobarkan semangat itu maka ia dapat memberi makna dan mencapai tujuannya. Hal ini seperti pepatah yang ditanamkan sejak kita kecil ‘Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh’. Mari kita bahu-membahu melakukan hal terbaik untuk negeri.

*) Penulis dapat dihubungi langsung di luciadlk@gmail.com

Telah di baca sebanyak: 395
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *