Kolom Alumni

Berhentilah Menghalangi Diri Sendiri

Oleh: Sugeng Widodo

Pernahkah Anda mengendarai mobil dengan rem tangan yang masih aktif? Mobil Anda tentu tidak bisa berlari kencang selama rem tangan tetap aktif. Jika Anda mengubah rem tangan menjadi tidak aktif, maka mobil Anda menjadi berjalan dengan normal bahkan bisa berlari kencang.

Cermati teman-teman kerja seangkatan Anda di kantor. Dalam masa kerja setelah 10 tahun, masing-masing mengalami perubahan dalam karir mereka. Ada yang masih dalam posisi sebagai staf, ada yang sudah menjadi Kepala Bagian, bahkan sudah ada menjadi Kepala Departemen.

Di bidang penjualan pun begitu. Teman Anda yang seangkatan ketika mengikuti training sales di kantor, setelah dua hingga lima tahun, juga sudah tampak perkembangan mereka. Ada yang MUNTABER, mundur tanpa berita. Sebagian lagi masih bertahan dengan penghasilan pas-pasan. Tetapi, ada juga teman Anda yang sudah dipromosikan menjadi Supervisor, Unit Manager, atau Kepala Cabang.

Apa yang membedakan mereka yang berhasil dengan mereka yang gagal? Umumnya mereka yang berhasil memiliki kemampuan dan kontribusi terhadap organisasi yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang gagal. Hal itu membuat mereka mendapat perhatian dari pimpinan untuk mendapatkan kenaikan jabatan.

Kemampuan, kontribusi, dan tingkat pencapaian seseorang dalam hidup ini sangat dipengaruhi oleh tingkat keyakinan dan kelayakan yang ada di dalam dirinya. Oleh karena itu, waspadai keyakinan dan kelayakan Anda yang tidak mendukung.

Keyakinan
Keyakinan berarti suatu pernyataan yang dianggap benar disertai dengan perasaan pasti. Kebalikan dari keyakinan adalah keraguan atau sikap ragu-ragu. Keyakinan itu seperti tombol kran air di kamar mandi di rumah Anda. Jika kran ditutup maka air tidak bisa mengalir. Kalau kran dibuka otomatis air mengalir.

Jika Anda memiliki keyakinan bahwa Anda mampu meraih keinginan, maka potensi dalam diri Anda berpeluang untuk teraktualisasi melalui sikap dan tindakan yang positif. Sikap dan tindakan positif Anda pada gilirannya membuahkan hasil berupa tercapainya keinginan Anda.

Keyakinan yang memberdayakan dapat mempengaruhi biokimia tubuh. Keyakinan menimbulkan harapan, ide-ide, sikap, dan tindakan positif. Keyakinan Anda membuat tubuh tidak mudah capek dan pikiran menjadi kreatif.

Tidak adanya keyakinan membuat potensi Anda tidak berkembang. Mengapa tidak berkembang? Sikap ragu-ragu membuat Anda cenderung tidak berdaya, tidak bertindak, dan menyerah sehingga Anda tidak mendapatkan apa yang Anda inginkan. Oleh karena itu, sebaiknya, buang jauh sikap ragu-ragu dan milikiah keyakinan yang tinggi.

Keyakinan itu bisa Anda ciptakan sendiri melalui pernyataan-pernyataan positif dengan berulang-ulang diucapkan dalam bentuk afirmatif. Hal ini penting agar pernyataan itu diterima oleh pikiran bawah sadar, sehingga nantinya menjadi keyakinan yang mempengaruhi sikap dan tindakan. Cara lain, keyakinan Anda hendaknya didasarkan pada nilai-nilai ketuhanan yang menjadi sumber segala sumber kebenaran.

Kelayakan
Tingkat kelayakan dipengaruhi oleh keyakinan Anda tentang apa yang Anda inginkan. Bagaimana perasaan Anda ketika Anda memikirkan sesuatu. Jika Anda merasa layak mendapatkan atau memilikinya, berarti tingkat kelayakan Anda tinggi. Perasaan layak itu sangat diperlukan untuk menjadi landasan sikap dan tindakan Anda dalam meraih sesuatu.

Apabila Anda merasa tidak layak mendapatkan suatu keinginan, maka apapun yang Anda lakukan tidak akan membantu Anda mendapatkan keinginan itu. Suatu keinginan bisa mencakup semua area kehidupan Anda, seperti keluarga, karir, kekayaan, bisnis, hubungan sosial, kesehatan, spiritual, dan lain lain.

Ketika Anda merasa tidak layak, secara tidak langsung Anda mensabotase diri sendiri dalam meraih cita-cita. Menurut Pat Pearson, bentuk-bentuk sabotase diri itu antara lain:

Membuang, yakni Anda merasa tidak layak memilikinya.
Menyangkal, ‘Saya tidak memberi perhatian pada masalah ini karena tidak penting”.
Cacat yang fatal, masalah kepribadian seperti cepat marah, kencanduan, dll.
Mengundurkan diri sebagaimana tercermin pada uangkapan”Saya tidak suka berharap terlalu tinggi.”
Merasa puas, seperti digambarkan dalam kata-kata “Saya tidak yakin cukup baik, jadi saya puas dengan seadanya.”

Perasaan tidak layak seharusnya dibuang jauh dan diganti dengan perasayaan layak. Perasaan layak ini akan membuka potensi diri untuk dikembangkan. Perasaan layak juga dapat mendorong seseorang untuk meraih kehidupan yang diinginkannya.

Untuk menumbuhkan perasaan layak itu, dimulai dari kesadaran, yakni pikiran dan perasaan kita sendiri tentang berbagai hal yang dapat kita lakukan.

Jika kita membiasakan diri dengan pikiran dan perasaan yang terkait berbagai hal yang dapat dan mampu kita lakukan, maka perlahan akan tumbuh kesadaran yang lebih luas tentang kelayakan kita di berbagai area kehidupan.

Akhirnya, agar kita tidak menghalangi diri sendiri maka sebaiknya usahakan dengan sadar untuk memiliki keyakinan dan kelayakan dalam mencapai suatu cita-cita di berbagai area kehidupan ini. Buanglah jauh-jauh perasaan ragu-ragu dan takut, karena semua itu hanya menjadi penghalang perjalanan hidup Anda dalam meraih cita-cita. ***

*) Sugeng Widodo, Alumni Writer Schoolen “Cara Cerdas Menulis Buku Best-Seller batch VI”. Penulis adalah trainer dan saat ini masih aktif sebagai staf ahli direksi AJB Bumiputera 1912.

Telah di baca sebanyak: 1275
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *