Kolom Bersama

Break Your limit

Oleh: Ahmad Arwani

Tahukah anda siapa pemegang paten terbanyak di dunia sepanjang masa? Dialah Thomas Alfa Edison dengan 1093 jenis patennya. Dengan tidak mengenal batas dia coba bereksplorasi dari 1 kegagalan ke kegagalan lainnya. Dari kegagalan-kegagalan tersebut dia menemukan banyak kendala dan keterbatasan. Namun semua itu tidak mempan menghadang langkahnya, justru dari situlah muncul berbagai ide lain yang akhirnya berhasil diwujudkan. Jika dia terpaku pada kendala dan keterbatasan, kita tidak akan pernah mengenal lampu pijar seperti saat ini bukan?.

Siapa pula yang tidak kenal dengan Kolonel Sanders. Semua orang pasti mengenalnya sebagai salah satu koki yang mendunia dengan Kentucky Fried Chicken. Tapi kira-kira sadarkah anda bahwa resep ayamnya laku setelah mengetok pintu ke seribu? Artinya dia tidak pernah menyerah seratus, duaratus, lima ratus delapan ratus pintu dilewati untuk akhirnya menemukan pintu ke seribu yang membelalakkan mata dunia di kemudian hari.

Sadarkah diantara kita, kita terlalu terpaku pada limit/keterbatasan. Paradigma orang yang sukses hanya milik orang kaya saja, “urat saya urat miskin jadi usaha pun pasti seret”, “saya bukan tipikal pengusaha jadi ya jadi karyawan aja deh” atau “target penjualan ini terlalu tinggi dan bombastis mana mungkin tercapai” serasa sangat akrab di sekeliling kita bukan.

Padahal jika kita renungkan kembali dengan lebih dalam, limit ada karena kita ciptakan. Dia akan selalu menemani kemana kita melangkah kemanapun. Bisa menjadi penghalang atau sahabat sebagaimana kita meperlakukannya. Sudah saat untuk bersahabat karib dengannya. Karena dengan mengenalnya dengan lebih mendalam kita akan dengan mudah menarik dan mengulurnya, menciptakan dan membuangnya sesuai keinginan kita sendiri.

4 hal yang harus disadari tentang Limit

1. Ciptakan limitmu tak berlimit

Limit hanyalah sebuah tetapan untuk mempermudah tercapainya sebuah tujuan. Dan kemudian untuk kita lampaui dengan limit yang baru. Seperti layaknya sebuah target penjualan, limit akan selalu di upgrade dan ditingkatkan.

Dari sekarang kita harus paham benar bahwa limit kita adalah unlimited. Tidak ada yang mampu membatasi kita kecuali diri kita sendiri. Dengan konsep tersebut maka tidak ada yang tidak mungkin. Tentukan limit anda setinggi mungkin untuk diraih dan selalu diperbarui.

Michelangelo pernah bertutur bahwa “The greater danger of most of us is not that our aim is too high and we miss it, but it is too low and we reach it. – Bahaya besar bukan karena kita mempunyai target tapi tak mampu mencapainya. Akan jauh lebih berbahaya jika kita mempunyai target yang terlalu rendah dan kita berhasil mencapainya.

2. Potensi manusia tidak terbatas

Potensi manusia begitu besar dan tidak terbatas. Mau tahu buktinya? Coba kita lihat kembali dalam setiap kejuaraan dan pertandingan olimpiade. Akan selalu muncul rekor-rekor baru menumbangkan rekor yang lama. Siapa yang tak kenal Phelps. Seorang pemuda berusia 23 tahun berhasil menyumbangkan 8 medali emas dan tujuh diantaranya memecahkan rekor dunia. Bayangkan seandainya sewaktu kecil dia menyerah terhadap keterbatasannya, tentu cerita akan berakhir lain. Sejak kecil Phelps telah divonis mengidap penyakit Attention Deficit Hyperactive Disorder , yaitu suatu kondisi dimana seseorang memiliki kecenderungan energi berlebih dan berbahaya bila tidak disalurkan dengan tepat. Beruntung dia memiliki dua orang kakak yang memiliki hobi dan jago berenang yang kemudian mengajarkannya bagaimana berenang dengan baik.

3. Batasi orang-orang disekitarmu
Kalau Robert Kiyosaki mengatakan bahwa penghasilan seseorang ditentukan 5 orang terdekatnya, terbukti manjur dalam kasus phelps. Dengan bimbingan dua orang kakak yang jago berenang pada usia 10 tahun Phelps adalah pemegang rekor nasional dan lima tahun kemudian di usianya yang ke 15 dia sudah bergabung dengan tim renang Amerika Serikat yang akan dikirim mengikuti olimpiade.

Dengan didukung oleh tim pelatih yang tangguh dan tim ahli seperti Professor Timothy Wei, Kepala Departemen Rekayasa Nuklir, Mekanika, dan Antariksa di Rensselaer Polytechnic Institute di Troy, New York. Profesor Wei membantu mengembangkan perangkat canggih yang sangat rahasia dan teknik matematika yang akan digunakan oleh pelatih tim renang Amerika.

Dan kini dia telah menjelma menjadi idola renang baru dan menyabet 8 emas dalam olimpiade beijing 2008 kemarin dengan 7emas yang diperolehnya dengan memecahkan rekor dunia. Dahsyat bukan?

Bila kita perhatikan dengan cermat, keberhasilan Phelps tak lepas dari orang-orang di sekitarnya. Mereka adalah orang-orang yang mendukung cita-cita Phelps tercapai, diantaranya adalah tim pelatih dan tim ahli profesor mekanika fluida yang memberikan metode renang yang mutakhir.

Bayangkan saja jika orang-orang di dekat Phelps adalah orang-orang yang biasa saja maka akan jauh lebih sulit baginya untuk melakukan sesuatu yang luar biasa. Namun lain halnya kalau kita biasa-biasa tetapi di sekelilingnya luar biasa, maka kita akan terpacu untuk juga menjadi luar biasa.

Secara science pun bisa dijelaskan bahwa di dalam otak manusia ada sekumpulan sel syaraf yang disebut Mirror Neuron, yang bertugas meniru apa yang dilakukan oleh orang lain. Jika di sekelilingnya orang hebat, maka Mirror Neuron kita akan meniru mereka sehingga menjadikan kita juga hebat. Begitu pula sebaliknya. Maka pilihlah kawan-kawan anda sedari sekarang.

4. Ciptakan dan pelihara persaingan
Dengan memiliki pesaing akan memudahkan kita untuk berkaca pada diri sendiri. Sudah sehebat apa kita sekarang. Dengan memilhara persaingan ini akan memudahkan kita untuk “menciptakan limit-limit baru” yang kemudian selalu kita taklukkan dan ciptakan kembali yang baru.

Tanpa pesaing atau sparing partner akan membuat kita jalan ditempat. Sama seperti kehidupan ini, seringkali kita merasa sudah maksimal melakukan sesuatu. Kita merasa tidak mungkin lagi melakukan sesuatu yang lebih baik lagi. Namun kalau kita mempunyai sparring partner atau lawan yang lebih hebat, bisa saja atasan, musuh, teman baik, role model atau apapun, maka kita bisa terpacu untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dan lebih baik lagi.

*) Ahmad Arwani, Penulis Buku Muhammad’s Hidden Treasure, Tinggal di Mutiara Elok B-16 Pesantren Bates. www.suksestanpabatas.com

Telah di baca sebanyak: 1590
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *