Kolom Alumni

Buat Hidup ini Menarik

Oleh: Toni Tio

Menjadikan hidup bagaikan air yang mengalir dengan tenang dan damai

Saya punya dua orang sahabat karib sejak mahasiswa sampai tulisan ini ditulis dan berharap persahabatan kami akan terus langgeng. Karakter kami bertiga sangat berbeda. Sahabat yang satu selalu menggunakan otaknya untuk berpikir, berani dan menatap hari dengan pasti, yang satu lagi cuek, hura-hura dan hidup dijalani dengan enteng. Baginya hidup untuk dinikmati bukan untuk susah, jadi pasrah saja karena Dia yang memberi hidup pasti bertanggung jawab atas kehidupan ini. Sebaliknya saya lebih menutup diri, membatasi diri dalam bergaul, menghabiskan waktu untuk belajar dan merenung. Diam-diam saya kagum dan iri terhadap dua kawan saya itu, mereka bisa menjalani hidup ini dengan indah. Cuek, santai, tanpa beban dan membuat hidup ini menarik, sementara saya takut menghadapi masa depan yang tak tahu apa bentuknya. Hidup terasa berat, rutin, bosan, jenuh, menakutkan dan tidak menarik.

Hal ini terus berlangsung sampai pada suatu hari salah seorang sahabat saya bertanya, ”apa elu nggak bosan dengan dunia yang elu jalani? Apa enaknya hidup kalo hanya begitu?”

Mungkin benar apa yang ditanyakan sahabat saya. Apa menariknya hidup ini, bila panggung hanya ada satu aktor? Panggung akan kehilangan daya tarik bila tanpa cahaya yang gemerlap-warna warni. Langit akan terasa menarik bila dihiasi pelanggi disiang hari, dan malam terasa indah bila bulan ditemani bintang, laut tak tampak perkasa bila tanpa hempasan ombak. Satu nada tidak mungkin menciptakan harmoni yang merdu.

Akhirnya saya sadar terhadap apa yang sedang terjadi pada diri saya, tapi tidak gampang merubah pandangan yang sudah sekian lama bersarang dalan jiwa. Dari kecil saya dididik dan dituntut untuk bertanggungjawab terhadap apapun yang saya lakukan. Sebagai anak laki-laki paling besar, kebesaran nama keluarga/ marga ada dipundak saya. Saya selalu diingatkan harus bertanggung jawab, melindungi, peduli, berkorban dan tampil didepan menjadi panutan keluarga. Tidak ada kata salah. Kesalahan sekecil apapun tidak boleh terjadi karena apapun tindakan saya ada berpuluh-puluh pasang mata keluarga mengintainya. Om, tante, sepupuh, paman, bibi, kakak dan adik. Semua sudah siap memangsa, pelatuk siap ditarik, bom komentar dan kritikan siap diledakan. Semua ini kian menambah beban, belum lagi beban lainnya (kuliah, pekerjaan, kehidupan pribadi dan lain-lainnya). Ini semua kian menggambarkan hidup adalah derita, tidak ada sesuatu yang indah dan enak dalam hidup ini. Semua ini membuat pikiran saya tidak bebas, tetapi malah memberi beban pada diri sendiri yang berefek pada kehidupan saya.

Menyadari ini semua, saya mencoba memperhatikan dan belajar dari dua sobat saya bagaimana cara mereka memandang dan membuat hidup mereka menarik. Yang pada akhirnya memberi saya kesadaran dan sampai pada kesimpulan sebagai berikut.

1. Hidup ini menjadi menarik atau sebaliknya tergantung bagaimana cara kita melihat hidup ini.
Ketika hidup dilihat tidak menarik dan terus-menerus ditanamkan dalam pikiran bahwa ”hidup tidak menarik” maka jadilah hidup ini tidak menarik menurut keyakianan kita itu. Begitu juga sebaliknya, bila dilihat menarik maka hidup menjadi menarik.

2. Agar hidup ini bisa menarik, maka pikiran kita dibebaskan dari semua beban.
Orang yang berjalan dengan beban dipunggungnya pasti terasa berat dan pelan, tetapi ketika beban itu diturunkan maka akan terasa ringan dan dapat berjalan cepat. Demikain juga dalam hidup ini ketika beban yang ada dilepaskan maka hidup akan terasa lebih indah, mudah dan ringan.

3. Membuka hati.
Belajar apapun tidak akan berhasil apa bila kita tidak mau membuka hati untuk menerima pelajaran itu. Sama halnya, bagaimana bisa masuk kedalam rumah bila pintu masih dalam keadaan terkunci, saat gembok terlepas dan pintu terbuka maka jalan masuk terbuka lebar. Jadi bukalah hati dan persilakan hidup yang menarik masuk ke dalan kehidupan kita. Karena tanpa pernah membuka hati sama juga tidak memberi kesempatan kepada hati itu sendiri untuk mengenal apa itu kehidupan yang menarik dan indah. Untuk itu kita perlu bersikap terbuka dan siap menerima segala perubahan yang ada.

4. Awali hari dengan mengucap syukur.
Sikap yang baik adalah permulaan yang tepat dalam mencapai sebuah tujuan. Mengawali hari dengan berdoa dan mengucap syukur sebagai ungkapan terimakasih kepada Sang pencipta atas kesempatan hidup, kesehatan yang sudah diberikan, pemeliharaanNya dan memohon rahmat, perlindungan serta menjadi orang bijak untuk hari yang akan dilalui akan memberi kekuatan dan motivasi pada kita sepanjang hari.

5. Tunjukkan sikap bersahabat kepada semua orang
Mencari seorang teman lebih sulit dari pada mencari seratus musuh. Bersikap ramah, saling menghormati, sopan santun, murah senyum dan empati kepada orang akan membuat kita diterima dimana kita ada, dan memberi kita bersemangat menjalani hari-hari.

6. Bersikap positif terhadap semua tantangan/ masalah.
Buku The Secret mengajar kepada kita, bahwa pikiran bagaikan sebuah magnet yang menarik sesuatu seperti yang kita pikirkan. Pikiran yang baik akan menarik hal-hal baik datang, begitu pula pikiran buruk akan menarik hal-hal buruk yang terjadi. Lalu mana yang dipilih?

Walau sering kali masalah dan tantangan berat sedang terjadi, dan kita terbawa dalam emosi (marah, sedih, kesel dan kecewa) ini sah-sah saja, tapi ingat jangan larut dan berlama-lama. Hadapi dengan sikap positif, niscaya ada solusi yang menunggu, tetapi bila bersikap negatif maka tidak ada jalan keluar terbaik yang tersedia karena pada saat emosi (pikiran negatif) kita tidak bisa berpikir dengan baik, seperti nasehat orang bijak ”jangan mengambil keputusan disaat emosi”

7. Beri motivasi untuk hari yang akan dilalui
Maksudnya memberi nama yang bersifat motivasi pada diri kita untuk hari yang akan dilalui. Misalnya hari senin kita kasih nama motivasi ”tersenyum” maka perbanyaklah senyum tulus kepada diri sendiri maupun orang lain. Tapi ingat, harus proposional (kalau tidak bisa di anggap gila) dengan demikian setiap hari kita belajar sesuatu yang baru dan bisa merasakan hidup ini sungguh menarik. Lalu hari Selasa, misalnya nama motivasinya sopan-santun, rabu= berbuat baik, kamis= tidak sombong, jumat= hati-hati berbicara, sabtu= menjadi ayah dan suami yang penuh kasih, minggu= semangat dan seterusnya dan seterusnya. Yang penting nama motivasi itu logis dalam arti mudah dilakukan dan masuk akal, sehingga bisa membuat kita termotivasi, merasa nyaman, lebih baik dan tentunya bahagia. Menarik bukan?

8. Lakukan aktivitas yang menyenangkan pada waktu luang.
Jangan menjalankan hidup ini dengan sangat serius, apa lagi stress. Nikmati saja. Isi waktu luang dengan hobi, misalnya baca buku, jalan-jalan bersama keluarga, olahraga, mengunjungi saudara atau sabahat, nonton, main bersama anak dan lain-lain. Tubuh kita perlu refresing untuk melemeskan kekakuan otot dan menambah kesegaran.

9. Akhiri aktivitas hari ini dengan rasa syukur.
Kita tidak pernah tahu dengan pasti kapan perjalanan hidup kita akan tutup buku. Bisa saat ini, besok atau lusa. Namun untuk hari yang sudah kita jalani dengan segala rahmat, rejeki dan perlindungan yang sudah berikan, sepantasnyalah kita mensyukurinya. Dengan satu kata ”terimakasih” kita boleh terlelap dalam mimpi untuk kembali menatap hari esok penuh bahagia

Di hari ini, ke dua sobat saya menduduki jabatan pimpinan diperusahaan dan mempunyai karier yang bagus. Mereka menikmati pekerjaannya dan terbang bebas seperti burung diudara sedang saya masih terus berziarah mencari makna dan belajar untuk hidup yang menarik.

Indah, menarik atau tidaknya hidup ini, semua tergantung bagaimana sikap kita menjalaninya. Kitalah aktor utamanya. Walau persepsi masing-masing orang boleh berbeda mengenai hidup yang menarik tetapi tetap dibutuhkan kesabaran, ketekunan dan tekat yang kuat untuk mewujudkannya. Ke dua sobat saya bisa menikmati hidup ini dengan indah karena membebaskan pikiran dan mampu memberi warna dalam kehidupan mereka sehingga hidup dijalani dengan penuh gairah. Setiap masalah dibuat sebagai tantangan, dan dihadapi bagaikan sebuah permainan.

Pembaca yang mulia, ijinkan saya bertanya. Seberapa menarikah kehidupan kita? Kalau masih belum menarik (saya katakan ”belum”, bukan ”tidak”. Beda lho) mari kita sama-sama belajar menciptakan kehidupan yang menarik, agar kebahagiaan bukan lagi mimpi tapi segera menjadi kenyataan.

Hidup yang menarik akan memacu semangat untuk menciptakan kreativitas yang mendatangkan kesuksesan maka bahagia hanya soal waktu saja.

Saya berdoa agar kita semua dapat menjalani hidup ini dengan menarik dan indah selamanya.

Salam Mulia

*) Tony Haniel; Alumni Writer Schoolen “Cara Cerdas Menulis Artikel Menarik Batch XIV“ dapat dihubungi di tony.haniel@gmail.com

Telah di baca sebanyak: 2960
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *