Kolom Alumni

Bumi Semakin Panas, Manusia Semakin Cemas

Oleh: Dudy Saragih

Pada tanggal 3-14 Desember 2007 di Nusa Dua Bali diadakan sidang dunia untuk menyelematkan bumi ini dari kehacuran,yaitu konferensi Perubahan Iklim atau Climate Change Conferention yang diikuti lebih dari 186 negara. Apakah bumi ini sudah terancam sehingga diadakan sidang tersebut? Bagaimana bentuk ancamannya? Mengapa hal tersebut bisa terjadi? pertanyaan-pertanyaan tersebut telah mengusik perasaanku dan membuatku berpikir untuk mencari jawabannya.

Kubuka internet dan kumasuki situs www.google.co.id, kutuliskan kalimat “pemanasan global”. Keluarlah ringkasan kalimat dari beberapa situs, satu persatu kupelajari isinya. Hasilnya dapat disimpulkan pemanasan global (global warming) adalah meningkatnya suhu rata-rata di atmosfer, laut, dan daratan sebagai akibat pemakaian energi fosil seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam yang mengakibatkan meningkatnya emisi karbon.

Salah satu bentuk ancaman dari pemanasan global yang dapat kita amati dan rasakan adalah menyebarnya penyakit di mana-mana. Contohnya pada saat ini telah muncul virus baru yang bernama H1N1 penyebab flu babi (swine flu) yang melanda Mexico, Amerika Serikat, dan telah menyebar ke beberapa negara. Flu babi memiliki gejala mirip flu biasa, yaitu panas, batuk, dan pilek. Terkadang ada gejala mual dan diare. Ini adalah salah satu tanda bahwa dunia kita telah semakin panas.

Aktivitas manusia dalam menjalankan kegiatan ekonominya berpegang pada pandangan kebebasan mekanisme pasar sebagai alat pengelola sumber daya alam dan harga merupakan alat ukurnya. Prinsip yang hanya mengedepankan mekanisme pasar dan harga tersebut, harus ditinggalkan dan para pelaku ekonomi sudah saatnya mempunyai kewajiban moral untuk mentaati hukum lingkungan hidup yang di Indonesia berlandaskan pada UU No. 23 tahun 1999 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Manusia harus bertanggungjawab atas keberadaannya di bumi ini, segala aktivitasnya harus memperhitungkan perubahan yang terjadi pada lingkungan hidup, jika tidak, maka masa depan kita akan terancam. Jangan sampai dokumen AMDAL hanya sebagai penghias lemari buku perusahaan.

Cara berpikir yang mengesampingkan bahwa mematuhi hukum lingkungan UU No. 23 tahun 1999 dan AMDAL merupakan pengeluaran biaya yang sia-sia, karena tidak ada pemasukan bagi perusahaannya sehingga harus ditinggalkan. Cara berpikir tersebut harus diubah menjadi pengeluaran biaya untuk mematuhi hukum lingkungan merupakan aset (kekayan) bagi perusahaan. Masyarakat global pada saat ini telah semakin sadar akan pentingnya lingkungan hidup kita, arus informasi tanpa batas yang terjadi saat ini, membuat sebagian besar masyarakat dunia khususnya Indonesia telah menyadari akan akibat dari rusaknya lingkungan hidup kita ini.

Pengelolaan hutan yang tidak didasari aturan-aturan yang jelas akan mengakibatkan bencana besar bagi manusia, seperti banjir, erosi (pengkisihan lahan), kerusakan lahan (seperti longsor), serta terjadinya pengikis humus (makanan). Air hujan yang tak tertampung oleh lahan karena hutannya sudah gundul akan menjadi banjir bagi sungai-sungai sekitarnya. Hutan yang gundul yang tertinggal hanya hamparan lahan, tentu akan mengalami perubahan terhadap ekosistemnya dan lingkungan hidupnya. Ditambah lagi terjadi pengerukan sumber daya alam yang ada di dalam lahan yang gundul tersebut (misalnya batu bara, emas, bisi, dan lain-lain), semakain menderitalah bumi ini dan akan mengakibatkan langsung pada kita semua.

Citra perusahaan yang berwawasan lingkungan merupakan aset (kekayaan) yang tak ternilai harganya. Pandangan tersebut sebagai jawaban atas kekurangan model pembangunan melalui kebebasan mekanisme pasar sebagai alat pengelola sumber daya alam. Harga merupakan satu-satunya pedoman bagi kegiatan produksi dan konsumsi dan harga tersebut hanya berlaku bagi barang yang dimiliki perseorangan. Udara, air sungai, laut, danau, dan hutan berikut isinya tersedia secara gratis tanpa harga sehingga teknologi produksi dan pola konsumsi yang tumbuh belum memperhitungkan pengaruhnya kepada lingkungan hidup. Mekanisme pasar bekerja tanpa pertimbangan lingkungan.

Kesadaran masyarakat akan lingkungan hidup ini harus membawa pengaruh besar terhadap aktivitas pelaku bisnis/perusahaan. Bisa saja masyarakat tidak bisa menerima kehadiran perusahaan tersebut, setiap produk yang dihasilkan akan mendapat perlawanan dari masyarakat sebagai konsumen. Hal ini tentu akan merugikan perusahaan tersebut,oleh karena itu setiap perusahaan harus mempunyai rencana jangka panjang dalam mengelola lingkungan hidupnya.

Dunia yang kita diami ini merupakan titipan anak cucu kita, maka sudah sepantasnya kita menjaga dan merawatnya agar generasi yang akan datang dapat menikmati indahnya dunia ini. Musnahnya beberapa satwa dan flora langka merupakan dosa besar bagi kita. Mahluk hidup tersebut merupakan ciptaan Tuhan yang harus kita jaga bersama. Musnahnya mereka akan membawa pengaruh pada kehidupan manusia di bumi. Segala sesuatu yang ada di dunia ini mempunyai hubungan yang erat antara satu dengan yang lainnya. antara manusia dengan manusia,antara manusia dengan hewan, antara manusia dengan tumbuh-tumbuhan dan antara manusia dengan benda-benda mati lainnya. Terjadilah pengaruh mempengaruhi dan jika salah satu sudah tidak ada lagi maka kehidupan ini akan pincang, rantai makanan akan terputus. Hal tersebutlah sebagai pemicu munculnya virus-virus baru di dunia ini.

Dengan meningkatnya emisi karbon, bumi semakin panas,muncullah Virus H5N1 (flu burung) dan Virus H1N1 (flu babi) segala teknologi dan pakar dikerahkan untuk mengatasinya. Dunia menyatu saling memberikan informasi akan keberadaan virus tersebut. Tetapi apakah masalah tersebut sudah selesai, bisakah yang akan datang muncul virus-virus baru, bagaimana manusia mengatasinya kemunculannya? Rasa cemas pada diri manusia termasuk penulis pasti ada. Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut hanya satu yaitu jagalah bumi ini dari kehancuran.

*) Dudy Saragih, alumni workshop “Cara Cerdas Menulis Artikel Menarik batch XII” ini dapat dihubungi di dudysaragih@yahoo.com atau www.dudysaragih.blogspot.com

Telah di baca sebanyak: 1438
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *