PENGALAMANKU ‘LIVE IN’ KENDAL
November 19, 2012 by admin
Filed under Artikel Writing Class for Teens
Oleh: Gunarti Evitamei Poetrodjojo, Alumni Batch III
Beberapa bulan lalu, akhir Bulan Juni 2012. Seminggu sesudah Ujian Akhir Semester Sekolah pada tanggal 1 s/d 6, saya bersama seluruh siswa siswi kelas X SMA Tarakanita Gading Serpong ditemani oleh 5 orang guru yan dipilih menjadi pendamping kami untuk pergi ke Kendal, Jawa Tengah untuk pelaksanaan salah satu program sekolah yangn setiap tahunnya diadakan yaitu, “LIVE IN”. Sekolah berkerja sama dengan masing masing Gereja sesuai dengan daerah/tempat yang sudah ditentukan oleh sekolah.
Sebelum berangkat “LIVE IN” saya diberikan banyak sekali pengarahan, dan persiapaan yang perlu diperhatikan selama saya berada di perjalanan dan saat melakanakannya. Seperti membawa oleh oleh untuk ‘orang tua angkat’ masing masing murid dalam bentuk makanan maksimal Rp 50rb, hanya boleh membawa uang sebesar Rp 20rb, membawa alat tulis (pensil, pulpen saja) melakukan 3S(Senyum ,Salam, Sapa) pada semua penduduk disana, tidak diperkenankan bermain/menemui dengan teman teman sedusun jika tidak ada perintah orang tua angkat, harus patuh kepada ‘orang tua angkat’ ,membawa baju apa adanya(sopan) serta sandal biasa(tidak mahal) semua itu untuk menjaga nama baik sekolah dan nama kita sendiri. Dan tidak lupa di beri tahu saya dapat bis 5 serta guru pendamping di bus berangkat pukul 8 malam tanggal 1 Juni, dan guru pendamping masing masing dusun.serta nomor hpnya Guru pendaming bus dan dusun saya kebetulan sama yaitu, Bpk Heru guru Mulog Home Industry saya.
Jumat, 1 Juni 2012, sorenya saya pergi ke Super Mall Karawaci untuk membeli oleh-oleh, sedikit makanan untuk perjalanan juga dan sandal sampai pukul 5. Pukul 6.30 malam saya diantar mama, kakak, dan adik saya untuk berkumpul disekolah. Saya membawa barang bawaan yang cukup banyak dan berat, Satu tas ransel kecil, satu lagi yang besar serta kantung plastik kosong didalam tas yang besar dan satu kantung platik berisikan oleh oleh.
Saat perjalanan ke sekolah langit sudah gelap. Saya sampai di lobi sekolah pukul 6.45. Saya melihat lampu gedung sekolah menyala dan bayak orang tua yang ikut mengantar juga. Saat saya masuk ke gedung sekolah, saya tidak melihat teman teman saya ternyata mereka ada didalam perpustakaan sedang berdoa bersama. Sebagian teman teman saya datang setelah saya saat doa selesai dan dilanjutkan dengan daftar nama siswa-siswi yang bisnya diubah. Lalu satu persatu siswa yang termasuk bis masing msaing dippanggil dan menuju bisnya. Bis 5 pun dipanggil saya dan teman teman satu bis berdiri dan keluar dari perpus. Saya dibantu mama dan adik saya membawa barang saya menuju parkiran dan mencari tempat duduk di bus.
Saya mencari bus saya ternya ada didepan bus 4 . Bus bus berurutan dari nomor 1-7. Bus nomor satu didepan loby gedung sekolah, aklau bus saya dipaling depan dekat pintu keluar tol SMA dibelakang bus 7.Saat di Bus mama saya memilihkan tempat duduk kenek disebelah supir, tapi saya tidak mau karena say takut duduk disitu ataupun dibelakangnya karena saya takut jatuh ketika rem mendadak. Jadi saya memilih 2 baris setelah kursi kenek. Saya duduk sendirian karena saya malas duduk berdua. Tapi adaa seorang murid dari bus lain ikut bus kami karena dipindahkan. Ia duduk Sampai pukul 9 semua bus bejalan keluar sekolah sebelumnya Pak Heru mengabsen murid muridnya di bus.
Ada perbaikan jalan yang mmbuat segala aktivitas lalu lintas menjadi lamban, dan sedikit macet.
Saat diperjalanan saya tidur tetapi seringkali terbangun karena kepala saya terjedut kaca terus, saya merasa kedinginan walaupun saya sudah memakai baju 2 lapis degan celana jeans panjang serta jaket dan selimut tipis, dan ketika hari masih gelap(subuh) bus kami sekolah saya salah jalur sehingga harus putar balik. . Sebagian teman teman terbangun dan kemudian mengacuhkan kejadian itu dan kembali tidur.
Pada pukul 5 atau 6 pagi saya ingin buang air kecil. Saya pun meminta Pak Heru untuk mengantar saya kebelakang bus. Pak Heru menerima permintaan saya dan ia memberitahu bahwa saya harus membawa botol air untuk menyiram kerana ait di ember habis Bus melaju kencang Pak Heru menjaga saya dari belakang, saat didekat toilet ada siswa laki laki tidur di depan pintu kemar mandi bus atau didepan tangga belakang bus. Pak Heru membukakan pintu toilet untuk saya. Kemudian saya masuk kedalam toilet . Saya mencoba untuk tenag dan berdoa supaya bisa pipis soalnya kalau ditahan ga enak rasanya. Tapi pada akhirnya saya tidak bisa pipis karena bus terlalu banyak bergerak membuat saya takut jath dan saya memutuskan untuk menyiram kloset dan keluar toilet.
Saya dan Pak Heru duduk ke tempat semuala…..
Sekitar pukul 5.30, Kami berhenti sejenak untuk buang air kecil di suatu pemberhentian di Tegal.Dan semua supir dan keneknya sarapan terlebih dahulu. Lalu kami naik ke bus lagi dan melanjutkan perjalanan kami.
2 jam kemudian kami sampai di Gereja Isodorus Kendal setelah bus kami mendaki sejauh ini. Kami turun dan mengambil barang bawaan kami ke dalam gereja. Setelah itu kami mengambil nasi bungkus dengan minum sebagai sarapan. Saya makan dengan salah satu teman sekelas saya dan temannya. Ia bernama Febi dan temannya bernama……. .
Temannya bercerita kalau tadi ketika di bus guru pendamping busnya mengigau ketika tertidur pulas sampai ternyungsap ke atas tangga. Guru itu Pak DJanto, guru BK. Katanya dia duduk di kursi paling depan di depan tangga pintu depan dan ketika ia mengiggau ia jatuh dan meminta tolong dengan berkata “TOLONG TOLONG” (suara dengan nada tinggi) dan ia terbangun dan sadar . Ia kira bahwa busnya jatuh kedalam jurang .Padahal itu dalam mimpinya. Supir terkaget karena supir mengira Pak Janto kesurupan bukan mengigau. Semua murid d bus itu tidak membantu ia bangun dari tangga malah teretawa terbahak bahak.
Selesai makan pagi semua murid temasuk saya mengambil barang masing masing di rungan. Dan siswa laki laki dari setiap dusun diiharuskan untuk membawa sembako dari gera unuk setiap keluarga disana. Lalu semua murid diwajibkan HPnya untuk dimatikan dan kemudian dititipkan ke Bu Cathrin. Seorang guru membagikan sebuah buku tipis yang menjadi buku renungan apa(dengan siapa, jam berapa, dimana) yang kita lakukan selama di dusun. Dengan tema “Mari Berbagi dengan sesama” Di halaman 4 buku tersebut terdaapat identitas buku murid yang harus diisi.
Setelah semua barang(tas-koper, sembako) ditaruh di atas truk, kami pun naik.
Sesudah kami semua naik truk jalan dengan pelan namun bagi kami yang diatas truk merasa terlalu kencang membuat angina menerpa wajah wajah kami. Saat diatas truk kami berteriak kesenangan ,jalnannya ancur dan menaik-turun lewat kebun karet sangat mengerikan sekali.
sekitar 1.30 jam kami sampai di dusun tersebut dan pembagian orang tua angkat .
Saya dan teman saya(Calista) mendapatkan ‘orang tua angkat’ yang merupakan petani dan produsen kompos kotoran sapi. Bapak angkat saya adalah Pontianus Suriadi sedangkan ibu bernama Siti Sundari. Keluarga angkat saya tiggal bersama kedua anaknya, Putri dan There, dan seorang nenek bernama Martinah Siti.
Rumah kami yang kami tempati berlantaikan tanah seperti ruang tamu, dapur, dan kamar ibu-bapak dan sedangkan lantai ruangan yang kami tidur beralaskan semen yang tingginya melebihi tinggi lantai tanah. Kamar yang kami tempati adalah kamar si mbah. Kamarnya cukup besar. Ada 2 lemari kayu milik mbah yang satu pintunya sudah miring dan yang satunya lebih bagus, ada cermin berukuran …… yang menghadap ranjang kayu.
Setelah itu saya dan Calista berkeliling ke rumah tetangga (rumah ortu angkat yang lain). Bertemu dengan orang baru dikenal itu sedikit menyenangkan.
Setiap malam sekitar pukul 19.00 diadakan doa arwah dengan berbahasa jawa. Saya dan teman teman mengikutinya.
Besoknya memulai kegiatan kita semua kecuali saya ikut pergi ke sawah. Saya disarankan untuk duduk di warung yang ada didepan rumah bpk angkat saya. Disitu saya menyadari bahwa saya merasa tidak nyaman di tangan sekaligus kaki saya. Ketika saya melihat ternyata ada 3 bentol yang merah di lengan kiri saya, dan 2 bentol kaki saya. Saya menggaruknya, tetangga saya memberikan minyak kayu putih.
Lusanya kami menggorek kotoran kerbau dan memasukan kekarung, bau nya tidak sedap dan jika diinjak kaki akan merasakan panas karena masih mengandung gas dan terlihat asap tipis dari situ.
Dan bentol saya makin lama makin banyak menyebar ke seluruh keki kiri kaki kanan dan tangan kiri tangan kanan. Saya pun melapor ke Pak Heru dan diberi saleb tetapi tidak mempan.
Pak Heru melapor ke guru wali kelas saya bu Cath. Wali kelas saya melapor ke mama saya. Tetapi mama saya tidak panic (biasa aja)
Hari terakhir pun tiba ,saya dibawa ke klinik disebelah gereja. Setelah diperiksa oleh dokter saya katanya cuma kelelahan jadi imun tubuh saya menurun menjadi alergi. Dokter memberi resep obat yang harus saya pakai
Sepulang LIVE IN saya sudah lemas sekali badan saya sudah panas meriang.Semakn banyak dan semakin gatal.
Saya diperiksakan ke teman mama katanya jangan digaruk nantinya akan menyebar kemana mana.
Seminggu setengah kemudian baru sembuh meski sampai sekarang bekas yang menghitam di tangan di kaki tidak bisa hilang.
Vita dapat dihubungi di Email: mrs.djoja@gmail.com; FB: Gunarti Evitamei Po
Telah di baca sebanyak: 624
CHITTORGARH FORT
November 19, 2012 by admin
Filed under Artikel Writing Class for Teens
Oleh: Hanna Christina Uranus, Alumni Batch III
Lea terhempas. Badannya yang telah letih bergetar. Entah sudah berapa lama ia berjalan di bukit berkelok-kelok ini.. Lututnya seakan tidak mau berkompromi. Selain itu ia tidak memiliki dan membawa persiapan apapun. Kejadian itu berlangsung begitu cepat, namun sangat membuat Lea tertekan. Nita, sahabat yang disayanginya, menghilang. Ya, betul-betul menghilang. Lea beserta angkatan kelas 10 sekolahnya tengah mengadakan sebuah kunjungan ke India. Ia dan Nita tengah bersenda gurau di hotel tempat mereka menginap di kamar. Dan tiba-tba saja saat ia kembali dari kamar mandi , Nita telah menghilang tanpa jejak. Entah kekuatan apa yang mendorongnya, tiba-tiba saja ia melangkahkan kakinya seorang diri ke tempat ini. Sesuatu memintanya kesini. Dan ia pun menguatkan tekadnya. Demi sahabatnya.
Gadis bermata jernih tersebut berusaha berdiri tegak, kemudian melanjutkan perjalanannya. Sungai jernih mengalir dengan tenang disebelahnya. Lea ingat tadi pemandu pariwisata disekolahnya mengatakan anak sungai ini bernama Berach. Aliran air ini bercabang dari Sungai Banas. Dikejauhan terlihat sebuah pintu gerbang dengan bentuk lengkungan yang terlihat beridiri kokoh. Tampaknya telah lama tidak dirawat. Lumut hijau menyelimuti warna coklat muda yang telah tersamar. Setiap langkahnya terasa memberat. Hingga akhirnya ia tidak kuat lagi. Pandangannya semakin samar-samar, dan kepalanya terasa berputar. Samar-samar ia melihat sesosok bayangan menangkap dirinya yang hendak terguling. Tiba=tiba saja semua terlihat gelap..
**
“Selamat datang di Benteng Chittorgarh Fort.” Sesosok suara mneyambut Lea yang baru saka membuka matanya. Lea yang masih belum mengerti apa yang tengah terjadi terang saja terkejut. Ia mendapati pria berambut pirang berada dihadapannya. Sosok tampan tersebut berbicara dengan bahasa Indonesia.
bersambung..
Hanna dapat dihubungi di Email: hanna.christina96@yahoo.com; FB: Hanna Christina Twitter: @hanna96
Telah di baca sebanyak: 0
KEMACETAN
November 19, 2012 by admin
Filed under Artikel Writing Class for Teens
Oleh: Gunarti Evitamei Poetrodjojo, Alumni Batch III
Seperti biasa, hal yang paling dibenci oleh warga Jakarta di jalan jalan besar Jakarta selalu melanda mereka yang tak kenal waktu itulah kemacetan. Jika dimalam hari banyak lampu lampu yang mengalahkan lampu jalan dan mengalahkan jumlah pohon.
Kemacetan seperti penyakit yang tidak ada obatnya yang semakin lama semakin parah.
Karena kemacetan semua jadi tidak bisa memikirkan hal hal yang jernih lagi dan pikiran kita akan menjadi ruwet seperti benang kusut. Warga Jakarta kesal atau sedikit tertekan oleh waktu yang mereka habiskan selama menunggu.
Kemacetan menelan kerugian 46 Triliun rupiahnya per tahun. Padahal jikan dipikir piker tidak sampai sebesar itu Karena banyak dana yang di habiskan sendiri oleh MEREKA yang berkuasa atas segala hal pemerintahan.
Seharusnya Jakarta bisa menjadi yang lebih baik dalam hal ini .Pemerintah tidak harus membuat busway karena jadi menambah kemacetan, tapi memakai jalan BRT untuk kendaraan umum yang seperti di negara Panda, Cina, harga tiketnya hanya 1 yuan = 1500 rp
Jadi Jalan yang dibawah untuk kendaraan kecil, diatas bus. Bus sudah dijadwalkan waktu keberangkatan yang jelas dan teratur, maksudnya penumpang hanya diberikan waktu hanya beberapa menit saja untuk menaiki bus dengan tertib. Jika waktu itu habis bus akan jalan ddan beberapa detik/ menit kemudian ada bus berhenti lagi
Indonesia tidak cocok dengan MRT karena tingkat keselamatan di Indonesia masih memprihatinkan. Seperti halnya yg sering terjadi penyopetan penyanderaan yang bisa saja terjadi dijalan bawah tanah yang gelap dan apalagi ketika jalan tersebut sepi.
Tetapi MRT dan BRT terdapat beberapa persamaannya ,salah satunya adalah proses pembuatan jalannya akan membuat kemacetan itu sendiri jika tidak diatur dengan benar benar.
Vita dapat dihubungi di Email: mrs.djoja@gmail.com; FB: Gunarti Evitamei Po
Telah di baca sebanyak: 0
SHIRA AND KELLY
November 19, 2012 by admin
Filed under Artikel Writing Class for Teens
Oleh: Hanna Christina Uranus, Alumni Batch III
“Hahaha..” tawa riang terdengar dari bibir mungil tersebut. Rambut halusnya yang kini tengah dikuncir kuda ikut bergoyang bersamanya. Perempuan sebayanya yang tengah melangkah disebelahnya ikut tertawa kecil. Shira dan Kelly, sepasang sahabat yang sangat kompak, tampak senang. Mereka memang berbeda karakter, namun tentu saja itu tidak menghalangi kedekatan mereka. Shira, seorang cewek tomboy berkuncir kuda, sedikit cuek. Bukan sedikit, namun cuek banget. Ia tidak terlalu peduli pada penampilan. Mungkin karena itulah ia sering diomeli Kelly. Sahabatnya yang agak pemalu tersebut memang sangat feminim. Baju-baju dan aksesoris yang dia pakai manis-manis dan cewek banget. Shira sering protes karena ialah yang biasanya dijadikan kelinci percobaan make-up Kelly. Biarpun begitu, Shira sayang banget sama sohib yang telah menemaninya sejak ia pertama kali memasuki SMA Merdeka itu.
“Shir, makan dulu yuk? Aku lapar nih.” Kelly menggandeng tangan Shira yang agak menggelap. Maklum, ia sering main volley di saat matahari tengah terik-teriknya. Cewek itu sangat dibanggakan sekolahnya karena kemampuannya itu. Tak heran teman-temannya mengangkatnya menjadi kapten tim volley sekolah mereka.
“Yuk Kel. Perut gue juga udah minta diisi nih.” Jawab Shira asal sambil mengagumi suasana Fx Plaza Sudirman tersebut. Lampu warna-warni yang menghiasi langit-langit memang sangat mengagumkan. Shira senang denganwarna-warna seperti itu. Menurutnya warna-warna tersebut memberikan semangat, kesenangan, pokoknya rasa-rasa positif deh.
Mereka pun memutuskan untuk menyantap makanan di sebuah restoran Jepang kegemaran Shira. Mereka menyusuri lantai F2 tersebut, dan menemukan restoran Jepang yang mereka cari tersebut di dekat sebuah tempat pemesanan tiket. “Shir, antriannya panjang nih.” Bisik Kelly.
Dan benar saja, terlihat antrian panjang di depan tempat makan tersebut. Shira mengerang. Padahal tadi ia berharap dapat langsung menikmati kelezatan makanan-makanan tersebut.
“Kita cari yang lain aja yuk, Shir?”
“Enggak mau.” Shira menggeleng keras-keras. “Ayolah Kel. Gue lagi pengen ini nih..”
“Tapi aku udah lapar, Shir..” pinta Kelly memelas.
“Please Kel. Waktu itu kan kita udah makan di restoran kesukaan elo.”
Kelly mendesah. Ia memang selalu kalah berdebat dengan Shira. Terkadang ia benci sekali dengan sifat pemalunya. Padahal perutnya sudah menjerit sedari tadi.
Mereka menunggu di antrian tersebut sambil bergosip. Shira sesekali tertawa keras hingga seorang ibu yang duduk di sebelahnya ikut tertarik mendengarkan pembicaraan mereka. Sifat Shira yang ceria dan menyenangkan membuat Kelly akhirnya melupakan kejengkelannya.
“Shira! Kelly!” Sebuah suara yang agak berat menyapa membuat mereka berdua menoleh. Sesosok lelaki berkaca-mata berdiri di hadapan mereka. Kelly, yang merupakan salah satu penggemarnya, langsung salah tingkah. Ia merasa sangat beruntung dapat bertemu pujaannya tanpa diduga. “Oh, hai Yo.” Shira tersenyum. Ia pun menyikut Kelly yang masih salah tingkah. “Hai, Rio. Ehm, apa kabar?”
“Baik. Boleh gue gabung bareng kalian? Gue lagi sendiri nih..” ujarnya dengan senyum khasnya yang sangat manis. “Tentu , Yo. Ayo bareng.” Ucap Shira cuek. Ia sibuk menahan tawa melihat tingkah Kelly yang wajahnya tampak merah.
Akhirnya giliran mereka tiba. Mereka menempati kursi panjang mungil yang ditunjuk oleh seorang petugas, kemudian setelah mengambil bahan-bahan seperti udang, bakso dan rumput laut, mereka mulai memasak di sebuah panci besar yang tersedia di setiap meja. “Rish, aku ke toilet dulu yah.” Ucap Kelly setengah berlari. Sepertinya ia benar-benar grogi.
“Shir, gue suka sama lo.”
Shira tersedak. Untunglah bakso yang baru dilahapnya tidak tertelan.
“Gue serius Shir.” Ulang Rio bersungguh-sungguh. Ia menatap mata Shira yang masih terlihat bingung.
“Yo, kenapa mendadak gini? Lagipula, gue enggak bisa.” Jelas Shira singkat. Padalah sebetulnya ia panic juga.
“Tapi Shir, gu-..”
Ucapan Rio tersebut terhenti karena Kelly kembali duduk di antara mereka. Suasana sangat canggung. Mereka melanjutkan makan tersebut dengan hening. Kelly agak bingung melihat sikap kedua orang tersebut, namun ia memilih untuk tidak menyinggungnya.
Mereka keluar setelah mereka semua selesai makan. Rio memaksa untuk mentraktir mereka. Shira terus menerut memainkan tangannya. Ia sangat gelisah. Shira terkadang memang agak egois, namun untuk yang kali ini, ia tidak ingin memikirkan dirinya sendiri. Ia tidak ingin menghianati Kelly. Sahabatnya itu tidak pernah mengeluhkan sifat Shira yang mudah marah. Shira yang lebih memikirkan diri sendiri, dan Shira yang sangat perhitungan.
bersambung..
Hanna dapat dihubungi di Email: hanna.christina96@yahoo.com; FB: Hanna Christina Twitter: @hanna96
Telah di baca sebanyak: 467NINA DAN DIMAS
November 19, 2012 by admin
Filed under Artikel Writing Class for Teens
Oleh: Nabila Ayu Febrianti, Alumni Batch III
Nina dan Dimas adalah sepasang kekasih. Mereka sedang mengikuti rapat yang dilakukan di fpod, Fx senanyan. Mereka ada di room 3. Teman-teman mereka berdua pun tampak bingung, mengapa mereka berdiam-diaman selama rapat tersebut, karena biasanya mereka selalu bercanda dan ceria. Dan salah satu teman mereka pun bertanya kepada Dimas “Dim, kamu lagi ada masalah sama Nina?”. Dimas pun menjawab “iya nih, aku lagi ada masalah sedikit sama Nina, dia salah paham sama aku gara-gara aku kemarin malam jalan sama sepupu yang baru datang dari Perth.” Dan temannya itu pun ketawa sangat kencang sehingga membuat yang lain menoleh kepada Dimas dan temannya tersebut. Ya memang Nina sangat cemburuan, karena ia takut sekali kehilangan Dimas, dan maka dari itu Nina bersikap seperti itu.
Mereka berdua sedang mempunyai masalah yaitu, Dimas yang ketahuan sama Nina jalan sama cewek lain yaitu Lala. Sebenarnya Lala adalah sepupu Dimas yang baru datang dar Perth ,namun karena Nina tidak mau mendengarkan penjelasan dari dimas mereka pun menjadi salah paham. Dimas pun tidak menyerah untuk meminta maaf kepada Nina. Akhirnya Dimas pun meminta bantuan teman-temannya supaya dia bisa dimaafkan oleh Nina. Pas saat makan siang teman-teman mereka sengaja memenuhi tempat yang ada dan hanya menyisakan satu meja yang hanya ada dua kursi berwarna putih untuk duduk mereka berdua. “Nin, ayolah duduk, kata kamu kan kita harus bersikap professional saat kerja, tapi kenapa kamu malah yang gak professional gini” Kata Dimas. “Kata siapa aku gak professional, oke aku duduk”. Jawab Nina pasrah.
Awalnya Nina sempat menolak tapi akhirnya ia dipaksa oleh teman-temannya dan akhirnya dia mengalah juga dengan duduk disamping Dimas. Disaat itu juga Dimas meminta maaf kepada Nina, pada awalnya Nina tidak mau mendengarkan penjelasan dari Dimas namun karena Dimas memaksa akhirnya Ninan mengalah dan Nina pun mendengarkan penjelasan dari Dimas. Setelah itu pun Nina tertawa sangat kencang, karena ia terlalu cemburuan kepada Dimas. Dan akhirnya sepasang kekasih itu pun saling memaafkan, dan mereka pun kembali tertawa riang lagi.
Nabila Ayu dapat dihubungi di Email: nabilaayut@gmail.com; FB: Nabila Ayu Febrianti Twitter: @nabilaayu
Telah di baca sebanyak: 0
COLLÈGE DE VALLEYFIELD
November 19, 2012 by admin
Filed under Artikel Writing Class for Teens
Oleh: Nabila Ayu Febrianti, Alumni Batch III
Aku mendapat kesempatan untuk berlibur dan mencoba mendatangi Collège de Valleyfield yang terletak di Canada. Bangunanya terlihat biasa, namun yang membuatnya unik adalah tempatnya yag berada di dekat lembah atau jurang yang sangat dalam dan dialiri air yang sangat deras. Disana udaranya terasa dingin dan membuat ku sedikit merinding. Aku mendengar dulu pernah terjadi suatu peristiwa yaitu seorang wanita yang bunuh diri dengan cara melompat ke dalam jurang tersebut. Memang sangat mengerikan berada di tempat itu karena lembah tersebut seperti memanggil-manggil kita untuk mendekati lembah tersebut.
Disaat aku termenung mendengar cerita yang sedang diceritakan oleh seorang pemandu wisata, ada seseorang perempuan yang mendekati ku tubuhnya bercahaya dan mukanya putih pucat.dia bercerita “lembah tersebut sangat berbahaya, janganlah kamu sekali-sekali melempar sesuatu kesana, karena arwah yang ada di dalam lembah tersebut akan marah dan akan mencari orang yg melempar benda tersebut, dan mengajaknya untuk masuk ke dalam lembah secara paksa.”. dan aku pun bertanya “darimana kamu tahu tentang itu? Dan kamu itu siapa?”. Dia menjawab “aku Maria, aku lah korban dari cerita tersebut.” Setelah itu maria pun menghilang.
Dan aku pun mengikuti yang lain untuk berkeliling. Di bangunan tersebut banyak sekali jendela yang ada, dan bangunan tersebut terlihat masih sangat kokoh. Sebelum masuk ke bangunan tersebut aku terkejut karena di tengah bangunan tersebut terlihat sebuah taman yang sangat indah dan rapih terawat. Disana banyak bunga- bunga yang berwarna-warni memperindah bangunan tersebut. Dan di tengah taman tersebut ada sebuah bangku. Tadinya aku mau mencoba duduk ditengah taman tersebut tapi teman-temanku yang lain sudah tidak tahan lagi berada di tempat ini karena tempat tersebut mebuat hawa yang tidak mengenakan. dan akhirnya aku dan teman-temanku menyudahi pertualangan tersebut.
Nabila Ayu dapat dihubungi di Email: nabilaayut@gmail.com; FB: Nabila Ayu Febrianti Twitter: @nabilaayu
Telah di baca sebanyak: 490Bad Tweet
October 16, 2012 by admin
Filed under Artikel Writing Class for Teens
oleh Michelle Kezia, Alumni batch I
Keyla, seorang gadis cantik pindahan dari Singapore menginjakkan langkah kaki pertamanya di Apple JHS. Sekelompok siswi siswi yang terdiri dari 5 orang langsung memandangnya seaneh mungkin. Bagaimana tidak dibilang aneh ? Ia ke sekolah menggunakan rok kotak kotak pendek, kemeja putih yang tidak dimasukkan rapi ke dalam rok, kaos kaki mejikuhibiniu, dan sepatu mengkilap bergambar bintang. Dunia serasa berhenti sejenak, sejak anak perempuan aneh tapi trendy itu berdiri di depan gerbang sekolah, semuanya langsung diam duduk termanga melihat penampilan gadis itu.
Dengan percaya diri, ia melewati pos satpam, lapangan basket, dan menuju ke tata usaha untuk melihat namanya masuk dikelas mana. Setalah mencari di 8 lembar, didapatnya ia masuk di kelas 8A. Dengan semangat ia membuka pintu kelas. Semuanya yang ada di dalam kelas diam sejenak melihat penampilan gadis itu. Beberapa saat kemudian mereka langsung tertawa serempak. Kemudian, 4 siswi kelas 8A langsung mendatanginya dan mengolok ngoloknya.
Keyla tetap tegar dan mencari tempat duduk yang masih kosong. Setelah berkenalan dengan gadis berkacamata di sebelahnya, ia langsung mengobrol akrab dengannya. Mereka berdua asik mengobrol, sampai mereka tidak sadar bahwa seisi kelas memandang kearah mereka dengan mulut ditutup rapat, sekarang yang terdengar hanyalah percakapan antara mereka berdua dan desiran AC bersuhu 18 derajat.
Pak Bobby sebagai wali kelas mereka memasuki kelas. Semuanya beranjak ke tempat duduk masing masing. Pak Bobby, dikenal sebagai guru terkiller di sekolah yang sangat tega memberikan hukuman kepada anak anak didiknya. Otomatis, semua diam dan mendengar suara sedotan yang ditancapkan ke aqua gelas seperti biasanya. Pak Bobby langsung menunjuk pengurus kelas, membagikan peraturan sekolah seperti tahun lalu, memberikan kalender pendidikkan, dan mengatur ulang tempat duduk mereka.
Pada akhirnya, mata Pak Bobby tertuju pada gadis pindahan dari Singapore itu. Pak Bobby menegurnya secara pelan pelan, “Are you going to school or going to show ?” pastinya Keyla kaget dengan pertanyaan itu, ia hanya diam tidak menjawab tetapi gadis itu nampaknya menerima teguran dari guru killer itu. Tetapi pada kenyataannya, ia tidak bisa menerima teguran itu dan tidak bisa menerima peraturan di sekolah barunya.
Sepulang sekolah, Keyla segera beranjak ke kamarnya, menyalakan AC, mengambil handphone dan membuka twitter. Di twitter, dengan ringannya ia menyindir teman, guru, dan sekolah barunya. “What are youbdoing Key ? Why don’t you study ?” tiba tiba ibunya masuk ke dalam kamar dan menanyakan putri tunggalnya. “Wait a minute mom, i wanna to play.” Jawab Keyla santai. “Oh okay.”
Ternyata, Pak Bobby juga memiliki account twitter. Dengan tidak sengaja, Pak Bobby melihat tweets Keyla. Pak Bobby segera mengcapture bagian tweets itu dan melaporkan ke bagian sekolah. Sudah bisa ditebak, Keyla langsung dipanggil bersama orangtuanya oleh wakasis dan guru BP di Apple JHS. Tweets Keyla langsung diperlihatkan oleh Pak Bobby. Tentu saja orangtuanya kecewa dengan sikap Keyla. Sesudah diberikan ceramah selama beberapa jam, merekapun pulang ke rumah.
Di rumah Keyla segera berlari menuju kamarnya diikuti oleh orangtuanya. Di dalam kamar, ibunya Keyla memecah keheningan diantara mereka bertiga. “Dissapointed.” Kata mama Keyla singkat. “Yeah, i’m sorry mom, dad.” Keyla memandang kearah kedua orangtuanya itu. “Why do you to that ?” tanya ayahnya. “Because i don’t like with my new school rules.” “So that’s the problem ?” “Yes”
Keesokkan harinya, Keyla memasuki sekolah sambil dipandang oleh seluruh murid murid Apple JHS. Mila sahabatnya langsung datang mendekatinya dan bertanya “What happended Key ?” “My parents called by our vice principal.” “Why ?” “Hmm, because I tweets bad things about this school in twitter.” “Oh, i see. But, if i could know, what’s your tweets.” “Yeah, well it’s about our scholl rules.” “For example ?” “The first one, OMG why this new school is very over protective ? The second, i hate this school rules. The third, i wanna out from this school ! Very not comfortable with the rules ! Yeah, like that. Do you have any solutions for me La ?” “Hmm, maybe you can make a appologies letter to school ?” “Yeah, good idea ! Thankyouu !”
Sepulangnya, Keyla segera mengetik surat permintaan maafnya kepada sekolah. Ia segera mencetaknya dan meminta tandatangan orangtuanya. Ia juga meminta maaf di twitter dan menghapus beberapa tweetsnya itu. Sekarang, Keyla berusaha untuk membiasakan diri dan menerima peraturan barunya.
Kezia dapat dihubungi di twitter: @michellekeziaa
Telah di baca sebanyak: 980
ECONOMY CRISIS
October 11, 2012 by admin
Filed under Artikel Writing Class for Teens
Oleh: Ruth Mary J, Alumni batch II
I was sitting on the dinning table waiting for my parents to come. It was a very long day because of school and projects that I have to accomplished on that day. For my family eating together is really important because togetherness determines a very good relationship. After a couple minutes my parents sit on the dining room/eating table I suppose. We pray and start eating. We shared lots of things during that period of time. My dad talked about how the European is going down due to financial problem. The countries are facing difficulties on their business, only Germany and Dutch that are able to support. We had a strong conversation, between Asian and the situation of European. I burst it out about how European are way much more better than Asian because of the achievements they accomplished. For I personally countries like Germany and Dutch are most best among the others. They show how they organized the money in business area, their life style effects the outcome for now how the countries appear moving forward, taking over territories of other European countries.
one thing that I learned from that conversation; the life style and the way we think/ the way our own interpretation effects the future. Countries like Italian, might be one of the most dangerous country because of crime well, there are lots of robberies that happened, people aren’t honest enough about a certain things.
People in this world might have different opinion or point of view. For example, the European and the Asian. They think differently, act and speak differently. Culture and traditions might leads into different personalities of a person. People with positive thoughts will help the country more according to experts, but we tend the opposite way.
generally we can put in as that our first step would be the stage that we have to face for the next. Literally it means, our first actions will be considered as our decision for the up coming events.
So, we had this serious conversation because I planed to move to the area of Europe. Living with high cost will be a consideration after looking at its economy crisis issues. Well, I really want to move to Germany, something that makes me proud of the country are; how the history of Germany impacts situation and environment. Doesn’t matter how rich the country tried but if the people didn’t collaborate well it’s nothing. People are called the individualic person, that’s how European people live their life everyday. Considering how the Asian live, they work together but apparently they couldn’t on certain area. Really moving on into something useful for their country would be a positive outcome.
Telah di baca sebanyak: 512
VIOLA
October 11, 2012 by admin
Filed under Artikel Writing Class for Teens
Oleh: Rafa Ersa nabila
Dimalam yang sunyi, buku bergeletakan dimana-mana. AC yang disetel 18 derajat terasa sangat dingin. Dari luar kamar terdengar ketukan pintu. Viola membuka pintu itu dengan perlahan, ternyata adalah ibunya. Ibunya marah-marah dan terkejut ketika mendapat telpon dari Miss.Gracia, miss.gracia memberitahukan bahwa nilai viola sangat menurun karena tidak serius belajar. “aku kan sudah bilang aku tidak bisa bahasa inggris” seru viola takut, “kamu kenapa tidak mendengarkan miss.gracia ketika menerangkan?” jawab mamanya tegas. “a..a.ku sudah mendengarkan”ujar viola terbata-bata. “oke mulai hari sabtu mama akan mendaftarkan kamu ditempat les teman mama”seru mamanya. Viola hanya diam dan mengganguk. Esok harinya ketika ia memasuki gerbang sekolah ia terkejut melihat ada sebuah panggung yang sudah tertata rapi. Tiba-tiba lonita datang menghampiri viola. “hai viola, hm..aku sudah mendaftarkan kamu lomba membuat puisi lho..”ucap lonita sambil tertawa didalam hati. Lonita adalah salah satu murid yang sangat kesal dengan viola. “eng.. tapi aku tidak bisa bahasa inggris”jawab viola terbata. “gatau deh yang penting aku sudah mendaftarkan kamu! selamat berjuang violaa”seru lonita sambil tertawa meninggalkan viola.
Viola pun berjalan dengan gontai menuju kelas untuk menemui temannya yaitu alyssa. “haaii viola, kamu kenapa? tidak seperti biasanya” tanya alyssa bingung. “engga kok, aku tidak apa-apa” jawab viola lesu. “oiya kamu ikut lomba puisi ya?”tanya alyssa. “i..iy..a..a”jawab viola terbata. Alyssa hanya mengangguk. Akhirnya viola mengambil kertas dan pulpen dengan terpaksa untuk menulis puisinya, dia tidak tau ingin berbuat apa, pastinya ia hanya pasrah apapun yang terjadi nanti. 1 jam kemudian acara pun dimulai.
Dari belakang tirai viola mengintip, banyak sekali penonton yang bersorak-sorak. Dalam hatinya dia hanya berpasrah apapun yang terjadi. Ketika namanya dipanggil untuk maju. Perlahan dia membaca dengan benar, tetapi terakhir dia salah menuliskan kata. Semua penonton tertawa dan menyoraki viola. Dia pun lari kebelakang panggung sambil menahan tangis. Segera dia berlari ke toilet. Tangisnya pun tidak bisa ditahan lagi. Viola sangat malu. Alyssa menghampiri sambil bertanya “kamu kenapa viola?”tanya alyssa. “aku tidak mendaftar lomba puisi lyss, yang mendaftarkan itu lonita”jawab viola sambil menangis. Alyssa hanya diam dan pergi meninggalkan viola. Ternyata alyssa pergi menemui juri, alyssa membisikan apa yang terjadi dengan viola.juri mengganguk setuju. Alyssa pun datang menemui viola. Alyssa menarik tangan viola untuk keluar dari toilet dan kembali kebelakang panggung. Mereka akhirnya pergi kebelakang panggung besar yang sudah tertata rapi.
Telah di baca sebanyak: 208
LITTLE STORY OF ARSILA
October 11, 2012 by admin
Filed under Artikel Writing Class for Teens
Oleh: Ayunanda Alifia Putri, alumni batch II
Arsila tidak mempunyai uang tapi ia ingin sekali mencoba makanan jepang . kata fayla kepada arsila : makanan jepang itu enak sekali loh arsila kamu pernah coba tidak?
Kata arsila kepada fayla : belum pernah apakah makanan jepang itu enak ?
Fayla berkata : uuuuuwuih enak sekali loh arsila !
Sejak itu arsila selalu bermimpi kalau dia makan ke makanan jepang .
Arsila sepulang sekolah ia langsung ke rumah nyam lalu pas udah sampai di rumah , arsila langsung ke kamar nya untuk menangis kamar terbuat dari batu bara dinding nya di cat dengan warna biru mudah dan di kamar juga ada meja belajar yang sangat indah lalu datang nenek yang bernama xyile ke kamar nya lalu nenek xyile bertanya ke pd kepada arsila menanya kenapa kau menangis cucuku?
Lalu arsila menjawab karna aku tidak mempunyai uang untuk mencicipi makanan jepang yang di hanama karena teman ku bilang kalau makaknan jepang itu enak loh nenek ! mata nya tapak di mukanya penuh dengan air mata .
nenek xyile membelai rambut cucu nya lalu nenek xyle berkata : kalau begitu kamu bisa membantu nenek membuat kue dan menjual kan nya . lalu kamu bisa untuk pergi ke hanamasa . lalu arsila mengagauk dia bersedia berjualan di tempat kue kakak sepupunya toko kue .
kue yang arsila bikin dengan nenek nya adalah kue love . banyak orang yang suka jadi bannyak orang yang membeli yang membeli kue love milik nya arsila .
hari hari yang di nantikan saat nya arsila pergi ke hanamasa . lalu ia pergi berdua dengan fayla. Kata fayla kepada arsila : ada masakn jepang , di reception ada balon warana warni , tempatnya luas mej dan kursi nya tersusun rapi , makanannya asli jepang , banayak kursi warana merah banyak kaca , jadi terang , dari salah satu sisi kaca terlihat gedung bertingkat tinngi , ngga terlalu banyak tapi yang penting enak , ada orang yg cantik lalu arsila senang.
Telah di baca sebanyak: 212












