training motivasi – pelatihan menulis – training for trainer – publik speaking – andrias harefaNews Feedtraining motivasi – pelatihan menulis – training for trainer – publik speaking – andrias harefaComments Subscribe to training motivasi – pelatihan menulis – training for trainer – publik speaking – andrias harefaSitemap

Merajut Impian

A man’s dreams are an index to his greatness. – Impian-impian seseorang adalah daftar prestasinya.”

Zadok Rabinowits

Seluruh kemudahan dan keindahan hidup di dunia ini berawal dari impian. Kekuatan impian mampu membuat manusia melewati kesulitan dan meraih harapan masa depan. Sebab impian mampu berperan sebagai penyemangat jiwa dan sumber inspirasi untuk mengubah kehidupan.

Karena impian, orang-orang hebat diantaranya Henry Ford, Thomas Edison, Napoleon Hill, Dale Carnegie, Norman Vincent Peale, Albert Einstein and Martin Luther King, mampu mengarahkan fokus mereka dan memiliki pola hidup yang baik. Kekuatan impian membuat mereka tahan menghadapi banyak kendala maupun kegagalan. Karenanya mereka berhasil melahirkan karya-karya luar biasa di berbagai bidang.

Ternyata impian juga dapat memperpanjang usia. Dr. Patricia Boyle, neuropsikologis dari Rush Alzheimer Disease Center, Chicago, AS, mengungkapkan hal itu. Hasil penelitiannya membuktikan bahwa impian membantu sistem dalam tubuh manusia berfungsi lebih baik, sehingga tubuh lebih kuat melawan penyakit dan menjaga kesehatan psikologi.

Namun dibalik manfaat impian yang begitu besar pasti ada kendala yang harus kita hadapi. Di negara kita misalnya, kendala itu dapat berupa minimnya pendidikan, kemiskinan, iklim ekonomi yang kurang baik, lokasi tak terjangkau, dan masih banyak lagi. Seringkali, kendala-kendala tersebut membuat kita takut memperjuangkan impian agar menjadi kenyataan.

Tahun lalu (2008) saya menyaksikan sebuah film yang diangkat dari karya Andrea Hirata berjudul Laskar Pelangi. Film tersebut berkisah tentang bagaimana masyarakat pinggiran yang mempunyai banyak keterbatasan begitu gigih berusaha menggapai impian. Tokoh dalam film tersebut begitu sempurna memberi pesan bahwa keterbatasan itu tak akan pernah menjadi penghalang untuk menggapai impian. Film tersebut sangat laris, konon ditonton oleh 4,2 juta penonton termasuk Presiden SBY, dan ini menunjukkan bahwa bangsa kita memiliki impian yang menggelora walaupun tak terlihat.

Begitu besar kekuatan dan manfaat impian, sebab tak ada impian yang tidak mungkin diwujudkan. Karenanya jangan pernah takut bermimpi, terlebih membuat impian-impian juga gratis alias tidak dipungut biaya dan tidak dilarang. Namun ada beberapa hal berikut ini yang harus dipahami agar mampu merajut asa menjadi kenyataan yang indah.

Pertama yang harus diperhatikan adalah memahami apa yang Anda impikan. Dengan begitu, Anda akan dapat memvisualisasikan impian tersebut sampai impian tersebut benar-benar menguasai pikiran bawah sadar. Tahap ini sangat penting, sebab pikiran bawah sadar memiliki kekuatan yang luar biasa, diantaranya menginstruksikan pikiran sadar dan tubuh untuk melakukan tindakan-tindakan realisasi impian.

 

Selain itu, tulislah impian ideal Anda pada selembar kertas secara terperinci dan sejujur mungkin. Harvey Mackay mengatakan, “Pale ink is more important than a retentive memory. – Tinta yang pudar itu lebih penting dibandingkan dengan ingatan.” Sebab deskripsi tersebut akan sangat bermanfaat untuk mendapatkan sedikit motivasi, lebih fokus pada tanggung jawab, dan juga berfungsi sebagai peta untuk mengembangan strategi pencapaian.

Sementara itu Anda juga harus yakin bahwa impian Anda pasti terwujud. Orang-orang sukses di dunia mampu meraih impian mereka sebab mereka yakin sehingga tak pernah bosan berusaha sekalipun gagal puluhan bahkan ribuan kali. Keyakinan akan membuat Anda tetap antusias, kreatif, dan aktif melakukan tindakan-tindakan untuk mewujudkan impian.

Keberhasilan merajut impian juga sangat bergantung pada seberapa besar komitmen Anda untuk meningkatkan kemampuan atau keahlian tertentu sesuai bidang yang ditekuni, misalnya; kuliner, kerajinan, pertanian, pendidikan dan lain sebagainya. “Formal education will make you a living but self-education will make you a fortune. – Pendidikan formal akan memberi sebuah kehidupan, namun mendidik diri sendiri akan memberi Anda keberuntungan,” kata Jim Rohn. Sebab ilmu pengetahuan atau keterampilan akan membuat Anda lebih kreatif menciptakan terobosan-terobosan baru atau mengembangkan strategi efektif untuk mencapai impian.

Tanpa usaha yang sungguh-sungguh tak mungkin terjadi perkembangan positif. Oleh sebab itu, lakukanlah langkah-langkah untuk merealisasikan impian dengan lebih fokus dan intensif. Sebab hanya dengan kekuatan intensitas maka impian itu akan menjadi kenyataan.

Impian adalah syarat penting untuk meraih sukses, dan tak ada yang lebih indah selain mampu merangkainya menjadi kenyataan. Victor Hugo mengatakan, “There is nothing like a dream to create the future. – Tak ada yang mampu menyamai (kehebatan) impian untuk menciptakan masa depan.” Semoga apa yang saya uraikan di atas membuat Anda segera membuat daftar impian, atau tidak mengabaikan impian, dan cepat-cepat melakukan sesuatu agar menjadi tuan atas nasib Anda sendiri!

*Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku bestseller.

Kunjungi websitenya di : www.andrewho-uol.com

Telah di baca sebanyak: 124

NEW HOPE & NEW SPIRIT


Temukan Harapan dan Semangat Baru
di Tahun Baru

“Cheers to a New Year and another chance for us to get right. – Selamat datang tahun baru dan kesempatan untuk kita menjadi lebih baik.”
Oprah Winfrey

Tahun baru 2013 akan segera menjelang, dan tahun 2012 akan segera kita tinggalkan. Begitu besar harapan untuk menjadi lebih baik di tahun mendatang, dan begitu banyak impian telah tersusun. Tetapi seringkali hingga akhir tahun kembali datang, tak satupun harapan terpenuhi, dan tidak sedikitpun impian tercapai. Apa sebenarnya kesalahan yang telah terjadi? Jika, dikaji dengan seksama inilah 3 penyebab kegagalan tersebut.

1. Rentang waktu yang terlalu singkat;

Kita tidak akan mungkin mampu mewujudkan sebuah tujuan hanya dalam waktu singkat. Segalanya memerlukan proses atau tahapan-tahapan. Jika, batas waktu sudah habis sedangkan proses baru berjalan setengahnya tentu ketidakberhasilan menyelesaikan target itu akan melemahkan semangat untuk terus memperjuangkannya.

2. Tidak ada struktur pendukung;

Anda tidak akan sukses membangun impian di atas struktur yang rapuh. Misalnya saja, Anda ingin membuka wahana olah raga fitness, tentu Anda harus menyediakan alat-alat olah raga untuk keperluan tersebut. Tidak mungkin Anda bermimpi memiliki usaha wahana olah raga fitness jika, tidak memiliki alat-alat olah raga fitness. Dengan demikian, siapkan struktur pendukung terlebih dahulu untuk memudahkan langkah-langkah Anda mewujudkan impian.

3. Tidak memiliki perencanaan yang jelas.

Semua pebisnis sukses pasti memiliki perencanaan kerja yang jelas. Rencana tersebut harus dilengkapi dengan strategi pencapaian berikut sarana pendukung. Ibarat berperang, perencanaan dan strategi adalah senjata untuk memenangkan pertarungan.

Meskipun tahun-tahun sebelumnya kurang berhasil, bukan berarti semua peluang kesuksesan sudah buntu. Pastilah ada harapan di tahun mendatang impian-impian kita dapat terwujud dan hidup Anda menjadi lebih baik. Harapan itulah sumber energi, yang memberi kita alasan untuk berusaha meningkatkan kehidupan kita dan orang lain.

Tetapi, harapan itu hanya akan menjadi impian kosong jika, tidak disertai tindakan nyata. Mulailah melakukan tindakan segera, karena tindakan sekecil apapun akan bermanfaat untuk membangkitkan semangat dan menekan rasa takut. Pastikan momentum pergantian tahun ini sebagai pintu gerbang harapan dan semangat baru menyongsong kehidupan yang lebih sukses dan bahagia, dengan melakukan beberapa tindakan penting berikut ini:

“The world is a dangerous place, not because of those who do evil, but because of those who look on and do nothing.”
Albert Einstein

1. Menetapkan tujuan sekaligus memahami tujuan tersebut;

Anda tidak akan menjadi orang yang lebih baik dan sukses jika, Anda tidak mempunyai gambaran yang jelas akan impian dan kesuksesan yang Anda inginkan? Sebab pikiran Anda akan bekerja jika, Anda mempunyai impian yang jelas dan terperinci.

Contohnya saja jika Anda ingin langsing maka, Anda harus memastikan berapa kilogram berat badan yang ingin Anda kurangi. Misalnya Anda memutuskan untuk mengurangi 10 kg dari berat badan Anda saat ini. Setelah tujuan itu jelas dan terperinci, pada saat itulah Anda baru dapat menentukan perencanaan untuk memastikan program diet yang Anda jalankan berhasil.

2. Gunakan sebuah struktur pendukung untuk memastikan perencanaan dan pelaksanaan kerja Anda berjalan;

Persiapkan struktur pendukung untuk mencapai kesuksesan yang Anda harapkan. Misalnya, Anda ingin sukses di dunia bisnis pemasaran, persiapkan kemampuan memasarkan produk, mempelajari produk yang berkualitas, dan memahami manfaat produk, serta belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan. Itu akan mempermudah usaha Anda nantinya dalam memasarkan produk.

Anda juga memerlukan orang-orang yang positif dan mendukung Anda. Jika, Anda dikelilingi oleh orang-orang yang peduli, positif, memiliki komitmen yang sama, dan terpercaya maka, Anda akan selalu bersemangat dan berani melakukan tindakan kreatif untuk mewujudkan harapan Anda.

3. Dapatkan seorang pembimbing, karena prestasi yang hebat tidak akan pernah terjadi dengan sedirinya;

Pastikan Anda mempunyai seorang guru, yaitu orang yang bersedia membimbing, memotivasi, dan menginspirasi. Carilah pembimbing yang menguasai bidang yang sedang Anda tekuni, sehingga mereka dapat memantau langkah-langkah Anda dan mendorong Anda menciptakan kemajuan. Seorang guru atau pelatih akan Anda butuhkan untuk memastikan Anda mampu mencapai kesuksesan.

4. Membuat satu perencanaan yang jelas dan terperinci, serta memantau perkembangannya dari waktu ke waktu;

Miliki sebuah perencanaan yang jelas dan bersifat fleksibel. Lalu, Anda harus memantau perkembangannya dalam rentang waktu tertentu misalnya, sebulan sekali atau 2 bulan sekali. Jangan takut untuk merevisi perencanaan kerja Anda jika, dirasa kurang berjalan dengan baik. Ubahlah rencana kerja Anda, lalu gunakan rencana kerja baru yang lebih memastikan Anda mampu menciptakan kemajuan.

5. Visulisasikan tujuan Anda;

Visualisasikan tujuan Anda, seakan-akan Anda sudah menikmati, merasakan, dan menyentuh impian-impian Anda. Visualisasi akan meningkatkan semangat, kepercayaan diri dan keberanian Anda secara alamiah. Letakkan gambar atau tulisan akan impian-impian Anda di tempat-tempat yang mudah terlihat, misalnya di laptop, telepon seluler, meja makan, ruang keluarga, cermin, dan lain sebagainya.

Misalnya Anda ingin langsing, visualisasikan bentuk tubuh ideal. Visualisasikan Anda mengenakan pakaian favorit, serta berpenampilan menarik. Visualisasi kemungkinan besar akan meningkatkan semangat dan usaha untuk mengejar harapan tersebut. Seeit, feel it, achieve it!

6. Segera lakukan tindakan nyata.

Jangan pernah menunggu, tetapi segeralah melakukan tindakan. Jangan membiarkan rasa malas atau takut menyabotase keinginan Anda untuk mewujudkan impian. Lakukan tindakan secara konsisten. Lalu jika Anda berhasil menciptakan kemajuan, itu akan menjadikan Anda lebih antusias mengejar impian hingga benar-benar terwujud.

Satu hal yang terpenting untuk memastikan Anda selalu berhasil mewujudkan impian adalah menjaga semangat tetap tinggi dan antusias. Cara terbaik untuk tetap antusias adalah bertindak antusias, karena suatu saat Anda akan teribasa bertindak antusias. Tindakan yang antusias akan membawa Anda lebih dekat dengan apa yang Anda impikan. Selamat mencoba & salam sukses!

*Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best seller.
Kunjungi websitenya di : www.andrewho-uol.com.


Telah di baca sebanyak: 485

I AM POSSIBLE


I’m Possible

“Dream and give yourself permission to envision a You that you choose to be. – Bermimpilah dan ijinkan Anda melihat diri Anda yang sesungguhnya.”
Joy Page (November 9, 1924 – April 18, 2008), artis berkebangsaan Amerika Serikat yang terkenal dengan perannya sebagai Annina Brandel dalam film yang berjudul Casablanca (1942).

Manusia memiliki potensi yang luar biasa. Segala yang ia pikirkan, suatu ketika pasti menjadi kenyataan. Tidak ada yang tidak mungkin ia wujudkan.

Cobalah tengok maha karya manusia dalam berbagai bidang, misalnya dalam bidang politik, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, sosial ataupun rekor olahraga. Mereka mampu menciptakan semua itu bukan berarti mereka sempurna dalam segala hal. Mereka juga sama seperti kita memiliki keterbatasan tetapi, keterbatasan itu tidak membuat mereka berhenti bermimpi dan berusaha mewujudkan impian tersebut hingga menjadi kenyataan.

Apapun impian kita, itu pasti dapat kita wujudkan, bagaimanapun keadaan dan situasi yang kita hadapi saat ini. Walaupun dulu saya tinggal di kampung, sejak kecil sudah bermimpi menjadi orang kaya dan sukses. Setelah remaja dan dan lulus kuliah, rupanya kehidupan saya masih serba terbatas. Tetapi, proses kehidupan selanjutnya mengajari saya untuk berani bermimpi, memperjuangkan impian tersebut sekuat tenaga, dan tetap optimis apapun yang terjadi.

Proses yang saya jalani tidak selalu berjalan mulus, karena sayapun harus mengalami pahitnya pengalaman jatuh bangun berkali-kali. Jika waktu itu saya menyerah, pasti saya sudah kalah. Tetapi, saya tetap berusaha sambil terus memperbaiki diri. Perjuangan selama 25 tahun itupun sudah membuahkan 10 impian yang saya anggap suatu prestasi luar biasa, yaitu:
1. Memiliki keluarga yang sehat dan bahagia;
2. Menjalani sebuah pola hidup yang seimbang, sehat, dan sederhana;
3. Memulai dan memimpin sebuah bisnis (KK Indonesia) yang mempromosikan konsep hidup yang “Sehat, Kaya, dan Bahagia”;
4. Menghasilkan 22 buah buku (18 dalam Bahasa Indonesia dan 4 dalam bahasa Cina);
5. Menjadi seorang public speaker atau motivator;
6. Mendapat banyak penghargaan dan satu diantaranya adalah penghargaan The Best Entreprenuer of the Year 2009 dari IAF;
7. Memperoleh gelar DR (USA) dan Dato’ (Malaysia);
8. Mengadakan Program Dana Pendidikan bagi keluarga besar alm. Ayah saya dan beasiswa bagi anak-anak staff KK Indonesia (KASi);
9. Sudah mengunjungi lebih dari 30 negara di 5 benua;
10. Mengembangkan potensi lebih dari 10.000 orang melalui Seminar PDS di 7 negara Asia.

Jika dirunut ke belakang, rasanya tidak mungkin saya memiliki semua itu sekarang. Tetapi, apa yang sudah saya capai saat ini membuktikan bahwa sesungguhnya impian itu berada lebih dekat dari yang saya pikirkan. Modal terpenting mewujudkan apa yang kita impikan bukan berasal dari luar diri kita tetapi, ada dalam diri kita sendiri.

“What lies behind us and what lies before us are tiny matters compared to what lies within us. ~ Apa yang ada di belakang atau di depan kita adalah hal kecil, tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan yang ada di dalam diri kita.”
Ralph Waldo Emerson

Akronim POSSIBLE berikut ini adalah potensi di dalam diri kita sendiri. Jika kita konsisten mengembangkan 8 hal tersebut pasti Anda segera mencapai impian.

P – Passion

Semangat adalah modal penting untuk meraih impian. Tantangan atau keterbatasan tidak akan sanggup menghalangi langkah-langkah Anda yang penuh semangat dan pantang menyerah. Semangat memungkinkan Anda selalu sampai di tempat tujuan. Semangat Anda tidak akan mudah padam jika Anda optimis dan yakin pada kekuatan yang Anda miliki.

“Show a man something he wants and he will move heaven and earth to get it. – Tunjukkan pada seseorang tentang sesuatu yang dia inginkan, dan dia akan memindahkan surga dan bumi ini untuk mendapatkannya (impian).”
Dale Carnegie

O – Organize

Luangkan waktu untuk menulis rencana kerja atau aktifitas yang harus Anda kerjakan. Perencanaan yang matang menjadikan langkah Anda lebih efektif dan efisien. Selain itu, catat setiap perkembangan yang Anda peroleh. Berdasarkan catatan tersebut Anda akan melihat cara efektif mengatasi tantangan dan seberapa jauh perkembangan yang sudah Anda capai. Setiap perkembangan positif pasti memacu semangat Anda lagi.

S – Strategy

Strategi adalah cara pintar untuk mencapai impian. Strategi kadang kita butuhkan supaya lebih cepat mencapai impian atau mengatasi tantangan super sulit. Maksimalkan daya kreatifitas Anda agar dapat melihat bermacam strategi untuk mencapai impian. Selanjutnya, evaluasi strategi Anda, untuk melihat seberapa efektif langkah-langkah Anda menuju sasaran (impian).

S – Setting Goal

Untuk mencapai impian dibutuhkan target pencapaian sesuai dengan batas waktu yang Anda tentukan. Tulislah impian Anda secara terperinci dan jangan takut untuk mengatakan impian Anda kepada orang lain. Selanjutnya, teruslah berusaha dan memastikan Anda menciptakan kemajuan dari waktu ke waktu.

I – Initiative

Keberhasilan selalu sejalan dengan sikap positif dan kepedulian Anda terhadap orang lain. Jika, Anda selalu berusaha bersikap positif, peka, dan berusahalah untuk menolong dengan penuh ketulusan Anda akan mudah memperoleh dukungan dan bantuan dari orang lain. Semakin peka dan positif sikap Anda maka, semakin besar kemungkinan Anda segera meraih kesuksesan.

“You get what you want, by helping other people get what they want. – Anda akan memperoleh apa yang Anda butuhkan dengan menolong orang lain mendapatkan apa yang mereka butuhkan.”
Zig Ziglar

B – Belief

Berhati-hati dalam melangkah itu perlu tetapi, terlalu menghitung resiko membuat Anda semakin takut melangkah. Selalu ada resiko dalam segala hal, dan Anda harus berani menghadapi resiko agar berhasil mencapai impian. Keyakinan yang kuat akan membuat Anda berani menghadapi resiko apapun dan bersungguh-sungguh berusaha hingga impian Anda terwujud.

“I need to believe, that something extraordinary is possible. Saya hanya perlu keyakinan bahwa segala sesuatu yang luar biasa itu sangat mungkin terjadi.”
Alicia Nash dalam bukunya A Beautiful Mind

L – Let Go & Let God

Jadilah yang terbaik dan lakukan yang terbaik, lalu serahkan hasilnya sepenuhnya kepada Tuhan YME. Berusahalah dengan sepenuh hati dan semaksimal mungkin. Jadikan setiap tantangan atau kegagalan sebagai penyemangat. Berusahalah lebih keras dan lebih baik dari sebelumnya, itu akan lebih memastikan Anda menemukan kesuksesan suatu saat nanti.

E – 8

Jagalah kesehatan Anda dengan mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi, misalnya sayur-sayuran dan buah-buahan. Selain itu, luangkan waktu untuk berolah raga agar tubuh lebih bugar dan pikiran segar. Kesehatan fisik akan mempengaruhi tingkat energi Anda. Semakin sehat fisik Anda maka, semakin tinggi pula energi yang Anda miliki dan itu memungkinkan Anda berlari cepat untuk mewujudkan impian.

“Mens sana in corpore sano. A healthy mind in a healthy body; ”
Thales, filsuf Yunani

Itulah beberapa hal yang dapat Anda gunakan untuk meraih impian dan masih banyak lagi tips lainnya. Yang terpenting adalah jangan pernah takut untuk menetapkan impian, karena Anda memiliki segalanya untuk mewujudkan semua impian! Yakinlah dan berjuanglah dengan sekuat tenaga, suatu saat nanti pasti Anda berhasil meraih apa yang Anda impikan. Salam Sukses!


Telah di baca sebanyak: 679

Mengejar Kebahagiaan


“Happiness is not something ready made. It comes from your own actions. – Kebahagiaan bukan sesuatu yang tersedia, melainkan dengan usaha.”
Dalai Lama XIV

Semua orang menginginkan kebahagiaan tetapi, masih begitu banyak orang di muka bumi ini hidup tidak bahagia dan merasa hampa. Semua itu dikarenakan mereka menyamakan kebahagiaan dengan kesenangan atau materi. Sungguh keliru mengaitkan kebahagiaan dengan ukuran-ukuran tertentu misalnya saja, bahagia jika mempunyai pasangan hidup ‘idola’, mempunyai rumah dan mobil mewah, penghasilan naik 300%, menjadi direktur, menjadi ketua organisasi tertentu, menginjakkan kaki ke Tanah Suci, dan lain sebagainya.

Sekelompok pakar psikologi pada tahun 1970-an pernah melakukan penelitian terhadap seorang pemenang undian. Didapati bahwa pemenang undian tersebut kembali hidup merana dan tidak bahagia setahun kemudian. Masih banyak lagi hasil penelitian yang semakin menegaskan bahwa kebahagiaan sejati bukan berasal dari faktor eksternal atau segala sesuatu yang bersifat materi melainkan, berasal dari faktor internal yaitu pikiran.

“It isn’t what you have or who you are or where you are or what you are doing that makes you happy or unhappy. It is what you think about it. – Bukan soal apa yang Anda miliki, siapa Anda, dimana Anda, atau apa yang Anda kerjakan yang menetukan Anda bahagia atau tidak. Apa yang Anda pikirkan tentang semua itulah yang akan membuat Anda bahagia.”
Dale Carnegie, penulis buku laris berjudul How to Win Friends & Influence People

Lalu bagaimana dengan Anda? Apakah Anda bahagia dengan kehidupan Anda sekarang? Hidup ini sangat singkat, sayang sekali jika Anda tidak mampu memperbaiki kualitas kehidupan Anda. Jika Anda ingin merasakan kebahagiaan setiap hari, Anda masih mempunyai banyak kesempatan. Inilah beberapa hal yang perlu Anda lakukan:

1. Memilih,

Hidup ini penuh dengan pilihan. Jika Anda memilih untuk melihat segala sesuatu di sekeliling Anda menggunakan lensa yang positif dan bersih, tentu Anda juga akan melihat semuanya membahagiakan. Lensa atau cara pandang yang bersih akan menjadikan segalanya nampak lebih terang, indah, dan cerah. Pilihlah lensa atau cara pandang yang jernih dengan cara membiasakan diri bersikap positif dan optimis. Sebab segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah yang terbaik.

2. Berterima kasih kepada semua orang yang Anda cintai dan telah berjasa dalam kehidupan Anda,

Luangkan waktu untuk menunjukkan rasa terima kasih kepada orang-orang yang Anda cintai dan menjadikan kehidupan Anda hebat luar biasa. Sampaikan dengan cara yang menyenangkan dan sesuai dengan kemampuan Anda, misalnya dengan kata-kata, uang, cenderamata, dan lain sebagainya. Berterima kasihlah untuk segala yang sudah Anda peroleh.

“We must find time to stop and thank the people who make a difference in our lives. – Kita harus menyediakan waktu dan menyampaikan rasa terima kasih kepada orang-orang yang telah memciptakan perubahan dalam hidup kita.”
John. F Kennedy

3. Menjaga kesehatan fisik dan mental,

Kebehagaiaan dapat kita capai jika fisik dan mental sehat. Jangan pernah mengabaikan kesehatan jasmani karena, tubuh yang sakit juga mengakibatkan stres dan depresi. Sedangkan, mental yang tertekan juga dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh dan menimbulkan stres. Jagalah kesehatan dengan mengasup makanan sehat dan bergizi serta berolah raga. Tingkatkan kesehatan mental dengan melatih kemampuan introspeksi diri dan memperbaiki diri terus menerus.

4. Bersyukur,

Orang yang selalu bersyukur akan melihat sisi positif dari setiap kejadian. Selalu menghitung berkah dan anugrah yang ia terima. Sebaliknya, seseorang menjadi tidak bahagia karena selalu merasa kurang, misalnya kurang cantik, kaya, tinggi kekuasaan dan jabatan, dan lain sebagainya. Padahal anugrah yang kita miliki sangat banyak, seperti pekerjaan, kesehatan, ilmu pengetahuan, dan lain sebagainya.

Tingkatkan terus rasa syukur kepada Tuhan YME atas segala hal yang kita miliki. Hargailah segala yang telah kita miliki. Rasa syukur akan membuat kita dapat menikmati setiap proses perjuangan saat mewujudkan impian. Rasa syukur juga akan membuat kita lebih bijaksana karena selalu dapat memetik pelajaran berharga dari setiap kejadian pahit ataupun menyenangkan.

5. Bersabar

Kita semua pasti menghadapi tantangan hidup karena, kehidupan ini terus berputar kadang di atas dan kadang di bawah, kadang sulit dan kadang mudah sekali. Jangan berkecil hati ketika berada di bawah dan sedang mengalami kesulitan yang luar biasa. Semua kondisi sulit, tekanan luar biasa, atau apapun yang serba tidak menyenangkan itu hanyalah bersifat sementara. Habis gelap pasti terbitlah terang. Hidup ini tidak akan pernah sempurna dan bersabar akan lebih memastikan Anda merasakan kebahagiaan.

“Being happy doesn’t mean that everything is perfect. It means you’ve decided to look beyond the imperfections. – Menjadi bahagia bukan berarti segala sesuatu menjadi sempurna. Bahagia artinya Anda sudah memutuskan untuk melihat pelajaran dibalik ketidaksempurnaan.”
Unknown

6. Hidup bersahaja,

Hiduplah sederhana, sesuai dengan kemampuan. Jangan mengikuti gaya hidup tinggi, sementara kondisi keuangan tidak mencukupi. Karena itu, hanya akan menyebabkan hidup Anda merana. Misalnya saja memaksa membeli mobil mewah, padahal Anda masih pusing dengan cicilan bulanan dan kebutuhan hidup Anda sehari-hari.

Jangan menjadikan kehidupan ini semakin rumit dengan mengikuti gaya hidup yang lebih tinggi daripada kemampuan. Sesungguhnya hidup ini mudah dan sederhana. Life is simple! Pandai-pandailah membedakan mana kebutuhan (needs) dan mana keinginan (wants). Hidup bersahaja akan membuat Anda benar-benar menikmti indahnya hidup ini dan merasakan kebahagiaan.

“Simplicity is the ultimate sophistication. – Kesederhanaan adalah inti dari kesempurnaan.”
Leonardo Da Vinci

7. Mencintai apa yang Anda lakukan,

Melakukan tanggung jawab pekerjaan seringan apapun akan terasa melelahkan jika Anda melakukannya dengan berat hati. Tetapi, jika Anda melakukan suatu pekerjaan dengan rasa senang tentu akan mendatangkan kebahagiaan. Anda akan senang dengan apapun yang Anda kerjakan jika pekerjaan tersebut sesuai dengan hati nurani dan Andapun ikhlas mengerjakannya.

“Being deeply loved by someone gives you strength, while loving someone deeply gives you courage. – Ketika Anda sangat dicintai oleh seseorang itu akan memberikan kekuatan, sementara ketika Anda sangat mencintai seseorang itu akan memberi Anda keberanian.”
Lao Tzu

8. Memberi,

Semua yang Anda nikmati saat ini adalah pemberian Tuhan YME. Maka rajinlah memberi atau berbagi dengan orang lain. Memberi dapat berbentuk apa saja sesuai dengan kemampuan, misalnya uang, bantuan tenaga, nasehat, ataupun motivasi kepada mereka yang sangat membutuhkan suntikan semangat.

Dalam sebuah acara buka puasa bersama staff KK Indonesia di Jakarta saya menyampaikan pesan bahwa memberi atau berbagi zakat, infaq, atau sedekah semua adalah manifestasi rasa syukur dan sikap berbagi yang sangat luar biasa. Aktifitas seperti harus dijadikan budaya dalam kehidupan sehari-hari kita. Karena, pada saat memberi itu muncul perasaan sangat bahagia.

If you want happines for an hour – take a nap.
– Jika Anda ingin kebahagiaan selama 1 jam – tidurlah siang.
If you want happines for a day – go fishing.
– Jika Anda ingin kebahagiaan selama 1 hari – pergilah memancing
If you want happines for a year – inherit a fortune.
– Jika Anda ingin kebahagiaan selama 1 tahun – raihlah kesuksesan.
If you want happines for a lifetime – help someone else.
– Jika Anda ingin kebahagiaan seumur hidup – bantulah orang lain.
Pepatah Cina

9. Memaafkan dan melupakan,

Banyak orang merasa tidak bahagia karena terbebani dengan masalah-masalah yang telah lalu, misalnya kebencian atau dendam terhadap orang lain atau kejadian-kejadian yang kurang baik. Hidup bukan untuk masa lalu, hidup adalah untuk saat ini dan masa depan. Jadi, jangan membiarkan sesuatu kejadian atau kesalahan seseorang mengganggu Anda bahagia.

Raihlah kebahagiaan dengan memaafkan mereka yang pernah melukai hati Anda dan lupakan kejadian sedih dan pahit di masa lalu. Lepaskan kemarahan, kebencian, dan banyak hal yang melukai perasaan Anda. Lepaskan semua emosi negatif, sehingga Anda dapat bebas hidup berbahagia.

“I don’t care too much what happened in the past. I prefer to focus on what is coming next and I am really looking forward to it. – Saya tidak lagi pedulikan apa yang sudah terjadi. Saya lebih fokus terhadap apa yang akan terjadi dan sedang saya nanti-nantikan.”
Sebastian Vettel

10. Melakukan yang terbaik,

Tidak semua orang mampu menjadi orang cerdas dan sukses seperti Bill Gates atau Mark Zukerberg. Begitu juga tidak semua orang dapat menjadi Thomas A. Edison atau Elbert Einstein. Tetapi, Anda pasti mampu menjadi Anda yang terbaik.

Tuhan YME sudah menetapkansetiap orang mempunyai keunggulan dan rejeki masing-masing. Tidak perlu berkecil hati melihat orang lain hidup dengan kekayaan berlimpah ruah atau hidup serba lebih dari diri Anda. Karena, yang terpenting adalah berusahalah melakukan yang terbaik, kembangkan semua keunggulan yang Anda miliki. Lalu biarkan Tuhan yang menentukan hasil terbaiknya. Dengan cara itu Anda akan merasa lebih berbahagia.

11. Tersenyum dan menjalin hubungan sosial yang baik dengan siapapun,

Setiap hari mulailah dengan senyuman karena, senyuman akan turut menjadikan perasaan menjadi lebih baik. Senyuman mampu mencairkan situasi dan menumbuhkan keakraban. Seulas senyum juga dapat menjadi motivasi untuk melakukan tindakan yang lebih positif.

“A smile is happiness you”ll find right under your nose. – Senyuman adalah kebahagiaan yang mudah Anda temukan, tepat dibawah hidung Anda.”
Tom Wilson

Jika, Anda merasa bahagia maka, energi positif atau aura bahagia itu akan menyebar kepada orang lain. Terlebih jika energi tersebut menyebar dalam komunitas yang terdiri dari orang-orang yang selalu berbagi pengalaman, ilmu berbisis, serta menghargai ide-ide Anda. Karena itu, jangan pelit untuk tersenyum dan luangkanlah waktu untuk berkumpul bersama anggota keluarga tercinta, teman-teman yang baik yang berpikir positif dan beriman.

12. Menyayangi orang-orang di sekeliling Anda,

Kebahagiaan akan selalu ada di dalam kehidupan Anda jika, Anda selalu mempererat kasih sayang dengan keluarga maupun orang-orang di sekeliling Anda. Caranya adalah dengan selalu menunjukkan sikap dan bertutur kata yang baik, berbagi humor, saling membantu, atau menyapa. Jagalah hubungan dengan orang lain selalu harmonis dan menyenangkan.

13. Meningkatkan kekuatan spiritual dengan rajin beribadah, berdoa, dan menjalankan nilai-nilai keimanan,

Orang-orang yang memiliki kekuatan iman yang baik akan lebih siap menerima apapun yang terjadi di dalam kehidupan mereka. Mereka juga tidak mudah merasa resah atas apapun yang terjadi karena yakin itulah yang terbaik bagi dirinya. Mereka juga merasa lebih berbahagia karena mengetahui Tuhan selalu berada di sisinya. Jalani kehidupan Anda dengan doa atau selalu mengingat Tuhan YME.

“Prayer does not change the purpose of God. But prayer does change the action of God. – Do’a tidak akan mengubah tujuan Tuhan. Tetapi do’a akan mengubah tindakan Tuhan terhadap kita.”
Chuck Smith

14. Harapan.

Manusia mungkin dapat bertahan beberapa hari tanpa makan dan minum. Tetapi, manusia tidak akan bertahan sedetikpun tanpa harapan. Mempunyai harapan, seperti menurunkan berat badan, mencapai target penjualan, dan lain sebagainya akan mendatangkan kebahagiaan.

Oleh sebab itu, tetapkan sebuah tujuan yang lebih besar setiap saat. Tulislah secara jelas apa target yang ingin Anda capai, beserta langkah-langkah untuk mewujudkan impian tersebut. Pastikan selalu ada target baru dalam hidup Anda.

“Hope is the dream of a waking man. – Harapan adalah impian semua mahkluk hidup.”
Aristotle

Yang terpenting untuk mendapatkan kebahagiaan adalah tidak menunggu kebahagiaan turun tiba-tiba dari langit. Kebahagiaan tidak akan pernah datang tanpa usaha nyata dan kesungguhan. Kejarlah kebahagiaan Anda karena, siapapun Anda juga pasti bisa memperoleh dan menikmati kebahagiaan.

* Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best seller.
www.andrewho-uol.com


Telah di baca sebanyak: 985

CARA BAHAGIA


Saya dan istri menyaksikan wajah keduanya sumringah. Mereka menyapa semua orang dengan ramah. Hari itu adalah hari yang berbahagia. Lebih dari seribu lima ratus tamu datang untuk memberikan selamat. Ada berbagai rombongan yang datang dari luar kota, khusus untuk acara kali ini. Dari Bandung, Pekalongan, Semarang, Solo, dan entah dari mana lagi. Mereka menyewa bis khusus. Minggu siang di pertengahan bulan Juli itu, tempat parkir Balai Sudirman di wilayah Tebet, Jakarta Selatan, penuh. Petugas parkir nampak sibuk mengatur kendaraan yang datang.

Satu per satu tamu yang hadir menyalami mereka bergantian. Sebagian minta foto bersama. Sebagian lainnya mempersembahkan lagu-lagu nostalgia. Suasana nampak meriah. Ruangan penuh sesak karena tak semua tamu kebagian meja dan tempat duduk. Namun semua yang hadir menunjukkan ekspresi gembira. Suara tawa penuh canda terdengar dimana-mana. Makanan yang dihidangkan ludes tak berbekas, ketika tetamu mulai berpamitan. Sungguh sebuah pesta yang semarak.
Yang paling unik dari pesta tersebut adalah usia para tamu. Sebagian besar berusia di atas 60 tahun. Umumnya mereka anggota WULAN, perkumpulan nirlaba Warga Usia LANjut. Memang, yang mengadakan pesta adalah salah satu pendirinya, Januar dan Indira Darmawan. Itu sebabnya tetamu yang hadir umumnya berusia lanjut. Mereka adalah kawan-kawan lama yang sudah saling mengenal berpuluh tahun. Hubungan yang baik dalam rentang waktu yang panjang menunjukkan bahwa pasangan ini disukai handai taulannya.

Sudah jelas bahwa ini bukan pesta pernikahan. Tuan dan nyonya rumah hadir lengkap dengan kedua anak, menantu, dan para cucu. Yang perempuam semuanya berbaju warna kuning keemasan, sesuai tema pesta. Mereka mengadakan pesta syukur. Berbagi suka cita menyambut 50 tahun hidup bersama sebagai suami-istri. Meski mampu menikmati kemapanan sebagai kelas atas, pasangan ini justru memilih gaya hidup sangat sederhana. Walau keduanya juga menyandang gelar akademis tingkat doktoral dalam disiplin ilmu yang berbeda, mereka sungguh menampilkan kerendahan hati yang tulus. Tak ada hal yang nampak berlebihan. Semua terasa wajar, namun berkualitas. Dan yang juga mengundang decak kagum adalah kesehatan mereka yang relatif masih prima di usia menjelang 80 tahun.

Mungkin karena pasangan yang merayakan ulang tahun emas perkawinan ini adalah orang terdidik, maka sovenir yang diberikan kepada para tamu adalah dua buku. Buku yang satu, diterbitkan Gramedia Pustaka Utama dengan tajuk Profit and Beyond, berkisah tentang kiprah mereka dalam dunia bisnis, melakukan upaya developing ethical business leaders. Buku yang kedua, yang diterbitkan khusus untuk acara ini dengan judul 50 Tahun Bersama, berisi pandangan-pandangan pribadi keduanya tentang perkawinan, keluarga, bisnis, persahabatan, dan lain-lain. Keduanya hampir sama tebal, mendekati 300 halaman.

Di bagian pengantar buku 50 Tahun Bersama ada tertulis: “Bagi kami berdua, pernikahan merupakan wujud kerelaan hati dua pribadi yang berbeda untuk bersatu dan saling mengerti, bukan saling memaksa dan malah berusaha mengubah diri. Bagi kami berdua, pernikahan merupakan kehidupan baru untuk dua pribadi yang harus dijalani dengan hati yang selalu bergembira. Dalam kesusahan dan kesedihan yang kerap terasa pun, perasaan bahagia bisa diundang selalu ada, jika terus disyukuri bersama. Bagi kami berdua, pernikahan merupakan kolaborasi dua pikiran dan dua tenaga yang secara kompak harus dapat memberi dampak yang baik, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi lingkungan sosial, masyarakat luas, dan bahkan negeri ini. Bagi kami berdua, pernikahan merupakan kesepakatan dua orang teman hidup yang akan saling menemani memasuki usia lanjut dengan tetap mampu untuk mandiri, terhormat, dan bermakna”. Wow!

Tentang cara memperoleh kebahagiaan, mereka mengatakan, “Kesenangan hidup yang sebenarnya hanya dapat diperoleh ketika Anda bisa membahagiakan orang lain. Makin banyak yang dibahagiakan, makin banyak kesenangan dan kebahagiaan yang justru kembali kepada kita. Maka satu-satunya cara untuk memperoleh kesenangan dan kebahagiaan yang abadi adalah ketika Anda mampu membuat orang lain puas dengan dirinya sendiri. Itulah yang disebut sebagai contentment di dalam hidup kita”.

Menyaksikan dari dekat kehidupan Januar dan Indira Darmawan, yang merupakan kakak kandung dan ipar dari politikus dan ekonom senior Kwik Kian Gie, saya teringat sebuah buku karya John Powel yang bertajuk Happiness Is An Inside Job.
Dalam buku tersebut Powel menuturkan bahwa kata “bahagia” dan “kebahagiaan” diambil dari kata latin beatus dan beatitude yang berarti tantangan dan perolehan, yakni menjanjikan memberikan (secara tak langsung) kebahagiaan sejati kepada orang yang menyambut tantangan dan selangkah demi selangkah memperoleh sesuatu, mencapai sesuatu, atau menyelesaikan sesuatu.
Powel juga memaparkan Sepuluh Laku Hidup Bahagia sebagai berikut:
• Menerima diri apa adanya
• Menerima sepenuhnya tanggung jawab atas hidup kita
• Berusaha memenuhi segala kebutuhan kita untuk bersantai, berolah raga, dan makan
• Hidup kita harus kita jadikan wujud cinta kasih
• Kita harus menghirup udara baru dengan keluar dari kungkungan kemapanan yang nyaman
• Kita harus belajar menjadi “penemu jalan baik”
• Kita harus mengupayakan pertumbuhan, bukan kesempurnaan
• Kita harus belajar berkomunikasi secara efektif
• Kita harus belajar bersuka cita atas hal-hal baik dalam hidup
• Kita harus berdoa sebagai bagian dari hidup kita sehari-hari.

Yang paling menarik dari Powel adalah pernyataannya bahwa kodrat hidup manusia adalah hidup bahagia. Dengan kata lain, segala upaya untuk hidup bahagia adalah upaya memenuhi “panggilan kodrati” sebagai manusia ciptaan Tuhan.

Saya sungguh bersyukur diundang dalam pesta emas 50 tahun perkawinan Januar dan Indira Darmawan. Pesta itu sungguh menginspirasi. Ketika sebagian orang masih membicarakan kebahagiaan dalam konsep dan menjadi makelar-makelar kebahagiaan, saya menemukan contohnya yang nyata. Mereka mengajarkan bahwa kebahagiaan justru hanya bisa diperoleh dengan cara memberikannya kepada orang lain. Kebahagiaan bukanlah sesuatu yang bisa diburu, dikejar, dan diraih seperti kita berburu harta dan karier. Ia bukan sesuatu yang bisa diperebutkan dengan persaingan sikut menyikut. Ia bisa diperoleh dengan cara diberi. Cara mendapatkan kebahagiaan adalah dengan memberikannya kepada orang lain. Sungguh luar biasa. Berilah, maka kamu akan mendapat.
Salam proaktif.

*)ANDRIAS HAREFA, WTS adalah writer: 38 Best-selling Books; Trainer-Speaker: Berpengalaman 20 Tahun, Pendiri www.pembelajar.com; Twitter @aharefa atau @andriasharefa


Telah di baca sebanyak: 1014

PASTI MUNGKIN


Usianya sebelas bulanan waktu itu. Wajahnya nampak menggemaskan dengan pipi yang mirip bakpao. Dengan berat yang melewati 7 kilogram, ia berdiri dan belajar berjalan. Terjatuh, berdiri lagi, berjalan lagi, terjatuh lagi, berdiri lagi, berjalan lagi. Sorak sorai orangtua dan suster pengasuh membuat matanya acap berbinar gembira. Sambil tertawa ia berusaha keras menjaga keseimbangan tubuh. Dan kalau merasa lelah ia langsung merengek minta di gendong. Itulah kenangan yang tersimpan di memori ketika menyaksikan putri sulung saya belajar berjalan, belasan tahun silam.
Adiknya kemudian menyusul. Dengan mata yang lebar dan ambisi yang seolah lebih kuat dibanding teman-teman sebayanya, ia mengulangi apa yang terjadi pada kakaknya. Tak ada orang di sekitarnya yang ragu akan kemampuannya. Ia pasti bisa berjalan. Hanya soal waktu saja. Kami tak bicara soal kemungkinan. Ia pasti bisa berjalan.

Lalu kedua anak itu tumbuh bersama saya di rumah. Mereka mulai belajar membaca. Belajar menulis, merangkai kata menjadi kalimat bermakna. Belajar naik sepeda. Dan mengenai semua itu, tak terbesit keraguan akan kemampuan mereka. Pasti bisa. Tanpa hambatan yang berarti mereka bisa berjalan, membaca, menulis, naik sepeda, dan sebagainya.
Ingatan terhadap hal-hal semacam itu menyadarkan saya bahwa ada sejumlah hal yang bisa dengan mudah kita terima sebagai kepastian—bukan sebagai kemungkinan—dalam kehidupan kita. Anak normal pasti bisa berjalan, membaca, menulis, berhitung, dan sebagainya. Matahari pasti terbit dari timur. Manusia yang dilahirkan pasti tumbuh menjadi dewasa dan akhirnya mati. Terkena api pasti panas, tersiram air pasti basah, tergores benda tajam pasti terluka.
Lalu anak-anak bicara tentang cita-citanya.
“Aku sebaiknya jadi psikolog atau penyanyi ya Pa? Bisa dua-duanya nggak?” tanya anak sulung saya. Ia memiliki talenta suara yang indah luar biasa. Sifatnya yang intuitif, kreatif, berorientasi orang, berbelas kasih dan suka menolong, membuat ibunya mendorong agar kelak ia memilih bidang studi psikologi.
“Aku enaknya jadi dokter ahli yang punya rumah sakit atau jadi menteri keuangan Pa? Kalau jadi menteri keuangan, sekolahnya berapa tahun?” tanya adiknya polos. Si bungsu ini suka bingung karena ibunya selalu mendorong agar ia nanti menjadi dokter. Sementara saya, yang melihat kesukaannya terhadap angka hitung-hitungan yang berbau ilmu pasti, dan kepandaiannya mengorganisir diri serta memengaruhi orang, mengajak dia berpikir untuk menjadi pemimpin Indonesia masa depan. Dan saya suka mengatakan kepadanya bahwa Sri Mulyani Indrawati—kala itu masih menjabat Menteri Keuangan RI—memerlukan pengganti. Ia sebaiknya mempersiapkan diri.

Pada intinya, saya mencoba menanamkan dalam diri anak-anak saya bahwa segala sesuatu itu mungkin. Apa pun yang mereka cita-citakan sangat mungkin tercapai. Lalu saya menceritakan kisah seorang pastor yang membangun Chrystal Catedral di Amerika Serikat. Namanya Robert Schuller. Ia nyaris tidak punya apa-apa saat ia mulai meyakini bahwa pembangunan katedral yang bisa tembus pandang ke langit itu mungkin. Ia berdoa kepada Tuhan dan mulai bekerja keras mengumpulkan pendukung dari waktu ke waktu. Akhirnya, apa yang buat orang kebanyakan dianggap usaha yang sangat tidak mungkin itu, terealisasi dan menjadi monumen sejarah yang bisa di lihat banyak orang sampai hari ini.
Menurut Robert Schuller, si pengajur possibility thinking (1967), ketika seseorang mulai meyakini bahwa sesuatu—impian, visi, cita-cita, target, atau apapun istilah—itu mungkin, maka pada momen itu tiga keajaiban terjadi serentak: pertama, peluang-peluang menjadi terbuka di sel-sel otaknya, nampak (bisa dibayangkan) dalam pikirannya; kedua, sel-sel otaknya bersiap-siap untuk memecahkan masalah yang muncul; dan ketiga, tekad bulat menguat dalam aliran pembuluh darahnya.
Sebaliknya, jika seseorang meyakini bahwa sesuatu (cita-cita) itu tidak mungkin di capai, maka otaknya mengalami kesulitan untuk membayangkan hal itu terjadi, dan ia akan cenderung membesar-besarkan risiko apapun yang dapat menghalangi dirinya untuk mencapai cita-citanya itu. Mereka mudah menemukan alasan mengapa hal tersebut tidak mungkin terjadi, namun sangat sulit membayangkan cara-cara kreatif yang dapat dilakukan untuk membuat itu terjadi. Mereka menjadi kritis, tetapi kehilangan kreativitas—salah satu modal terpenting dalam usaha mencapai apapun dalam hidup ini. Mereka terjangkit apa yang disebut Schuller sebagai “impossibility complex” yang memiliki kedekatan “inferiority complex” (perasaan minder alias rasa rendah diri yang akut).

Jadi, saya berulang kali mengatakan pada anak-anak saya bahwa segala yang dicita-citakan mereka itu “pasti mungkin” tercapai. Tidak perlu diragukan. Namun, bukan soal kepastian atau kemungkinan yang pasti itu yang penting. Yang lebih penting untuk dipersoalkan adalah apakah hal itu cocok dengan tugas yang diberikan Pencipta Langit kepadanya. Persoalannya lebih pada apakah cita-cita itu memuliakan Sang Pencipta atau hanya sekadar memenuhi ambisi pribadi saja. Persoalannya lebih pada seberapa besar manfaat pencapaian cita-cita tersebut bagi bangsa dan umat manusia.

“Tapi bagaimana kita bisa yakin kalau cita-cita kita itu menyenangkan hati Sang Pencipa papa?” tanya anak saya mulai kritis. Saya tersenyum dan menjawab, “Nah, itu papa juga belum paham benar, nak. Mari kita baca lagi Kitab Suci yang merupakan wahyu ilahi, agar hati kita diterangi dan pikiran kita dicerahkan untuk dapat memahami maunya Sang Pencipta”. Kami lalu membuka Kitab Suci dan melanjutkan pembacaan untuk hari itu.

* ANDRIAS HAREFA, WTS adalah writer: 38 Best-selling Books; Trainer-Speaker: Berpengalaman 20 Tahun, Pendiri www.pembelajar.com; Twitter @aharefa atau @andriasharefa


Telah di baca sebanyak: 859

Kebiasaan Menjaga Kerapian


Dalam keseharian, kita sering kali disibukkan oleh berbagai kegiatan. Kadang, bahkan untuk sekadar istirahat pun tak memiliki kesempatan. Untuk itu, kita butuh manajemen waktu, manajemen diri, dan manajemen pikiran untuk memaksimalkan setiap saat yang kita miliki.
Salah satu cara agar manajemen berjalan dengan baik dan terarah adalah dengan menjaga kerapian. Mulai dari menjaga kerapian pekerjaan, kerapian berkas-berkas, hingga berbagai perkakas pendukungnya. Sepertinya sederhana. Tapi, dengan menjaga kerapian, kita akan lebih mudah mengakses segala perangkat yang kita butuhkan.

Dengan menjaga kerapian segala macam aspek yang berkait dengan manajemen diri, kita akan menjadi insan yang lebih terencana. Saat bekerja, mudah menemukan file pekerjaan. Saat hendak menjalankan tugas, lebih mudah mengakses segala hal yang diperlukan. Saat hendak beristirahat, semua barang pun sudah tertata rapi agar pikiran lebih tenang.

Mari, biasakan menjaga kerapian, agar manajemen diri bisa lebih terarah dan membawa dampak yang menyenangkan. Salam sukses luar biasa!

www.andriewongso.com


Telah di baca sebanyak: 1126

Family Therapy: Apa, Mengapa, dan Bagaimana?


“Sementara kita mencoba mengajar anak-anak kita semua hal tentang kehidupan,
anak-anak kita mengajar kita apakah kehidupan itu sebenarnya.”

Dalam beberapa minggu terakhir ini saya banyak mendapat klien anak-anak hingga remaja. Umumnya masalah mereka berkisar pada masalah perilaku, kebiasaan, interaksi sosial, dan prestasi akademik/sekolah. Ada yang tidak mau mendengar orangtuanya, ada yang mogok sekolah, ada yang tidak mau bicara dengan orangtuanya, motivasi belajar rendah dan ketagihan main game, suka ribut dengan teman, dan bahkan ada yang mau minggat dari rumah. Orangtua yang kebingungan menghubungi saya dan minta tolong untuk bisa menerapi anak mereka.

Umumnya saya tidak akan langsung menerapi si anak. Saya biasanya akan minta orangtua, baik ayah maupun ibu, untuk bertemu saya di sesi awal melakukan konseling. Nah, masalah biasanya muncul di sini. Orangtua pada umumnya keberatan dengan dua alasan utama yaitu mereka tidak bisa bertemu saya, apalagi konseling, karena mereka sibuk dan ini kan masalah anak, lalu mengapa orangtua yang ikut konsultasi segala.

Orangtua yang tidak bersedia bertemu dan konseling dengan saya pasti akan saya tolak. Saya tidak akan melakukan terapi pada anak mereka.

Mengapa saya bersikeras bertemu kedua orangtua terlebih dahulu sebelum menerapi anak mereka?

Pengalaman klinis saya menunjukkan bahwa masalah utama anak umumnya bersumber dari orangtua dan atau lingkungan (keluarga). Bisa juga masalah berawal dari sekolah. Namun, mayoritas masalah anak bersumber dari orangtua.

Bila anak diibaratkan produk maka kualitas produk yang dihasilkan ditentukan oleh kualitas bahan baku dan mesin/proses produksi. Produk yang cacat atau kurang baik, bila bahan bakunya bagus, maka yang harus dicek adalah mesin dan proses produksinya. Dalam hal ini mesin adalah orangtua dan proses produksi adalah pendidikan keluarga yang dialami anak melalui interaksinya dengan dan di dalam lingkungan keluarga yang sangat menentukan kualitas tumbuhkembangnya.

Family Therapy adalah terapi yang melibatkan keluarga sebagai suatu sistem interaksi sosial dengan tujuan untuk mengatasi masalah tertentu dan atau untuk meningkatkan kualitas atau kondisi kehidupan anggota keluarga ke arah yang lebih baik. Terapi dilakukan baik dengan menggunakan konseling maupun teknik yang lebih spesifik.

Bila dalam keluarga ada beberapa anak maka biasanya yang bermasalah hanya satu anak saja. Anak yang bermasalah ini adalah manifestasi dari sistem keluarga yang bermasalah. Jika upaya terapi hanya dilakukan pada anak maka ia bisa sembuh dan setelah itu akan kambuh lagi. Diterapi lagi, sembuh….dan setelah itu kambuh lagi. Bisa juga setelah anak ini sembuh maka yang bermasalah adalah saudaranya. Demikian seterusnya. Sekali lagi, masalah anak sebenarnya mencerminkan masalah pada sistem keluarga.

Dalam melakukan Family Therapy dibutuhkan komitmen penuh dari kedua orangtua. Bila hanya salah satu saja yang komit menjalani sesi terapi maka hasilnya tidak maksimal.

Keberhasilan Family Therapy juga sangat ditentukan oleh integritas, kredibilitas, dan level otoritas terapis di mata kedua orangtua. Bila terapis tidak mampu membangun postur dengan baik, tidak mampu menunjukkan kredibilitas, dan terutama otoritasnya sebagai terapis yang kompeten dan berpengalaman di mata orangtua klien maka apa yang ia sarankan tidak akan dilakukan oleh orangtua. Hal ini akan sangat menghambat proses terapi.

Biasanya terapis yang usianya masih muda, misalnya 20an atau 30an akan sulit “menghadapi” para orangtua yang usianya jauh di atasnya. Apalagi bila orangtua ini adalah tipe yang keras kepala, merasa lebih pintar atau lebih berpengalaman dari terapis, atau mungkin juga orang sukses atau dengan posisi jabatan yang tinggi dalam suatu organisasi. Namun tidak semua orangtua seperti ini. Ada orangtua yang sadar bahwa mereka membutuhkan bantuan dari orang lain dan dengan rendah hati dan sungguh-sungguh bersedia mendengar saran dan masukan dari terapis yang usianya lebih muda dari mereka.

Dalam Family Therapy bila dibutuhkan orangtua juga akan diterapi. Hal ini dilakukan karena sebenarnya pola asuh orangtua, yang mengakibatkan timbulnya masalah dalam diri anak, berasal dari pengalaman hidup mereka saat mereka masih kecil. Biasanya trauma orangtua inilah yang menjadi akar masalah dalam keluarga. Misalnya orangtua yang overprotective, overpemissive, overdemanding, pencemas, suka berkata kasar, pemarah / gampang “meledak”, bersikap kasar pada anak, terlalu disiplin, suka memukul, suka mengancam, menggunakan pendekatan punishment and reward dalam mendidik anak, memberlakukan cinta bersyarat, dan masih banyak lagi perilaku lain yang tidak kondusif bagi tumbuh kembang anak.

Faktor lain lagi adalah ketidakharmonisan relasi orangtua yang berimbas pada anak. Jadi, untuk bisa membangun keluarga yang harmonis dan bahagia kedua orangtua harus mempunyai nilai dan tujuan hidup yang sejalan.

Biasanya setelah “masalah” pada orangtua berhasil diatasi melalui sesi terapi maka perubahan akan langsung tampak dalam keluarga itu dan secara luar biasa anakpun ikut berubah menjadi lebih baik.

Menyembuhkan luka batin dalam diri anak sebenarnya sangat mudah. Bila anak bersedia diterapi dan orangtua memberikan dukungan penuh, dengan melakukan introspeksi diri dan juga bersedia secara sadar berubah, maka semuanya menjadi mudah dan lancar.

Masalah muncul bila orangtua yang arogan, keras kepala, dan bersikeras mengatakan bahwa masalah anak adalah masalah anak. Bukan masalah mereka. Jadi, menurut orangtua, anaklah yang harus dibereskan.

Saya banyak bertemu dengan orangtua seperti ini. Orangtua ini adalah orangtua yang tidak dewasa dan tidak siap menjadi orangtua. Mereka hanya siap secara biologis menjadi papa/mama atau ayah/ibu namun mereka tidak siap secara mental, emosi, psikologis,dan terutama spiritual untuk menjadi orangtua.

Orangtua tipe ini cenderung menyalahkan orang lain atau lingkungan. Di salah satu buku saya pernah membaca ada orangtua yang anaknya bermasalah, beberapa tahun lalu pernah meminta bantuan seorang psikolog untuk melakukan diagnosa pada anak mereka, dan setelah itu mendapat saran apa yang sebaiknya dilakukan untuk membantu anak mereka.

Namun sayangnya orangtua ini tidak melakukan saran dan masukan dari psikolog ini. Dan hebatnya lagi, empat tahun kemudian, saat putra mereka semakin bermasalah, mereka langsung menyalahkan psikolog ini dengan berkata, “Ini yang salah adalah psikolognya. Masa dulu sudah diterapi kok nggak ada perubahan. Kalaupun ada perubahan, perubahannya tidak permanen. Masa anak saya kembali ke pola perilaku yang lama. Dan sekarang bahkan tambah parah lagi. Saya mau minta pertanggungjawaban psikolog ini.”

Membaca kisah ini saya sangat prihatin dan kasihan pada orangtua ini. Apa saja bisa terjadi selama kurun waktu empat tahun. Rupanya orangtua ini adalah orangtua tipe laundry atau binatu. Mereka memperlakukan anak seperti baju yang kotor dan berharap dengan membawa anak ke psikolog atau terapis maka masalah anak mereka setelah itu langsung dapat diatasi. Dan setelah itu akan anak akan berperilaku baik selamanya.

Orangtua ini sama sekali tidak berani mengambil tanggung jawab atas pendidikan keluarganya. Ia berpikir bahwa tanggung jawab membereskan masalah anak ada pada terapis atau psikolog. Yang benar adalah terapis atau psikolog adalah partner atau rekan dalam membantu memulihkan kondisi anak. Orangtualah yang harus berperan aktif.

Saya pernah menangani kasus anak usia 12 tahun dengan kecemasan yang sangat tinggi. Anak ini, saking cemasnya, menjadi sulit konsentrasi, bicaranya tidak bisa urut, melompat ke sana ke mari, pelajarannya jeblok. Tidak sulit membantu anak ini untuk pulih. Hanya dalam waktu sangat singkat anak ini kembali normal dan ceria seperti anak pada umumnya.

Mengapa perubahan ini bisa begitu mudah terjadi? Karena kedua orangtua anak ini, baik ayah maupun ibunya, sangat peduli dan bersedia menjalankan saran, masukan, dan hal-hal penting lain yang disampaikan terapis. Mereka mengakui bahwa selama ini mereka kurang perhatian pada anak karena sama-sama sibuk bekerja. Begitu kedua orangtuanya berubah maka anaknya juga berubah.

Masalah dalam keluarga, terutama pada anak, biasanya timbul karena orangtua mengadopsi pola pikir, pola asuh, nilai-nilai hidup, yang sudah tidak sejalan dan kondusif dengan perkembangan zaman. Orangtua menggunakan apa yang dilakukan orangtua mereka sebagai bahan untuk mendidik anak-anak mereka.

Family Therapy tidak berarti hanya dilakukan di ruang terapi. Family Therapy juga mengandung makna bahwa kedua orangtua perlu duduk bersama menata ulang kehidupan keluarga. Hal ini dilakukan dengan menentukan kembali, secara sadar dan sukarela, tujuan berumah tangga, goal keluarga, goal untuk orangtua, goal untuk anak-anak, meneguhkan kembali komitmen pernikahan, menetapkan strategi yang jelas, terukur, dan rinci untuk mencapai goal yang telah ditetapkan, dan yang sangat penting juga adalah kesediaan dan semangat kedua orangtua untuk belajar dan mengembangkan diri. Dalam hal ini kedua orangtua perlu meningkatkan ritual dan spiritual mereka, berdamai dengan diri sendiri, menjaga kualitas berpikir, mencapai hati yang tenang dan damai, serta membaca buku-buku pengembangan diri, parenting, menghadiri seminar atau workshop yang tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan dan kualitas diri mereka.

Jadi, bagaimana Family Therapy dilakukan?

Sesi awal kedua orangtua akan menjalani diskusi dan konseling dengan terapis. Di sini terapis akan melakukan interview untuk mencari tahu apa masalah yang ada dalam keluarga, apakah ini masalah pada ayah, ibu, atau anak. Selanjutnya dilakukan pemetaan masalah. Dari sini akan tampak sebenarnya akar masalahnya apa.

Jika ternyata masalah utama ada pada orangtua maka orangtualah yang perlu diberi saran, masukan, dan arahan apa yang perlu dilakukan untuk memperbaiki kondisi ini. Jika dengan cara “biasa” sulit dilakukan barulah terapis akan melakukan terapi.

Setelah itu orangtua diminta melakukan apa yang telah disepakati bersama dan selama satu minggu melihat perubahan yang terjadi di keluarga. Bila ternyata perubahannya positif, ya diteruskan. Kalau masih belum maksimal maka bisa dilakukan terapi lanjutan.

Bila ternyata masalahnya adalah pada diri anak, mungkin luka batin atau trauma, maka terapi akan dilakukan pada anak dan orangtua memberikan dukungan di rumah. Bila masalah berhubungan dengan sekolah maka terapi dilakukan untuk mengatasi masalah ini dan memberikan solusi yang perlu dijalani.

Misalnya kalau anak sulit belajar maka perlu dicari apa akar masalahnya. Apakah anak takut dengan gurunya, ada trauma, mungkin anak bosan, mungkin pengetahuan dasar anak yang kurang, mungkin sekolahnya terlalu keras, mungkin anak mengalami bullying di sekolah, mungkin karena tangki cinta anak kosong, dan masih banyak kemungkinan lain. Setiap masalah ini tentunya membutuhkan penyelesaian yang berbeda.

Satu hal yang sangat penting untuk disadari oleh Family Therapist yaitu bekal pengetahuan dan keterampilan konseling dan atau hipnoterapi saja tidak cukup. Seorang Family Therapist akan bermain banyak peran. Saat memberikan konseling, ia menjadi konselor. Saat melakukan hipnoterapi maka ia adalah hipnoterapis. Setelah selesai terapi dan memberikan saran, masukan, arahan kepada kliennya, baik itu orangtua atau anak, ia menjadi mentor atau life coach. Dibutuhkan kesadaran, wawasan, pengalaman, netralitas, objektivitas, integritas, dan terutama hati dan kebijaksanaan untuk bisa membantu suatu keluarga untuk bertumbuh dan berkembang optimal.

* Adi W. Gunawan, lebih dikenal sebagai Re-Educator and Mind Navigator, adalah pembicara publik dan trainer yang telah berbicara di berbagai kota besar di dalam dan luar negeri. Ia telah menulis best seller Born to be a Genius, Genius Learning Strategy, Manage Your Mind for Success, Apakah IQ Anak Bisa Ditingkatkan ?, dan Hypnosis – The Art of Subcsoncsious Communication. Adi dapat dihubungi melalui email adi@adiwgunawan.com.
www.adiwgunawan.com


Telah di baca sebanyak: 694

CARA BAHAGIA


Saya dan istri menyaksikan wajah keduanya sumringah. Mereka menyapa semua orang dengan ramah. Hari itu adalah hari yang berbahagia. Lebih dari seribu lima ratus tamu datang untuk memberikan selamat. Ada berbagai rombongan yang datang dari luar kota, khusus untuk acara kali ini. Dari Bandung, Pekalongan, Semarang, Solo, dan entah dari mana lagi. Mereka menyewa bis khusus. Minggu siang di pertengahan bulan Juli itu, tempat parkir Balai Sudirman di wilayah Tebet, Jakarta Selatan, penuh. Petugas parkir nampak sibuk mengatur kendaraan yang datang.
Satu per satu tamu yang hadir menyalami mereka bergantian. Sebagian minta foto bersama. Sebagian lainnya mempersembahkan lagu-lagu nostalgia. Suasana nampak meriah.

Ruangan penuh sesak karena tak semua tamu kebagian meja dan tempat duduk. Namun semua yang hadir menunjukkan ekspresi gembira. Suara tawa penuh canda terdengar dimana-mana. Makanan yang dihidangkan ludes tak berbekas, ketika tetamu mulai berpamitan. Sungguh sebuah pesta yang semarak.
Yang paling unik dari pesta tersebut adalah usia para tamu. Sebagian besar berusia di atas 60 tahun. Umumnya mereka anggota WULAN, perkumpulan nirlaba Warga Usia LANjut. Memang, yang mengadakan pesta adalah salah satu pendirinya, Januar dan Indira Darmawan. Itu sebabnya tetamu yang hadir umumnya berusia lanjut. Mereka adalah kawan-kawan lama yang sudah saling mengenal berpuluh tahun. Hubungan yang baik dalam rentang waktu yang panjang menunjukkan bahwa pasangan ini disukai handai taulannya.

Sudah jelas bahwa ini bukan pesta pernikahan. Tuan dan nyonya rumah hadir lengkap dengan kedua anak, menantu, dan para cucu. Yang perempuam semuanya berbaju warna kuning keemasan, sesuai tema pesta. Mereka mengadakan pesta syukur. Berbagi suka cita menyambut 50 tahun hidup bersama sebagai suami-istri. Meski mampu menikmati kemapanan sebagai kelas atas, pasangan ini justru memilih gaya hidup sangat sederhana. Walau keduanya juga menyandang gelar akademis tingkat doktoral dalam disiplin ilmu yang berbeda, mereka sungguh menampilkan kerendahan hati yang tulus. Tak ada hal yang nampak berlebihan. Semua terasa wajar, namun berkualitas. Dan yang juga mengundang decak kagum adalah kesehatan mereka yang relatif masih prima di usia menjelang 80 tahun.
Mungkin karena pasangan yang merayakan ulang tahun emas perkawinan ini adalah orang terdidik, maka sovenir yang diberikan kepada para tamu adalah dua buku. Buku yang satu, diterbitkan Gramedia Pustaka Utama dengan tajuk Profit and Beyond, berkisah tentang kiprah mereka dalam dunia bisnis, melakukan upaya developing ethical business leaders. Buku yang kedua, yang diterbitkan khusus untuk acara ini dengan judul 50 Tahun Bersama, berisi pandangan-pandangan pribadi keduanya tentang perkawinan, keluarga, bisnis, persahabatan, dan lain-lain. Keduanya hampir sama tebal, mendekati 300 halaman.

Di bagian pengantar buku 50 Tahun Bersama ada tertulis: “Bagi kami berdua, pernikahan merupakan wujud kerelaan hati dua pribadi yang berbeda untuk bersatu dan saling mengerti, bukan saling memaksa dan malah berusaha mengubah diri. Bagi kami berdua, pernikahan merupakan kehidupan baru untuk dua pribadi yang harus dijalani dengan hati yang selalu bergembira. Dalam kesusahan dan kesedihan yang kerap terasa pun, perasaan bahagia bisa diundang selalu ada, jika terus disyukuri bersama. Bagi kami berdua, pernikahan merupakan kolaborasi dua pikiran dan dua tenaga yang secara kompak harus dapat memberi dampak yang baik, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi lingkungan sosial, masyarakat luas, dan bahkan negeri ini. Bagi kami berdua, pernikahan merupakan kesepakatan dua orang teman hidup yang akan saling menemani memasuki usia lanjut dengan tetap mampu untuk mandiri, terhormat, dan bermakna”. Wow!
Tentang cara memperoleh kebahagiaan, mereka mengatakan, “Kesenangan hidup yang sebenarnya hanya dapat diperoleh ketika Anda bisa membahagiakan orang lain. Makin banyak yang dibahagiakan, makin banyak kesenangan dan kebahagiaan yang justru kembali kepada kita. Maka satu-satunya cara untuk memperoleh kesenangan dan kebahagiaan yang abadi adalah ketika Anda mampu membuat orang lain puas dengan dirinya sendiri. Itulah yang disebut sebagai contentment di dalam hidup kita”.

Menyaksikan dari dekat kehidupan Januar dan Indira Darmawan, yang merupakan kakak kandung dan ipar dari politikus dan ekonom senior Kwik Kian Gie, saya teringat sebuah buku karya John Powel yang bertajuk Happiness Is An Inside Job.
Dalam buku tersebut Powel menuturkan bahwa kata “bahagia” dan “kebahagiaan” diambil dari kata latin beatus dan beatitude yang berarti tantangan dan perolehan, yakni menjanjikan memberikan (secara tak langsung) kebahagiaan sejati kepada orang yang menyambut tantangan dan selangkah demi selangkah memperoleh sesuatu, mencapai sesuatu, atau menyelesaikan sesuatu.
Powel juga memaparkan Sepuluh Laku Hidup Bahagia sebagai berikut:
• Menerima diri apa adanya
• Menerima sepenuhnya tanggung jawab atas hidup kita
• Berusaha memenuhi segala kebutuhan kita untuk bersantai, berolah raga, dan makan
• Hidup kita harus kita jadikan wujud cinta kasih
• Kita harus menghirup udara baru dengan keluar dari kungkungan kemapanan yang nyaman
• Kita harus belajar menjadi “penemu jalan baik”
• Kita harus mengupayakan pertumbuhan, bukan kesempurnaan
• Kita harus belajar berkomunikasi secara efektif
• Kita harus belajar bersuka cita atas hal-hal baik dalam hidup
• Kita harus berdoa sebagai bagian dari hidup kita sehari-hari.
Yang paling menarik dari Powel adalah pernyataannya bahwa kodrat hidup manusia adalah hidup bahagia. Dengan kata lain, segala upaya untuk hidup bahagia adalah upaya memenuhi “panggilan kodrati” sebagai manusia ciptaan Tuhan.

Saya sungguh bersyukur diundang dalam pesta emas 50 tahun perkawinan Januar dan Indira Darmawan. Pesta itu sungguh menginspirasi. Ketika sebagian orang masih membicarakan kebahagiaan dalam konsep dan menjadi makelar-makelar kebahagiaan, saya menemukan contohnya yang nyata. Mereka mengajarkan bahwa kebahagiaan justru hanya bisa diperoleh dengan cara memberikannya kepada orang lain. Kebahagiaan bukanlah sesuatu yang bisa diburu, dikejar, dan diraih seperti kita berburu harta dan karier. Ia bukan sesuatu yang bisa diperebutkan dengan persaingan sikut menyikut. Ia bisa diperoleh dengan cara diberi. Cara mendapatkan kebahagiaan adalah dengan memberikannya kepada orang lain. Sungguh luar biasa. Berilah, maka kamu akan mendapat.
Salam proaktif.

* ANDRIAS HAREFA, WTS adalah writer: 38 Best-selling Books; Trainer-Speaker: Berpengalaman 20 Tahun, Pendiri www.pembelajar.com; Twitter @aharefa atau @andriasharefa


Telah di baca sebanyak: 928

Mengapa Orang Kaya Semakin Kaya dan Orang Miskin Semakin Miskin?


“The real source of wealth and capital in this new era is not material things. It is the human mind, the human spirit, the human imagination, and our faith in the future. – Sumber kekayaan dan modal di era ini sesungguhnya bukanlah bersifat materi. Kekayaan dan modal terbesar itu sesungguhnya adalah pikiran, semangat, imajinasi, dan keyakinan manusia itu sendiri untuk masa depannya.”
Steve Forbes

Definisi kaya dan miskin itu sangat kontras satu sama lain. Menjadi kaya itu adalah memiliki segala yang kita butuhkan, sedangkan menjadi miskin itu kekurangan segala yang kita butuhkan. Sesuatu yang sangat menentukan seseorang menjadi kaya atau miskin itu ternyata mindset atau pola berpikir.

Seandainya uang di seluruh dunia ini dikumpulkan, lalu dibagikan secara merata kepada semua orang di dunia ini. Mungkin dalam waktu 2 sampai 5 tahun kemudian, uang akan datang kembali kepada orang-orang yang memiliki pola pikir kaya, karena pola pikir orang kaya telah terasah bagaimana mengais uang dan cukup cerdas mengelolanya dengan baik. Sedangkan orang-orang dengan pola pikir miskin tentu akan menjadi miskin lagi.

“Peluang tersebar luas dan setiap orang memiliki kesempatan menjadi kaya apapun latar belakang atau asal usulnya.”
Wallace D Wattles dalam bukunya The Science of Getting Rich

Orang kaya memiliki pola pikir yang luar biasa, bertolak belakang dengan pola pikir orang miskin. Pola pikir orang kaya bukan diperoleh dari para leluhur mereka, dari pendidikan, ataupun keberuntungan semata. Pola pikir orang kaya dapat dipelajari dan diadopsi siapapun, karenanya peluang menjadi kaya juga dapat diperoleh siapapun juga.

Berikut ini adalah 10 perbedaan pola pikir orang kaya dan orang miskin diantara ratusan perbedaan pola pikir orang kaya dan orang miskin. Anda dapat mengadopsi 10 pola pikir orang kaya berikut ini, karena telah terbukti mampu menjadikan kualitas keuangan mereka (orang kaya) meningkat pesat.

1. Orang kaya percaya bahwa kehidupan mereka sangat bergantung pada seberapa besar dan serius usaha mereka. Bagi mereka kesuksesan itu harus diperjuangkan sekuat tenaga. Mereka merasa bertanggung jawab untuk melakukan sesuatu agar mampu meraih kesuksesan, sambil terus belajar dan berusaha memperbaiki diri.

Pola kerja orang kaya lebih agresif mengambil langkah-langkah progresif. Meniru pola pikir dan pola kerja orang kaya yang agresif itu mungkin sulit pada langkah-langkah permulaan saja. Usahakan untuk selalu melangkah, walaupun langkah kecil tetapi jika Anda kerjakan secara konsisten itu akan memudahkan pekerjaan dan lebih memastikan keberhasilan Anda mencapai tujuan.

Sebaliknya, orang miskin hanya menerima apa yang terjadi dalam kehidupan mereka, tanpa ada usaha maksimal untuk memperbaiki keadaan mereka. Kalaupun terpaksa bekerja keras itu hanyalah untuk memenuhi tagihan atau kebutuhan sehari-hari. Kesulitan hidup hanya mereka jadikan alasan untuk selalu menyalahkan orang lain, dan itu sebenarnya melenyapkan kekuatan mereka sendiri untuk menjadikan masa depan lebih baik.

2. Orang kaya bersedia menanggung resiko, termasuk resiko menghadapi kegagalan. Mereka tidak mudah terlena jika meraih kesuksesan, dan mereka juga selalu dapat melihat sisi positif dari setiap kegagalan. Mereka mempunyai motivasi, optimisme dan keberanian yang luar biasa dalam menciptakan dan membesarkan usaha.

Sebuah pepatah bijak menyebutkan, “Rich people play the money game to win but poor people play the money game just not to lose money. – Orang kaya memainkan uangnya supaya menang, tetapi orang miskin memainkan uangnya supaya tidak kehilangan (uang).”

Orang kaya tidak pernah takut gagal. Mereka aktif berpikir dan berusaha mengembangkan usaha dan berinvestasi di pasar saham, reksadana, properti, emas, atau valuta asing. Mereka sangat pandai beradaptasi dan peka terhadap kebutuhan orang lain, dan itu menjadikan mereka mampu menciptakan peluang dan mengambil keuntungan meskipun dalam situasi ekonomi sedang sulit.

Sedangkan orang miskin hanya menjadi pengamat atas perkembangan yang sedang terjadi, dan bukan menjadi bagian dari perubahan tersebut. Hal itu dikarenakan mereka tidak berani menanggung resiko dan cenderung mencari aman. Alhasil, mereka selalu kehilangan peluang potensial. Sikap mereka yang pasif terhadap perubahan yang sangat cepat, misalnya inflasi, kemajuan aplikasi tehnologi, dan lain sebagainya, sesungguhnya telah menempatkan mereka pada posisi tidak aman karena justru menjadikan mereka korban perubahan terutama inflasi.

3. Orang kaya fokus pada kesempatan dan potensi mereka agar terus berkembang, meraih dan memperbaiki tujuan. Walaupun untuk itu mereka harus berusaha lebih keras dari kebanyakan orang, menanggung resiko yang lebih besar, serta melakukan hal yang tidak populer dan tidak disukai sebagian besar orang. Mereka seakan tidak pernah berhenti berpikir dan berusaha untuk terus bergerak maju.

Fokus pada visi dan selalu mengarahkan pandangan ke depan akan membantu Anda menemukan kesempatan dan mengembangkan potensi. Visi yang kuat akan mendorong Anda untuk peka dan aktif menciptakan peluang. Selanjutnya Anda akan menjadi lebih berani dan agresif menciptakan pundi-pundi penghasilan baru.

Sebaliknya, orang miskin selalu berpikir tentang apa yang tidak mereka miliki, apa yang harus dilakukan orang lain, dan fokus pada masalah. Mereka tidak berusaha untuk mencari atau menciptakan peluang baru, melainkan mencari aman dengan menekuni profesi yang jauh dari resiko. Tidak mengherankan jika peluang mereka untuk berkembang dan mencapai kemandirian keuangan sangat minim.

4. Orang kaya berani bermimpi besar (dare to think big). Mereka tidak akan pernah terlalu lama tenggelam dengan kejayaan yang berhasil mereka capai. Mereka juga tidak akan berlama-lama bersedih. Mereka selalu ingin lebih baik, dan itulah yang mendorong mereka untuk terus menciptakan peluang dan inovasi baru.

Pandanglah masa depan sebagai kesempatan untuk bergerak maju, lalu segera menyusun langkah-langkah nyata dan mengerjakannya. Pasti ada banyak hal yang dapat Anda kerjakan, karena itu fokuslah pada potensi Anda dan segala sesuatu yang dapat Anda kerjakan. Kehidupan ini memang tidak menyediakan apa yang Anda impikan, tetapi kehidupan ini menyediakan segala yang Anda butuhkan untuk meraih semua yang Anda impikan.

Sedangkan orang miskin cenderung malas. Mereka merasa nyaman walaupun sedang mengalami keadaan ‘sulit’. Sehar-hari mereka hanya berharap keberuntungan datang tiba-tiba tanpa diusahakan terlebih dahulu. Parahnya lagi, mereka memandang negatif semangat dan ketekunan orang-orang kaya sebagai suatu bentuk ‘keserakahan’ dan ‘tidak pernah terpuaskan’.

5. Orang kaya selalu berpikir dan bertindak positif, dalam situasi ekonomi yang baik maupun situasi ekonomi sedang krisis. Salah satu yang mereka pikirkan biasanya adalah, “Jika orang lain dapat melakukannya berarti saya juga pasti bisa.” Dengan keyakinan yang begitu besar dan positif itulah mereka mampu terus berusaha walaupun mengalami bermacam tantangan, sampai berhasil menciptakan peluang dan mendulang pundi-pundi uang darinya (usaha mereka).

“Saya selalu yakin, bahwa saya akan kaya dan tak pernah meragukannya walau hanya semenit. – I always knew I was going to be rich. I do not think I ever doubted it for a minute.”
Warren Buffet, investor saham berkebangsaan Amerika Serikat dan salah satu orang terkaya di dunia.

Mereka (orang kaya) memiliki keyakinan yang tinggi bahwa mereka pasti berhasil menciptakan sumber penghasilan yang besar suatu hari nanti. Keyakinan itulah yang memungkinkan mereka selalu melihat peluang dimana-mana dan memotivasi mereka untuk aktif melakukan tindakan yang semakin menjadikan hidup mereka lebih makmur. Itulah mengapa dikatakan bahwa orang kaya bagaikan magnet uang dikarenakan sistem keyakinan mereka itu.

Sedangkan sistim keyakinan orang miskin sama sekali bertolak belakang, yaitu selalu berpikir negatif dan pesimis. Sistem kepercayaan orang miskin (yang negatif) itu juga terus tumbuh, sehingga mereka semakin enggan berusaha. Hasilnya mereka menjadi semakin miskin.

6. Orang kaya mampu bertindak cepat dalam mengambil keputusan, dan tidak mudah berubah pikiran. Mereka mengetahui tujuan yang hendak mereka capai ketika sedang menciptakan keputusan. Mereka menyadari bahwa sebuah keputusan akan mendorong mereka untuk melakukan sesuatu, dan pada akhirnya memberikan hasil sesuai yang diinginkan suatu hari nanti.

Orang kaya lebih berkomitmen kepada visi, tujuan dan keputusan mereka. Mereka berusaha selalu sabar dan tabah menghadapi segala tantangan dalam berbisnis dan kehidupan pribadi. Mereka sadar bahwa perbedaan orang sukses dan gagal terletak pada ketabahan atau ketangguhan karakter.

Kebalikannya, orang miskin tidak mudah membuat keputusan. Mereka sulit sekali menetapkan keputusan, tetapi sangat cepat berubah pikiran. Sikap demikian dikarenakan mereka selalu pesimis dan was-was keputusannya keliru. Mereka seakan-akan menderita sindrom pesimisme dan kekhawatiran yang akut.

7. Orang kaya adalah orang yang senang belajar dari buku maupun orang-orang yang sudah sukses dan berpengalaman. Mereka berusaha meluangkan waktu untuk berdiskusi atau bertukar pikiran mengenai ide tentang peluang bisnis dan perkembangan terkini. Selain belajar sambil bekerja, mereka tidak segan mengajarkan ilmu dan pengalaman kepada orang lain.

Semangat untuk terus belajar dan kehati-hatian memilih teman-teman yang positif akan sangat membantu Anda melihat peluang bisnis dan meraih kesuksesan. Warren Buffet, sang raja investasi itu menyebutkan lebih baik bergaul dengan orang yang kualitas dan sikapnya lebih baik dari Anda, karena ia secara tidak langsung akan membawa Anda menjadi lebih baik. Kebiasaan dan teman-teman Anda saat ini sesungguhnya memberikan pengaruh terhadap masa depan Anda.

Sedangkan orang miskin enggan belajar dari orang lain, karena menganggap dirinya sudah pandai dan mengetahui segala hal. Orang miskin tidak senang bergaul dengan orang kaya karena iri hati dan juga terlalu rendah diri. Mereka lebih senang berkumpul dengan ‘sejenisnya’ tetapi hanya untuk bergosip. Parahnya, mereka enggan berbagi apapun karena merasa hidupnya sendiri sudah serba sulit.

8. Orang kaya memiliki kemampuan menahan keinginan untuk bersenang-senang, sebelum tujuan mereka tercapai. Orang kaya menunda kenikmatan hidup sampai kondisi mereka benar-benar mampu (secara keuangan). Mereka lebih mementingkan tujuan yang lebih besar dan bersifat jangka panjang, dan bukan kesenangan sesaat.

Orang kaya mempunyai kemampuan manajemen keuangan yang sangat baik. Mereka cenderung bergaya hidup sederhana, tidak boros atau bermewah-mewah. Sesekali mereka memang membutuhkan kesenangan, tetapi itu berbiaya jauh lebih kecil dibandingkan dengan pendapatan mereka. Motivasi menunda kesenangan itu dikarenakan mereka memahami tujuan investasi dan semangat mengembangbiakkan dana.

Orang miskin tidak mampu mengerem kesenangan karena mereka tidak mampu membedakan mana keinginan dan mana kebutuhan. Mereka tidak mempunyai cukup tabungan dan hidup sibuk ‘gali lubang tutup lubang’, karena uang mereka habis untuk mengejar kesenangan. Keadaan seperti itu semakin menyulitkan kehidupan mereka. Alhasil, kehidupan yang serba sulit menjadikan mereka tak pernah terpikir untuk mengejar kehidupan yang lebih berarti.

9. Orang kaya akan berusaha mengembangkan bisnis dengan menyatukan kekuatan banyak orang untuk menciptakan sumber penghasilan yang lebih besar lagi. Mereka lebih percaya pada kekuatan sebuah tim. Mereka menganggap sinergi dari sekumpulan manusia yang berbeda bakat dan kemampuan akan menciptakan kekuatan yang dahsyat.

Bangga terhadap kemampuan dan potensi diri sendiri memang baik. Tetapi kemampuan mendorong orang lain mengembangkan potensi secara maksimal dan memanfaatkan potensi yang ada di sekeliling itu akan jauh lebih baik. Itulah cara meningkatkan pundi-pundi penghasilan diri sendiri, sekaligus menghargai dan mengembangkan keunggulan orang lain.

Sementara orang miskin selalu merasa iri, sehingga kesulitan menghargai keunggulan orang lain apalagi mengembangkan dan memanfaatkannya. Usaha mereka selalu mengandalkan kemampuan diri sendiri saja. Sumber penghasilan mereka hanya berasal dari usaha keras, pengorbanan waktu dan tenaga pribadi. Itulah mengapa penghasilan mereka sangat terbatas, dan cenderung menurun seiring bertambahnya usia dan kondisi kesehatan yang menurun.

“I would rather earn 1% of 100 people’s efforts than 100% of my own efforts. – Lebih baik saya mendapatkan 1% dari usaha bersama 100 orang daripada 100% dari saya sendiri.”
John Paul Getty (7 September 1932 – 17 April 2003), salah satu dari orang terkaya di Amerika Serikat.

10. Orang kaya fokus pada peningkatan kualitas hidup. Mereka akan pensiun dalam keadaan sejahtera. Mereka juga menikmati lebih banyak waktu dan lebih sehat dari kebanyakan orang seusianya.

Usaha meningkatkan kualitas hidup secara tidak langsung mendorong Anda untuk memperbaiki kualitas personal dan profesional. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan adalah mengadopsi dan menerapkan pola hidup sehat, meningkatkan energi dan vitalitas, memperbaiki kehidupan spiritual, ilmu pengetahuan dan lain sebagainya. Semua itu lebih menjamin keberhasilan Anda meningkatkan kesejahteraan.

Sedangkan orang miskin fokus untuk bekerja saja, dan keterbatasan ekonomi membuat mereka tidak pernah menemukan masa pensiun. Tetapi seiring usia bertambah, standar kehidupan mereka menurun hingga 40-75%. Walaupun sudah tua dan tidak berdaya mereka masih harus berjuang keras untuk bertahan hidup, atau bergantung pada bantuan orang-orang sekitarnya.

Sepuluh perbedaan antara orang kaya dan orang miskin tersebut menunjukkan bahwa dunia nyata kita hanyalah satu cerminan dari dunia batin. Berhati-hatilah dengan pola pikir, karena akan menjadi tindakan. Sedangkan tindakan akan menentukan nasib Anda.

“Bila Anda ingin mengubah buahnya, maka Anda harus mengubah akarnya. Kalau Anda ingin mengubah yang kelihatan, maka pertama yang harus Anda ubah adalah yang tidak kelihatan (pikiran).”
T. Harv Eker, penulis Secret of The Millionaire Mind

Bila Anda ingin kaya kuncinya adalah kemampuan mengendalikan pikiran menjadi lebih positif. Walaupun mengendalikan pikiran itu adalah tantangan besar, berusahalah sekuat tenaga untuk tidak memberi ruang sedikitpun kepada pikiran negatif. Ketika Anda selalu berpikir dan bersikap positif, berarti Anda sudah mengembangkan kekuatan alamiah yang dahsyat dari dalam diri Anda untuk mendulang pundi-pundi uang yang lebih besar. Be positive, pasti kaya!

* Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best seller.
www.andrewho-uol.com


Telah di baca sebanyak: 2239

Next Page »

Top