Training Motivasi – Pelatihan Menulis – Training for Trainer – Publik Speaking – Andrias HarefaNews FeedTraining Motivasi – Pelatihan Menulis – Training for Trainer – Publik Speaking – Andrias HarefaComments Subscribe to Training Motivasi – Pelatihan Menulis – Training for Trainer – Publik Speaking – Andrias HarefaSitemap

PAY IT FORWARD

02 Desember 2006 – 07:32   (Diposting oleh: Editor)

“To give pleasure to a single heart by a single act is better than a thousand heads bowing in prayer. – Memberi kebahagiaan kepada sebuah hati dengan suatu tindakan nyata yang sederhana adalah lebih baik dibandingkan ribuan kepala yang bersujud dalam do’a.”
~ Mahatma Gandhi

Pay It Forward adalah sebuah judul film drama Hollywood yang diproduksi pada tahun 2000. Film yang disutradarai oleh Mimi Leder itu mengisahkan tentang sebuah ide sederhana dari seorang anak kecil berusia 11 tahun, Trevor Mckinney, yang dibintangi oleh Haley Joel Osment. Trevor Mckinney hidup bersama ibunya, Arlene, yang diperankan oleh aktris Helen Hunt. Dikisahkan bahwa ibu Mckinney adalah seorang pemabuk, sedangkan ayahnya jarang berada di rumah.

Kisah film tersebut berawal pada saat seorang guru ilmu sosial di sekolah Mckinney memberikan sebuah tugas. Sang guru, Mr. Simonet, yang diperankan oleh Kevin Spcey, meminta para murid memikirkan sebuah ide yang dapat mengubah dunia. Para murid juga diminta untuk mewujudkannya langsung ke dalam tindakan nyata.

Pada saat itulah Mckinney Trevor mencetuskan ide Pay It Forward atau bayar dimuka. Inti dari ide Mckinney tersebut adalah ia hanya perlu menolong tiga orang. Tahap pertama Mckinney membantu temannya, seorang guru ilmu sosial di sekolahnya, dan seorang pemakai narkoba.

Sedangkan orang yang ditolong tidak perlu memberikan imbalan apa pun, kecuali menolong tiga orang lainnya. Ide Mckinney sangat sederhana, tetapi mekanismenya menciptakan mata rantai yang luas dan berkesinambungan. Dalam film tersebut dikisahkan bahwa ide sederhana Mckinney berpengaruh cepat dan meluas ke beberapa kota di sekitar tempat tinggalnya.

Mekanisme dalam ide Mckinney tersebut sebenarnya mirip dengan mekanisme dalam bisnis network marketing. Hanya saja selama ini banyak sekali penyelewengan dengan skema cepat kaya yang mengatasnamakan network marketing. Sehingga bisnis network marketing mendapatkan citra buruk di mata masyarakat. Seandainya bisnis network marketing dijalankan dengan benar atau sesuai prinsip dasar bisnis network marketing, bisnis tersebut dapat menjadi sarana yang efektif untuk mengangkat kondisi kehidupan masyarakat misalnya dalam segi ekonomi, harkat dan martabat, maupun kualitas hubungan sosial.

Terlepas dari semua itu, ide Mckinney sebenarnya dapat kita terapkan untuk menekan jumlah masyarakat miskin. Memberikan bantuan sederhana yang sesuai dengan kondisi diri kita sebenarnya mudah kita terapkan. Misalnya memulai dari diri kita sendiri, yaitu dengan bantuan kepada tiga orang dalam bentuk materi, tenaga, pikiran atau mungkin hanya berupa dukungan dan motivasi.

Seandainya kita sudah hampir frustasi, bukankah kita menjadi kembali bersemangat bila ada orang yang membantu meringankan beban kita? Setelah itu kita pasti tergerak untuk membalas kebaikan orang itu, karena manusia memiliki kecenderungan alami untuk membalasnya. Seperti kata Imanuel Kant, “Hati manusia menolak untuk mempercayai suatu dunia yang tanpa makna.” Ada kekuatan tersendiri dalam setiap bantuan yang kita berikan. Selain membuat kepedihan dan keputusasaan sirna, dampaknya akan berkelanjutan dan meluas karena ada kecenderungan alami manusia untuk membalas bantuan tersebut.

Bukan berarti bantuan yang kita berikan merupakan solusi dari semua masalah. Bukan pula bermakna bila kita menerapkan mekanisme ide dalam Pay It Forward maka semua persoalan bisa terselesaikan. Tetapi cara tersebut mungkin awal yang sangat baik untuk memupuk sisi positif dalam diri kita, dan sekaligus memulai sebuah kehidupan lebih baik yang penuh dengan kepedulian dan cinta kasih.

Telah di baca sebanyak: 420

BELAJAR MENANGGUNG RISIKO KEHIDUPAN DARI ANAK KECIL

16 November 2006 – 10:52   (Diposting oleh: Editor)

“Remember that great love and great achievements involve great risk. – Ingat! Cinta yang besar dan prestasi tinggi melibatkan resiko yang besar pula.”
~ Anonim

Risiko memiliki komponen ketidakpastian. Seumpama seseorang meloncat dari gedung berlantai 21 dan mengenakan parasut di punggungnya, ia tidak punya kepastian apakah nantinya parasut itu terbentang dengan baik ataukah tidak. Jika parasut itu gagal di kembangkan, dia berisiko terluka atau meninggal. Tetapi jika ia terjun tanpa parasut, jelaslah ia pasti meninggal dan berarti ia sama sekali tidak menghadapi risiko. Karena risiko itu ditandai dengan berbagai kemungkinan atau ketidakpastian.

Risiko juga bersifat perorangan. Kalaupun misalnya terjadi luberan lumpur panas seperti yang terjadi di Porong – Jawa Timur itu pasti tak hanya dihadapi perusahaan pengebor gas bumi. Tetapi risiko luberan lumpur panas tersebut juga menimpa semua komponen, diantarnya para pemegang saham, kreditur, dewan direksi, pegawai, terlebih penduduk sekitar yang harus mengungsi meninggalkan rumah dan harta benda karena terendam lumpur panas, dan lain sebagainya.

Kita menghadapi risiko setiap hari entah pada saat kita menyeberang jalan, makan, sekolah atau mengejar angkutan kota untuk berangkat kerja atau bahkan pada saat tidur. Beberapa sikap hati-hati sekalipun juga mengandung risiko. Contoh kita mencuci buah-buahan dan sayuran dengan larutan khusus supaya terhindar dari dampak penggunaan pestisida yang melekat pada buah-buahan dan sayuran. Tetapi ternyata langkah tersebut juga memiliki konsekuensi negatif yaitu berkurangnya vitamin dan mineral yang terkandung di dalamnya.

Dengan kata lain, risiko menguasai berbagai area dalam kehidupan pribadi maupun dalam kehidupan profesional dimanapun kita berada. Kendati demikian, jangan sampai kita berkeinginan untuk tidak menghadapi risiko, karena hal itu sangatlah tidak produktif. Segala risiko tak harus mengganggu kelangsungan aktifitas kita sehari-hari ataupun upaya kita untuk menjadi lebih baik.

Baiknya kita tidak belajar bagaimana menghadapi risiko dari anak kecil yang mencoba memulai langkah-langkah pertamanya. Umumnya mereka teguh berusaha melangkah, walaupun risikonya ia harus berkali-kali terjatuh. Lambat laun setelah terus mencoba, maka ia akan dapat berjalan bahkan berlari. Contoh lain anak kecil itu ingin mengambil sesuatu di atas meja yang lebih tinggi dari tubuhnya sendiri. Untuk mendapatkan posisi yang strategis dan dapat menjangkau benda tersebut mungkin ia berusaha menyusun beberapa kursi. Bisa jadi ia berhasil mendapatkan posisi yang ideal, tetapi tak jarang ia harus menghadapi risiko kursi terguling dan ia terjatuh ke lantai.

Yang sering terjadi, anak itu mungkin menangis sebagai bentuk ungkapan rasa sakit. Tetapi itu hanya sebentar. Ia akan berusaha sekali lagi, dan tak pernah putus asa mencoba terus. Ketika ia sudah berhasil menjangkau benda yang ia maksud, ia pasti sudah melupakan rasa sakit atau kepalanya yang benjol akibat berulangkali terjatuh.

Sikap anak kecil sebenarnya pelajaran bagi kita untuk terus berupaya meskipun nantinya kita mungkin menghadapi risiko. Mereka yang gagal karena memilih berhenti ketika menghadapi risiko, misalnya gagal, ditipu orang, krisis karena situasi bisnis kacau dan lain sebagainya. Tetapi tak sedikit diantara mereka yang sangat berhasil karena menjadikan kegagalan sebagai pelajaran berharga dan terus berupaya.

Pebisnis sukses seperti Donald Trump berani berinvestasi pada bisnis-bisnis potensial tetapi berisiko tinggi. Ia pernah menanggung risiko kebangkrutan dan hutang sebesar 2 milyar USD pada tahun 1990-an. Sampai-sampai ia tak dapat membayar hutang tersebut. Tetapi pria lulusan University of Pennsylvania’s Wharton School itu tetap optimis dapat menciptakan sesuatu yang besar dan istimewa.

Ia kembali memanfaatkan kemampuan bernegosiasi dan kepintarannya untuk kembali berinvestasi. Ia memiliki keberanian menembus dunia bisnis yang penuh dengan risiko dan melakukan manuver bisnis yang paling luar biasa dalam sejarah, sampai akhirnya mampu merajai bisnis di bidang perhotelan, kasino, real estate dan lain sebagainya. Keberanian melangkah sekaligus menanggung risiko berbisnis menjadikan Donald Trump sekarang sebagai salah seorang terkaya di dunia.

Seandainya Donald Trump tak memulai langkahnya di dunia bisnis, dijamin pasti dia tak akan mengalami risiko gagal. Dengan kata lain, orang-orang sukses di dunia ini memulai segala segala keberhasilan dengan berenang dalam lautan risiko. Jika kita memilih sukses, maka langkah yang paling tepat untuk menyongsong sukses itu adalah segera memulai dan terus mencoba.

Dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwasanya kegagalan adalah bagian dari paket kesuksesan. Jika kita menyerah pada saat kita gagal maka kita tak akan pernah menyadari begitu dekat posisi kita dengan kesuksesan itu. Bila kita cukup memahami bagaimana cara menanggung risiko dari seorang anak kecil, maka jangan pernah lagi menghitung berapa kali kita gagal, melainkan menentukan secara pasti kapan kita bisa sukses dengan berusaha, berubah, dan memperbaiki strategi secara simultan atau terus menerus.

Telah di baca sebanyak: 369

SENSITIF TERHADAP PERUBAHAN DAN MANAJEMEN PERUBAHAN

02 November 2006 – 06:50   (Diposting oleh: Editor)

“Change in all things is sweet. – Berubah dalam segala hal sangatlah manis.”
~ Aristotle (384-322 BC)
– Filsuf Yunani

Sebelum saya mengupas topik ini, terlebih dulu saya ingin menceritakan tentang seekor katak yang terjatuh kedalam sebuah panci besar berisi air yang sedang dipanaskan. Semula air tak terasa panas dan ia sangat menikmati. Tetapi tanpa ia sadari lama kelamaan air itu semakin panas. Lalu katak itupun mati dalam air mendidih. Lain cerita jika katak itu langsung dilempar kedalam air panas. Mungkin ia akan segera melompat keluar.

Kisah tersebut menggambarkan betapa penting bersikap sensitif terhadap perubahan. “Become a student of change. It is the only thing that will remain constant. – Menjadi pelajar perubahan merupakan satu hal yang abadi,” kata Anthony J. D’Angelo, penulis The College Blue Book. Bila kita sudah berhasil mencapai target, bukan berarti kita bisa tidur lagi tetapi kita harus terus belajar supaya lebih peka dan selalu siap berubah.

Contoh dalam realitas dunia bisnis, dulu Motorola merajai pasar handphone di dunia. Tetapi posisi Motorola terus merosot karena tidak peka terhadap perubahan permintaan pasar. Berbeda dengan Nokia dan Ericson yang kini sukses mengusai pasar telepon selular karena selalu menciptakan produk unggulan terbaru dan masing-masing memiliki keunikan tersediri.

Contoh lain adalah IBM yang dulu pernah menguasai pasar komputer di dunia. Tetapi karena produk tersebut kurang mengerti permintaan pasar, maka posisinya berangsur tergeser. Posisi tersebut kini dikuasai inovasi dan kreasi Apple dan Microsoft. Sebenarnya masih banyak contoh lain yang menggambarkan pasang surut di dunia bisnis karena sangat dipengaruhi oleh inovasi dan kreativitas sejalan dengan perubahan dan keinginan pasar itu sendiri.

Dengan kata lain, kepekaan terhadap perubahan memungkinkan kita terus berkembang dan berhasil. Sebagaimana Mark Victor Hansen mengatakan, “You must be on top of change or change will be on top of you. – Anda harus berada diatas perubahan, atau perubahan itu menggilas Anda.” Tetapi ada beberapa hal yang harus kita perhatikan untuk memanajemen perubahan yang senantiasa kita upayakan supaya berdampak positif atau tidak menciptakan tekanan negatif terhadap kehidupan kita.

Tips pertama memanajemen perubahan adalah mengenali diri sendiri, keadaan di sekitar dan tujuan yang ingin kita capai. Cara tersebut memudahkan kita mendapatkan ide cemerlang untuk menciptakan sesuatu yang berbeda. Selanjutnya ide-ide tersebut akan sangat membantu kesiapan kita dalam melangkah dan bahkan mencintai perubahan itu sendiri.

Sebagai gambaran misalnya saya terjebak pusaran arus sungai yang sangat kuat dan pasti menenggelamkan saya. Jika saya bertahan diatas permukaan dengan segala kekuatan yang saya miliki tentu saya tidak akan bertahan lama hidup, maksimal mungkin hanya 1-2 menit. Tetapi kemungkinan saya masih bisa selamat jika saya pergunakan seluruh kekuatan yang saya miliki untuk mengikuti pusaran air sampai suatu ketika arus tersebut membawa saya ke permukaan. Contoh ketika terjadi krisis multi dimensi sejak tahun 1997, waktu itu semua dunia usaha terpuruk khususnya yang bermodal besar. Kita pasti hanya mampu bertahan sebentar jika menantang arus perubahan akibat krisis multi dimensi tersebut. Tetapi bila kita cukup memahami dan mengikuti kemana arus perubahan itu, memahami tujuan yang ingin kita capai yaitu keberhasilan dan segala sesuatu yang sangat dibutuhkan pasar, tentu akan muncul ide cemerlang untuk sebuah peluang prospektif. Artinya dengan memanfaatkan arus perubahan dan kondisi yang terbentuk akibat perubahan itu mungkin kita lebih mampu bertahan dan sampai ke tujuan.

Tip kedua adalah memandang positif setiap kesempatan dan kemungkinan baru. Hal itu bermanfaat bagi kita supaya lebih menghargai waktu yang sedang kita miliki. Langkah tersebut seringkali juga bermanfaat bagi kita lebih memahami pelajaran dan hubungan baru supaya kehidupan kita menjadi lebih stabil, sehat, kaya, dan bahagia.

Tip ketiga dalam memanajemen perubahan adalah memperkuat dasar-dasar personal. Artinya melakukan aktifitas yang dapat kembali memfokuskan diri terhadap target. Misalnya saya pribadi meluangkan waktu untuk belajar, bermeditasi atau beribadah, dan berolah raga, karena aktifitas tersebut memperkuat komitmen saya untuk selalu menjadi lebih baik. Berdasarkan penelitian juga disebutkan bahwa orang-orang yang senang berlatih memiliki mental lebih baik untuk berkreasi dan meraih kesuksesan.

Tip ke 4 adalah meluangkan waktu untuk mengoreksi langkah-langkah yang sudah kita tempuh. Bila kita bertumbuh itu sangat memungkinkan kita berbuat kesalahan, dan dari sanalah kita belajar. Kemudian segeralah kembali mencoba dengan cara yang baru, benar dan sistematis supaya tidak terjadi kesalahan yang sama. “Unless you change how you are, you will always have what you’ve got. – Kecuali jika Anda mengubah cara Anda, maka Anda akan selalu mendapatkan impian Anda,” kata Jim Rohn.

Tip ke 5 adalah membuat jadwal yang terorganisir dengan baik. Kita mungkin cukup disiplin mengerjakan hal-hal penting. Tetapi bila kita mencatat jadwal tersebut, itu akan lebih memastikan kita menjalankan langkah-langkah perubahan dengan benar atau tidak tergoda untuk melakukan tindakan yang sia-sia.

Secara garis besar Heraclitus menyimpulkan bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini kecuali perubahan. “There is nothing permanent except change,” katanya. Mungkin dulu kita sering kali menghubungkan perubahan dengan perasaan ketakutan dan ketidakpastian. Tetapi bila kita memberi kesempatan atau waktu untuk membiasakan diri memanajemen perubahan dengan baik, maka lambat laun kita akan lebih peka bahkan menikmati perubahan tersebut sekaligus berhasil mencapai impian-impian yang kita dambakan. Perubahan itu abadi dan kunci suksesnya adalah tetap berpikir dan bersikap positif supaya kita dapat menemukan sesuatu yang baru yang membuat kita semakin sukses dan menyukai kehidupan ini.

Telah di baca sebanyak: 507

JANGAN MENUNDA, MUNGKIN TAK ADA KESEMPATAN KEDUA

16 Oktober 2006 – 14:35   (Diposting oleh: Editor)

“Live good, honorable life. Then when you get older and think back, you’ll be able to enjoy it a second time. – Hiduplah dengan baik dan penuh arti. Supaya kelak disaat Anda tua dan mengingatnya kembali, Anda akan menikmatinya kembali selama beberapa saat.”
~Dalai Lama

Setiap tahun tak kurang dari dua kali kami jalan-jalan ke luar negeri untuk menemani para distributor. Dalam kurun waktu tujuh tahun belakangan, kami sudah mengunjungi lebih dari 20 negara di benua Asia, Eropa Timur dan Barat, Australia dan Afrika. Kali ini saya akan menceritakan pengalaman bersama 130 orang distributor sewaktu mengunjungi Gold Coast, Sydney, dan Brisbane selama seminggu pada bulan Maret lalu.

Sebenarnya saya sudah tiga kali mengunjungi negeri kanguru itu. Tetapi karena membawa rombongan distributor yang berbeda, sehingga kesan yang saya bawa pulang selalu berbeda. Khususnya saat mengunjungi Dream World. Sesuai promosinya yaitu – Dream World! So Many World in One! – disana banyak permainan yang tak hanya penuh dengan tantangan melainkan petualangan yang sangat menegangkan tetapi sangat mengesankan.

Permainan paling fantastis adalah The Big 5 Thrill Rides, yang terdiri dari The Tower of Terror, Giant Drop, Cyclone, Wipeout dan The Claw. The Tower of Terror adalah sarana permainan terjun bebas dari ketinggian 38 lantai atau sekitar 100 meter selama 6,5 detik. Giant Drop juga sarana permainan terjun bebas tertinggi, versi Guiness Book of World Records, dengan ketinggian 39 lantai atau 120 meter. Untuk naik ke atas Giant Drop dilakukan dalam waktu 90 detik. Sedangkan waktu untuk terjun hanya 5 detik.

Sementara Cyclone permainan gravitasi tertinggi di Sounthern Hemisphere. Diceritakan bahwa permainan tersebut dapat memberikan 13 jenis pengalaman berbeda, dari mulai 1.000 macam kecepatan tinggi, jantung berdegub kencang, rambut berdiri, lompatan 360 derajat dan jeritan keras. Wipeout adalah permainan, yaitu peserta dibelit kemudian diputar 360 derajat. Sedangkan dalam permainan The Claw, peserta terayun dengan kecepatan 75 kilometer per jam dan dengan perputaran 360 derajat.

Semoga penjelasan saya dapat memancing kesan terhadap permainan yang menegangkan tetapi sangat mengesankan itu. Sayang sekali, kekuatan fisik saya sudah tidak memungkinkan untuk ikut merasakan secara langsung permainan-permainan yang menekankan pada ketinggian dan kecepatan. Sungguh menyesal, saya hanya menjadi penonton.

Meskipun hanya menjadi penonton, saya memetik sesuatu yang berharga dan ingin saya bagikan kepada pembelajar yang budiman. Seperti kata Dalai Lama, “When you lose, don’t lose the lesson. – Ketika Anda kehilangan, jangan kehilangan pula pelajaran berharga darinya.” Sesuatu itu adalah pesan agar jangan pernah sia-siakan waktu dan kekuatan dalam diri kita untuk hal yang lebih bermanfaat, benar dan patut dibanggakan atau dikenang kelak di waktu tua. Beberapa orang di antara kita mungkin memiliki waktu lebih panjang dibandingkan dengan yang lain. Tetapi tak seorangpun diantara kita mendapatkan lebih dari 24 jam per hari. Maksud saya menjelaskan hal itu adalah selagi masih muda dan memiliki banyak waktu luang, kita harus pandai memanfaatkan waktu lebih bijaksana supaya dapat memberikan lebih banyak manfaat.

Usahakan setiap hari Anda sudah memiliki perencanaan yang baik tentang rutinitas dan prioritas yang bermanfaat untuk kebaikan diri Anda. Sebagaimana pepatah bijak menganjurkan, “Gagal merencanakan sama halnya merencanakan untuk gagal. – Failing to plan is planning to fail.” Sebab manusia secara umum membuang waktu percuma selama 2 jam setiap harinya dikarenakan perencanaan yang kurang baik.

Manajemen waktu dengan baik bukan tergantung pada seberapa lama kita menghabiskan waktu untuk bekerja, melainkan seberapa efisien kita menyelesaikan pekerjaan. Dengan perencanaan yang baik, mungkin Anda dapat melakukan lebih dari satu pekerjaan pada satu waktu dengan hasil maksimal. Pekerjaan yang tidak memerlukan konsentrasi tinggi misalnya ketika Anda dalam perjalanan kerja, mungkin akan lebih bermanfaat jika Anda menggunakannya untuk meningkatkan kualitas diri dengan belajar dari buku atau informasi di radio atau kaset.

Selain itu ciptakan target yang besar, lebih berarti dan menantang. Kemudian jadikanlah prioritas utama untuk mengerjakannya. Jangan pernah menggeser prioritas tersebut dari jadwal dan waktu yang Anda miliki hanya untuk melakukan hal lain yang menyenangkan tetapi kurang berarti. “Things which matter most must never be at the mercy of things which matter least. – Sesuatu yang paling penting tidak akan pernah sama nilainya dengan sesuatu yang tidak terlalu penting,” tegas Goethe.

Waktu dan segala kekuatan yang Anda miliki saat ini sangatlah berharga. Ketika Anda benar-benar memanfaatkan waktu untuk mengerjakan target yang lebih baik dan besar secara konsisten dan berkesinambungan, maka suatu ketika Anda akan melihat deretan prestasi mengagumkan dan hasil menguntungkan yang sudah dapat Anda ciptakan dan belum tentu dapat Anda hasilkan di lain kesempatan. Segeralah manfaatkan waktu dan segala kekuatan yang Anda miliki saat ini dengan benar dan lebih produktif. Jangan pernah menundanya sekali lagi, karena belum tentu ada kesempatan kedua.

Telah di baca sebanyak: 2358

KEGIGIHAN

02 Oktober 2006 – 10:26   (Diposting oleh: Editor)

Satu Hal yang Paling Membedakan antara Kegagalan dan Kesuksesan

“Achievement seems to be connected with action. Successful men and women keep moving. They make mistakes, but they don’t quit. – Prestasi terkait erat dengan tindakan. Orang-orang yang sukses akan terus berupaya. Mereka melakukan kesalahan, tetapi mereka tidak menyerah.”
Conrad Hilton

Orang sukses bukan tidak pernah gagal, melainkan mereka tidak pernah menyerah. Sikap tersebut memerlukan mentalitas yang gigih. Kegigihan adalah salah satu unsur kehidupan yang sangat penting bagi kita. Sebagian besar orang-orang yang sukses memiliki mental seperti itu.

Contoh, Laksamana Peary baru berhasil mencapai Kutub Utara setelah berupaya 8 kali. Sementara Thomas Alfa Edison melakukan eksperimen 1.000 kali sebelum berhasil menemukan bola lampu dan 1.000 paten terbanyak sepanjang masa. John Creasey ditolak 743 kali oleh penerbitnya, sebelum berhasil menerbitkan 560 judul buku, yang telah terjual lebih 60 juta kopi. Begitupun yang terjadi pada Albert Einstein, Abraham Lincoln, dan lain sebagainya. Mereka tidak memiliki kelebihan khusus kecuali kegigihan.

Presiden USA ke 30, Calvin Coolidge mengatakan, “Tidak ada sesuatupun di dunia ini yang dapat menggantikan kegigihan. Bakat? Sudah sangat umum orang yang tidak berhasil karena ia hanya mengandalkan bakat. Kecerdasan? Sangat banyak orang yang cerdas tetapi tidak punya apa-apa. Pendidikan yang tinggi? Di dunia ini sangat banyak orang terlantar yang berpendidikan cukup tinggi. Kegigihan dan tekad kuat saja yang memiliki kekuatan besar.”

Ketika kita memutuskan untuk tetap melanjutkan upaya hingga tercapai tujuan, itulah kegigihan. Meskipun tidak mudah memilikinya, tetapi kehidupan ini sendiri sebenarnya dapat membentuk kegigihan kita. Sehingga tak menutup kemungkinan kitapun memiliki sikap mental yang gigih dan menjadi salah satu dari orang-orang sukses di dunia.

Langkah yang dapat kita tempuh untuk membangkitkan mentalitas kegigihan kita adalah membaca dan mendengar kisah tentang bagaimana orang-orang sukses di dunia mengatasi berbagai rintangan sampai akhirnya mereka berhasil menjadi pemenang. Bila kita mengorek informasi lebih jauh tentang perjuangan mereka, kita akan mendapati bahwa mereka tak jauh berbeda dengan kita. Jika kita memiliki kualitas kegigihan seperti mereka, berarti kitapun mampu melakukan sesuatu yang luar biasa.

Memiliki target yang jelas dan terukur juga dapat membangkitkan kegigihan. Ketika segalanya berjalan sulit atau tantangan semakin besar, baiknya fokuskan pada target yang ingin kita capai. Orang yang sukses pasti memiliki kreatifitas untuk menciptakan alternatif-alternatif mengatasi kesulitan di tengah proses pencapaian tujuan. Target yang jelas merupakan sumber kreatifitas, keberanian dan energi untuk tetap gigih berupaya.

Melakukan visualisasi akan sangat mempengaruhi semangat dan suasana hari-hari kita. Caranya adalah mengosongkan pikiran terlebih dahulu. Kemudian pejamkan mata, dan lihatlah diri kita sejelas-jelasnya. Misalnya melihat diri kita mendapatkan sebuah penghargaan, lalu diminta memberikan kata sambutan di panggung sebagai seorang ilmuwan yang telah menemukan tehnologi terbaru dan efektif memajukan hasil pertanian 100 kali lipat.

Kemudian kita juga akan melihat disana kita berbicara dengan percaya diri dan profesional serta memberikan inspirasi kepada banyak orang yang menghadiri acara tersebut. Bayangkan bagaimana seumpama kita nanti benar-benar mengalaminya. Melakukan visualisasi sesering dan sejelas mungkin seperti itu dapat membangkitkan tekad kita untuk melakukan langkah-langkah yang luar biasa. “Ingatlah selalu bahwa tekad Anda untuk sukses adalah lebih penting daripada apapun,” terang Abraham Lincoln. Auto-suggestion atau afirmasi adalah melakukan ulangan dengan menulis atau mengucapkan sebuah harapan secara berulang-ulang. Misalnya menyatakan,  “Aku akan selalu menyambut hari baru dengan penuh semangat dan senyum yang paling manis. Aku akan menikmati setiap tantangan.” Itu hanya sebuah contoh afirmasi, dan semua orang bisa menuliskan atau mengucapkan harapan yang positif sesuai keinginan masing-masing untuk meningkatkan kegigihan.

Melakukan auto-suggestion atau afirmasi bagi orang lain yang tidak mengerti tujuan yang hendak kita capai mungkin akan menganggap kita gila. Tetapi menurut Albert Cray, “Salah satu penentu sukses yang umum adalah membiasakan diri melakukan hal-hal yang tidak dilakukan oleh orang-orang yang gagal.” Karena auto-suggestion atau afirmasi dengan disertai keyakinan terbukti sangat berpengaruh terhadap pikiran dan kegigihan kita dalam melakukan langkah-langkah yang mendekatkan diri terhadap target yang ingin kita capai.

Lingkungan terdiri dari orang-orang, dan merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap kegigihan seseorang. Hyman Rickover mengatakan, “Great minds discuss ideas, average minds discuss events, small minds discuss people. – Orang-orang yang hebat mendiskusikan ide-ide, orang-orang biasa-biasa saja mendiskusikan situasi, orang-orang hidupnya susah akan cenderung membicarakan tentang kekurangan orang lain.”

Kita harus pandai dan berhati-hati memilih komunitas, karena kekeliruan memilih dapat menyebabkan semangat kita turun drastis. Sebaliknya semangat atau kegigihan kita akan terpacu bila kita dikelilingi dengan orang-orang yang berpikir dan memiliki kebiasaan positif. Mereka terdiri dari orang-orang yang memiliki semangat luar biasa untuk lebih baik dan kemauan belajar yang tinggi.

Seorang yang sukses pasti memiliki program dan target kerja. Ia akan menyukai tantangan yang akan membawanya kepada kemenangan yang ia harapkan. Menghadiahi diri sendiri berdasarkan hasil tentu akan memacu kegigihan kita mewujudkan target yang lebih besar. Misalnya untuk pencapaian target jangka pendek kita nonton film terbaru atau belanja baju baru di pusat perbelanjaan. Sedangkan untuk prestasi jangka menengah kita sengaja mempersiapkan sebuah liburan ke luar kota selama 2-3 malam. Kitapun perlu memanjakan diri, misalnya melakukan wisata ke luar negri dan lain sebagainya setelah berhasil melampaui tantangan yang melelahkan untuk mencapai target jangka panjang.

Secara garis besar, kita harus belajar dari kehidupan yang terus berputar. Memang banyak diantara kita yang jatuh. Tetapi bila kita memilih untuk menang, sebenarnya mahkota kesuksesan itu berada sangat dekat dengan saat kita memulai. Jadi meskipun kecepatan kita rendah dalam menciptakan kemajuan, pastikan untuk tidak pernah menyerah dan tetap gigih melangkah.

Telah di baca sebanyak: 617

MEMBERI HADIAH DI HARI ISTIMEWA

15 September 2006 – 13:51   (Diposting oleh: Editor)

“To be kind to all, to like many and love a few, to be needed and wanted by those we love, is certainly the nearest we can come to happiness.
– Bersikap baik kepada semua orang, menyukai banyak orang dan mencintai sebagian kecil diantara mereka, dibutuhkan dan diinginkan oleh orang-orang yang kita cintai, sungguh merupakan posisi yang paling dekat untuk berada dalam kebahagiaan.” Mary Roberts Rinehart

Hari yang istimewa bagi seseorang misalnya hari ulang tahun, hari perjumpaan, hari bapak, hari ibu, dan lain sebagainya. Pada hari-hari yang dianggap istimewa tersebut merupakan kesempatan yang paling tepat untuk mengungkapkan penghargaan kepada orang-orang yang teristimewa dalam kehidupan kita. Lewat pemberian hadiah, kita juga bisa mengungkapkan cinta kasih.

Sebuah hadiah istimewa tidak harus selalu mahal, melainkan mengandung sesuatu yang khusus. Meskipun hadiah itu sifatnya sederhana, tetapi bila disampaikan dengan cara yang lebih kreatif maka akan terasa lebih spesial atau menjadi sesuatu yang unik dan tak mudah dilupakan si penerima. Begitu terkesannya, sampai-samapi sang penerima tak pernah bosan mengingat kebahagiaan yang berasal dari pemberian hadiah spesial kita.

Saya dan istri sebagai orang tua sangat jarang menghadiahi putra dan putri kami sebuah perayaan ulang tahun yang mewah. Untuk menandai ulang tahun anak-anak, paling sering kami hanya membeli sebuah kue tart dan menikmatinya bersama. Terkadang saya memesan sebuah poster besar dengan desain unik yang terdiri foto-foto lucu kami sekeluarga. Bagi kami itu sungguh mengesankan.

Di hari ulang tahun mertua di Malaysia beberapa waktu yang lalu, kami tak bisa pulang untuk merayakannya bersama. Lalu saya dan istri sengaja menghadiahkan sebuah CD yang merekam kami sekeluarga saat serempak mengucapkan kata selamat ulang tahun untuk beliau. CD tersebut diputar di tengah suasana suka cita saat pesta ulang tahun berlangsung dan dihadiri sanak keluarga terdekat. Coba bayangkan betapa indah momen itu. Hadiah ulang tahun dengan sedikit kreatifitas seperti itu bukankah jauh lebih berharga dibandingkan sebuah cincin mahal?

Manusia tidak pernah berubah sejak ribuan tahun silam, yaitu masih membutuhkan cinta dan kasih sayang. Sophocles menyatakan, “One word frees us from the weight and pain of life; that word is love. – Satu kata yang dapat membebaskan kita dan beban dan penderitaan hidup; kata itu adalah cinta.” Hari istimewa merupakan saat yang tepat untuk mengungkapkan kepada orang-orang yang kita cintai bahwa cinta dan kasih sayang kita akan selalu tersedia meskipun segalanya terus berubah.

Alkisah hari itu merupakan hari ulang tahun seorang pejabat tinggi di Amerika Serikat. Hari itu ia sangat girang karena menerima sebuah hadiah istimewa dari istrinya, yaitu sebuah pohon bunga. Ia segera membawa pohon tersebut, dan pulang ke rumah bersama istrinya.

Sesampai di rumah ia melihat pemandangan yang berbeda dari biasanya. Thomas, seorang anak negro yang biasa bekerja membersihkan dan memelihara kebun mereka, terlihat sedang menggali lubang di tempat itu. Ia bertanya, “Thomas, bukankah hari ini kamu libur?”

“Seharusnya saya memang libur. Tetapi saya ingin memberi hadiah istimewa untuk ulang tahun Bapak hari ini. Karena saya tidak punya uang, saya hanya bisa membuat sebuah lubang untuk menanam pohon itu,” jawab Thomas lugas. Pejabat itu tersenyum. Dalam sebuah kesempatan, pejabat tersebut mengatakan bahwa hadiah dari Thomas dan istrinya adalah hadiah yang paling istimewa dan mengesankan.

Saya begitu terkesan ketika pagi-pagi anak-anak saya sudah mempersiapkan sebuah sarapan spesial. “Ada apa ini? Tak biasanya begitu?” batin saya. Sebuah kejutan yang menyenangkan ketika mereka memberikan sebuah hadiah yang di dalamnya terdapat empat boneka kecil, mewakili ibunya dan mereka tiga bersaudara. Ada sebuah pesan khusus di sana, “Happy Father Day! We love U! – Selamat Hari Bapak. Kami Mencintaimu.” Tanpa mereka katakan, hadiah itu sudah cukup memberitahu betapa mereka sangat mencintai saya.

Memang di jaman yang modern ini, hadiah spesial dapat dikemas secara profesional dan mewah. Bahkan tersedia jasa yang khusus memilihkan, membungkus, dan mengirimkannya. Tetapi yang terpenting dibandingkan semua fasilitas dan kemewahan dalam sebuah hadiah adalah cinta dan kasih sayang kita. “Love is, above all, the gift of oneself. – Cinta, diatas segalanya, hadiah dari Anda,” kata Jean Anouilh. Karena hadiah spesial hanya dapat kita rasakan dari seberapa besar makna cinta yang terkandung di dalamnya.

Telah di baca sebanyak: 455

Mendaki Gunung Lempuyang

28 Agustus 2006 – 11:00   (Diposting oleh: Editor)

“Nothing is too high for a man to reach, but he must climb with care and confidence. ~ Tak satu pun terlalu tinggi untuk dicapai, tetapi ia harus mendaki dengan hati-hati dan percaya diri.”
~ Hans Christian Andersen

Gunung Lempuyang berada di ujung timur pulau Bali. Di gunung tersebut berdiri salah satu pura tertua di pulau Bali, yang dibangun pada jaman pra-Hindu- Budha. Pura tersebut adalah pura terbesar ketiga setelah pura Besakih dan Ulun Danu Batur.

Lempuyang merupakan akronim dari kata lempu yang bermakna lampu atau sinar dan hyang berarti Tuhan. Lempuyang berarti sinar suci Tuhan yang terang benderang. Ada kisah menarik tentang pura di gunung setinggi 1.174 meter itu. Saya mendengar dari masyarakat di sana tentang sebuah pemotretan di luar angkasa, yang menangkap sebuah sinar yang sangat terang di ujung timur pulau Bali. Sinar tersebut dipercaya berasal dari sebuah pura di gunung Lempuyang.

Saya terkesan mendengar tentang kemegahan dan ketinggian pura itu. Terlebih saya sudah cukup lama tidak pernah mendaki tempat yang cukup tinggi. Saya berpikir mendaki 1.750 anak tangga adalah tantangan sekaligus kesempatan untuk kembali berlatih. Maka saya langsung mengiyakan ajakan lima orang teman di Bali untuk meniti ribuan anak tangga pura tersebut.

Usai memberikan seminar di Singaraja dan Denpasar dalam dua hari, keesokan harinya kami segera melakukan persiapan pendakian. Sepanjang mempersiapkan perbekalan, pikiran saya sibuk membayangkan pemandangan alam dilihat dari puncak salah satu pura tertua di Bali. “Pasti sangat mengagumkan dan luar biasa,” gumam saya dalam hati.

Proses awal ditandai dengan keinginan untuk meniti setiap tangga supaya sampai ke puncak pura. Dibutuhkan tenaga dan semangat luar biasa untuk sampai ke sana. Agar tenaga dan semangat tidak kendor, untuk itu diperlukan sebuah komitmen.

Begitupun dalam upaya berprestasi, sedari awal dibutuhkan komitmen untuk berhasil. Mario Andretti, seorang pembalap mobil, mengatakan bahwa komitmen memungkinkan kita mencapai setiap keberhasilan yang kita inginkan: “Desire is the key to motivation, but it’s the determination and commitment to an unrelenting pursuit of your goal – a commitment to excellence – that will enable you to attain the success you seek.”

Setelah semua perbekalan siap, kami segera berangkat. Kami harus naik ojek untuk sampai di kaki gunung. Setiba di sana, saya takjub pada ketinggian pura. “Apa mungkin saya bisa sampai ke puncak pura?” batin saya. Komitmen untuk menaklukkan gunung tersebut membuat kami tak menunggu lebih lama untuk segera memulai proses pendakian.

Mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan adalah bagian yang tak terpisahkan untuk bisa sampai ke puncak pura Lempuyang. Sepatu olahraga dan minuman adalah dua bagian penting dari keseluruhan persiapan pendakian. Begitupun untuk meraih keberhasilan, dibutuhkan persiapan. Lucius Annaeus Seneca mengatakan: “Luck is what happens when preparation meets opportunity. Keberuntungan akan terjadi ketika persiapan yang sudah matang bertemu dengan kesempatan.”

Setelah itu, menciptakan strategi adalah bagian penting dalam proses pendakian. Kami membagi pendakian menjadi empat bagian. Proses pendakian mungkin sama, di mana secara fisik dan mental kami benar-benar diuji. Tetapi dengan menerapkan strategi tersebut membuat kami bisa memfokuskan energi dan kekuatan pada setiap bagian. Meskipun cukup melelahkan, tanpa terasa akhirnya kami berhasil melintasi bagian-bagian terakhir. Mencapai keberhasilan di bidang lain pun perlu menerapkan strategi. Kita tidak akan merasa proses itu terasa panjang dan melelahkan, karena strategi yang kita terapkan menjadikan proses itu terasa menyenangkan. Selain itu, strategi juga menjadikan pendekatan dan langkah-langkah yang harus kita tempuh lebih efisien dan tepat sasaran.

Dalam perjalanan pendakian, masing-masing di antara kami saling memotivasi. Kebetulan salah seorang teman adalah wanita. Dia sempat pucat, tetapi setelah kami semua memberikan dorongan, akhirnya dia berhasil juga sampai ke puncak.

Saat itu kami juga berpapasan dengan rombongan pelajar yang turun dari puncak. Kami menyapa mereka dan memberikan ucapan selamat karena sudah berhasil mencapai puncak. Mereka pun memotivasi kami, “Teruskan, 15 menit lagi pasti sampai!” Motivasi mereka tentu membuat kami kembali optimis dan bersemangat. Padahal setelah 15 menit kami juga belum sampai ke puncak.

Motivasi dari orang lain ataupun dari dalam diri kita sendiri membuat kita tidak mudah menyerah. Saya juga sempat kelelahan saat mendaki pura Lempuyang. Tetapi saya berusaha memotivasi diri sendiri. “Tahun 2001 saya mampu naik ke puncak tertinggi Jiayu Pass di Tembok Besar Cina. Maka kali ini saya pasti bisa,” batin saya. Pengalaman sukses yang lalu memberi dorongan dan semangat yang luar biasa.

Contoh tersebut sebenarnya membuktikan bahwa kita memiliki kekuatan yang sangat besar untuk melampaui tantangan sebesar apa pun. Dibutuhkan sebuah motivasi untuk menggerakkan semua kekuatan itu, entah motivasi dari orang lain atau dari diri kita sendiri. “Motivation is the fuel, necessary to keep the human engine running. Motivasi adalah bahan bakar, sangat penting untuk menjaga semangat manusia tetap menyala,” ungkap Zig Ziglar.

Cara yang paling efektif untuk berhasil melampaui tantangan adalah dengan menikmati proses itu sendiri. Pada waktu mendaki Pura Lempuyang, kami butuh waktu untuk istirahat, dan benar-benar kami manfaatkan untuk menikmati suasana. Meskipun hanya ada monyet yang melintas, tetapi kami sangat menikmati semua itu. Sehingga perjalanan kami tidak terasa terlalu melelahkan dan membosankan.

Akhirnya kami sampai di puncak pura Lempuyang. Cucuran keringat saat berjuang mencapai puncak terbayar sudah, saat kami melihat pemandangan dari puncak pura yang sungguh luar biasa. Kami merasa seakan berada di atas awan. Hawa dan suasananya begitu sejuk dan tenang. Kami lewatkan beberapa saat di puncak pura Lempuyang untuk merayakan keberhasilan kami. Tetapi kami tentu tidak berlama-lama di sana, karena kami harus segera turun dan memulai aktivitas kami seperti biasa.

Pengalaman itu sangat berharga, dan saya kira terkait erat dengan proses menuju puncak keberhasilan berprestasi. Kalaupun kita berhasil mencapai keberhasilan, tak salah jika kita meluangkan waktu untuk merayakannya. Tetapi sebuah prestasi bukanlah sebuah tujuan, melainkan sebuah proses.

Jadi jangan terlalu lama berada di sana atau merasa sudah cukup puas. Tetapi kita harus kembali menyusun visi, berkomitmen dan bersiap melaksanakan langkah-langkah untuk menyongsong kesuksesan berikutnya, dan yang terpenting adalah menjadi lebih baik dari sebelumnya. “Tidak ada kemuliaan yang dicapai dengan menjadi lebih baik dari orang lain. Kemuliaan sesungguhnya adalah menjadi lebih baik dari diri sebelumnya,” kata pepatah Tiongkok kuno.

Telah di baca sebanyak: 1114

Kehidupan Baru Dimulai Umur 40 Tahun

14 Agustus 2006 – 13:45   (Diposting oleh: Editor)

“A man is not old until regrets take the place of dreams. – Manusia tidak menjadi tua sampai penyesalan menggantikan impiannya.”
Mark Twain,
dalam suratnya kepada Edward L. Dimmitt, tertanggal 19 Juli tahun 1901.

Usia bukanlah faktor penentu kesuksesan atau kebahagiaan seseorang. Pertambahan usia tidak mengurangi semangat ataupun membuat hati saya risau. Sampai suatu ketika saya disapa om (paman) oleh seorang anak kecil. Saya membatin, “Rupanya pertambahan usia sudah terlihat dalam penampilan saya.”

Apalagi sejak memasuki usia 40 tahun, saya merasa energi dan stamina mulai menurun. Padahal sebelumnya saya masih merasa segar meskipun sudah memandu sebuah seminar yang diselenggarakan selama selama 2 hari 1 malam. Penurunan fungsi organ tubuh juga saya rasakan ketika membaca buku tiba-tiba hurufnya kabur. Setelah saya angkat agak jauh barulah kelihatan.

Saya terpaksa berobat ke dokter spesialis mata. Tetapi dokter menyatakan saya harus mengenakan kacamata plus ukuran 1,5. Ketika saya bertanya apakah ada alternatif lain untuk memperbaiki kondisi mata saya, misalnya operasi atau terapi? Dengan santai tetapi tegas dokter itu menjawab tidak bisa. Jawaban itu seketika membuat saya seakan-akan kehilangan sesuatu yang sangat berharga.

Kemudian salah seorang teman saya mengomentari, “Nasi sudah jadi bubur, mata basi sudah jadi kabur. Kehidupan dimulai di usia 40 berarti mulai budek (kesulitan mendengar), mulai pikun, mulai terserang tekanan darah tinggi, mulai cepat lelah, mulai cepat bingung, mulai begini begitu!” Di samping berkurangnya fungsi organ tubuh, tanggung jawab di usia 40 tahun juga semakin besar entah sebagai orang tua, anak, dan pasangan. Apakah ungkapan yang menyatakan bahwa kehidupan dimulai di usia 40 hanyalah slogan belaka untuk menutupi rasa frustasi karena kebutuhan semakin besar sedangkan pendapatan menurun, atau hanya untuk menghibur diri karena diliputi kekhawatiran akibat pertambahan usia dan penurunan fungsi organ tubuh serta penampilan?

Suka atau tidak suka itulah kenyataan yang harus saya terima. Tetapi saya tidak pasrah begitu saja, karena pasti ada hikmah dibalik semua itu. Pepatah mengatakan, “Every adversity, every failure, every heartache carries with it the seed on an equal or greater benefit. Setiap tantangan, kegagalan, dan kesedihan menciptakan awal keberuntungan yang luar biasa.” Saya tak ingin berlama-lama menyesali segala yang hilang seiring bertambahnya usia. Lebih mendisiplinkan diri melakukan pola kehidupan sehat sesegera mungkin adalah ide yang melintas begitu saja di dalam benak saya kala itu. Bertambahnya usia membuat saya berusaha lebih disiplin meluangkan setiap pagi berolah raga, yaitu berjalan diatas treadmill sekurang-kurangnya 45 – 60 menit sambil menonton televisi khususnya berita terhangat di dunia.

Sementara untuk kebugaran tubuh dari dalam, sebagai seorang vegetarian saya selalu minum 5 jenis sari buah & sayur setiap bangun pagi. Saya juga mengkonsumsi makanan kesehatan alami. Hal itu saya lakukan supaya tubuh mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang, meskipun saya membatasi konsumsi makanan untuk menjaga berat badan tidak lebih atau kurang dari 68 kilogram. Kebiasaan berolah raga, minum sari buah dan sayuran, serta melengkapinya dengan makan makanan kesehatan cukup membantu upaya saya menjaga energi dan stamina tubuh tetap bugar meski usia merangkak naik.

Di sela kesibukan, saya upayakan belajar dari buku, internet, atau fenomena kehidupan sehari-hari. Saya lakukan hal itu secara berkesinambungan. Ilmu pengetahuan yang telah saya peroleh dari aktifitas belajar merupakan sumber semangat dan inspirasi untuk menulis buku. Jadi meskipun usia bertambah, ilmu pengetahuan memungkinkan saya lebih produktif dalam bekerja dan menulis buku.

Semakin bertambah usia mendorong saya untuk memperbanyak waktu mendekatkan diri kepada Tuhan YME. Aktifitas spiritual saat sembahyang dan berdo’a menjadi sumber keseimbangan dan kedamaian hati. “Science without religion is lame, religion without science is blind. Ilmu pengetahuan tanpa agama akan timpang, sedangkan agama tanpa ilmu juga akan buta,” kata Einstein. Di usia yang merambat naik diatas 40, aktifitas menjalankan ibadah memperbesar kekuatan di dalam diri saya untuk melaksanakan tanggung jawab dalam pekerjaan dengan benar dan lebih baik, begitupun tanggung jawab sebagai ayah, anak atau sebagai pasangan.

Pertambahan usia membuat saya ingin lebih lama bersama keluarga, sebab selama ini saya lebih banyak menggunakan waktu untuk bekerja. Saya menyisakan lebih banyak waktu bersama anak-anak dan istri. Bermain dan tertawa bersama mereka membuat saya merasa lebih muda 10 tahun.

Meski usia sudah 44 tahun, saya masih dapat menciptakan kemajuan lebih besar, menikmati kebahagiaan dan hidup lebih baik. Semua itu tidak selalu terkait dengan uang, melainkan pola hidup dan makan yang sehat, serta memperbanyak waktu untuk keluarga dan belajar serta mempertebal keimanan. Cara itu telah membuat saya benar-benar menikmati fase hidup diatas usia 40 tahun. Serasa kehidupan yang baru saya mulai.

Telah di baca sebanyak: 739

Tak Sulit Mewujudkan Cinta Kasih Kita ke dalam Tindakan Nyata

01 Agustus 2006 – 06:02   (Diposting oleh: Editor)

“Kami tidak menyia-nyiakan waktu, walaupun satu menit saja, karena kami berharap apa yang kami lakukan bisa bertahan selamanya.
Yang terpenting adalah mengatasi segala hal yang ada saat ini sebaik mungkin dan berhati-hati dengan apa yang sedang berlangsung saat ini.”
Cheng Yen, pendiri Tzu Chi,
yayasan kemanusiaan yang berpusat di Hualien- Taiwan

Bagaimana mewujudkan kasih sayang dan cinta kita ke dalam suatu tindakan yang berarti bagi sesama yang sedang menderita atau sedang dilanda kesusahan? Yang jelas hal itu membutuhkan kekuatan besar. Dikatakan bahwa kekuatan terbesar di dunia ini adalah kekuatan untuk memberikan sesuatu kepada orang lain dengan ikhlas, entah dalam bentuk materi, waktu, motivasi atau tenaga.

Wanita yang dianggap sebagai mahluk tidak berdaya ternyata banyak berkiprah dalam misi kemanusiaan. Beberapa diantara mereka adalah Bunda Teresa atau Master Cheng Yen. Kedua wanita tersebut telah melakukan ribuan aktifitas dalam misi kemanusiaan yang menyentuh hati ribuan manusia di seluruh penjuru dunia. Ada baiknya kita belajar dari kedua wanita tersebut tentang bagaimana membuka hati sesering mungkin dan menghiasinya dengan cahaya cinta serta menemukan jati diri kita.

Teresa menegaskan bahwa yang terpenting untuk menolong orang yang sedang tertimpa kemalangan adalah segera melakukan tindakan nyata. Cheng Yen mengungkapkan hal senada ketika diwawancarai di Hualien – Taiwan. “Masyarakat harus aktif ambil bagian untuk memberikan pertolongan kepada orang-orang yang membutuhkan. Di rumah sakit yang mengharuskan pasien membayar biaya administrasi terlebih dahulu sebelum mendapatkan pertolongan akan menghabiskan banyak waktu yang sangat berharga untuk memberikan pertolongan pertama,” katanya.

Semakin cepat memberikan bantuan, semakin baik. Teresa mencontohkan sebuah kelaparan yang pada saat itu sedang melanda penduduk di India. Diadakanlah konferensi di kota Bombai untuk membahas langkah-langkah penanggulangan kelaparan tersebut hingga 15 tahun ke depan. Teresa dijadwalkan hadir sebagai undangan istimewa. Tetapi wanita tersebut tersesat sehingga terlambat hadir.

Dengan tergopoh-gopoh Teresa datang ke komplek gedung konferensi tersebut. Tetapi sesaat sebelum memasuki gedung, Teresa melihat seseorang yang sedang sekarat karena kelaparan. Tanpa pikir panjang ia segera membawa orang itu ke kliniknya. Namun nyawa orang itu tak dapat tertolong. Kejadian membuatnya terpukul dan menyeru kepada dunia agar tidak menghabiskan waktu terlalu lama untuk berdiskusi, tetapi segera melakukan tindakan pertolongan yang nyata.

Teresa meminta kita segera mewujudkan cinta kasih kita kepada sesama, bahkan sejak detik ini. Tidak harus dalam jumlah besar, tidak juga terlalu sedikit. Langkah yang bisa kita tempuh misalnya secara disiplin menyisihkan uang lima ratus rupiah per hari. Lima ratus perak mungkin tidak ada arti bagi kita. Tetapi jumlahnya akan sangat besar bila digabungkan dengan ribuan orang lainnya, dan dikumpulkan secara rutin. Komitmen untuk mendermakan lima ratus rupiah saja adalah wujud tindakan nyata atas kasih sayang kita kepada sesama. Bantuan sekecil apa pun nantinya akan sangat berarti bagi ribuan orang yang membutuhkan bantuan, misalnya bagi seorang ibu miskin yang harus membesarkan anak-anaknya sendirian.

Misi kemanusiaan Cheng Yen, dalam sebuah organisasi kemanusiaan bernama Tzu Chi semula hanya didukung oleh 30 orang ibu rumah tangga. Mereka menyisihkan uang belanja setiap hari sebesar 50 sen atau sekitar 0,02 USD (200 rupiah jika nilai 1 USD setara dengan 10.000 rupiah). Kedermawanan Cheng Yen serta ketulusan hatinya menggerakkan puluhan ribuan orang donatur untuk sama-sama berpartisipasi dalam misi kemanusiaan tersebut. Bermula dari uang 200 rupiah, Tzu Chi aktif membantu masyarakat yang ditimpa bencana di seluruh dunia. Mereka mengirimkan bantuan kepada para korban bencana alam di seluruh dunia berupa bantuan pangan, pakaian dan obat-obatan. Tzu Chi juga mengirimkan ribuan relawan profesional untuk memberikan penanganan medis serta membantu masyarakat membangun kembali kehidupan mereka.

Dengan dibantu lebih dari 30.000 relawan profesional, Tzu Chi telah berhasil mengentaskan ribuan masyarakat miskin, memberikan pelayanan kesehatan, mendirikan ratusan rumah sakit, sekolah, pusat penelitian dan pengembangan sosial budaya untuk komunitas lokal di lusinan negara, termasuk di Indonesia. Salah satu bintang di Asia versi majalah Business Week, terbitan bulan Juli 2000 itu menunjukkan bahwa misi kemanusiaan besar dan sangat berarti bermula hanya dari tindakan kedermawanan hati yang sederhana, yaitu beramal 200 rupiah per hari.

Selain itu, Cheng Yen menjadi tokoh yang sangat berpengaruh di Taiwan. Beberapa kandidat perdana menteri Taiwan bahkan sengaja mengunjunginya untuk mohon doa restu dan dukungan. Tak dapat dipungkiri bahwa popularitas dan pengaruh besar Cheng Yen dikarenakan kedisiplinan serta upayanya yang tulus dan ikhlas dalam misi kemanusiaan.

Begitupun Bunda Teresa, namanya harum di seluruh dunia karena ketulusan hatinya. Ia tidak pernah mengharapkan imbalan apapun atas bantuan yang sudah ia berikan. “Kalau kita melakukan sesuatu bantuan hanya ingin dapat nama atau penghargaan, perbuatan itu tidak akan bertahan lebih dari satu tahun. Hanya mereka yang berbuat untuk nama Tuhan, baru akan melanjutkan selama-lamanya,” katanya. Satu hal yang mesti kita sadari bahwa bantuan sekecil apapun yang dilakukan dengan tulus ikhlas pastilah memberikan dampak positif terhadap diri kita entah sekarang atau nanti.

Perjuangan kedua wanita tersebut dalam misi kemanusiaan juga memberikan satu teladan kepada kita, bahwa semangat kebersamaan untuk memberi merupakan kekuatan yang luar biasa. Suatu ketika Cheng Yen kehabisan dana untuk membangun sebuah rumah sakit. Seorang donatur kaya datang lalu menawarkan bantuan dana untuk menyelesaikan proyek tersebut hingga dapat dioperasikan. Tetapi Cheng Yen menolak tawaran itu. Ia berpendapat bahwa 30 aktifitas memberi akan jauh lebih penting dibandingkan satu aktifitas saja.

Ia ingin setiap proyek untuk misi kemanusiaan, misalnya membangun rumah sakit, sekolah maupun pusat penelitian dan bantuan kemanusiaan lainnya terhadap korban bencana, menjadi sarana bagi banyak orang untuk ikut berpartisipasi dalam memberi. “Percaya pada diri sendiri, bahwa apa yang ingin saya wujudkan adalah murni. Percaya pada orang lain bahwa setiap manusia pasti ada cinta, yang sedang menunggu untuk dibangkitkan,” tegasnya. Dengan keyakinan itu pula, Cheng Yen berhasil menyelesaikan semua proyek kemanusiaan Tzu Chi, termasuk proyek yang paling sulit sekalipun yaitu membangun rumah sakit di beberapa tempat di seluruh dunia yang dilengkapi dengan sarana modern dan tenaga medis profesional.

Beberapa hal yang terungkap, tentang kiprah Master Cheng Yen maupun Bunda Teresa dalam misi kemanusiaan, tak sulit kita ikuti. Langkah-langkah yang mereka tempuh sangat sederhana, tetapi sarat semangat kebersamaan dan ketulusan hati. Tak ada salahnya bila sejak detik ini kita tergerak untuk mengikuti langkah-langkah sederhana kedua wanita mulia itu, sekaligus membuktikan bahwa kitapun mampu memberi arti bagi orang lain.

Telah di baca sebanyak: 1084

Keuntungan dari Kompetisi Sepakbola Dunia di Jerman

03 Juli 2006 – 07:21   (Diposting oleh: Editor)

“Tidak ada kemuliaan yang dicapai dengan menjadi lebih baik dari orang lain. Kemuliaan sesungguhnya adalah menjadi lebih baik dari diri sebelumnya.”
Pepatah Tingkok Kuno

Sepak bola adalah jenis olah raga yang paling digemari di dunia. Komentar Kofi Annan, UN Secretary General, berikut ini ikut membenarnya kenyataan tersebut. Ia mengatakan, “Football bring nations together in away no others event could. As the only game in the world that is played in every country and by people of every race and religion. Football is one of few institutions that is as exceptional as the United Nations.”

“Sepak bola menciptakan satu sebuah kebersamaan yang tidak dapat diciptakan oleh kejadian lainnya. Sepak bola adalah satu-satunya permainan di dunia yang dimainkan di berbagai negara dan dilakukan oleh orang-orang dengan bermacam ras dan agama. Sepak bola adalah satu diantara sebagian kecil institusi di dunia yang mempersatukan, dan yang sama-sama istimewa seperti persatuan bangsa-bangsa (PBB).”

Lebih lanjut Kofi Annan menyatakan kompetisi sepak bola dunia yang sekarang sedang berlangsung di Jerman hingga 9 Juli mendatang itu diikuti oleh 205 kesebelasan di seluruh dunia. Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan dengan jumlah negara-negara anggota PBB yang hanya terdiri dari 191 negara. Perbandingan tersebut membuktikan bahwa sepak bola jauh lebih menarik bagi penduduk di dunia. “Everybody on the planet will talk about the world cup. – Setiap orang di planet ini (dunia) akan selalu membicarakannya (sepak bola),” imbuhnya.

World Cup atau ajang kompetisi sepak bola dunia empat tahunan itu telah diselenggarakan sejak tahun 1930. Kompetisi sepak bola dunia, yang sempat absen pada tahun 1942 dan 1946 karena meletus Perang Dunia II, memang paling ditunggu oleh sebagian besar masyarakat di dunia. Tak heran jika kalangan pebisnis di dunia memanfaatkan momen spektakuler tersebut untuk mendapatkan keuntungan bisnis. Soccer-nomic adalah sebutan bagi dampak dari ajang kompetisi sepak bola dunia terhadap pertumbuhan ekonomi.

Mengutip pernyataan yang dikeluarkan oleh Ikatan Industri di Inggris (CBI), World Cup 2006 ini sudah semakin menggeliatkan ekonomi Inggris. Pusat Penyelidikan Ekonomi Inggris (CEBR) menyatakan bahwa World Cup 2006 sudah menciptakan penghasilan tambahan sebesar 1,25 miliar poundsterling atau (jika 1 poundsterling Rp15 ribu) sekitar 18,75 triliun rupiah. Adidas dan Nike pun tak mau ketinggalan untuk ikut mendapatkan keuntungan dari ajang kompetisi dunia tersebut. Bahkan dalam kesempatan emas tersebut mereka rela merogoh kocek masing-masing 0,2 miliar USD dan 0,1 miliar USD untuk mempromosikan produk-produk unggulan mereka.

Demam World Cup 2006 juga melanda seluruh pelosok negri ini, pada segala usia, ras, agama dan profesi. Tengok saja di Manado. Pada pertengahan Mei lalu saat mengunjungi kota tersebut untuk melaksanakan seminar PDS, saya melihat penampilan kota tersebut berbeda dari sebelumnya. Bermacam bendera negara-negara di dunia menghiasi hampir di semua pintu, pagar dan jendela toko atau rumah warga, seolah akan ada konferensi bangsa-bangsa.

Sementara bagi para pengusaha di Indonesia, momen tersebut juga tidak mereka sia-siakan. Terbukti ratusan hotel di Indonesia dari yang tak berbintang hingga berbintang, berbondong-bondong menawarkan acara ‘nonton World Cup bersama’ melalui layar televisi ukuran cukup besar untuk para pelanggan pecinta sepakbola. Beberapa restoran di Indonesia juga ikut meramaikan momen tersebut dengan menawarkan paket makanan spesial bertema World Cup 2006. Sementara kalangan industri keuangan bersedia memberikan potongan harga 15% kepada para pemegang kartu kredit khusus untuk produk World Cup, dan masih banyak contoh lainnya.

Telah di baca sebanyak: 2928

« Previous Page

Top