Teori Jendela dan Cermin

“You are either living in the problem or you are living in the solution. – Anda hidup dengan persoalan dan solusi itu sendiri.”
~ Bob Proctor

Nasihat tentang hidup dalam solusi tercermin dalam teori jendela dan cermin. Kedua benda tersebut memiliki makna tersendiri sebagai solusi kehidupan yang luar biasa. Keduanya merupakan cara untuk menghadapi manis dan pahit getir kehidupan menjadi solusi mendapatkan dan menikmati keindahannya.

Contoh, kita sedang memiliki penghasilan besar, posisi dalam pekerjaan cukup kuat dan mapan, keluarga yang menyenangkan, memiliki investasi besar dan menguntungkan, dan lain sebagainya. Terlebih pada saat yang sama, semua kendali bisnis berjalan cukup baik dan lancar. Tak hanya itu, kita juga menerima pujian dan tepukan kekaguman dari orang-orang di sekeliling kehidupan kita.

Semua itu benar-benar menempatkan kita di puncak kesuksesan, dimana kita diperlakukan seakan-akan seorang raja dan memiliki segala yang diinginkan sebagian besar manusia di muka bumi ini. Tetapi tak jarang pada posisi demikian kita menjadi sombong dan merasa paling hebat. Kita mulai melupakan asal-usul dan peran orang-orang yang selama ini sangat berjasa.

Padahal menyombongkan diri hanyalah membuat kita kehilangan makna hidup. Sebelum hal itu terjadi pada kita, cepat-cepatlah membuka pintu jendela. Dari jendela tersebut kita akan segera melihat alam yang terbentang luas atau bintang yang terlihat gemerlap meski letaknya jauh di angkasa. Sedangkan diri kita begitu kecil dibandingkan dengan keberadaan mereka. Diri kita terlalu tak berarti dibandingkan kekuasaan Tuhan YME yang dapat kita lihat dari kemegahan alam semesta dan gemerlap bintang di angkasa ciptaan-Nya.

Itulah saat yang paling tepat untuk menyadari tak satu pun dalam diri kita yang layak untuk disombongkan. Tindakan tersebut setidaknya akan membantu kita merendahkan hati dan segera bersyukur kepada Tuhan YME serta menghargai orang-orang yang telah berjasa atas segala kesuksesan yang kita miliki entah dalam bentuk doa, surat, bantuan dan lain sebagainya. Bukan hanya itu, langkah tersebut juga akan mendorong kita untuk lebih memperluas wawasan hidup.

Sebaliknya, bila kita sedang tak bersemangat, karena semua usaha gagal atau tantangannya terlalu sulit, maka kita melihat kehidupan ini gelap tak berarti dan sangat menyakitkan. Kita mulai menyalahkan orang lain. Bukannya sibuk berusaha lebih keras, tetapi kita akan cenderung sibuk mencari kesalahan orang lain.

Sebelum bersikap negatif saat kita menghadapi kenyataan hidup yang pahit, segeralah mengambil sebuah cermin dan memandang sesosok manusia di dalamnya. Bila kita memandangnya lebih seksama, dialah orang yang paling penting dalam kehidupan kita. Dialah orang yang paling bertanggung jawab menciptakan segala kebaikan maupun keburukan, suka maupun duka dalam kehidupan kita.

Dengan bercermin selain melihat kelebihan, diri kita juga akan melihat kesalahan dan kebodohan yang selama ini kita lakukan. Bila kita mampu menertawakan kesalahan dan kebodohan diri sendiri, maka hal itu akan menjadi semangat hidup. “It is a great art to laught at your own misfortune. – Seni yang paling bernilai adalah menertawakan ketidakberuntungan diri sendiri,” sebut sebuah pepatah bijak.

Contoh ketika kita berkaca, lalu melihat ada yang tidak beres dengan letak kancing pakaian yang kita kenakan. Maka kita akan segera membetulkan posisi tersebut. Sama seperti bila kita ‘berkaca’ dalam arti introspeksi diri, tindakan tersebut akan memberikan manfaat yang luar biasa jika diikuti dengan upaya nyata memperbaiki kualitas dan sikap diri.

Teori jendela dan cermin mengungkap bagaimana menjadikan faktor kelebihan maupun kekurangan sebagai sesuatu yang bermanfaat untuk mendapatkan pelajaran kehidupan. Konsep dalam teori jendela dan cermin mengajari kita bertindak konstruktif dan berpikir positif atas berbagai macam situasi yang kita harus hadapi. Teori tersebut menginspirasi kita mulai menghitung efektifitas waktu yang telah kita gunakan untuk berbuat kebaikan dan mulai menentukan skala prioritas serta menciptakan kebiasaan yang positif. Karena kehidupan ini terlalu indah dan berharga untuk kita salah gunakan atau bahkan kita sia-siakan.

Telah di baca sebanyak: 479

Strategi Dalam Waktu Pergolakan

“It’s not the situation, but wheather we react (negative) or respond (positive) to the situation that’s important. – Yang terpenting bukanlah situasi, melainkan bagaimana kita mereaksi (negatif) atau merespon (positif).”
~ Zig Ziglar

Sejak terjadi krisis multidimensi di Indonesia pada tahun 1997, kondisi ekonomi bangsa Indonesia berkembang lesu. Geliat bisnis tak cukup menggairahkan untuk menarik investor menanamkan sahamnya di Indonesia. Sehingga angka pengangguran semakin cepat merangkak naik. Sementara sektor riil sendiri tak mampu berperan karena biaya operasional lebih tinggi dari keuntungan yang dapat dicapai. Keadaan tersebut diperburuk dengan kenaikan harga BBM, karena daya beli masyarakat otomatis menurun.

Lambat laun visi dan keyakinan mereka sebagai seorang profesional bisnis sejati memudar tanpa alasan pasti. Tak sedikit pengusaha yang memilih jalan aman dengan hanya menunggu sambil berharap akan ada keajaiban yang bakal merubah keadaan. Ada pula yang hanya mencari agen pemasaran di luar kota. Tak lama kemudian mereka gulung tikar seiring pasar bisnis yang semakin lesu.

Sebagai seorang pebisnis andal, seharusnya kita tidak melakukan tindakan tersebut di atas. Masa pergolakan dan kelesuan pasar tidak selalu sama dengan kebangkrutan atau kegagalan. Ada beberapa hal yang mesti kita lakukan. Berikut ini saya mengungkapkan 7 tips untuk menyikapi keadaan tersebut dan menuai kesuksesan.

Dalam setiap perubahan dibutuhkan perjuangan, di mana yang baru akan segera mengganti yang lama. Periode pergolakan adalah kunci perubahan sosial, ekonomi dan berbagai bidang lainnya. Kita harus menyesuaikan diri terhadap perubahan tersebut.

Untuk itu kita harus memperhatikan informasi dan pengetahuan seputar perkembangan bisnis. Hal itu akan sangat bermanfaat untuk melakukan tindakan penyesuaian, misalnya mengetahui apa yang diinginkan konsumen dan menyediakannya. Dengan kata lain, informasi dan pengetahuan seputar perkembangan bisnis juga akan sangat bermanfaat sebagai sumber inspirasi dalam menciptakan kreativitas dan inovasi baru.

Memang setiap kreativitas belum tentu berhasil, dan pasti mengandung risiko. Dalam dunia bisnis, kalau usaha kita tidak meningkat berarti kita terdepak atau either up or out. Artinya bila kita hanya diam saja, maka pesaing akan segera merebut peluang milik kita. Contoh kita dapat menciptakan kreativitas misalnya dalam bentuk strategi, berupa pemasaran penjualan langsung, menciptakan program promo, atau konsep pemasaran lain dengan fokus pada kepentingan konsumen.

Beberapa toko ada yang sengaja menyajikan konsep penyajian berbagai jenis produk terlengkap dengan maksud memberikan kemudahan dan kenyamanan konsumen berbelanja. Selain menyajikan pelayanan dan produk berkualitas, ada pula rumah makan yang kreatif dengan sengaja menggunakan nama-nama aneh untuk memancing minat konsumen, misalnya rawon setan, sambel kuntilanak, sate laler, dan lain sebagainya. Tak perlu ikut-ikutan seperti yang sering terjadi. Karena kunci keberhasilan sebuah kreativitas itu sebenarnya tak hanya harus lebih baik, melainkan yang terpenting adalah harus berbeda. Sebagaimana mantan orang nomor satu di Cina, Deng Xiao Peng, menyatakan, “Tidak peduli kucing hitam atau kucing putih, yang bisa menangkap tikus itulah, kucing yang baik.” Artinya, kreativitas dibutuhkan untuk mencirikan sebuah nilai berbeda, yaitu menampilkan kekuatan yang memikat hati pelanggan.

Selain kreativitas, agar senantiasa berbeda dan menarik dibutuhkan kemauan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada konsumen. Memperlakukan konsumen atau calon konsumen seperti teman atau saudara akan menciptakan perbedaan yang sangat mencolok dibandingkan dengan hanya sekedar menanyakan apa yang mereka butuhkan. Mendorong suasana konsumen berkomunikasi dengan kita akan jauh lebih menguntungkan dari yang pernah kita sangka.

Pergolakan semacam apa pun akan lebih mudah diatasi jika kita memiliki fokus pada segmen pasar tertentu. “Strategi menuntut pilihan. Anda harus memutuskan nilai apa yang hendak Anda sajikan, dan kepada siapa nilai itu hendak Anda sajikan. Anda tidak dapat menyajikan segala nilai kepada semua orang,” kata Prof. Michael Porter dari Harvard Business School. Dengan kata lain, kita harus fokus pada segmen market tertentu.

Selain itu kita juga harus memperhatikan pola kepemimpinan, karena di dalam usaha yang kuat pasti ada komponen-komponen yang solid. Seorang pemimpin tak hanya perlu lebih pintar atau memiliki semangat kerja tinggi, tetapi ia harus memperhatikan bagaimana menghargai orang lain dan terbuka terhadap berbagai masukan baru yang positif. Dengan demikian tercipta suasana kerja yang komunikatif dan tim yang produktif sekaligus memiliki loyalitas tinggi.

Salah satu contoh pola kepemimpinan ideal tertuang dalam The Changing Nature of Leadership (Mengubah Sifat Kepemimpinan), yang ditulis berdasarkan penelitian tahun 2006 oleh Center for Creative Leadership (CCL). Buku tersebut mengungkapkan bahwa gaya kepemimpinan dari atas ke bawah tidak lagi efektif. Trend terbaru gaya kepemimpinan adalah secara kolektif melalui pertukaran informasi dan ide. Cara demikian memungkinkan tercipta kesatuan visi dan misi, yaitu dasar mencapai keberhasilan luar biasa.

Sementara itu, sebuah usaha yang kuat dan sehat pasti didukung oleh sistem kontrol yang baik. Walaupun strategi marketing berjalan sangat produktif, tetapi kemungkinan akan terjadi kebangkrutan jika kontrol intern longgar yang memicu penyelewengan semacam korupsi dan manipulasi absensi. Sehingga mutlak diperlukan sistem kontrol yang kuat terhadap manajemen dan biaya operasional sekaligus aturan yang tegas jika terlanjur terjadi penyelewengan. Sistem kontrol tersebut menjamin usaha kita mendapatkan keuntungan, yaitu motor penggerak bisnis agar terus berkelanjutan.

Periode pergolakan memiliki sisi lebih dan kurang. Bila kita kurang tanggap sudah pasti kita akan melihat sisi kurangnya saja dan tidak pernah mencapai kemajuan. Tetapi jika kita konsisten melaksanakan ke-7 tips tersebut, kemungkinan bisnis atau usaha kita akan terus bertahan dan bahkan mencapai era keemasan tak terkecuali dalam masa pergolakan sekalipun.

Telah di baca sebanyak: 1180

Kekuatan Networking

“No bird soars too high if he soars with his own wings. – Tidak ada burung terbang terlalu tinggi bila ia terbang dengan sayap-sayapnya sendiri.”
~ William Blake

Kurang lebih William Blake mengungkapkan bahwa setiap mahkluk di dunia ini memerlukan satu sama lain untuk dapat berprestasi dan hidup bahagia. Meskipun kita berada di era modern, dimana segala sesuatu dapat dikendalikan dengan tehnologi mutakhir, tetapi kesuksesan berprestasi dan kebahagiaan kita masih sangat bergantung terhadap keberhasilan menciptakan networking.

Dalam dunia usaha lazim dikatakan kita tidak bekerja jika tidak membangun networking atau hubungan sosial. Dengan kata lain menjalin hubungan sosial dengan siapa pun menjadi bagian penting dalam segala aktivitas kehidupan, entah pada saat kita di tempat kerja, di rumah, lingkungan rumah, tempat umum dan perbelanjaan dan lain sebagainya. Apa sebenarnya arti networking sehingga berdampak sangat besar terhadap kehidupan kita?

Networking adalah membangun hubungan dengan orang lain atau organisasi yang berpengaruh terhadap kesuksesan pofesional maupun personal. Karena networking lebih dari sekadar berkenalan, melainkan berbagi potensi dan informasi, mendapatkan integritas dan mempengaruhi, dan menciptakan visi yang mengarahkan kemampuan masing-masing individu untuk melakukan sesuatu terhadap orang lain.

Pengertian tersebut tak berbeda dengan pendapat Dr. Frank Minirth dalam bukunya berjudul You Can. Ia mengungkapkan bahwa networking adalah seni berkomunikasi satu sama lain, berbagi ide, informasi dan sumberdaya untuk meraih kesuksesan individu ataupun kelompok. “Networking is a process of getting together to get ahead. It is the building of mutually beneficial relationship. – Networking adalah proses kebersamaan. Selain itu networking merupakan jalinan hubungan yang bermanfaat dan saling menguntungkan,” tandasnya. Secara garis besar dalam membangun networking haruslah berlandaskan prinsip saling menguntungkan dan komunikasi dua arah.

Bila banyak orang merasa kurang berhasil membangun networking karena mereka hanya berkenalan atau bertukar kartu nama. Setelah tiba di rumah, kartu nama itu hanya memenuhi laci meja kerja dan sulit mengingat lagi siapa mereka. Sedangkan membangun kekuatan networking hanya bisa dikerjakan dengan cara yang terorganisasi. Saya akan menguraikan beberapa tips keberhasilan membangun kekuatan networking.

Langkah pertama adalah menanamkan pola pikir yang didasari rasa cinta terhadap orang lain. Pada kenyataannya orang-orang lebih senang membicarakan tentang diri mereka sendiri. Mereka akan selalu berpikir, “Apa yang bisa saya peroleh?” atau “Apa keuntungan percakapan ini untuk diri saya sendiri?” Bila kita mampu menunjukkan ketertarikan terhadap apa yang mereka pikirkan ataupun katakan, maka kita akan mendapatkan banyak keuntungan.

Keuntungan pertama kita akan mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya dalam kesempatan pertemuan singkat tersebut, misalnya informasi tentang anak-anak, usaha mereka atau hobi yang sedang mereka jalankan saat ini. Informasi lebih banyak tentang diri pribadi mereka sangat penting guna memberikan perlakuan yang paling tepat, di sisi lain mereka juga pasti terkesan pada diri kita. Tetapi mungkin orang lain enggan bercerita jika kita tidak menunjukkan sikap dari keinginan yang tulus. Jadi kita harus bersikap sebaik mungkin tanpa unsur dibuat-buat. Langkah lain adalah menciptakan tujuan. Dengan demikian kita akan mampu memvisualisasikan siapa saja yang harus kita dekati. Sehingga tak perlu membuang waktu dengan mengikuti perkumpulan yang tidak berhubungan dengan target yang ingin kita capai.

Tetapi sebaiknya kita tidak mendekati sampai lusinan orang dalam setiap kesempatan. Ketika kita mampu menciptakan jalinan hubungan baik dengan tiga orang saja dalam setiap kesempatan itu sudah cukup. Karena kekuatan networking terletak pada kualitas dibandingkan kuantitas atau jumlahnya.

Sesudah itu, maksimal dalam 72 jam kita harus berusaha menjalin komunikasi dengan mereka agar mereka tidak melupakan kita begitu saja. Langkah yang bisa kita lakukan adalah mengirimkan kartu pos, mengirimkan e-mail, surat, menelpon seraya mengungkapkan kebahagiaan kita mendapatkan kesempatan bertemu mereka atau menanyakan kabar tentang anak-anak, usaha, maupun hobi yang sedang mereka kerjakan.

Cara lain adalah mengirimkan sesuatu dan menyampaikan kesan mendalam sekaligus keinginan untuk bertemu mereka suatu saat nanti, dan lain sebagainya. Ciptakan berbagai langkah menciptakan jalinan komunikasi, karena hal itu akan membuat mereka lebih mengingat kita. Sehingga apabila suatu ketika kita menghubungi atau bertemu lagi, mereka akan dengan mudah mengingat dan menjalin keakraban dengan kita.

Untuk dapat menciptakan networking, kita juga dituntut bersikap sabar tetapi aktif dan proaktif dalam memberi, entah dalam bentuk pelayanan atau kontribusi lainnya kepada perorangan maupun grup. Milikilah nilai tersendiri bagi orang lain, dengan menciptakan kerjasama yang memberikan kemudahan dan berbagai nilai yang menguntungkan mereka.

Selain itu kita juga harus bersikap lebih cerdas dan selalu menyampaikan informasi yang akurat atau tidak mengada-ada. Caranya adalah dengan terus belajar banyak hal setiap ada kesempatan. Dengan demikian, kita akan lebih dikenal dibandingkan orang lain karena kelebihan ilmu pengetahuan yang kita miliki.

Sementara itu kita harus selalu meluangkan waktu untuk melakukan komunikasi guna mengembangkan dan mempertahankan hubungan tersebut. Salah satu alasannya karena tak ada jalan pintas dalam mengembangkan dan mempertahankan networking kecuali kesinambungan komunikasi. Kalaupun ada cara tercepat mengembangkan networking menurut Joe Girald adalah menjalin hubungan dengan orang yang sudah mempunyai jaringan cukup besar. Tetapi Joe Girald dalam bukunya The Greatest Salesman In The World, menyatakan bahwa kesinambungan komunikasi sudah dapat memperluas networking. Ia berpendapat orang biasapun memiliki sekurang-kurangnya 250 orang yang cukup dekat dalam kehidupannya.

Kesinambungan komunikasi dengan orang lain benar-benar kunci keberhasilan kita membangun networking. Berdasarkan sebuah penelitian, sebagian besar orang tidak akan pernah menyadari sedang memerlukan orang lain sebelum berkomunikasi dengan orang yang bersangkutan selama 8-10 kali. Jangan pula berkeinginan untuk menunda menjalin komunikasi dengan orang lain, karena selain tak mendapatkan hubungan baru kita juga akan kehilangan semangat baru.

Secara garis besar kita sangat membutuhkan networking untuk menjadikan kehidupan kita lebih sukses dan bahagia. Betapapun kita sangat ahli di bidang tertentu, mampu menginspirasi tim kerja, ahli dalam bernegosiasi dan memasarkan produk, dan berbagai kemampuan lainnya, tetapi semua itu selalu berkaitan dengan orang lain.

Kalaupun mungkin kita tak berpikir dapat membangun sebuah bisnis yang beromzet puluhan atau ratusan juta rupiah. Tetapi dengan memiliki networking yang besar dan berkualitas, semua itu bisa saja terjadi. Kesempatan untuk mendapatkan impian yang kita inginkan akan semakin terbuka lebar bila kita berhasil membangun networking yang besar dan berkualitas.

Telah di baca sebanyak: 2907

PAY IT FORWARD

02 Desember 2006 – 07:32   (Diposting oleh: Editor)

“To give pleasure to a single heart by a single act is better than a thousand heads bowing in prayer. – Memberi kebahagiaan kepada sebuah hati dengan suatu tindakan nyata yang sederhana adalah lebih baik dibandingkan ribuan kepala yang bersujud dalam do’a.”
~ Mahatma Gandhi

Pay It Forward adalah sebuah judul film drama Hollywood yang diproduksi pada tahun 2000. Film yang disutradarai oleh Mimi Leder itu mengisahkan tentang sebuah ide sederhana dari seorang anak kecil berusia 11 tahun, Trevor Mckinney, yang dibintangi oleh Haley Joel Osment. Trevor Mckinney hidup bersama ibunya, Arlene, yang diperankan oleh aktris Helen Hunt. Dikisahkan bahwa ibu Mckinney adalah seorang pemabuk, sedangkan ayahnya jarang berada di rumah.

Kisah film tersebut berawal pada saat seorang guru ilmu sosial di sekolah Mckinney memberikan sebuah tugas. Sang guru, Mr. Simonet, yang diperankan oleh Kevin Spcey, meminta para murid memikirkan sebuah ide yang dapat mengubah dunia. Para murid juga diminta untuk mewujudkannya langsung ke dalam tindakan nyata.

Pada saat itulah Mckinney Trevor mencetuskan ide Pay It Forward atau bayar dimuka. Inti dari ide Mckinney tersebut adalah ia hanya perlu menolong tiga orang. Tahap pertama Mckinney membantu temannya, seorang guru ilmu sosial di sekolahnya, dan seorang pemakai narkoba.

Sedangkan orang yang ditolong tidak perlu memberikan imbalan apa pun, kecuali menolong tiga orang lainnya. Ide Mckinney sangat sederhana, tetapi mekanismenya menciptakan mata rantai yang luas dan berkesinambungan. Dalam film tersebut dikisahkan bahwa ide sederhana Mckinney berpengaruh cepat dan meluas ke beberapa kota di sekitar tempat tinggalnya.

Mekanisme dalam ide Mckinney tersebut sebenarnya mirip dengan mekanisme dalam bisnis network marketing. Hanya saja selama ini banyak sekali penyelewengan dengan skema cepat kaya yang mengatasnamakan network marketing. Sehingga bisnis network marketing mendapatkan citra buruk di mata masyarakat. Seandainya bisnis network marketing dijalankan dengan benar atau sesuai prinsip dasar bisnis network marketing, bisnis tersebut dapat menjadi sarana yang efektif untuk mengangkat kondisi kehidupan masyarakat misalnya dalam segi ekonomi, harkat dan martabat, maupun kualitas hubungan sosial.

Terlepas dari semua itu, ide Mckinney sebenarnya dapat kita terapkan untuk menekan jumlah masyarakat miskin. Memberikan bantuan sederhana yang sesuai dengan kondisi diri kita sebenarnya mudah kita terapkan. Misalnya memulai dari diri kita sendiri, yaitu dengan bantuan kepada tiga orang dalam bentuk materi, tenaga, pikiran atau mungkin hanya berupa dukungan dan motivasi.

Seandainya kita sudah hampir frustasi, bukankah kita menjadi kembali bersemangat bila ada orang yang membantu meringankan beban kita? Setelah itu kita pasti tergerak untuk membalas kebaikan orang itu, karena manusia memiliki kecenderungan alami untuk membalasnya. Seperti kata Imanuel Kant, “Hati manusia menolak untuk mempercayai suatu dunia yang tanpa makna.” Ada kekuatan tersendiri dalam setiap bantuan yang kita berikan. Selain membuat kepedihan dan keputusasaan sirna, dampaknya akan berkelanjutan dan meluas karena ada kecenderungan alami manusia untuk membalas bantuan tersebut.

Bukan berarti bantuan yang kita berikan merupakan solusi dari semua masalah. Bukan pula bermakna bila kita menerapkan mekanisme ide dalam Pay It Forward maka semua persoalan bisa terselesaikan. Tetapi cara tersebut mungkin awal yang sangat baik untuk memupuk sisi positif dalam diri kita, dan sekaligus memulai sebuah kehidupan lebih baik yang penuh dengan kepedulian dan cinta kasih.

Telah di baca sebanyak: 507

BELAJAR MENANGGUNG RISIKO KEHIDUPAN DARI ANAK KECIL

16 November 2006 – 10:52   (Diposting oleh: Editor)

“Remember that great love and great achievements involve great risk. – Ingat! Cinta yang besar dan prestasi tinggi melibatkan resiko yang besar pula.”
~ Anonim

Risiko memiliki komponen ketidakpastian. Seumpama seseorang meloncat dari gedung berlantai 21 dan mengenakan parasut di punggungnya, ia tidak punya kepastian apakah nantinya parasut itu terbentang dengan baik ataukah tidak. Jika parasut itu gagal di kembangkan, dia berisiko terluka atau meninggal. Tetapi jika ia terjun tanpa parasut, jelaslah ia pasti meninggal dan berarti ia sama sekali tidak menghadapi risiko. Karena risiko itu ditandai dengan berbagai kemungkinan atau ketidakpastian.

Risiko juga bersifat perorangan. Kalaupun misalnya terjadi luberan lumpur panas seperti yang terjadi di Porong – Jawa Timur itu pasti tak hanya dihadapi perusahaan pengebor gas bumi. Tetapi risiko luberan lumpur panas tersebut juga menimpa semua komponen, diantarnya para pemegang saham, kreditur, dewan direksi, pegawai, terlebih penduduk sekitar yang harus mengungsi meninggalkan rumah dan harta benda karena terendam lumpur panas, dan lain sebagainya.

Kita menghadapi risiko setiap hari entah pada saat kita menyeberang jalan, makan, sekolah atau mengejar angkutan kota untuk berangkat kerja atau bahkan pada saat tidur. Beberapa sikap hati-hati sekalipun juga mengandung risiko. Contoh kita mencuci buah-buahan dan sayuran dengan larutan khusus supaya terhindar dari dampak penggunaan pestisida yang melekat pada buah-buahan dan sayuran. Tetapi ternyata langkah tersebut juga memiliki konsekuensi negatif yaitu berkurangnya vitamin dan mineral yang terkandung di dalamnya.

Dengan kata lain, risiko menguasai berbagai area dalam kehidupan pribadi maupun dalam kehidupan profesional dimanapun kita berada. Kendati demikian, jangan sampai kita berkeinginan untuk tidak menghadapi risiko, karena hal itu sangatlah tidak produktif. Segala risiko tak harus mengganggu kelangsungan aktifitas kita sehari-hari ataupun upaya kita untuk menjadi lebih baik.

Baiknya kita tidak belajar bagaimana menghadapi risiko dari anak kecil yang mencoba memulai langkah-langkah pertamanya. Umumnya mereka teguh berusaha melangkah, walaupun risikonya ia harus berkali-kali terjatuh. Lambat laun setelah terus mencoba, maka ia akan dapat berjalan bahkan berlari. Contoh lain anak kecil itu ingin mengambil sesuatu di atas meja yang lebih tinggi dari tubuhnya sendiri. Untuk mendapatkan posisi yang strategis dan dapat menjangkau benda tersebut mungkin ia berusaha menyusun beberapa kursi. Bisa jadi ia berhasil mendapatkan posisi yang ideal, tetapi tak jarang ia harus menghadapi risiko kursi terguling dan ia terjatuh ke lantai.

Yang sering terjadi, anak itu mungkin menangis sebagai bentuk ungkapan rasa sakit. Tetapi itu hanya sebentar. Ia akan berusaha sekali lagi, dan tak pernah putus asa mencoba terus. Ketika ia sudah berhasil menjangkau benda yang ia maksud, ia pasti sudah melupakan rasa sakit atau kepalanya yang benjol akibat berulangkali terjatuh.

Sikap anak kecil sebenarnya pelajaran bagi kita untuk terus berupaya meskipun nantinya kita mungkin menghadapi risiko. Mereka yang gagal karena memilih berhenti ketika menghadapi risiko, misalnya gagal, ditipu orang, krisis karena situasi bisnis kacau dan lain sebagainya. Tetapi tak sedikit diantara mereka yang sangat berhasil karena menjadikan kegagalan sebagai pelajaran berharga dan terus berupaya.

Pebisnis sukses seperti Donald Trump berani berinvestasi pada bisnis-bisnis potensial tetapi berisiko tinggi. Ia pernah menanggung risiko kebangkrutan dan hutang sebesar 2 milyar USD pada tahun 1990-an. Sampai-sampai ia tak dapat membayar hutang tersebut. Tetapi pria lulusan University of Pennsylvania’s Wharton School itu tetap optimis dapat menciptakan sesuatu yang besar dan istimewa.

Ia kembali memanfaatkan kemampuan bernegosiasi dan kepintarannya untuk kembali berinvestasi. Ia memiliki keberanian menembus dunia bisnis yang penuh dengan risiko dan melakukan manuver bisnis yang paling luar biasa dalam sejarah, sampai akhirnya mampu merajai bisnis di bidang perhotelan, kasino, real estate dan lain sebagainya. Keberanian melangkah sekaligus menanggung risiko berbisnis menjadikan Donald Trump sekarang sebagai salah seorang terkaya di dunia.

Seandainya Donald Trump tak memulai langkahnya di dunia bisnis, dijamin pasti dia tak akan mengalami risiko gagal. Dengan kata lain, orang-orang sukses di dunia ini memulai segala segala keberhasilan dengan berenang dalam lautan risiko. Jika kita memilih sukses, maka langkah yang paling tepat untuk menyongsong sukses itu adalah segera memulai dan terus mencoba.

Dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwasanya kegagalan adalah bagian dari paket kesuksesan. Jika kita menyerah pada saat kita gagal maka kita tak akan pernah menyadari begitu dekat posisi kita dengan kesuksesan itu. Bila kita cukup memahami bagaimana cara menanggung risiko dari seorang anak kecil, maka jangan pernah lagi menghitung berapa kali kita gagal, melainkan menentukan secara pasti kapan kita bisa sukses dengan berusaha, berubah, dan memperbaiki strategi secara simultan atau terus menerus.

Telah di baca sebanyak: 440

SENSITIF TERHADAP PERUBAHAN DAN MANAJEMEN PERUBAHAN

02 November 2006 – 06:50   (Diposting oleh: Editor)

“Change in all things is sweet. – Berubah dalam segala hal sangatlah manis.”
~ Aristotle (384-322 BC)
– Filsuf Yunani

Sebelum saya mengupas topik ini, terlebih dulu saya ingin menceritakan tentang seekor katak yang terjatuh kedalam sebuah panci besar berisi air yang sedang dipanaskan. Semula air tak terasa panas dan ia sangat menikmati. Tetapi tanpa ia sadari lama kelamaan air itu semakin panas. Lalu katak itupun mati dalam air mendidih. Lain cerita jika katak itu langsung dilempar kedalam air panas. Mungkin ia akan segera melompat keluar.

Kisah tersebut menggambarkan betapa penting bersikap sensitif terhadap perubahan. “Become a student of change. It is the only thing that will remain constant. – Menjadi pelajar perubahan merupakan satu hal yang abadi,” kata Anthony J. D’Angelo, penulis The College Blue Book. Bila kita sudah berhasil mencapai target, bukan berarti kita bisa tidur lagi tetapi kita harus terus belajar supaya lebih peka dan selalu siap berubah.

Contoh dalam realitas dunia bisnis, dulu Motorola merajai pasar handphone di dunia. Tetapi posisi Motorola terus merosot karena tidak peka terhadap perubahan permintaan pasar. Berbeda dengan Nokia dan Ericson yang kini sukses mengusai pasar telepon selular karena selalu menciptakan produk unggulan terbaru dan masing-masing memiliki keunikan tersediri.

Contoh lain adalah IBM yang dulu pernah menguasai pasar komputer di dunia. Tetapi karena produk tersebut kurang mengerti permintaan pasar, maka posisinya berangsur tergeser. Posisi tersebut kini dikuasai inovasi dan kreasi Apple dan Microsoft. Sebenarnya masih banyak contoh lain yang menggambarkan pasang surut di dunia bisnis karena sangat dipengaruhi oleh inovasi dan kreativitas sejalan dengan perubahan dan keinginan pasar itu sendiri.

Dengan kata lain, kepekaan terhadap perubahan memungkinkan kita terus berkembang dan berhasil. Sebagaimana Mark Victor Hansen mengatakan, “You must be on top of change or change will be on top of you. – Anda harus berada diatas perubahan, atau perubahan itu menggilas Anda.” Tetapi ada beberapa hal yang harus kita perhatikan untuk memanajemen perubahan yang senantiasa kita upayakan supaya berdampak positif atau tidak menciptakan tekanan negatif terhadap kehidupan kita.

Tips pertama memanajemen perubahan adalah mengenali diri sendiri, keadaan di sekitar dan tujuan yang ingin kita capai. Cara tersebut memudahkan kita mendapatkan ide cemerlang untuk menciptakan sesuatu yang berbeda. Selanjutnya ide-ide tersebut akan sangat membantu kesiapan kita dalam melangkah dan bahkan mencintai perubahan itu sendiri.

Sebagai gambaran misalnya saya terjebak pusaran arus sungai yang sangat kuat dan pasti menenggelamkan saya. Jika saya bertahan diatas permukaan dengan segala kekuatan yang saya miliki tentu saya tidak akan bertahan lama hidup, maksimal mungkin hanya 1-2 menit. Tetapi kemungkinan saya masih bisa selamat jika saya pergunakan seluruh kekuatan yang saya miliki untuk mengikuti pusaran air sampai suatu ketika arus tersebut membawa saya ke permukaan. Contoh ketika terjadi krisis multi dimensi sejak tahun 1997, waktu itu semua dunia usaha terpuruk khususnya yang bermodal besar. Kita pasti hanya mampu bertahan sebentar jika menantang arus perubahan akibat krisis multi dimensi tersebut. Tetapi bila kita cukup memahami dan mengikuti kemana arus perubahan itu, memahami tujuan yang ingin kita capai yaitu keberhasilan dan segala sesuatu yang sangat dibutuhkan pasar, tentu akan muncul ide cemerlang untuk sebuah peluang prospektif. Artinya dengan memanfaatkan arus perubahan dan kondisi yang terbentuk akibat perubahan itu mungkin kita lebih mampu bertahan dan sampai ke tujuan.

Tip kedua adalah memandang positif setiap kesempatan dan kemungkinan baru. Hal itu bermanfaat bagi kita supaya lebih menghargai waktu yang sedang kita miliki. Langkah tersebut seringkali juga bermanfaat bagi kita lebih memahami pelajaran dan hubungan baru supaya kehidupan kita menjadi lebih stabil, sehat, kaya, dan bahagia.

Tip ketiga dalam memanajemen perubahan adalah memperkuat dasar-dasar personal. Artinya melakukan aktifitas yang dapat kembali memfokuskan diri terhadap target. Misalnya saya pribadi meluangkan waktu untuk belajar, bermeditasi atau beribadah, dan berolah raga, karena aktifitas tersebut memperkuat komitmen saya untuk selalu menjadi lebih baik. Berdasarkan penelitian juga disebutkan bahwa orang-orang yang senang berlatih memiliki mental lebih baik untuk berkreasi dan meraih kesuksesan.

Tip ke 4 adalah meluangkan waktu untuk mengoreksi langkah-langkah yang sudah kita tempuh. Bila kita bertumbuh itu sangat memungkinkan kita berbuat kesalahan, dan dari sanalah kita belajar. Kemudian segeralah kembali mencoba dengan cara yang baru, benar dan sistematis supaya tidak terjadi kesalahan yang sama. “Unless you change how you are, you will always have what you’ve got. – Kecuali jika Anda mengubah cara Anda, maka Anda akan selalu mendapatkan impian Anda,” kata Jim Rohn.

Tip ke 5 adalah membuat jadwal yang terorganisir dengan baik. Kita mungkin cukup disiplin mengerjakan hal-hal penting. Tetapi bila kita mencatat jadwal tersebut, itu akan lebih memastikan kita menjalankan langkah-langkah perubahan dengan benar atau tidak tergoda untuk melakukan tindakan yang sia-sia.

Secara garis besar Heraclitus menyimpulkan bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini kecuali perubahan. “There is nothing permanent except change,” katanya. Mungkin dulu kita sering kali menghubungkan perubahan dengan perasaan ketakutan dan ketidakpastian. Tetapi bila kita memberi kesempatan atau waktu untuk membiasakan diri memanajemen perubahan dengan baik, maka lambat laun kita akan lebih peka bahkan menikmati perubahan tersebut sekaligus berhasil mencapai impian-impian yang kita dambakan. Perubahan itu abadi dan kunci suksesnya adalah tetap berpikir dan bersikap positif supaya kita dapat menemukan sesuatu yang baru yang membuat kita semakin sukses dan menyukai kehidupan ini.

Telah di baca sebanyak: 602

JANGAN MENUNDA, MUNGKIN TAK ADA KESEMPATAN KEDUA

16 Oktober 2006 – 14:35   (Diposting oleh: Editor)

“Live good, honorable life. Then when you get older and think back, you’ll be able to enjoy it a second time. – Hiduplah dengan baik dan penuh arti. Supaya kelak disaat Anda tua dan mengingatnya kembali, Anda akan menikmatinya kembali selama beberapa saat.”
~Dalai Lama

Setiap tahun tak kurang dari dua kali kami jalan-jalan ke luar negeri untuk menemani para distributor. Dalam kurun waktu tujuh tahun belakangan, kami sudah mengunjungi lebih dari 20 negara di benua Asia, Eropa Timur dan Barat, Australia dan Afrika. Kali ini saya akan menceritakan pengalaman bersama 130 orang distributor sewaktu mengunjungi Gold Coast, Sydney, dan Brisbane selama seminggu pada bulan Maret lalu.

Sebenarnya saya sudah tiga kali mengunjungi negeri kanguru itu. Tetapi karena membawa rombongan distributor yang berbeda, sehingga kesan yang saya bawa pulang selalu berbeda. Khususnya saat mengunjungi Dream World. Sesuai promosinya yaitu – Dream World! So Many World in One! – disana banyak permainan yang tak hanya penuh dengan tantangan melainkan petualangan yang sangat menegangkan tetapi sangat mengesankan.

Permainan paling fantastis adalah The Big 5 Thrill Rides, yang terdiri dari The Tower of Terror, Giant Drop, Cyclone, Wipeout dan The Claw. The Tower of Terror adalah sarana permainan terjun bebas dari ketinggian 38 lantai atau sekitar 100 meter selama 6,5 detik. Giant Drop juga sarana permainan terjun bebas tertinggi, versi Guiness Book of World Records, dengan ketinggian 39 lantai atau 120 meter. Untuk naik ke atas Giant Drop dilakukan dalam waktu 90 detik. Sedangkan waktu untuk terjun hanya 5 detik.

Sementara Cyclone permainan gravitasi tertinggi di Sounthern Hemisphere. Diceritakan bahwa permainan tersebut dapat memberikan 13 jenis pengalaman berbeda, dari mulai 1.000 macam kecepatan tinggi, jantung berdegub kencang, rambut berdiri, lompatan 360 derajat dan jeritan keras. Wipeout adalah permainan, yaitu peserta dibelit kemudian diputar 360 derajat. Sedangkan dalam permainan The Claw, peserta terayun dengan kecepatan 75 kilometer per jam dan dengan perputaran 360 derajat.

Semoga penjelasan saya dapat memancing kesan terhadap permainan yang menegangkan tetapi sangat mengesankan itu. Sayang sekali, kekuatan fisik saya sudah tidak memungkinkan untuk ikut merasakan secara langsung permainan-permainan yang menekankan pada ketinggian dan kecepatan. Sungguh menyesal, saya hanya menjadi penonton.

Meskipun hanya menjadi penonton, saya memetik sesuatu yang berharga dan ingin saya bagikan kepada pembelajar yang budiman. Seperti kata Dalai Lama, “When you lose, don’t lose the lesson. – Ketika Anda kehilangan, jangan kehilangan pula pelajaran berharga darinya.” Sesuatu itu adalah pesan agar jangan pernah sia-siakan waktu dan kekuatan dalam diri kita untuk hal yang lebih bermanfaat, benar dan patut dibanggakan atau dikenang kelak di waktu tua. Beberapa orang di antara kita mungkin memiliki waktu lebih panjang dibandingkan dengan yang lain. Tetapi tak seorangpun diantara kita mendapatkan lebih dari 24 jam per hari. Maksud saya menjelaskan hal itu adalah selagi masih muda dan memiliki banyak waktu luang, kita harus pandai memanfaatkan waktu lebih bijaksana supaya dapat memberikan lebih banyak manfaat.

Usahakan setiap hari Anda sudah memiliki perencanaan yang baik tentang rutinitas dan prioritas yang bermanfaat untuk kebaikan diri Anda. Sebagaimana pepatah bijak menganjurkan, “Gagal merencanakan sama halnya merencanakan untuk gagal. – Failing to plan is planning to fail.” Sebab manusia secara umum membuang waktu percuma selama 2 jam setiap harinya dikarenakan perencanaan yang kurang baik.

Manajemen waktu dengan baik bukan tergantung pada seberapa lama kita menghabiskan waktu untuk bekerja, melainkan seberapa efisien kita menyelesaikan pekerjaan. Dengan perencanaan yang baik, mungkin Anda dapat melakukan lebih dari satu pekerjaan pada satu waktu dengan hasil maksimal. Pekerjaan yang tidak memerlukan konsentrasi tinggi misalnya ketika Anda dalam perjalanan kerja, mungkin akan lebih bermanfaat jika Anda menggunakannya untuk meningkatkan kualitas diri dengan belajar dari buku atau informasi di radio atau kaset.

Selain itu ciptakan target yang besar, lebih berarti dan menantang. Kemudian jadikanlah prioritas utama untuk mengerjakannya. Jangan pernah menggeser prioritas tersebut dari jadwal dan waktu yang Anda miliki hanya untuk melakukan hal lain yang menyenangkan tetapi kurang berarti. “Things which matter most must never be at the mercy of things which matter least. – Sesuatu yang paling penting tidak akan pernah sama nilainya dengan sesuatu yang tidak terlalu penting,” tegas Goethe.

Waktu dan segala kekuatan yang Anda miliki saat ini sangatlah berharga. Ketika Anda benar-benar memanfaatkan waktu untuk mengerjakan target yang lebih baik dan besar secara konsisten dan berkesinambungan, maka suatu ketika Anda akan melihat deretan prestasi mengagumkan dan hasil menguntungkan yang sudah dapat Anda ciptakan dan belum tentu dapat Anda hasilkan di lain kesempatan. Segeralah manfaatkan waktu dan segala kekuatan yang Anda miliki saat ini dengan benar dan lebih produktif. Jangan pernah menundanya sekali lagi, karena belum tentu ada kesempatan kedua.

Telah di baca sebanyak: 2931

KEGIGIHAN

02 Oktober 2006 – 10:26   (Diposting oleh: Editor)

Satu Hal yang Paling Membedakan antara Kegagalan dan Kesuksesan

“Achievement seems to be connected with action. Successful men and women keep moving. They make mistakes, but they don’t quit. – Prestasi terkait erat dengan tindakan. Orang-orang yang sukses akan terus berupaya. Mereka melakukan kesalahan, tetapi mereka tidak menyerah.”
Conrad Hilton

Orang sukses bukan tidak pernah gagal, melainkan mereka tidak pernah menyerah. Sikap tersebut memerlukan mentalitas yang gigih. Kegigihan adalah salah satu unsur kehidupan yang sangat penting bagi kita. Sebagian besar orang-orang yang sukses memiliki mental seperti itu.

Contoh, Laksamana Peary baru berhasil mencapai Kutub Utara setelah berupaya 8 kali. Sementara Thomas Alfa Edison melakukan eksperimen 1.000 kali sebelum berhasil menemukan bola lampu dan 1.000 paten terbanyak sepanjang masa. John Creasey ditolak 743 kali oleh penerbitnya, sebelum berhasil menerbitkan 560 judul buku, yang telah terjual lebih 60 juta kopi. Begitupun yang terjadi pada Albert Einstein, Abraham Lincoln, dan lain sebagainya. Mereka tidak memiliki kelebihan khusus kecuali kegigihan.

Presiden USA ke 30, Calvin Coolidge mengatakan, “Tidak ada sesuatupun di dunia ini yang dapat menggantikan kegigihan. Bakat? Sudah sangat umum orang yang tidak berhasil karena ia hanya mengandalkan bakat. Kecerdasan? Sangat banyak orang yang cerdas tetapi tidak punya apa-apa. Pendidikan yang tinggi? Di dunia ini sangat banyak orang terlantar yang berpendidikan cukup tinggi. Kegigihan dan tekad kuat saja yang memiliki kekuatan besar.”

Ketika kita memutuskan untuk tetap melanjutkan upaya hingga tercapai tujuan, itulah kegigihan. Meskipun tidak mudah memilikinya, tetapi kehidupan ini sendiri sebenarnya dapat membentuk kegigihan kita. Sehingga tak menutup kemungkinan kitapun memiliki sikap mental yang gigih dan menjadi salah satu dari orang-orang sukses di dunia.

Langkah yang dapat kita tempuh untuk membangkitkan mentalitas kegigihan kita adalah membaca dan mendengar kisah tentang bagaimana orang-orang sukses di dunia mengatasi berbagai rintangan sampai akhirnya mereka berhasil menjadi pemenang. Bila kita mengorek informasi lebih jauh tentang perjuangan mereka, kita akan mendapati bahwa mereka tak jauh berbeda dengan kita. Jika kita memiliki kualitas kegigihan seperti mereka, berarti kitapun mampu melakukan sesuatu yang luar biasa.

Memiliki target yang jelas dan terukur juga dapat membangkitkan kegigihan. Ketika segalanya berjalan sulit atau tantangan semakin besar, baiknya fokuskan pada target yang ingin kita capai. Orang yang sukses pasti memiliki kreatifitas untuk menciptakan alternatif-alternatif mengatasi kesulitan di tengah proses pencapaian tujuan. Target yang jelas merupakan sumber kreatifitas, keberanian dan energi untuk tetap gigih berupaya.

Melakukan visualisasi akan sangat mempengaruhi semangat dan suasana hari-hari kita. Caranya adalah mengosongkan pikiran terlebih dahulu. Kemudian pejamkan mata, dan lihatlah diri kita sejelas-jelasnya. Misalnya melihat diri kita mendapatkan sebuah penghargaan, lalu diminta memberikan kata sambutan di panggung sebagai seorang ilmuwan yang telah menemukan tehnologi terbaru dan efektif memajukan hasil pertanian 100 kali lipat.

Kemudian kita juga akan melihat disana kita berbicara dengan percaya diri dan profesional serta memberikan inspirasi kepada banyak orang yang menghadiri acara tersebut. Bayangkan bagaimana seumpama kita nanti benar-benar mengalaminya. Melakukan visualisasi sesering dan sejelas mungkin seperti itu dapat membangkitkan tekad kita untuk melakukan langkah-langkah yang luar biasa. “Ingatlah selalu bahwa tekad Anda untuk sukses adalah lebih penting daripada apapun,” terang Abraham Lincoln. Auto-suggestion atau afirmasi adalah melakukan ulangan dengan menulis atau mengucapkan sebuah harapan secara berulang-ulang. Misalnya menyatakan,  “Aku akan selalu menyambut hari baru dengan penuh semangat dan senyum yang paling manis. Aku akan menikmati setiap tantangan.” Itu hanya sebuah contoh afirmasi, dan semua orang bisa menuliskan atau mengucapkan harapan yang positif sesuai keinginan masing-masing untuk meningkatkan kegigihan.

Melakukan auto-suggestion atau afirmasi bagi orang lain yang tidak mengerti tujuan yang hendak kita capai mungkin akan menganggap kita gila. Tetapi menurut Albert Cray, “Salah satu penentu sukses yang umum adalah membiasakan diri melakukan hal-hal yang tidak dilakukan oleh orang-orang yang gagal.” Karena auto-suggestion atau afirmasi dengan disertai keyakinan terbukti sangat berpengaruh terhadap pikiran dan kegigihan kita dalam melakukan langkah-langkah yang mendekatkan diri terhadap target yang ingin kita capai.

Lingkungan terdiri dari orang-orang, dan merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap kegigihan seseorang. Hyman Rickover mengatakan, “Great minds discuss ideas, average minds discuss events, small minds discuss people. – Orang-orang yang hebat mendiskusikan ide-ide, orang-orang biasa-biasa saja mendiskusikan situasi, orang-orang hidupnya susah akan cenderung membicarakan tentang kekurangan orang lain.”

Kita harus pandai dan berhati-hati memilih komunitas, karena kekeliruan memilih dapat menyebabkan semangat kita turun drastis. Sebaliknya semangat atau kegigihan kita akan terpacu bila kita dikelilingi dengan orang-orang yang berpikir dan memiliki kebiasaan positif. Mereka terdiri dari orang-orang yang memiliki semangat luar biasa untuk lebih baik dan kemauan belajar yang tinggi.

Seorang yang sukses pasti memiliki program dan target kerja. Ia akan menyukai tantangan yang akan membawanya kepada kemenangan yang ia harapkan. Menghadiahi diri sendiri berdasarkan hasil tentu akan memacu kegigihan kita mewujudkan target yang lebih besar. Misalnya untuk pencapaian target jangka pendek kita nonton film terbaru atau belanja baju baru di pusat perbelanjaan. Sedangkan untuk prestasi jangka menengah kita sengaja mempersiapkan sebuah liburan ke luar kota selama 2-3 malam. Kitapun perlu memanjakan diri, misalnya melakukan wisata ke luar negri dan lain sebagainya setelah berhasil melampaui tantangan yang melelahkan untuk mencapai target jangka panjang.

Secara garis besar, kita harus belajar dari kehidupan yang terus berputar. Memang banyak diantara kita yang jatuh. Tetapi bila kita memilih untuk menang, sebenarnya mahkota kesuksesan itu berada sangat dekat dengan saat kita memulai. Jadi meskipun kecepatan kita rendah dalam menciptakan kemajuan, pastikan untuk tidak pernah menyerah dan tetap gigih melangkah.

Telah di baca sebanyak: 792

MEMBERI HADIAH DI HARI ISTIMEWA

15 September 2006 – 13:51   (Diposting oleh: Editor)

“To be kind to all, to like many and love a few, to be needed and wanted by those we love, is certainly the nearest we can come to happiness.
– Bersikap baik kepada semua orang, menyukai banyak orang dan mencintai sebagian kecil diantara mereka, dibutuhkan dan diinginkan oleh orang-orang yang kita cintai, sungguh merupakan posisi yang paling dekat untuk berada dalam kebahagiaan.” Mary Roberts Rinehart

Hari yang istimewa bagi seseorang misalnya hari ulang tahun, hari perjumpaan, hari bapak, hari ibu, dan lain sebagainya. Pada hari-hari yang dianggap istimewa tersebut merupakan kesempatan yang paling tepat untuk mengungkapkan penghargaan kepada orang-orang yang teristimewa dalam kehidupan kita. Lewat pemberian hadiah, kita juga bisa mengungkapkan cinta kasih.

Sebuah hadiah istimewa tidak harus selalu mahal, melainkan mengandung sesuatu yang khusus. Meskipun hadiah itu sifatnya sederhana, tetapi bila disampaikan dengan cara yang lebih kreatif maka akan terasa lebih spesial atau menjadi sesuatu yang unik dan tak mudah dilupakan si penerima. Begitu terkesannya, sampai-samapi sang penerima tak pernah bosan mengingat kebahagiaan yang berasal dari pemberian hadiah spesial kita.

Saya dan istri sebagai orang tua sangat jarang menghadiahi putra dan putri kami sebuah perayaan ulang tahun yang mewah. Untuk menandai ulang tahun anak-anak, paling sering kami hanya membeli sebuah kue tart dan menikmatinya bersama. Terkadang saya memesan sebuah poster besar dengan desain unik yang terdiri foto-foto lucu kami sekeluarga. Bagi kami itu sungguh mengesankan.

Di hari ulang tahun mertua di Malaysia beberapa waktu yang lalu, kami tak bisa pulang untuk merayakannya bersama. Lalu saya dan istri sengaja menghadiahkan sebuah CD yang merekam kami sekeluarga saat serempak mengucapkan kata selamat ulang tahun untuk beliau. CD tersebut diputar di tengah suasana suka cita saat pesta ulang tahun berlangsung dan dihadiri sanak keluarga terdekat. Coba bayangkan betapa indah momen itu. Hadiah ulang tahun dengan sedikit kreatifitas seperti itu bukankah jauh lebih berharga dibandingkan sebuah cincin mahal?

Manusia tidak pernah berubah sejak ribuan tahun silam, yaitu masih membutuhkan cinta dan kasih sayang. Sophocles menyatakan, “One word frees us from the weight and pain of life; that word is love. – Satu kata yang dapat membebaskan kita dan beban dan penderitaan hidup; kata itu adalah cinta.” Hari istimewa merupakan saat yang tepat untuk mengungkapkan kepada orang-orang yang kita cintai bahwa cinta dan kasih sayang kita akan selalu tersedia meskipun segalanya terus berubah.

Alkisah hari itu merupakan hari ulang tahun seorang pejabat tinggi di Amerika Serikat. Hari itu ia sangat girang karena menerima sebuah hadiah istimewa dari istrinya, yaitu sebuah pohon bunga. Ia segera membawa pohon tersebut, dan pulang ke rumah bersama istrinya.

Sesampai di rumah ia melihat pemandangan yang berbeda dari biasanya. Thomas, seorang anak negro yang biasa bekerja membersihkan dan memelihara kebun mereka, terlihat sedang menggali lubang di tempat itu. Ia bertanya, “Thomas, bukankah hari ini kamu libur?”

“Seharusnya saya memang libur. Tetapi saya ingin memberi hadiah istimewa untuk ulang tahun Bapak hari ini. Karena saya tidak punya uang, saya hanya bisa membuat sebuah lubang untuk menanam pohon itu,” jawab Thomas lugas. Pejabat itu tersenyum. Dalam sebuah kesempatan, pejabat tersebut mengatakan bahwa hadiah dari Thomas dan istrinya adalah hadiah yang paling istimewa dan mengesankan.

Saya begitu terkesan ketika pagi-pagi anak-anak saya sudah mempersiapkan sebuah sarapan spesial. “Ada apa ini? Tak biasanya begitu?” batin saya. Sebuah kejutan yang menyenangkan ketika mereka memberikan sebuah hadiah yang di dalamnya terdapat empat boneka kecil, mewakili ibunya dan mereka tiga bersaudara. Ada sebuah pesan khusus di sana, “Happy Father Day! We love U! – Selamat Hari Bapak. Kami Mencintaimu.” Tanpa mereka katakan, hadiah itu sudah cukup memberitahu betapa mereka sangat mencintai saya.

Memang di jaman yang modern ini, hadiah spesial dapat dikemas secara profesional dan mewah. Bahkan tersedia jasa yang khusus memilihkan, membungkus, dan mengirimkannya. Tetapi yang terpenting dibandingkan semua fasilitas dan kemewahan dalam sebuah hadiah adalah cinta dan kasih sayang kita. “Love is, above all, the gift of oneself. – Cinta, diatas segalanya, hadiah dari Anda,” kata Jean Anouilh. Karena hadiah spesial hanya dapat kita rasakan dari seberapa besar makna cinta yang terkandung di dalamnya.

Telah di baca sebanyak: 559

Mendaki Gunung Lempuyang

28 Agustus 2006 – 11:00   (Diposting oleh: Editor)

“Nothing is too high for a man to reach, but he must climb with care and confidence. ~ Tak satu pun terlalu tinggi untuk dicapai, tetapi ia harus mendaki dengan hati-hati dan percaya diri.”
~ Hans Christian Andersen

Gunung Lempuyang berada di ujung timur pulau Bali. Di gunung tersebut berdiri salah satu pura tertua di pulau Bali, yang dibangun pada jaman pra-Hindu- Budha. Pura tersebut adalah pura terbesar ketiga setelah pura Besakih dan Ulun Danu Batur.

Lempuyang merupakan akronim dari kata lempu yang bermakna lampu atau sinar dan hyang berarti Tuhan. Lempuyang berarti sinar suci Tuhan yang terang benderang. Ada kisah menarik tentang pura di gunung setinggi 1.174 meter itu. Saya mendengar dari masyarakat di sana tentang sebuah pemotretan di luar angkasa, yang menangkap sebuah sinar yang sangat terang di ujung timur pulau Bali. Sinar tersebut dipercaya berasal dari sebuah pura di gunung Lempuyang.

Saya terkesan mendengar tentang kemegahan dan ketinggian pura itu. Terlebih saya sudah cukup lama tidak pernah mendaki tempat yang cukup tinggi. Saya berpikir mendaki 1.750 anak tangga adalah tantangan sekaligus kesempatan untuk kembali berlatih. Maka saya langsung mengiyakan ajakan lima orang teman di Bali untuk meniti ribuan anak tangga pura tersebut.

Usai memberikan seminar di Singaraja dan Denpasar dalam dua hari, keesokan harinya kami segera melakukan persiapan pendakian. Sepanjang mempersiapkan perbekalan, pikiran saya sibuk membayangkan pemandangan alam dilihat dari puncak salah satu pura tertua di Bali. “Pasti sangat mengagumkan dan luar biasa,” gumam saya dalam hati.

Proses awal ditandai dengan keinginan untuk meniti setiap tangga supaya sampai ke puncak pura. Dibutuhkan tenaga dan semangat luar biasa untuk sampai ke sana. Agar tenaga dan semangat tidak kendor, untuk itu diperlukan sebuah komitmen.

Begitupun dalam upaya berprestasi, sedari awal dibutuhkan komitmen untuk berhasil. Mario Andretti, seorang pembalap mobil, mengatakan bahwa komitmen memungkinkan kita mencapai setiap keberhasilan yang kita inginkan: “Desire is the key to motivation, but it’s the determination and commitment to an unrelenting pursuit of your goal – a commitment to excellence – that will enable you to attain the success you seek.”

Setelah semua perbekalan siap, kami segera berangkat. Kami harus naik ojek untuk sampai di kaki gunung. Setiba di sana, saya takjub pada ketinggian pura. “Apa mungkin saya bisa sampai ke puncak pura?” batin saya. Komitmen untuk menaklukkan gunung tersebut membuat kami tak menunggu lebih lama untuk segera memulai proses pendakian.

Mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan adalah bagian yang tak terpisahkan untuk bisa sampai ke puncak pura Lempuyang. Sepatu olahraga dan minuman adalah dua bagian penting dari keseluruhan persiapan pendakian. Begitupun untuk meraih keberhasilan, dibutuhkan persiapan. Lucius Annaeus Seneca mengatakan: “Luck is what happens when preparation meets opportunity. Keberuntungan akan terjadi ketika persiapan yang sudah matang bertemu dengan kesempatan.”

Setelah itu, menciptakan strategi adalah bagian penting dalam proses pendakian. Kami membagi pendakian menjadi empat bagian. Proses pendakian mungkin sama, di mana secara fisik dan mental kami benar-benar diuji. Tetapi dengan menerapkan strategi tersebut membuat kami bisa memfokuskan energi dan kekuatan pada setiap bagian. Meskipun cukup melelahkan, tanpa terasa akhirnya kami berhasil melintasi bagian-bagian terakhir. Mencapai keberhasilan di bidang lain pun perlu menerapkan strategi. Kita tidak akan merasa proses itu terasa panjang dan melelahkan, karena strategi yang kita terapkan menjadikan proses itu terasa menyenangkan. Selain itu, strategi juga menjadikan pendekatan dan langkah-langkah yang harus kita tempuh lebih efisien dan tepat sasaran.

Dalam perjalanan pendakian, masing-masing di antara kami saling memotivasi. Kebetulan salah seorang teman adalah wanita. Dia sempat pucat, tetapi setelah kami semua memberikan dorongan, akhirnya dia berhasil juga sampai ke puncak.

Saat itu kami juga berpapasan dengan rombongan pelajar yang turun dari puncak. Kami menyapa mereka dan memberikan ucapan selamat karena sudah berhasil mencapai puncak. Mereka pun memotivasi kami, “Teruskan, 15 menit lagi pasti sampai!” Motivasi mereka tentu membuat kami kembali optimis dan bersemangat. Padahal setelah 15 menit kami juga belum sampai ke puncak.

Motivasi dari orang lain ataupun dari dalam diri kita sendiri membuat kita tidak mudah menyerah. Saya juga sempat kelelahan saat mendaki pura Lempuyang. Tetapi saya berusaha memotivasi diri sendiri. “Tahun 2001 saya mampu naik ke puncak tertinggi Jiayu Pass di Tembok Besar Cina. Maka kali ini saya pasti bisa,” batin saya. Pengalaman sukses yang lalu memberi dorongan dan semangat yang luar biasa.

Contoh tersebut sebenarnya membuktikan bahwa kita memiliki kekuatan yang sangat besar untuk melampaui tantangan sebesar apa pun. Dibutuhkan sebuah motivasi untuk menggerakkan semua kekuatan itu, entah motivasi dari orang lain atau dari diri kita sendiri. “Motivation is the fuel, necessary to keep the human engine running. Motivasi adalah bahan bakar, sangat penting untuk menjaga semangat manusia tetap menyala,” ungkap Zig Ziglar.

Cara yang paling efektif untuk berhasil melampaui tantangan adalah dengan menikmati proses itu sendiri. Pada waktu mendaki Pura Lempuyang, kami butuh waktu untuk istirahat, dan benar-benar kami manfaatkan untuk menikmati suasana. Meskipun hanya ada monyet yang melintas, tetapi kami sangat menikmati semua itu. Sehingga perjalanan kami tidak terasa terlalu melelahkan dan membosankan.

Akhirnya kami sampai di puncak pura Lempuyang. Cucuran keringat saat berjuang mencapai puncak terbayar sudah, saat kami melihat pemandangan dari puncak pura yang sungguh luar biasa. Kami merasa seakan berada di atas awan. Hawa dan suasananya begitu sejuk dan tenang. Kami lewatkan beberapa saat di puncak pura Lempuyang untuk merayakan keberhasilan kami. Tetapi kami tentu tidak berlama-lama di sana, karena kami harus segera turun dan memulai aktivitas kami seperti biasa.

Pengalaman itu sangat berharga, dan saya kira terkait erat dengan proses menuju puncak keberhasilan berprestasi. Kalaupun kita berhasil mencapai keberhasilan, tak salah jika kita meluangkan waktu untuk merayakannya. Tetapi sebuah prestasi bukanlah sebuah tujuan, melainkan sebuah proses.

Jadi jangan terlalu lama berada di sana atau merasa sudah cukup puas. Tetapi kita harus kembali menyusun visi, berkomitmen dan bersiap melaksanakan langkah-langkah untuk menyongsong kesuksesan berikutnya, dan yang terpenting adalah menjadi lebih baik dari sebelumnya. “Tidak ada kemuliaan yang dicapai dengan menjadi lebih baik dari orang lain. Kemuliaan sesungguhnya adalah menjadi lebih baik dari diri sebelumnya,” kata pepatah Tiongkok kuno.

Telah di baca sebanyak: 1346

« Previous PageNext Page »

Top