Bencana Asap di Riau: Dari Hot Spot Menjadi Hotline
May 23, 2012 by admin
Filed under Emmy Liana Dewi, Kolomnis
Ketika saya sedang bepergian dan membawa laptop, saya akan mencari tempat yang mempunyai hot spot (saluran internet nirkabel). Saya sering mencari hot spot gratis baik di kafe, hotel, maupun bandara untuk membaca e-mail yang masuk maupun kirim e-mail yang penting, atau sekadar menyapa anak yang kuliah di Malaysia. Anak-anak saya kalau pergi juga demen sekali mencari hot spot.
Tetapi, kalau Anda sedang jalan-jalan ke Riau Daratan (Ridar) di musim kering, Anda tidak perlu repot-repot mencari hot spot, karena Ridar merupakan gudangnya hot spot yang jumlahnya bisa puluhan sampai ratusan. Hot spot di Riau gratis manis. Kalau musim kering dan panas sekali, akan muncul hot spot baru yang membuat penduduk di Ridar sampai ke Malaysia dan Singapura kalang kabut. Maklum host pot-nya berhubungan dengan sesuatu yang benar-benar ‘HOT’, yaitu api, yang menghasilkan bencana asap.
Hot spot atau titik api di Riau jumlahnya sampai dua ratus sekian (ini yang saya baca pada tahun yang lalu) yang menyebabkan negeri jiran, yaitu Malaysia dan Singapura ikut menderita terkena imbas bencana asap. Saya yakin, jumlah titik api jauh lebih banyak dari jumlah tersebut pada tahun 1997.
Pada tahun 1997, kami sekeluarga tinggal di Duri. Asap sedemikian tebalnya, sampai jarak pandang kurang dari sepuluh meter. Dan, langit serta pandangan di mana-mana bernuansa abu-abu pekat, disertai sebersit warna kemerahan karena matahari marah tertutup kabut asap. Asap yang pekat membuat mata perih, dan banyak orang mulai terserang ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), menderita bronkhitis kronis, batuk, dan demam.
Kalau bencana gempa, sekali atau beberapa kali menggoyang, ada bangunan yang hancur, ada yang meninggal tertimpa puing, dan yang selamat mencari tempat aman. Lalu berhenti. Atau bencana banjir yang menghanyutkan atau merusak harta benda. Tetapi, Anda masih bisa melarikan diri dan menyelamatkan diri di tempat yang kering. Kalau bencana asap: Tidak ada tempat aman untuk menghindarinya atau melarikan diri darinya. Semua daerah yang terimbas asap, sama rata semua menghirup udara yang penuh racun, baik manusia, burung, gajah, ikan, maupun hewan lainnya.
Satu-satunya jalan untuk menghindari asap, Anda harus pergi dari tempat tersebut dan mengungsi ke daerah lain yang bebas asap. Padahal, orang dari daerah lain yang tidak menghirup asapnya tidak mengerti kenapa Anda harus mengungsi dan meninggalkan untuk sementara waktu pekerjaan dan kehidupan rutin Anda. Mengungsi pun membuat kehidupan Anda porak poranda, karena Anda kehilangan mata pencaharian untuk waktu yang tidak menentu, dan setiap tahun akan mengulang hal yang sama.
Asap benar-benar bisa disebut the silent killer, sang maut yang pendiam dengan korban lebih banyak daripada korban flu khinzir atau virus H1N1. Berapa banyak korban jiwa yang telah melayang karena bencana asap di Riau? Berapa banyak hewan dan tanaman yang punah karena bencana asap itu? Tidak ada jejak ataupun laporan tertulisnya. Karena, belum ada lembaga pemerintah mana pun yang menganggap kebakaran hutan di Riau sebagai bencana yang serius seperti misalnya tsunami di Aceh, gempa bumi di Yogyakarta, atau banjir di Jakarta.
Jujur saya katakan, berbeda dengan banjir dan gempa bumi, pada bencana asap kita tidak kehilangan harta benda. Tetapi, karena bencana asap kita bisa kehilangan sebagian kesehatan kita dan umur kita secara pelan-pelan. Asap yang kaya oksidan mengurangi kualitas udara dan menganggu pernapasan kita. Bukankah oksigen yang berkualitas adalah satu syarat kehidupan yang sehat? Kalau diadakan penelitian, berapa banyak penduduk di Ridar yang terkena kanker paru-paru, bronkhistis kronis, maupun masalah yang berhubungan dengan pernapasan? Juga bagaimana ‘rentang usia’ masyarakat yang tinggal di dekat hutan-hutan gambut—yang membara pada saat musim kering—akan berkurang tanpa ada tindakan yang nyata dari Pemda maupun Pemerintah Pusat? Tanpa ada tindakan hukum yang nyata dan tegas terhadap pelaku pembakaran hutan?
Saya ingin berbagi pengalaman menghadapi bencana asap pada tahun 1997. Saya menemani Steffi, si bungsu kami yang saat itu berusia delapan setengah tahun, yang terpaksa mengungsi ke Batam karena kesehatannya begitu terganggu akibat asap yang sedemikian pekatnya. Bersama-sama balita dan orang ’sepuh’ yang mengalami masalah pernapasan, kami dievakuasi ke Batam yang kualitas udaranya jauh lebih baik. Rombongan kami ke Dumai naik bus, jalan sangat pelan menembus kabut asap. Lalu kami naik kapal feri ke Batam.
Satu feri isinya ibu-ibu dengan balitanya atau anak SD yang sakit. Sedih juga meninggalkan suami dan anak sulung yang sedang menghadapi ujian di sekolahnya. Pengungsian ini sampai menjadi berita di televisi dan koran, dan banyak orang mencemooh karena mereka tidak merasakan betapa sulitnya bernapas (terutama bagi orang dengan masalah pernapasan seperti asma, bronkhistis, ISPA) dalam bencana asap.
Murid-murid diliburkan dari sekolah untuk sementara waktu. Keluar rumah harus pakai masker. Otomatis kegiatan ada di dalam rumah. Beruntung kami tinggal di komplek perumahan sebuah perusahan minyak yang serba tertutup karena memakai AC central. Pun demikian, kualitas udara tetap di bawah rata-rata. Lalu, bagimana dengan mayoritas masyarakat yang rumahnya serba terbuka dan udara bebas mengunjungi ke setiap sela rumah mereka? Anak-anak banyak yang stres harus tetap tinggal di dalam rumah. Yang menjadi pertanyaan, sampai kapan sekolah diliburkan dan sampai kapan mereka tidak bisa bermain di luar rumah?
Kembali lagi ke masalah utama, yakni istilah hot spot. Ada teman kami yang naik helikopter dari Rumbai ke Dumai bercerita. Katanya, dari udara terlihat jalur-jalur penghasil asap, sehingga tidak tepat lagi disebut hot spots. Akan tetapi, itu lebih tepat disebut ‘hotlines’; bukan titik-titik api tetapi barisan-barisan api yang menyebabkan bencana asap. Mungkin juga karena titik-titik sumber api sudah membesar dan bergabung sehingga menjadi barisan sumber api penyebab bencana asap. Sehingga, dari atas terlihat seperti barisan berasap yang menyerupai jalur-jalur awan di daratan.
Cerita ini saya tulis, sepulang suami dan saya beserta rombongan kecil pergi dari Rumbai ke Dumai naik bus. Kami baru saja menghadiri pesta perpisahan dengan sahabat kami yang baru saja menyelesaikan tugas di sebuah perusahaan multi-nasional di Dumai. Sebuah perjalanan yang memakan waktu sekitar 5 jam (lebih bila ditambah waktu istirahat dan makan siang di Duri).
Dan, ketika memasuki daerah Dumai, kami kembali mengalami masalah asap. Asap di Dumai sangat pekat karena hutan gambut ‘terbakar’. Malam harinya asap tebal turun ke bumi, kami tidur dengan udara yang pengap, dan pagi harinya terbangun dengan menghirup udara bau sangit, mata pedih, dan napas pendek kekurangan oksigen yang bersih. Badan, pakaian, dan rambut semua ikut-ikutan bau sangit.
Kami hanya tinggal satu malam saja di Dumai. Perjalanan Rumbai-Dumai pergi-pulang melewati kabut asap telah membuat saya bernostalgia—mengingat ketika ikut dievakuasi karena asap tahun 1997 bersama si Bungsu kami. Beberapa hari kemudian saya jatuh sakit, menjadi korban asap di Dumai. Padahal, kami hanya menginap semalam.
Bila bencana asap tiba, siapakah yang semestinya disalahkan? Alam atau manusia? Telah berapa banyak nyawa yang hilang akibat bencana asap? Pak SBY… bantu kami di Riau untuk memecahkan masalah asap ini, please…!!
* Emmy Liana Dewi adalah seorang ibu rumah tangga, praktisi praktik holistik, pemerhati masalah lingkungan dan pendidikan. Emmy dapat dihubungi melalui Email: esuhendro[at]yahoo[dot]com.
Telah di baca sebanyak: 646
Naluri Penyembuhan Diri Dalam Menanggulangi Stress
January 3, 2011 by admin
Filed under Emmy Liana Dewi

Apabila kita kembali menengok kehidupan jaman dulu, kita akan dapati sebuah bentuk kehidupan yang sangat sederhana dengan rutinitas sehari-hari yang sama: mencari makan, memasak, membuat api unggun, berkelompok mendengarkan cerita. Sehingga pada saat itu, kita hanya mengenal satu jenis stres saja, yaitu stres yang menyangkut masalah hidup atau mati, misalnya bencana kelaparan, bencana alam, atau wabah penyakit.
Namun sekarang kita menghadapi kehidupan yang sungguh sangat berbeda dipenuhi stres setiap hari. Kesehatan badan, pikiran dan jiwa selalu dipengaruhi oleh trauma, kekerasan, cuaca, pola makan, lingkungan alam, laporan berita, pekerjaan, alat komunikasi, jadwal, lalu lintas yang macet, dan tantangan hidup sehari-hari yang benar-benar membuat kita membagi energi dan perhatian yang besar. Hal ini sering membuat kita mengalami ‘kelelahan’ fisik dan mental serta mengabaikan kesejahteraan diri kita sendiri maupun orang-orang yang dekat dengan kita tanpa disengaja.
Stres adalah bagian dari kehidupan kita sehari-hari yang tidak bisa kita hindari, dan jujur saja, stres itu tidak menyenangkan. Bahkan sebagian besar orang tidak menyadari bahwa betapa tidak sehatnya stres bagi tubuh dan mental kita, dan betapa stres akan membuat tubuh kita cepat menua dan mudah sakit. Bahkan menurut Laura Silva Quesada, presiden dari the Silva Method of Mind Control (www.silvamethod.com.my) sekarang stres menjadi pencetus penyakit kronis sampai sebesar 90%.
Keadaan yang tidak nyaman yang membuat kita cemas, kuatir, marah, dan emosional menghasilkan hormon-hormon pencetus stres. Salah satunya adalah hormon kortisol. Menurut Dr. Mehmet Oz, M.D.,dokter yang paling popular di Amerika dan sering muncul dalam the Oprah Show, kortisol menyebabkan meningkatnya gula darah dan menyebabkan diabetes tipe II, serta menghambat biokimia tubuh kita dalam melindungi daya imun tubuh, sehingga stres menyebabkan peradangan/inflamasi, menurunkan daya imun tubuh, dan menyebabkan munculnya penyakit-penyakit kronis. Malahan stres sekarang ini disebut sebagai faktor pemicu sel kanker. Karena itulah stres disebut juga ‘‘the silent killer”.
Bagaimanapun stres tetap menjadi bagian dari kehidupan kita, akan tetapi kita bisa membatasi keberadaannya dalam keseharian. Perlu kita ketahui, stres bukanlah sesuatu yang buruk bila kita mampu menanggulanginya, karena stres juga dibutuhkan dalam hidup kita untuk menjadi lebih kreatif, kuat, dan memperbanyak proses pembelajaran dalam kehidupan kita. Yang penting adalah sikap kita dalam menghadapi stres dan bagaimana cara menghadapinya.
Pandangan Sains Timur Tentang Stres
Pandangan dari dunia sains barat ketika seseorang mengalami gangguan fisik maupun emosi berbeda dengan pandangan dari dunia sains timur. Bagi dunia sains timur, untuk menjadi sehat dan mencapai hidup yang sejahtera, perlu terjadi pola keselarasan energi pada raga-pikiran-jiwa secara terpadu (holistik). Jika energi di dalam tubuh mengalir dengan lancar tanpa hambatan melalui aliran dan pusat energi, maka kita akan mendapat kesehatan yang baik, keseimbangan emosi, mental yang jernih, dan kesejahteraan yang menyeluruh.
Pada saat kita mengalami gangguan pada emosi kita, maka energi di dalam tubuh kita juga mengalami gangguan dan terjadi “sumbatan-sumbatan” yang menyebabkan kita merasa nyeri di bagian tubuh tertentu di mana terjadi penyumbatan jalur energy, atau kita mengalami keadaan yang disebut ‘sakit’. Untuk mengatasi sumbatan-sumbatan pada jalur energi ini, kita perlu mempraktikkan cara-cara dan praktik holistik yang akan membuka sumbatan-sumbatan tersebut dan untuk pemulihan energi, sehingga bisa terjadi penyembuhan secara alami. Praktik-praktik ini biasanya berupa pijatan (totok tubuh, pijat refleksi, akupresur), olah nafas/pranayama, gerakan lembut (taichi, chikung, yoga, tarian), sentuhan energy (prana, reiki), meditasi, terapi ketawa, bahkan visualisasi.
Orang yang teratur pijat misalnya, mempunyai otot yang lentur dan tubuh serta pikiran lebih rileks. Hal ini akan mempengaruhi tekanan darah dan tingkat stres. Orang yang gemar olah lembut, akan memiliki otot yang lentur dan pola nafas yang teratur sehingga juga mempengaruhi sirkulasi dan kesehatan jantung. Orang yang teratur olah nafas atau meditasi, akan mempunyai pikiran yang tenang dan tidak mudah emosi, sehingga dalam menghadapi masa sulit, akan bisa mengatasi dengan lebih baik. Praktik-praktik ini menyebabkan tubuh menghasilkan hormon gembira secara instan, salah satunya adalah endorfin, yang meningkatkan rasa gembira, mengurangi stres, dan mengurangi rasa nyeri.
Naluri Penyembuhan Alami
Menurut para ahli kesehatan, otak manusia terdiri dari bagian “kognitif/teori” yang tugasnya mengatur bahasa dan pemikiran abstrak, dan bagian otak yang disebut “limbik/emosi” yang tugasnya mengatur emosi dan naluri yang mengontrol perilaku. Otak emosi ini mengontrol banyak bagian fisiologi tubuh, reaksi otonomi dan kesejahteraan secara psikologis.
Menurut teori Dr. David Servan-Schreiber, M.D., Ph.D, seorang psikiater terkemuka, otak emosi berisi mekanisme alami untuk penyembuhan diri sendiri atau disebut “naluri penyembuhan alami/instinct to heal”. Naluri penyembuhan alami ini adalah naluri kemampuan penyembuhan diri yang ada pada setiap orang untuk menemukan keseimbangan dan kesejahteraan di dalam tubuh, pikiran dan jiwa, yang akan diperoleh secara maksimal apabila diprogram ulang. Salah satunya dengan menggunakan cara-cara yang telah dipraktikkan secara turun temurun di beberapa negara di Asia termasuk di Indonesia, yang bisa membantu kita untuk hidup dengan lebih damai meskipun banyak tantangan di sekitar kita. Cara-cara ini berupa praktik-praktik mudah melalui tubuh (body-mind practices), yaitu melalui gerakan, sentuhan, pernafasan, visualisasi maupun pemijatan, dan bisa digunakan ketika kita merasa lelah, bingung atau mengalami tekanan jiwa.
Dalam bukunya yang berjudul “The Instinct to Heal – Curing Depression, Anxiety, and Stress Without Drugs and Without Talk Therapy”, David Servan-Schreiber, menuliskan bahwa kelainan emosional adalah akibat dari bagian otak emosi yang tidak berfungsi. Tugas utama dari upaya penyembuhan adalah untuk memprogram kembali bagian otak ini untuk mengadaptasi situasi saat ini dan tidak bereaksi terhadap kejadian yang sudah lalu lagi. Ketika Dr. Servan-Schreiber melawat ke Tibet, beliau melihat praktik-praktik holistik setempat yang berhasil membantu orang-orang yang mengalami masalah penyakit kronis dan juga masalah yang menyangkut emosi. Dalam bukunya, Schreiber berpendapat bahwa pada umumnya akan lebih efektif untuk menggunakan cara penyembuhan melalui badan yang akan mempengaruhi otak emosi secara langsung daripada menggunakan cara penyembuhan yang menggunakan bahasa dan penalaran, di mana bagian otak emosi ini tidak bisa menerima/mengerti. Cara yang sering dipakai untuk mengatasi stres, trauma, atau depresi biasanya melalui psikoterapi kognitif dan pemakaian obat-obatan, akan tetapi sering kali kedua cara tersebut dirasakan kurang berhasil. Pada masyarakat tradisional, cara-cara ini kadang-kadang kurang bisa diterima.
Dr. Patricia Mathes Cane telah mempraktikkan terapi-terapi melalui tubuh dalam praktik holistik di puluhan negara yang mengalami trauma masal akibat perang dan kekerasan (Rwanda, Nikaragua, Timor Leste, Irlandia, dan beberapa negara lainnya) melalui jaringan solidaritasnya yang diberi nama ‘Capacitar’. Kata Capacitar berasal dari bahasa Spanyol yang yang arti dalam bahasa Inggrisnya ‘to empower’, memberdayakan naluri penyembuhan diri dalam menghadapi tantangan hidup yang berat. Hasil yang dicapai Capacitar melalui teknik-teknik relaksasi sederhana melalui tubuh (body-mind practices) sungguh menakjubkan dan telah banyak menolong masyarakat akar rumput yang mengalami stres traumatik akibat kemiskinan, kekerasan, maupun pertikaian yang melanda di negara mereka (www.capacitar.org).
Cara-cara praktik holistik melalui badan, bisa digunakan untuk kita semua dengan mudah dilakukan dan biaya yang sangat murah, bahkan ada yang sama sekali tidak membutuhkan biaya. Yang menjadi tantangan adalah menjadikan praktik-praktik ini dalam kehidupan sehari-hari kita sampai menjadi suatu rutinitas dan bisa otomatis dilakukan dan membantu ketika kita merasa lelah, bingung atau mengalami stres dan depresi.
Kunci dari cara ini adalah adanya “naluri” di dalam diri setiap mahluk hidup untuk kembali kepada keselarasan dan keutuhan. Penyembuhan atau healing terjadi melalui pelepasan dari energi yang pada awalnya mengalami penyumbatan dan kemudian melancarkan kembali aliran energi ini. Dengan aliran energi yang sudah diperbaharui, seseorang akan kembali selaras dan harmonis. Praktik-praktik ini dimasukkan ke dalam ilmu pengetahuan populer, dan telah diadopsi di rumah sakit-rumah sakit besar di Amerika Serikat.
Melakukan praktik-praktik holistik secara teratur akan membantu mengurangi gejala ketegangan mental yang muncul dengan gejala simptomatis seperti: sakit kepala, sakit badan, kelainan di lambung, diare, insomnia, kecemasan, dan rasa lelah kronis. Selain itu juga mempraktikkannya secara teratur dan menjadikannya bagian rutinitas dalam kehidupan akan menjadikan ‘katarsis/pelepasan emosi’ yang akan membuat seseorang lebih merasa nyaman dan lega.
Bila Anda sering mengalami gangguan insomnia, sakit kepala, masalah pencernaan yang tidak kunjung sembuh, tidak ada salahnya Anda bisa mencoba pijat refleksi, atau latihan pranayama di pagi hari, atau juga meditasi secara teratur. Siapa tahu, praktik-praktik sederhana ini bisa membantu menyehatkan Anda.
* Emmy Liana Dewi, certified Laughter Yoga Coach, pembicara Trauma Healing untuk Capacitar Indonesia, bisa dihubungi langsung di esuhendro@yahoo.com
Telah di baca sebanyak: 889Apa Sih Yoga Ketawa Itu?
August 31, 2010 by admin
Filed under Emmy Liana Dewi

Yoga Ketawa itu kayak apa sih? Ketawa melulu? Sambil melakukan postur-postur yoga? Pertanyaan ini banyak sekali dilontarkan oleh orang-orang yang belum pernah mengikuti sesi ‘Yoga Ketawa’.
Saya sendiri sebelum kenalan sama Yoga Ketawa tidak punya gambaran sama sekali, kecuali pasti banyak banyak ketawa kalau ikut Yoga Ketawa. Pertama kali ikut Yoga Ketawa di Santa Barbara Juli tahun 2008, ketika mengikuti Perayaan 20 tahun Capacitar International. Kesannya, wah … ger-geran. Bbagus buat intermezzo dan menyegarkan. Lalu pernah ikut Senam Ketawa yang merupakan bagian dari the Advance Meditation Program oleh the Art of Living di Bali pada bulan November 2008. Waduh … 400 orang ketawanya membahana menyaingi debur ombak di pantai Sanur. Dan diakhiri dengan sesi meditasi. Rasanya, sulit digambarkan dengan kata-kata. Plong begitu … bahkan sampai berhari-hari rasanya masih nyaman dan lega sekali.
Setelah itu saya ketagihan dan sering mempraktikkan sendiri maupun dalam presentasi relaksasi bersama peserta. Pelan-pelan, terjadi perubahan besar pada diri saya, ketawa membuat saya makin gembira dan senang. Ketawa membuat saya mudah menertawakan masalah yang tadinya bisa membuat saya uring-uringan. Ketawa membuat saya mudah melihat sisi positif orang lain daripada sisi negatifnya. Ketawa membuat saya merasa nyaman dengan diri saya sendiri. Akhirnya saya memutuskan untuk menjadi guru Yoga Ketawa dan belajar dari pendiri Yoga Ketawa langsung, yaitu Dr. Madan Kataria yang tinggal di Bangalore, India sampai saya menjadi Certified Laughter Yoga teacher.
Yoga Ketawa adalah serangkaian latihan yang unik, yang menggabungkan ketawa tanpa syarat dengan pernafasan yogis atau disebut juga Pranayama. Dalam Yoga Ketawa, semua orang bisa tertawa tanpa perlu alasan apapun, dan tanpa harus mengandalkan humor, lelucon, atau komedi. Mula-mula, ketawa disimulasikan sebagai latihan fisik, sambil tetap menjaga kontak mata dengan peserta lain di dalam kelompok ketawa dan bermain-main layaknya anak kecil. Biasanya latihan ini akan membuat kita tertawa lepas dan plong. Kita semua tahu bahwa ketawa itu menular dan menjalar. Sehingga bila di dalam grup ketawa, bila ada yang sudah mulai tertawa lepas, maka yang lainnya akan ikut tertawa mengikutinya. Kalau ngga percaya, boleh deh mencoba ikut sekali sesi Yoga Ketawa…
Terbukti secara ilmiah bahwa tubuh manusia tidak dapat membedakan antara ketawa yang dibuat-buat (ketawa aspal) dari ketawa yang sungguhan. Ketawa aspal maupun asli akan membuat kita senang dan gembira yang akan meningkatkan kadar hormon gembira kita atau yang disebut endorphin. Yoga Ketawa adalah sebuah teknik yang luar biasa yang dapat membantu orang-orang dewasa untuk dapat tertawa lepas tanpa harus berpikir secara rasional. Yoga Ketawa dapat ‘mengelabui’ sistem intelektual kita yang biasanya dapat menghalangi kita dari tertawa. Orang dewasa hanya akan tertawa bila ada penyebabnya, dan ini logika yang berbicara. Misalnya tertawa bila nonton film Mr. Bean atau Pink Phanter yang dibintangi Steve Martin yang kocak adalah hal yang wajar. Tapi dalam Yoga Ketawa, kita bisa tertawa tanpa menunggu ada penyebab atau alasan untuk memancing tertawa. Tentu saja harus ada yang memimpin, biasanya seorang yang telah menjadi ‘certified Laughter Yoga leader’ yang telah mempelajari teknik pernafasan, senam ketawa, relaksasi dan meditasi ketawa. Training untuk leader Yoga Ketawa diadakan oleh guru Yoga Ketawa yang langsung mendapat training dari Dr. Madan Kataria.
Sesi Yoga Ketawa dimulai dalam kelompok dengan teknik pemanasan ringan seperti peregangan tubuh, tepuk tangan yang berirama sambil mengucapkan ‘hoho…hahaha’, pernafasan yang dalam, mengucapkan afirmasi ‘very good…very goodd.., yeaaah…’, dan lalu diikuti gerakan tubuh yang diikuti ketawa. Latihan-latihan ini dapat membantu membuat kita lebih rileks dan dapat membuat kita merasa ingin bermain seperti anak-anak. Kita akan merasa lepas dan bebas dari tekanan dan emosi-emosi negatif.
Sedangkan latihan pernafasan digunakan untuk mempersiapkan paru-paru kita untuk latihan berikutnya, yaitu serangkaian ‘senam ketawa’ yang menggabungkan metode akting dan teknik visualisasi dengan permainan-permainan anak-anak sambil tertawa. Latihan-latihan tersebut, bila digabungkan dengan dinamika sosial yang kuat dari kelompok ketawa, dapat membuat kita tertawa lepas. Senam ketawa juga baiknya diselingi oleh latihan pernafasan mengingat tertawa membutuhkan banyak enerji dan ketawa adalah bentuk dari pembuangan nafas yang cukup lama. Menurut penelitian ilmiah, tertawa selama 10-15 menit dapat menghasilkan manfaat fisiologis dan psikologis yang utuh. Percaya atau tidak, bahwa 1 menit ketawa terbahak-bahak sama dengan 10 menit kita mengayuh alat ‘rowing machine’ atau latihan aerobik.
Bila ikut sesi Yoga Ketawa, sebaiknya Anda mengenakan pakaian yang santai, celana panjang agak longgar, tanpa ikat pinggang. Bagian perut bawah tidak terikat kuat olah sabuk maupun pakaian yang ketat. Ketawa adalah bentuk pembuangan nafas yang melepas karbon dioksida. Bentuk ketawa dalam Yoga Ketawa adalah pernafasan yang menimbulkan kontraksi di bagian diafragma (perut bawah) sehingga bisa memaksimalkan pembuangan karbondioksida lebih banyak. Dalam bernafas kita bisa membawa 25% oksigen dan sisanya adalah karbondioksida. Dengan ketawa, yaitu pembuangan nafas yang diperpanjang, maka kita bisa membuang karbondioksida lebih banyak dan memberi peluang membawa oksigen masuk ke dalam paru-paru lebih banyak juga.
Pernafasan yang benar dan sehat adalah pernafasan diafragma yang mampu memasok oksigen lebih banyak. Sedangkan pernafasan dada terbatas. Paru-paru kita sebenarnya mempunyai kapasitas mengisi oksigen sebanyak 6 liter. Akan tetapi, dalam keadaan sibuk, duduk di komputer, tegang dengan pekerjaan, nonton film yang memacu adrenalin, atau main games di komputer, seringlah kita ‘lupa’ bernafas dengan benar sehingga kita hanya mengambil oksigen 10% dari kapasitas yang ada, atau bahkan kurang dari itu. Hal ini menyebabkan paru-paru kita kelebihan muatan karbondioksida dan menyebabkan stress. Dan stress yang berkepanjangan adalah akar penyakit-penyakit yang menyerang tubuh kita, misalnya insomnia, hipertensi,diabetes, dll. Stress adalah 70%-80% penyebab penyakit yang bisa membunuh kita pelan-pelan.
Dalam Yoga Ketawa, memungkinkan kita untuk tertawa 10-15 menit berkelanjutan yang akan memberi manfaat terhadap fisik dan juga mental kita. Ketawa yang menyehatkan dan memberi efek penyembuhan adalah ketawa panjang, dengan suara keras dari rongga diafragma, dan dalam waktu yang berkesinambungan. Dan dilakukan rutin. Dalam kelompok Ketawa, kita bisa tertawa keras dan dipandu oleh ketua kelompok dengan melakukan ‘senam ketawa’, yang membuat kita bisa tertawa yang menyehatkan dalam jangka waktu yang lama, yaitu 10-15 menit. Senam ketawa sebaiknya dilakukan pagi hari sebelum makan, atau 2-3 jam setelah perut terisi.
Yoga Ketawa dapat diakhiri dengan ‘meditasi ketawa’; peserta duduk atau berbaring di lantai dan membiarkan ketawa mengalir dari dalam diri masing-masing layaknya air mancur. Sesi ini dapat menghasilkan katarsis emosi yang sehat dan juga perasaan ‘lepas’ dan kegembiraan yang dapat berlangsung selama berhari-hari. Meditasi ketawa dapat juga dilanjutkan dengan latihan relaksasi. Dalam relaksasi dengan posisi berbaring bisa menimbulkan rasa relaks yang dalam, mengantuk dan bisa tertidur. Bagi yang sedang membutuhkan ‘istirahat’ lebih, dalam relaksasi ini bisa tertidur, walaupun sebentar kualitas tidurnya bisa menggantikan kekurangan tidur selama 3 jam.
Yoga Ketawa berbagi suka, kesehatan yang berkualitas, dan dengan misi mengajak sesama menebar kebaikan dan kedamaian bagi dunia melalui ‘KETAWA’……
Yuuuk…gabung dengan Klub Ketawa…Hoho..hahahaha..
*) Emmy Liana Dewi – Certified Laughter Yoga Coach. (esuhendro@yahoo.com)
Teknik Relaksasi: Genggam Jari untuk Keseimbangan Emosi
May 31, 2010 by admin
Filed under Emmy Liana Dewi
Kalau kita perhatikan, banyak bayi yang menjadi lebih tenang ketika mereka mengisap salah satu jari-jari tangannya yang mungil. Ada teori yang mengatakan bahwa mengisap jari memberikan kenikmatan oral pada bayi. Tetapi ada pendapat lain yang berhubungan dengan jalur energi di tubuh yang memengaruhi emosi kita. Menurut teori akupunktur, mengisap jari akan menimbulkan rasa nyaman dan damai.
Juga ada pijat refleksi yang fokusnya pada jari kaki dan tangan. Pada jari kaki dan tangan ketika dipijat kadang timbul rasa nyeri dan adanya perasaan seperti butiran-butiran pasir atau bahkan benjolan kecil sebesar kacang hijau. Keadaan seperti ini menunjukkan jalur energi setempat sedang mengalami penyumbatan yang disebabkan oleh masalah kesehatan maupun keadaan mental seseorang.
Ada sebuah teknik relaksasi yang sangat sederhana dan mudah dilakukan oleh siapapun yang berhubungan dengan jari tangan serta aliran energi di dalam tubuh kita. Namanya teknik genggam jari atau finger hold. Teknik Genggam jari adalah cara yang sangat mudah untuk mengendalikan emosi. Emosi dan perasaan adalah seperti ombak energi yang bergerak melalui badan, pikiran dan jiwa kita. Di setiap ujung jari kita merupakan saluran masuk dan keluarnya energi atau dalam istilah ilmu Akupunktur disebut miridian (energy channel) yang berhubungan dengan organ-organ di dalam tubuh kita serta dan emosi yang berkaitan. Perasaan yang tidak seimbang, misal sedih, takut, marah yang berlebihan bisa menyumbat atau menghambat aliran energi, yang mengakibatkan rasa nyeri atau perasaan sesak serta tidak nyaman di tubuh kita. Menggenggam jari sambil menarik napas dalam-dalam dapat mengurangi dan menyembuhkan ketegangan fisik dan emosi, karena genggaman pada jari akan menghangatkan titik-titik keluar dan masuknya energi pada meredian yang terletak pada jari tangan kita, sehingga sumbatan di jalur energi menjadi lancar.
Teknik genggam jari ini sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kita berada dalam keadaan yang sulit, merasa marah, tegang, takut atau ingin menangis tanpa sebab, jari bisa digenggam untuk membawa rasa damai, fokus dan nyaman sehingga kita bisa menghadapi keadaan dengan perasaan lebih tenang dan mampu membuat keputusan dengan kepala dingin. Teknik ini bisa juga dilakukan untuk relaksasi dengan musik yang berirama lembut, atau dilakukan sebelum tidur bagi yang mengalami masalah insomnia. Teknik ini bisa dilakukan kapan saja, di mana saja, oleh siapa saja: ketika menunggu seseorang, dalam perjalanan, maupun ketika menghadapi masalah. Latihan ini dapat dikerjakan sendiri. Bagi yang sedang dalam keadaan depresi atau mengalami keterbatasan fisik (sakit keras, lumpuh, manula), serta balita yang tidak mampu mengerjakan sendiri, bisa dibantu oleh orang lain.
Hubungan Jari dan Emosi
Menurut teori Akupunktur, setiap jari merupakan jalur keluar masuknya energi dan berhubungan dengan emosi tertentu. Ada banyak titik-titik di sekitar jari tangan serta telapak tangan. Apabila sedang terjadi gangguan kesehatan di organ tertentu, maka ada beberapa titik di jari tangan yang sangat nyeri apabila dipijat. Ternyata setiap jari mempunyai hubungan yang berbeda dengan emosi kita.
Ibu jari berhubungan dengan perasaan sedih, ingin selalu menangis, dan merasa merana.
Jari telunjuk berhubungan dengan perasaan takut, panik, merasa terancam dan tidak nyaman.
Jari tengah berhubungan dengan perasaan marah, benci, dan kecewa.
Jari manis berhubungan dengan perasaan cemas dan kuatir.
Jari kelingking berhubungan dengan perasaan rendah diri dan kecil hati.
Dan apabila Anda sedang memijat-mijat jari tangan Anda dan menemukan beberapa titik yang nyeri, pijatlah dengan lembut sampai rasa nyeri berkurang. Memijat akan melancarkan energi di tempat yang terjadi sumbatan. Pijatan bisa diganti dengan genggaman yang memberi efek ketenangan dan rasa nyaman dan tidak menyebabkan rasa nyeri seperti kalau Anda memijat jari yang sedang mengalami ketidakselarasan energi. Genggaman memberi kehangatan, dan kehangatan juga dilakukan di teori akupunktur yang disebut moksibasi.
Cara melakukan Teknik Genggam Jari:
Peganglah tiap jari mulai dari ibu jari selama 2-3 menit. Anda bisa menggunakan tangan yang mana saja. Tarik napas yang dalam dan lembut. Hembuskanlah napas secara perlahan dan lepaskan dengan teratur. Ketika menarik nafas, hiruplah bersama rasa harmonis, damai, nyaman dan kesembuhan. Ketika menghembuskan napas, hembuskanlah secara perlahan sambil melepaskan perasaan dan masalah yang mengganggu pikiran dan bayangkan emosi yang mengganggu tersebut keluar dari pikiran kita dan masuk ke dalam bumi. Sekarang pikirkanlah perasaan-perasaan yang nyaman dan damai, sehingga Anda hanya fokus pada perasaan yang nyaman dan damai saja.
Sering kali ketika sedang menggenggam jari, Anda merasakan denyutan yang cukup keras di setiap jari Anda. Hal ini menunjukkan keadaan emosi yang sedang kurang seimbang sehingga jalur energi terhambat dan kurang lancar. Ketika energi yang tersumbat menjadi lebih lancar, maka denyutan di setiap jari akan melembut dan perasaan akan menjadi lebih tenang dan seimbang. Setelah denyutan menjadi lebih ringan, Anda bisa memindahkan gengaman pada jari selanjutnya secara berurutan.
Anda juga bisa melakukan teknik genggam jari untuk orang lain yang sedang membutuhkan bantuan. Teknik ini sangat membantu anak kecil yang sedang gelisah dan rewel, atau sedang sakit. Juga Anda bisa menggunakannya untuk orang yang sedang dilanda deresi atau trauma berat, serta orang sakit keras dalam keadaan kritis atau hampir meninggal.
Seorang guru di Ambon, ketika menemukan murid-muridnya bertengkar atau mengganggu di kelas, ibu guru tersebut ‘menghukum’ murid-muridnya dengan jalan duduk di lantai sambil menggenggam jari. Menurutnya, setelah sering anak didiknya melakukan teknik genggam jari, maka emosi mereka lebih tenang dan mereka jarang mengganggu di kelas lagi. Ketika saya mengadakan lokakarya relaksasi, pada sesi genggam jari ini terkadang beberapa peserta meneteskan air mata karena melepas emosi yang terpendam atau ada yang mengantuk luar biasa, dan banyak yang mengatakan perasaan mereka lebih tenang. Mengantuk adalah salah satu efek relaksasi. Sehingga bila Anda mengalami kesulitan tidur, cobalah melakukan teknik sederhana ini.
Teknik genggam jari ini mudah dilakukan memberikan rasa nyaman. Jadi, pada saat Anda menunggu seseorang, sedang ingin marah, panik, atau mengalami insomnia, tidak ada salahnya Anda mencoba teknik genggam jari yang mudah dilakukan di mana saja, kapan saja, yang memberikan rasa nyaman dan damai.
Selamat mencoba.
* Emmy Liana Dewi, Ibu Rumah Tangga, pemerhati dan praktisi kesehatan holistik ini bisa dihubungi langsung di esuhendro@yahoo.com
Telah di baca sebanyak: 1142Hubungan ‘Makanan’ Dengan Keselarasan Tubuh Dan Jiwa (Ayurveda Bagian 3)
April 5, 2010 by admin
Filed under Emmy Liana Dewi
Segala yang memasuki tubuh kita dikategorikan sebagai makanan.
Ada beberapa pertanyaan yang menggelitik hubungan seputar asupan makanan dan minuman dengan emosi. ’Kenapa makanan pedas kurang baik bagi proses pengajaran di kelas?’ Atau:’Kenapa murid-murid sekarang banyak yang memalak temanya atau gelisah di kelas setelah jam istirahat selesai?’. Atau, ”Anak saya sehabis minum minuman kaleng merek Anu pasti hyper dan nervous, deh… Sampai-sampa pegang gelas juga meleset…”
Pada beberapa tulisan yang terdahuluyang telah diterbitkan pada bulan Desember 2009 dan Januari,2010 saya menulis tentang konsep hidup sehat ala Ayurveda serta mengenali karakter tubuh, maka kali ini saya akan menulis tentang hubungan makanan dengan keseimbangan tubuh dan faktor kejiwaan. Makanan mempunyai fungsi yang sangat penting dalam menyelaraskan pikiran dan emosi kita. Makanan sangat mempengaruhi keadaan mental kita. Contohnya, untuk sebagian orang begitu minum alkohol seteguk atau minum kopi setengah cangkir maka mereka langsung gemetar, pikiran sulit diajak kompromi, dan tidak bisa mengambil keputusan dengan baik. Bahkan mengendarai mobil pun tidak berani. Ada lagi yang setelah makan makanan yang pedas, menjadi lemas dan mengantuk. Nah coba bayangkan kalau dia seorang operator alat berat atau seorang guru yang harus menerangkan pelajaran penting di depan kelas…. Belum lagi ada anak-anak yang begitu minum minuman bersoda yang kaya gula dan zat tambahan lainnya menjadi hiperaktif dan tidak bisa konsentrasi di dalam kelas, bahkan mereka cenderung mengganggu teman atau malahan memalak teman-temannya.
Pikiran adalah mitra tubuh dalam memperoleh dan mengelola kesehatan. Pikiran dan tubuh tidak bisa terpisahkan dan berdiri sendiri-sendiri. Pikiran dan tubuh saling mempengaruhi dan saling melengkapi kesehatan dan kebahagiaan pada diri kita. Kita bisa disebut sehat apabila memenuhi kriteria: sehat secara fisiologis, sehat secara psikologis, dan terakhir sehat secara spiritual. Dalam bukunya yang berjudul ‘Eternal Health, The Essence of Ayurveda’, dr. Partap Chauhan membagi keadaan psikologis kita menjadi 3 bagian yang disebut triguna, yaitu satvic, rajasic, dan tamasic.
• Tipe satvic mempunyai ciri: Memiliki disiplin diri yang tinggi, menyukaii ketertiban dan keteraturan, pembersih, mempunyai memori yang tajam, mencintai kedamaian, tenang pembawaannya, tinggi keasadaran akan kesehatan, mandiri, berkelakuan baik, dan memiliki keinginan maju dan belajar seumur hidup serta mempunya kesadaran nilai spiritual yang tinggi.
• Tipe rajasic memiliki ciri: Dinamis, enerjik, dan cenderung dominan, ambisius, temperamental, memiliki kecerdasan yang juga cukup tinggi, mengejar kenikmatan duniawai (makanan enak, seks, suka pesta dan barang bermerek,), memiliki motivasi yang sangat tinggi dalam mengejar kekayaan dan kedudukan, cenderung popular dan suka menonjolkan diri, cenderung mudah terganggu serta gampang bosan.
• Tipe tamasic mempunyai ciri: Cenderung acuh tak acuh, malas, tidak peduli dengan sesama, memori lemah, keras kepala, tidak disiplin, kurang memperhatikan pengembangan diri, kurang memiliki motivasi yang kuat untuk maju, tidak mempunyai tujuan, kurang memegang nilai moral, dan cenderung melakukan tindak ekerasan.
Dalam kehidupan, setiap orang memiliki ketiga unsur tersebut, hanyalah penekanan unsur yang mana yang lebih dominan. Sehingga selain tipe satvic, rajasis, dan tamasic, ada unsur penggabungan satvic-rajasic, satvic-tamasic, rajasic – tamasic, dan satvic-rajasic-tamasic. Salah satu faktor penting yang mempengaruhi kesehatan psikologis kita adalah ‘makanan’ yang masuk ke dalam tubuh kita. Dalam Ayurveda, atau ilmu kesehatan kuno India, konsep ‘mind balance’ bisa diperoleh dengan mengatur pola diet, yaitu ‘makanan’ yang melalui disantapan melalui mulut, serta menjaga kualitas hidup yang sehat melalui ‘makanan’ yang masuk ke dalam tubuh melalui organ lainnya atau disebut juga santapan pikiran.
Santapan tubuh:
Makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh sangat berkaitan dengan kesehatan psikologis Anda, dan sangat berpengaruh terhadap keadaan emosi, pikiran, dan tindakan Anda. Baik yang pengaruh jangka pendek, misalnya: zat pewarna dan perasa tambahan, cabai, alkohol, kafein, gula, maupun yang berpengaruh jangka panjang, misalnya: lemak tak jenuh, makanan yang diproses, garam. Saya mempunyai pengalaman yang menarik ketika mengajar di sebuah sekolah Internasional. Pada hari Valentine dan Haloween, saat anak-anak mendapatkan permen, minuman soda, dan kek berlebihan, maka guru-guru banyak yang mengeluh bahwa murid-murid mereka di kelas lebih ‘lasak’/hyper, suka berteriak, dan ada yang ‘moody’, ada yang suka mengganggu serta sulit berkonsentrasi. Gula dan lemak serta ‘junk food’ membuat keadaan psikologis murid-murid berubah dalam waktu singkat. Nah, apabila anak Anda tiba-tiba lasak, cobalah untuk memperhatikan makanan apa saja yang baru saja di santapnya. Siapa tahu, Anda perlu mengurangi pasokan makanan yang mengandung gula banyak atau zat tambahan lainnya yang terlalu banyak.
Atau apabila Anda mengalami insomnia (gangguan tidur), kecemasan, tingkat keasaman tubuh menaik, cobalah untuk meneliti apakah Anda terlalu banyak minum teh atau kopi akhir-akhir ini? Atau Anda sering merasa lemas dan mengantuk sehabis makan? Cobalah teliti apakah Anda terlalu banyak menyantap lauk yang terlalu pedas, karena cabai bisa membuat energy Anda berkurang, lemas, dan mengantuk. Apabila suami/istri Anda akhir-akhir ini mudah marah, cobalah Anda meneliti apakah makanan yang disantapnya banyak mengandung garam atau lemak tak jenuh. Dengan meneliti makanan dan hubungannya dengan mental, maka Anda bisa meningkatkan kualitas mental keluarga Anda dengan mengatur makanan-makanan yang lebih sehat dan yang akan membentuk keadaan psikologis lebih ke arah satvic.
Apabila kesehatan psikologis kita sedang dalam keadaan kurang seimbang, atau sedang menjurus ke rajasic – tamasic, maka salah satu cara jitu untuk mengatasinya adalah dengan meneliti lalu mengubah pola makan kita. Dengan mengurangi makanan-makanan yang mempunyai stimulan terhadap emosi kita (misal kopi, teh, alkohol, bumbu yang merangsang, gula, lemak tak jenuh) dan dengan menambah pasokan makanan yang menyehatkan baik fisik kita maupun makanan yang baik untuk pikiran kita.
Anda bisa mengikuti tips seperti yang ditulis di bawah ini untuk meningkatkan kualitas hidup Anda:
• Meningkatkan pasokan makanan utuh (tidak diolah) misalnya buah segar dan sayuran, menambah asupan biji-bijian, padi-padian, salads, teh herbal, jus segar, air putih, kacang-kacangan (yang tidak digoreng), madu, dan susu. Makanan sehat ini akan mempengaruhi mental secara positif, atau dimasukkan dalam kelompok ‘satvic’.
• Mengurangi makanan yang diproses, difermentasi, diawetkan (kalengan, di asap, di asinkan), dibekukan, yang dipanggang maupun yang digoreng, atau yang dimasak terlalu lama.
• Mengurangi makanan yang terlalu banyak ditambah zat tambahan (pewarna, perasa, pengawet) serta yang mengandung terlalu banyak bumbu maupun gula.
• Mengurangi asupan daging atau hewan lainnya, obat maupun makanan dan minuman yang memberi stimulan, misalnya alkohol, kafein, nikotin.
Santapan pikiran:
Stres adalah bagian dalam kehidupan kita. Bahkan stres adalah ‘makanan sehari-hari’ yang biasa disantap para penduduk urban yang sibuk dengan hirup pikuk lalu lintas maupun deadline dan target. Stres juga dialami oleh penduduk di desa dalam menghadapi beban kehidupan yang keras. Kemiskinan yang telah berada sejak sebelum dilahirkan telah membentuk trauma sosial yang tidak terhindarkan oleh hidup mereka. Stres adalah pengalaman yang bersifat subyektif, tentang bagaimana sikap pikiran menginterprestasikan stimulus dan tanggapan tubuh atas stimulus yang ditangkap oleh pikiran. Bisa jadi penyebab stres yang sama, akan berdampak berbeda tergantung bagaimana masing masing individu memberi tanggapan dalam menghadapi stres tersebut. Secara umum, stres akan mempengaruhi keadaan fisiologis seseorang misalnya detak jantung yang meningkat, kualitas tidur terganggu, produksi keringat berlebih, hormon kortisol meningkat yang menyebabkan otot menjadi tegang dan bahkan terasa nyeri, keasaman di lambung meningkat, libido meningkat atau sebaliknya menurun; sistem reproduksi terganggu yang bisa menyebabkan infertilitas dan juga impotensi, yang kesehatan secara umum gejala stress ini akan mempengaruhi kesehatan kita.
Cara seseorang dalam menghadapi stres menentukan kualitas kehidupan dan mental orang tersebut. Pada sebagian orang menghadapi stres dengan alkohol, merokok, mengasup zat-zat yang memberi stimulan atau sebaliknya mengasup obat sedatif, clubbing, olah raga.. Sebaliknya ada yang menghadapi stres dengan ketenangan, misalnya meditasi, mendengarkan musik yang lembut, melakukan olah raga yang menyelaraskan tubuh dan pikiran (yoga, taichi,), menekuni hobi, membaca buku yang memberikan pencerahan, memberi waktu yang lebih kualitas kepada keluarga.
Ada juga yang acuh tak acuh dan tidak melakukan apapun untuk menghadapi stres yang dikemudian hari bisa membuat emosi mereka meledak-ledak atau malahan paranoid. Bahkan tidak mustahil ada yang cenderung ‘maniak’ melakukan kekerasan pada saat stres melewati ambang ‘kekuatan mental’ mereka. Kita sering membaca surat kabar bahwa ada penembakan masal, pemalakan yang dilakukan oleh murid SD sampai perguruan tinggi terhadap temannya yang lebih lemah, kekerasan dalam rumah tangga, sampai memutilasi korban. Semua itu adalah contoh dari keadaan psikologis seseorang setelah sekian lama ‘menyantap’ makanan yang mempengaruhi emosi dan pikiran mereka tanpa berusaha menyelaraskan diri., sehingga pada waktu tertentu ‘memuntahkan’ emosi mereka pada saat ambang pertahanan mereka jebol. Apapun yang masuk ke dalam tubuh kita tetaplah disebut makanan. Jadi stres yang masuk ke dalam kehidupan kita juga merupakan bagian dari ‘santapan kehidupan’ kita. Boleh dikatakan bahwa stres individu selain merugikan pribadi masing-masing akan juga merugikan lingkungan sosialnya.
Penelitian ilmiah yang diadakan terhadap masalah stres, menyatakan bahwa stres memberi kontribusi yang besar terhadap masalah tekanan darah tinggi, naiknya kolestrol, serta masalah penyakit yang berhubungan dengan jantung Selain itu stres mengakibatkan turunnya daya imun tubuh serta meningkatkan kadar kortisol, sehingga tubuh mudah terserang masalah peradangan. Dan stres juga salah satu yang mengakibatkan masalah diabetes (www.lifepositive.com). Journal of the American Medical Association meneliti bahwa kemarahan dan emosi yang tidak terkendali bisa merusak kesehatan arteri pada generasi muda. Sehingga kita sering menemukan orang mudapun sudah terkena penyakit yang berhubungan dengan pembuluh darah.
Filosofi Ayurveda adalah memberikan keselarasan antara tubuh dan pikiran dengan menyantap makanan yang bersifat satvic, mengendalikan emosi dan pikiran lebih tenang, melakukan aktivitas olah raga yang meningkatkan pasokan oksigen dan kadar endorfin, menjalin hubungan dengan diri sendiri dan sesama dengan lebih baik dengan jalan memiliki kehidupan spiritual yang sehat. Apabila akhir-akhir ini Anda membaca atau mendengar bahwa meditasi merupakan salah satu unsur makanan yang sangat sehat bagi mental kita, tidak ada salahnya Anda mulai belajar dan mempraktikkan meditasi. Karena meditasi dianggap sebagai ‘santapan sehat bagi mental’ yang mampu menyelaraskan tubuh dan pikiran. Keadaan yang harmonis antara pikiran dan tubuh tidak hanya memberi manfaat bagi diri Anda sendiri, akan tetapi juga memberi manfaat yang sangat positif bagi dunia.
Dapat disimpulkan bahwa untuk mencapai kualitas kehidupan yang lebih sehat, kita membutuhkan kedua jenis makanan yang mampu sekaligus menyehatkan tubuh serta memberi efek psikologis yang lebih bersifat satvic. Sehingga ketiga unsur kesehatan kita, yakni fisiologis, psikologis, dan spiritual menjadi lebih maksimal terpenuhi.
(Emmy Liana Dewi, Ibu Rumah Tangga, pemerhati dan praktisi kesehatan holistik ini bisa dihubungi langsung di esuhendro@yahoo.com)
Telah di baca sebanyak: 960Pranayama: Nafas Untuk Kedamaian dan Kesehatan
February 15, 2010 by admin
Filed under Emmy Liana Dewi

Kehidupan kita tidak bisa terlepas dari pernafasan. Nafas adalah sumber vital kehidupan makhluk hidup, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan. Pada saat seorang bayi lahir di dunia, pertama kali yang dilakukannya adalah bernafas. Pada saat seseorang menemui detik terakhirnya, yang dilakukannya adalah menghembuskan nafas terakhir. Pernafasan itu sendiri adalah pergerakan terus menerus berganti-ganti antara penarikan dan penghembusan udara yang dilakukan agar seseorang tetap bernafas untuk hidup. Pun demikian, pernafasan juga berhubungan dengan vitalitas atau energi kita. Kebiasaan dan pola bernafas kita mempengaruhi langsung tenaga kita: bisa meningkatkan vitalitas kita sehingga kita penuh energi dan sehat, atau sebaliknya bisa menurunkan vitalitas kita dan membuat lesu dan mudah sakit.
Paru-paru kita mempunyai kapasitas sekitar 6,000 cc, tetapi ketika bernafas normal kita hanya mempompa sekitar 600 cc udara setiap kali bernafas ke paru-paru kita. Dengan bernafas secara dalam, maka paru-paru akan lebih banyak mempompakan udara ke paru-paru kita. Pada saat kita bernafas biasa, kita bernafas sebanyak 15-18 kali per menit; sedangkan dengan tehnik bernafas dalam, maka kita hanya bernafas sebanyak 4 – 8 kali per menitnya.
Pranayama, mengajarkan pernafasan secara sadar yang dapat mengurangi pergolakan emosi, agar kita dapat bernafas lebih seimbang, tenang dan mendalam. Bernafas secara sadar bekerja langsung di pusat integrasi pikiran dan badan.. Ingatan adalah gerakan dari pernafasan, dan pernafasan adalah gerakan ingatan. Pola bernafas biasanya berhubungan erat dengan emosi dan keadaan pikiran kita. Misalnya, pada saat kita cemas, alangkah sulitnya bernafas dengan tenang dan dalam. Atau pada saat kita marah, nafas kita akan berat dan cepat. Pada saat kita tergesa-gesa, maka nafaspun akan cepat dan tersentak-sentak. Pada saat kita tenang, maka nafas akan dalam dan pelan. Melakukan pernafasan secara sadar akan membantu aliran gerakan dan menolong kita untuk memusatkan perhatian pada masa sekarang dan pada gerakan fisik yang harus dilakukan, sehingga melakukan pernafasan secara sadar akan membantu kita lebih fokus dan penuh konsentrasi.
Kata Pranayama berasal dari bahasa Sansekerta: prana = nafas, kekuatan hidup; dan ayama= perluasan, pengembangan, pengendalian. Jadi Pranayama artinya seni mengendalikan pernafasan atau pengembangan kekuatan hidup. Pranayama bisa berdiri sendiri, atau bisa juga digabung dengan gerakan semacam stretching atau asanas (gerakan dari postur yoga). Seni pernafasan memfokuskan pada peningkatan kapasitas paru-paru melalui pernafasan perut. Pada saat menarik nafas, perut bagian atas dan ruang tulang rusuk mengembang dan pada saat menghembuskan nafas, otot-otot perut bekerja, perut mengempis untuk membuat paru-paru kosong. Pernafasan perut ini adalah pernafasan alami seorang bayi sejak dia dilahirkan. Coba kita amati seorang bayi yang sedang tidur. Perutnya akan mengembang dan mengempis.
Nafas perut/pernafasan dalam menjadikan dasar seni pernafasan karena nafas perut akan memaksimalkan pasokan oksigen masuk ke paru-paru dan memaksimalkan udara kotor dan racun keluar terpompa dari paru-paru. Pada saat Anda bernafas secara dalam dan teratur, maka pernafasan Anda akan melambat dari 15 kali bernafas menjadi 4 kali bernafas dalam satu menit, sehingga denyut nadi dan jantung juga menurun. Hal ini akan menurunkan tekanan darah. Jadi bernafas dengan dalam sangat baik untuk menanggulangi stress yang berhubungan erat dengan masalah kesehatan kita. Semakin banyak oksigen yang dipasok setiap kali bernafas, menjadikan pernafasan lebih bermanfaat bagi kesehatan. Bernafas dalam menenangkan sistem syaraf sehingga pikiran akan lebih damai dan tenang dan bisa menanggulangi masalah insomnia.
Terdapat latihan Pranayama untuk menguatkan, untuk menenangkan badan, dan untuk meredakan pikiran Anda. Anda bisa berlatih Pranayama dipagi hari untuk menggairahkan kehidupan Anda, atau menenangkan Anda ketika Anda sedang kecewa dan marah; atau meredakan kesibukan di pikiran ketika Anda mengalami kesulitan tidur.
Di bawah ini ada beberapa macam latihan pernafasan:
1. Pernafasan Perut/Pernafasan Dalam: Gunanya memaksimalkan pasokan oksigen ke paru-paru dan membersihkan racun dari paru-paru bersama hembusan nafas, serta menenangkan.
Caranya: Untuk pemula, kedua belah tangan bisa diletakkan di atas perut, sambil duduk atau berbaring, rasakan perut mengembang seperti balon yang ditiup; dan ketika menghembuskan nafas, si balon mengempis. Rasakan gerakan perut dengan kedua belah tangan Anda. Pada saat Anda mengalami kesulitan untuk tidur, cobalah bernafas dengan dalam sambil berbaring di tempat tidur. Pada saat Anda menarik nafas, tariklah nafas dengan dalam dan teratur sampai perut mengembang dengan maksimal. Dan pada saat Anda menghembuskan nafas, hembuskanlah dengan pelan-pelan sampai perut mengempis. Pernafasan dalam ini bisa dilakukan setiap hari selama 10 menit. Bagi pemula, perbandingan tarik nafas dan buang nafas 5:5 (misal menarik nafas 5 detik dan menghembuskan nafas dalam hitungan 5 detik juga). Semakin teratur dan mahir, maka ketika menghembuskan nafas bisa lebih lama (dengan perbandingan 5:8). Ketika Anda melakukan teknik bernafas dalam ini, cobalah untuk menikmati dan mengikuti irama pernafasan Anda sambil tersenyum, maka Anda akan merasakan kedamaian dan ketenangan melalui bernafas serta melupakan kepenatan dan kejenuhan yang telah Anda lalui pada hari tersebut.
2. Nadi Shodhana: Anda dapat menenangkan pikiran Anda dengan nafas Nadi Shodhana yang artinya:’membersihkan saluran’. Nadi Sudhana ini akan membantu ketika Anda sedang gelisah dan banyak pikiran. Selain itu, Nadi Sudhona membuat belahan otak kanan dan kiri lebih seimbang serta melancarkan aliran energi dalam tubuh. Pada Nadi Shodana ini, akan menggunakan tangan kanan sebagai berikut: Gunakan ibu jari tangan kanan untuk menutup lubang hidung sebelah kanan dan jari manis untuk menutup lubang hidung sebelah kiri, jari telunjuk dan jari tengah diletakkan di antara alis (mata ke tiga). Sedangkan posisi jari kiri berada di pangkuan dengan telapak tangan menghadap ke atas, serta jari telunjuk bertemu dengan ibu jari, dan ketiga jari lainnya lurus diletakkan di paha kiri Anda.
Caranya: Duduk yang santai. Telapak tangan kiri Anda menghadap ke atas dan diletakkan di pangkuan paha kiri. Ujung jari telunjuk menyentuh ujung ibu jari. Tarik nafas pelan-pelan dan dalam, kemudian tutup lubang hidung kanan dengan ibu jari dan letakkan jari telunjuk dan jari tengah di antara ke dua alis Anda. Keluarkan nafas pelan-pelan melalui lubang hidung kiri. Kemudian tarik nafas dari lubang hidung kiri, kemudian tutup lubang hidung kiri dengan jari tengah dan telunjuk Anda, Keluarkan nafas dari lubang hidung kanan dengan pelan-pelan; dan kemudian secara pelan-pelan pula tarik nafas dari lubang hidung kanan. Tutup lubang hidung kanan dan keluarkan nafas melalui lubang hidung kiri. Tarik nafas dilakukan dalam hitungan 4 detik, sedangkan buang nafas dilakukan dalam hitungan 6 detik. Setelah mahir perbandingan bisa menjadi 4:8.
Lanjutkan pola ini dan bisa dilakukan selama 3 menit (untuk pemula) dan bisa dilanjutkan sampai 5 menit. Ketika melakukan teknik Nadi Shodana, lakukanlah dengan perlahan, tersenyum dan seakan Anda sedang menghirup aroma bunga melati atau lavender yang harumnya menenangkan pikiran Anda. Untuk memulai teknik ini, Anda membutuhkan bimbingan dari seorang yang bisa mengajarkan teknik pranayama dengan benar.
3. Pernafasan Ujayi: Kata Ujayi berasal dari: ud=memperluas, mengembangkan; dan Jayi= menaklukkan, menundukkan.Teknik pernafasan yang menenangkan ini bisa digunakan baik terpisah maupun terpadu dengan beberapa asanas (gerakan postur yoga). Teknik pernafasan ini meningkatkan kapasitas paru-paru sehingga lebih banyak oksigen yang diserap ke dalam aliran darah, tingkat energi, dan juga tingkat ketenangan serta kejernihan mental.
Caranya: Duduklah dengan santai. Tarik nafas sedikit lebih dalam daripada biasanya. Saat mengeluarkan nafas, kencangkan sedikit otot tenggorokan Anda sehingga seolah-olah Anda mengorok. Bagi yang kesulitan, bisa memulainya dengan mengeluarkan suara:”Haahhh!” pada saat menghembuskan nafas. Setelah itu melakukannya dengan mulut tertutup sehingga mengeluarkan suara seperti mengorok. Setelah terbiasa, lakukan prosedur yang sama pada saat menarik nafas. Tarik nafas dilakukan dalam hitungan 4 detik; dan buang nafas dalam hitungan 6 detik, istirahat (4:6). Ketika Anda sedang gelisah atau ingin marah, maka nafas Ujjayi ini merupakan pilihan yang tepat.(Catatan: Teknik ini termasuk rumit. Anda hanya belajar teknik ini dari seseorang yang bisa mengajarkannya dengan benar).
Latihan pernafasan/Pranayama akan membuat tubuh Anda lebih bugar dan perasaan menjadi lebih nyaman dan tenang. Bila Anda teratur melakukan Pranayama, selain pikiran lebih tenang, imunitas tubuh Anda akan meningkat sehingga jarang terkena flu atau masuk angin, maupun penyakit lainnya. Kadar hormon endorfinpun (hormon yang mengurangi rasanya nyeri dan memberi rasa nyaman) akan meningkat, sehingga Anda akan merasakan sangat nyaman dan damai, serta bahagia. Penelitian ilmiah di Columbia Presbytarian Medical Center di New York, setiap pasien yang akan mengalami operasi jantung ditawari untuk mengikuti program: pijat, yoga -termasuk pranayama, dan meditasi, dan relaksasi. Ternyata bagi para pasien yang mau mengikuti program tersebut,. resiko pendarahan pada saat dioperasi lebih kecil daripada yang tidak mengikutinya. Juga penyembuhan lebih cepat. (Time Jan. 20, 2003, hal. 43).
Untuk melakukan Pranayama dengan benar, Anda memerlukan seorang guru yang berpengalaman untuk mengajar Anda memulai latihan pernafasan tersebut. Dalam berlatih, Anda bisa melakukan antara 6 sampai 20 putaran (satu putaran artinya satu kali tarik nafas dan satu kali buang nafas). Bisa dilakukan sambil duduk atau sambil tiduran dalam posisi santai (atau posisi’ savasana’ dalam postur yoga), maupun beberapa gerakan lambat (asanas). Apabila terjadi ketidaknyamanan dalam berlatih pernafasan, segera latihan dihentikan.
Perhatian:
-Bagi yang pernah operasi jantung/otak/atau perut, untuk konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mempraktikkan teknik seni bernafas ini.
-Untuk Anda yang mempunyai penyakit jantung dan hipertensi, hindarilah menarik nafas dalam-dalam.
-Untuk Anda yang memiliki tekanan darah rendah dan sedang depresi, hindarlah menghembuskan nafas dalam-dalam.
-Lakukanlah pernafasan sederhana saja apabila Anda sedang menderita epilepsi, migren, hipoglikemia, penyembuhan setelah operasi di perut, atau pemulihan penyakit lainnya.
-Berlatihlah saat perut dalam keadaan kosong atau 3 jam setelah makan. (Emmy Liana dewi: Praktisi Pranayama)
*) Emmy Liana Dewi, Alumnus Workshop “Cara Cerdas Menulis Buku Best-Seller”. Ibu Rumah tangga, pemerhati masalah pendidikan, dan kesehatan holistik ini dapat dihubungi langsung di esuhendro@yahoo.com
Telah di baca sebanyak: 949Cara Mudah Meningkatkan Daya Ingat Kita
January 31, 2010 by admin
Filed under Emmy Liana Dewi

Ada pepatah dalam bahasa Inggris yang mengatakan ‘you are what you eat’. Apa yang Anda makan selain menggambarkan kesehatan fisik dan emosi Anda, juga mempengaruhi keadaan pikiran dan kesehatan sel-sel otak Anda. Menurut beberapa penelitian, ada beberapa jenis makanan yang menjauhkan kita dari penyakit Alzhaimer dan bentuk-bentuk lain dari Dementia atau gejala pikun karena proses penuaan.
Menurut Cynthia Green, PhD, pendiri dan direktur dari ‘the Memory Enhancement Program at Mount Sinai School of Medicine in New York City’ yang juga penulis buku ‘ Brainpower Game Plan Book’ mengatakan bahwa ada beberapa cara untuk memelihara agar sel-sel otak tetap muda, sehat, dan tajam serta mencegar otak dari perusakan yang disebabkan oleh peradangan. Yaitu dengan memilih makanan secara cerdas untuk memelihara sel-sel otak tetap cerdas disamping olah raga teratur plus mengerjakan ‘olah otak setiap hari dengan mengerjakan permainan-permainan yang merangsang perkembangan sel-sel otak.
Berikut ini ada 10 jenis makanan yang dianjurkan oleh Cynthia Green untuk meningkatkan ingatan dan kinerja otak kita:
1. Ikan yang berlemak: Misalnya ikan salmon, makerel, tuna, sardine kaya akan omega 3 yang sangat bermanfaat untuk kesehatan pikiran. Pada tahun 2006 di Tufts University menemukan bahwa pada orang-orang yang makan ikan 3 kali per minggunya memiliki kadar DHA tertinggi dalam darah mereka yang bisa mengurangi resiko terserang penyakit Alzheimer sampai 39%.
2. Sayur berwarna hijau maupun yang memiliki 4 kelopak bunga: brokoli, kembang kol, bokchoi, kubis, kale yang kaya akan anti oksidan (vitamin C kaar tinggi) dan carotenoid yang mampu melindungi otak dari kerusakan.
3. Apokad, minyak sehat (olive oil, canola oil), kacang-kacangan dan biji-bijian. Penelitian membuktikan bagi yang mengasup makanan yang mengandung vitamin E (bukan dari suplemen), bisa menurunkan 67% kemungkinan mendapatkan AD.
4. Dark chocolate: Coklat yang tidak dicampur susu (paling tidak 70% kandungan coklatnya) mengandung flavonoid yang berguna bagi kesehatan otak selain itu juga menurunkan tekanan darah. Makanan lain yang mengandung flavonoid: apel, buah anggur merah dan ungu, red wine, bawang merah, teh dan bir.
5. Curcumin: Biasakan menambah bumbu dapur yang mengandung zat curcumin, misalnya kunyit, atau minum ramuan jamu yang dibuat dari kunyit atau temulawak. Karena zat curcumin bisa membersihkan protein di otak yang menyebabkan penyakit Alzheimer yang disebut amyloid.
6. Beras merah, havermout/oatmeal, dan whole grains: membantu mengstabilkan kadar gula dalam darah kita. Glukose adalah salah satu sumber energi yang penting bagi otak. Bila tidka terpenuhi maka kita akan mudah pelupa dan sulit berkonsentrasi. Selain itu, gula alami bisa didapat dari buah-buahan, sayur, dan kacang polong.
7. Air putih: 3/4 bagian dari otak manusia terdiri dari air. Selain itu, seluruh sel kita juga membutuhkan air putih yang sehat untuk bisa bekerja dengan baik. Penelitian di Ohio University, menemukan bahwa orang-orang yang mengasup cukup air putih (bukan cairan lainnya) memperoleh nilai yang tinggi pada tes brainpower daripada yang kurang asupan air putih. Biasakan minum 6-8 gelas air putih/hari.
8. Pegagan: atau lebih dikenal gotukola (Centella asiatica/kaki kuda, pacul gowang, pegago, antanan). Diduga glikosida triterpenoida yang disebut asiaticoside merupakan antilepra dan penyembuh luka yang sangat luar biasa dan meningkatkan syaraf memori. Orang India minum teh gotukola untuk meningkatkan daya memori dan awet muda. Pegagan bisa didapat di pematang-pematang sawah.
9. Caffein: Walaupun ada pro dan kontra tentang caffeine untuk kesehatan, sebuah penelitian di Perancis menunjukkan bahwa wanita yang minum 3 cangkir kopi atau lebih mampu mengingat kata-kata lebih daripada wanita yang tidak minum kopi atau minum hanya sedikit kopi. Tapi perlu diingat, kelebihan dosis caffeine bisa menjadi boomerang bagi kesehatan.
10. Buah beri: Stroberi, rasberi, bluberi mengandung banyak antioksidan, terutama bluberi. Sayangnya bluberi sulit didapat di Indonseia. Akan tetapi kita bisa membeli bluberi beku dan bisa diproses untuk olesan roti maupun sirup.
*) Emmy Liana Dewi, Alumnus Workshop “Cara Cerdas Menulis Buku Best-Seller”. Ibu Rumah tangga, pemerhati masalah pendidikan, dan kesehatan holistik ini dapat dihubungi langsung di esuhendro@yahoo.com
Telah di baca sebanyak: 466Kenalilah Karakter Tubuh Anda (Mengenal Ayurveda Bagian Kedua)
January 18, 2010 by admin
Filed under Emmy Liana Dewi

Apakah Anda mengalami masalah dengan berat badan yang mudah naik walaupun hanya makan sedikit, atau Anda mudah terserang batuk atau masuk angin dan sering bersin di pagi hari, atau Anda mudah mengantuk dan merasa capai…….? Bila jawabannya ‘YA’, maka dalam ‘Ayurveda’, Anda masuk dalam kelompok karakter tubuh ‘kapha’. Bila Anda mengenal karakter tubuh Anda atau dalam istilah Ayurveda disebut ‘dosha’, dan Anda menjalankan prinsip Ayurveda, terutama menghindari makanan yang mengganggu dosha Anda, maka kualitas kesehatan dan kehidupan Anda akan meningkat.
Ayurveda merupakan pengetahuan medis tertua di dunia, yang telah dipraktikkan lebih dari 5,000 tahun dan berasal dari India. Ayurveda mempunyai tujuan menjaga kesehatan serta mengobati apabila kesehatan terganggu. Sehat yang dimaksud dalam pengetahuan medis kuno ini adalah gabungan dari sehat jasmani, sehat pikiran & perasaan, serta sehat secara spiritual.
Kesehatan tidak bisa dipisahkan dari kondisi raga dan kondisi pikiran seseorang. Kombinasi raga dan pikiran merupakan kesatuan yang disebut dalam bahasa Sansekerta ‘prakrti’ yang artinya alami.
Secara alami, energi dasar kehidupan atau disebut juga karakter tubuh secara alami dibagi menjadi tiga bagian, yaitu vata, pitta, dan kapha. Dr. Partap Chauhan dalam bukunya yang berjudul ‘Eternal Health, the Essence of Ayurveda’ menyamakan doshas dengan istilah yang digunakan dalam dunia medis barat untuk pembagian tipe tubuh: ectomorph (kecil/kurus), mesomorph (sedang) dan endomorph (besar). Karakter tubuh terbentuk sebelum seorang bayi dilahirkan, jadi dosha terbentuk ketika janin sedang dalam kandungan.
Ayurveda membagi doshas menjadi tiga bagian, yaitu:
1. VATA: Mempunyai unsur angin dan angkasa/langit. Orang yang memiliki karakter tubuh Vata mempunyai metabolism tinggi, aktif, sangat enerjik dan biasanya cenderung mempunyai postur kecil, dengan otot yang kecil juga, berkulit kering, kulit kepala cencerung mudah berketombe, dan terkadang pembuluh darahnya nampak. Mempunyai pola tidur, makan, dan kebiasaan yang tidak mengikuti jadwal teratur. Tidak menyukai udara dingin, banyak angin, dan kering. Mudah merasa kedinginan dan mudah gemetar. Kaki dan tangan mudah dingin. Bicara cepat dan cenderung cerewet. Pola tidur mudah terganggu dan mudah diserang insomnia. Sering mengalami gangguan otot nyeri, radang sendi, sakit kepala, konstipasi, demam sambil mengigau, dan juga mempunyai kecenderungan mengalami gangguan cardio. Biasanya tipe Vata cepat menyerap informasi dan juga cepat melupakannya. Tipe ini mudah stress dan terkadang kurang pede. Akan tetapi tipe Vata cenderung kreatif dan inovatif, dengan kepekaan yang tinggi.
2. PITTA: Mempunyai unsur api. Orang yang mempunyai karakter Pitta postur tubuh sedang dan mempunyai otot yang lebih besar daripada tipe Vata. Kulit lembut dan cenderung berminyak, sehingga mudah berjerawat, serta hangat. Mudah berkeringat, rambut lebih cepat memutih, dan ada sebagian yang cenderung botak. Tipe Pitta tidak menyukai udara yang panas, sinar matahari, dan daya penglihatan sensitive (terutama terhadap sinar terang). Pola makan kuat dan tidur cukup dan tidak mudah terganggu. Sifat: cenderung ekstrovert, berbicara dengan suara keras dan cenderung mendominasi percakapan. Menyukai olahraga dan permainan. Mempunyai kecerdasan yang tinggi, dan suka berdebat. Tipe Pitta mudah kerserang masalah pencernaan, dan masalah di usus (usus kecil, usus besar), kebotakan, infeksi saluran kencing, sariawan, dan terlalu banyak keringat.
3. KAPHA: Mempunyai unsur tanah dan air. Orang dengan karakter kapha cenderung mempunyai metabolism tubuh yang lamban. Postur cenderung besar dan mudah menambah berat badan walau makan hanya sedikit. Tipe Kapha biasanya memiliki kulit yang lebih tebal dengan sedikit kerutan dan otot yang lebih padat. Tipe Kapha mudah tidur nyenyak bahkan kadang berlebihan, tidak menyukai kelembaban, nafsu makan tidak tinggi akan tetapi mudah gemuk. Karena metabolism lamban, maka tipe Kapha kurang menyukai banyak olah raga dan gerak, serta mudah kecapaian. Tipe ini mempunyai pembawaan yang tenang, memori yang tajam dan kuat, tidak emosional, serta pandai menyesuaikan diri dengan lingkungan. Tipe Kapha mudah terserang penyakit saluran pernafasan (sinus, batuk, pilek, asma), banyak lendir, obesitas, metabolisme lamban/merasa malas, tidur terlalu banyak, mudah lelah dan badan terasa berat, serta gangguan pencernaan.
Dr. Partap Chauhan menyatakan bahwa setiap orang sebenarnya memiliki ketiga karakter tersebut, hanya kita perlu melihat yang paling dominan di mana. Bahkan ada tipe kombinasi: vata-pitta, vata-kapha, pitta-kapha, dan vata-pitta-kapha. Energi yang mengalami ketidakseimbangan dalam tubuh akan menyebabkan gangguan kesehatan. Makanan yang tepat merupakan syarat yang penting dalam menjaga keseimbangan energi tubuh kita. Apabila ada masalah kesehatan, ahli Ayurveda akan mengatur pola diet: makanan apa yang perlu ditambahkan dalam menu atau sebaliknya makanan apa yang perlu dihindari disamping memberikan terapi (bermacam-macam jenis pijat minyak herbal panas atau disebut ‘abhyanga’) serta herbal yang sesuai dengan gangguan yang sedang dialami pasien.
Dalam menentukan karakter tubuh seseorang, ada daftar pertanyaan-pertanyaan yang perlu dijawab untuk menentukan dominasi karakter tubuh. Paling tidak Anda bisa melihat karakteristik masing-masing dosha dan Anda bisa mengenal dosha Anda dengan membandingkan masalah kesehatan yang sering Anda hadapi dari daftar yang saya tulis di atas. Setelah itu, Anda bisa menghindari makanan yang akan membuat kesehatan Anda terganggu. Berikut ini ada contoh beberapa jenis makanan yang perlu dikurangi untuk masing-masing dosha:
a. VATA: Makanan dan minuman yang dingin menganggu kesehatan tipe Vata. Kurangi konsumsi makanan dan minuman yang menimbulkan gas( brokoli, kubis, kembang kol, kacang polong, minuman bersoda), mengurangi beberapa makanan tertentu: daun selada, jamur-jamuran, jagung, capsisum/paprika dan cabai, bayam, jagung, lentil, kacang-kacangan, makanan dan minuman yang menggunakan ragi (roti, bir) , produk kedelai, buah kering dan makanan yang diawetkan terutama yang diasap.
b. PITTA: Karena tipe Pitta sensitive di bagian pencernaan, maka sebaiknya tipe Pitta menghindari makanan yang asam (lemon, jeruk nipis, jeruk-jerukan, buah mentah/belum masak, yogurt), makanan yang asin (ikan asin, telur asin), makanan yang pedas (cabai, lada, jahe, capsisum), makanan yang berlemak (gorengan, santan, susu ful krim, keju keras), dan makanan yang berbumbu banyak (rendang, kare, gulai, kimchi), beberapa macam jenis makanan, antara lain: bit, terung, wortel, tomat, bawang putih dan merah, nenas, papaya, kacang-kacangan, cuka, makanan olahan (zat aditifnya melukai lambung).
c. KAPHA: Karena tipe Kapha metabolismenya rendah dan mudah naik berat badan, sebaiknya mengurangi makanan yang berkarbohidrat tinggi (nasi putih, makanan dari terigu putih;pasta, mi, roti, pisang, kacang-kacangan: terutama kacang mede, polong-polongan), makanan yang berlemak (daging merah, keju, susu ful krim, yogurt, mentega, coklat, es krim, gorengan, pasrtry), makanan dan minuman manis (cakes, cookies, permen, mangga, anggur, kelengkeng, minuman kaleng). Karena tipe Kapha mudah menahan cairan tubuh, maka dianjurkan mengurangi makanan, buah-buahan dan sayuran yang berair.
Selain itu dalam menjaga pola makan sehat, yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:
• Makanan disesuaikan dengan karakter tubuh/dosha (kapha, pitta atau vata)
• Makanan paling baik disantap dalam keadaan hangat dan dipersiapkan seketika (tidak dibekukan atau disimpan dikulkas dan tidak diproses).
• Makan secukupnya, tidak berlebihan. Sisakan ruang di lambung untuk oksigen.
• Ketika makan, tidak mengerjakan yang lainnya (misal membaca buku, menonton tivi).
• Makanan disantap di tempat yang nyaman dan dikunyah dengan seksama sampai lembut, makanan tidak dimakan dengan tergesa-gesa.
• Makanan yang disantap saling melengkapi bukan saling bertentangan, misalnya makanan panas tidak dicampur dengan minuman dingin, buah-buahan tidak dimakan bersama makanan lainnya, pada musim dingin tidak menyantap makanan yang bersifat mendinginkan, misalnya es, semangka, ketimun.
• Diusahakan menyantap makanan yang bervariasi dalam rasa: asin, manis, pedas, masam, pahit, dan kesat/astringent untuk keseimbangan tubuh. Makan siang ditutup dengan dessert yang manis untuk memuaskan ‘indera/perasaan’.
• Makanan mempunyai cita rasa yang sedap dan mudah dicerna. Menyantap makanan yang tidak diproses (whole food), tidak menggunakan zat aditif, dan tidak terlalu banyak memakai bumbu yang memberi stimulant (cabai, merica, kafein, kola). Menghindari makanan yang digoreng maupun dipanggang dan dimasak terlalu lama.
Memilih makanan yang tepat dalam Ayurveda memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan maupun mengobati penyakit. Makanan yang tepat bisa mengobati, sebaliknya makanan yang tidak tepat bisa menyebabkan penyakit bagi seseorang. Memilih makanan yang tepat disesuaikan dengan masing-masing karakter tubuh. Untuk itu, mengenali karakter tubuh atau dosha merupakan hal yang sangat penting dalam menjaga kesehatan kita. Saya beruntung bisa bertemu dengan dr. Chauhan langsung serta belajar ‘Ayurveda and Nutrition’ dari dokter-dokter ahli Ayurveda di Jiva Institute, Faridabad. Selama berada di Faridabad, saya hanya menyantap makanan sesuai dengan prinsip Ayurveda: alami, tidak benyak menggunakan bumbu, kombinasi lima rasa, mudah dicerna, serta makan secukupnya.
Setelah melihat uraian tentang dosha serta makanan yang kurang tepat bagi masing-masing dosha di atas, Anda bisa bertanya pada diri Anda sendiri: Apakah makanan yang Anda santap sesuai dengan kebutuhan tubuh Anda? Ataukan setelah makan Anda merasa berat, mengantuk, bersendawa, dan buang gas atau lambung menjadi pedih dan sesak? Apakah Anda sering mengalami konstipasi dan sariawan, atau mudah naik berat badan walaupun porsi makan Anda lebih sedikit saja? Kalau jawabannya YA, Anda perlu mencoba mengenal karakter tubuh Anda dan mengurangi makanan-makanan yang tidak sesuai dengan karakter tubuh Anda. Siapa tahu, dengan mengikuti prinsip Ayurveda, Anda akan lebih sehat dan berusia lebih panjang.
Selamat berkenalan dengan dosha Anda.
*) Emmy Liana Dewi, Alumnus Workshop “Cara Cerdas Menulis Buku Best-Seller”. Ibu Rumah tangga, pemerhati masalah pendidikan, dan kesehatan holistik ini dapat dihubungi langsung di esuhendro@yahoo.com
Telah di baca sebanyak: 552Prinsip Ayurveda untuk Meningkatkan Kualitas Kehidupan
December 15, 2009 by admin
Filed under Emmy Liana Dewi

Apabila Anda mengeluh sakit kepala atau mengalami insomnia, maka biasanya Anda akan menelan pil analgesik untuk mengurangi rasa sakit kepala dan obat tidur untuk membantu mengatasi insomnia yang sedang Anda alami. Sakit kepala akan segera lenyap dengan menelan pil analgesik dan Anda akan segera mudah tertidur dengan minum obat tidur.
Persoalannya adalah apabila obat-obatan tersebut yang biasanya diberikan untuk jangka waktu lima hari habis, sakit kepala Anda datang kembali dan insomnia juga menemani malam-malam Anda, then……, so what? Biasanya ya minum obat-obatan yang sama lagi dalam jangka waktu tertentu. Kalau penyakitnya terus kembali lagi, and again, then ….,so what? Biasanya minum obat lagi…, lalu sampai kapan Anda akan menggunakan obat-obatan bila penyakit Anda tidak kunjung sembuh?
Dunia pengetahuan modern memperlakukan penyakit sebagai gejaja fisik lalu diberi obat untuk mengatasi gejala simtomastis. Apabila diare, diberi obat untuk menghentikan diarenya. Apabila tekanan darah naik, pasien diberi obat untuk menurunkan tekanan darahnya. Untuk sakit kepala, batuk, dan diare, kita juga akan dapat obat-obatan untuk meredam penyakit tersebut. Bahkan banyak jenis obat-obatan yang ditayangkan di tivi sampai-sampai kita hafal nama obatnya. Seperti seorang mekanik yang memperbaiki sebuah mobil di bengkelnya. Kalau ada masalah dengan rem, maka yang diperbaiki adalah remnya. That’s all.
Berbeda dengan pengetahuan modern, Ayurveda, sebuah pengetahuan pengobatan tradisonal kuno dari India, memperlakukan sebuah penyakit secara holistik atau mengacu banyak aspek apa yang menyebabkan tercetusnya penyakit tersebut. Seperti seorang tukang kebun yang melihat tanamannya tidak subur, maka ia akan menyiangi rumput yang mengganggu tanaman tersebut, member I pupuk, menyiraminya, memotong ranting keringnya agar tanamannya tumbuh lebih subur. Kata Ayurveda berasal dari kata ‘Ayus’ atau kehidupan, dan ‘Veda’ atau ilmu pengetahuan. Jadi Ayurveda adalah ilmu pengetahuan tentang kehidupan, sebuah filosofi yang lengkap tentang kehidupan manusia: yang menjabarkan tentang aktivitas dan gaya hidup dalam menunjang keselarasan dalam tubuh, pikiran, panca indera, dan jiwa. Keseimbangan dalam kehidupan, dan hidup selaras dengan alam menyebabkan diri kita sehat dan sejahtera, sedangkan apabila terjadi ketidakseimbangan dalam kehidupan kita, maka kita akan mengalami suatu penyakit. Dan apabila mengalami suatu penyakit, obat bukan satu-satunya yang dijadikan untuk menyembuhkan penyakit tersebut.
Menurut para ahli Ayurveda, misalnya Deepak Chopra, M.D, dalam buku-buku yang ditulisnya yang selalu menyentuh nilai spiritual dan konsep ‘mind – body medicine’, serta dr. Partap Chauhan ahli Ayurveda ternama dalam bukunya: ‘Eternal health, the essence of Ayurveda’ dan ‘Eternal Beauty’ menyebutkan bahwa tujuan mempraktikkan Ayurveda adalah mencapai sehat secara holistik: sehat lahir, sehat batin/psikologis, dan sehat spiritual dengan jalan meningkatkan kualitas hidup kita. Sehat dicapai dengan menjaga keseimbangan , dan mengobati bila terjadi ketidakseimbangan.
Ayurveda memberi petunjuk untuk sehat secara fisiologis dengan membagi karakter tubuh /dosha menjadi tiga yaitu: kapha, pitta, dan vata.Tiap karakter biasanya sangat sensitive pada penyakit tertentu, misalnya tipe kapha mudah terserang masalah saluran pernafasan (batuk, pilek, radang tenggorokan), metabolism lamban, atau tipe pitta yang mudah terserang masalah pencernaan dan usus kecil maupun besar, kulit, dll, atau tipe vata mudah terserang masalah ‘kekeringan’ yang menyebabkan ketombe, konstipasi, nyeri sendi, sakit kepala, insomnia, dll. Mengenai keterangan lebih lanjut tentang doshas yaitu vata, pitta, dan kapha, akan ditulis pada artikel bagian ke dua.
Walaupun Ayurveda tergolong ilmu pengetahuan kuno, prinsip-prinsip dasarnya tetap bisa diadopsi oleh siapapun dan di manapun berada. Untuk menjaga kesehatan fisik, sebenarnya sangat mudah apabila kita mengenal karakteristik tubuh kita serta mengerti kualitas dari makanan yang kita santap. Ayurveda mengatur makanan yang sesuai dengan karakter tubuh seseorang dan mengajarkan pengobatan alami yang ada di dapur kita atau di halaman rumah kita. Selain itu, Ayurveda mengajarkan olah nafas (pranayama), gerakan tubuh (asanas), relaksasi, serta pola hidup yang selaras, yang apabila dipraktikkan dengan teratur akan memperpanjang usia kita.
Prinsip dasar Ayurveda untuk hidup sehat alami dan seimbang pada dasarnya dipraktikkan oleh sebagai berikut:
1. Bangun segera sebelum matahari terbit.
2. Langsung minum air hangat sebanyak 2-4 gelas (bagi yang baru memulai bisa dilakukan sedikit demi sedikit)
3. Basuh mata dengan air temperatur ruangan sebanyak lima kali. Menurut Ayurveda, kebiasaan ini akan menjaga pengelihatan tetap sehat dan mata jernih.
4. Ketika menggosok gigi, bersihkan juga lidah Anda.
5. Olah raga paling tidak 30 menit. Lalu diikuti olah nafas dan kemudian relaksasi/meditasi.
6. Pijatlah tubuh Anda (self-massage), bisa dengan minyak bisa tanpa minyak (dry massage) gunanya untuk memperlancar sirkulasi dan membuang toksin melalui pori-pori. Pijat kepala akan memperkuat daya memori.
7. Tertawalah karena tertawa membawa kesegaran dan keceriaan dalam kehidupan. Bisa melakukan tertawa: Hahaha…, hohoho…, hehehehe…., dan hihihi… berulang kali untuk mengaktifkan energy di rongga perut, dada, dan kepala.
8. Mandi dengan air hangat ketika uadara dingin.
9. Memakai pakaian yang nyaman serta dari bahan alami.
10. Makan pagi yang hangat dan mudah dicerna (bubur, buah, susu hangat).
11. Bekerja dengan hati dan fokus penuh. Nikmatilah pekerjaan Anda dan hari Anda dengan senyuman.
12. Makan siang tanpa kekenyangan, dengan makanan yang tidak diproses (whole food): 30% untuk cairan (minuman, sup), 30% untuk makanan padat (nasi, lauk lainnya) dan sisanya untuk oksigen. Hindari makanan yang terbuat dari terigu putih, makanan yang berminyak, gula olahan, terlalu banyak protein hewani, serta zat aditif dan makanan serta minuman yang bersifat stimulan (kafein, kola, alkohol). Setelah makan selalulah minum air hangat.
13. Kurangilah protein hewani, menyantap makanan vegetarian lebih menyehatkan.
14. Makan buah tidak dicampur dengan karbohidrat dan protein hewani.
15. Usahakanlah makan malam bersama keluarga atau sahabat-sahabat Anda dalam suasana yang nyaman dan penuh kasih.
16. Makan malam antara jam 6-7 petang, atau paling tidak dua jam sebelum tidur. Makan sederhana saja dan tidak perlu banyak.
17. Bila memungkinkan, jalan kaki sekitar 20 menit setelah makan malam, terutama bagi yang berbakat berperut besar.
18. Malam hari membaca atau menonton tivi yang bermutu dan menambah pengetahuan.
19. Usahakan tidur dalam keadaan pikiran tenang. Kalau memungkinkan sebelum tidur meditasi serta mendengarkan musik lembut.
20. Tidur dibiasakan paling lambat jam 11 malam.
Bila kita mempunyai ritme hidup yang teratur, pikiran positif dan optimis, maka daya tahan tubuh akan meningkat sehingga jarang terjangkiti penyakit (dalam hal ini prinsip Ayurveda untuk menjaga kesehatan dan memperpanjang usia). Dan apabila sakit, dengan usaha-usaha untuk lebih sehat dan sembuh serta keyakinan yang tinggi akan proses penyembuhan, penelitian-penelitian medis modern menemukan bahwa kelompok ini lebih cepat sembuh daripada orang-orang yang menyerahkan kesehatann mereka ditangan orang lain tanpa usaha dari dalam diri sendiri.
Salah satu pilar utama dari prinsip Ayurveda adalah pikiran kita tidak bisa dipisahkan dengan keadaan tubuh kita. Dengan pikiran yang optimis dan positif, dilengkapi dengan nutrisi yang seimbang serta kebiasaan hidup yang teratur dan sehat, maka tubuh yang sedang mengalami ketidakseimbangan akan segera pulih dan seimbang kembali.
Bisa disimpulkan untuk mencapai sehat raga, pikiran, dan jiwa, kita perlu pola hidup yang serba teratur, pikiran yang damai, dan selalu optimis dan berpikir positif. Dan kita perlu mengenal diri dan tubuh sendiri karena kesehatan kita berada di tangan kita sendiri dan tanggung jawab kita masing-masing. Tulisan ini adalah bagian pertama dari oleh-oleh kunjungan ke Faridabad dalam menimba pengetahuan Ayurveda & Nutrition serta Jivananda..
*) Emmy Liana Dewi, Alumnus Workshop “Cara Cerdas Menulis Buku Best-Seller”. Ibu Rumah tangga, pemerhati masalah pendidikan, dan kesehatan holistik ini dapat dihubungi langsung di esuhendro@yahoo.com
Telah di baca sebanyak: 534Ketika Kita Mencintai …
December 1, 2009 by admin
Filed under Emmy Liana Dewi

Apabila ’Aku mencintaimu karena Dikau mencintaiku’,
maka Cintamu menjadi semata-mata seperti reaksi transaksi timbal balik,
seperti seseorang sedang berjualan
dan yang satunya sedang membeli di hiruk pikuk sebuah pasar.
Dan Cintamu bukanlah lagi sebuah ’cinta yang sakral tanpa syarat’
Akan tetapi lebih menjadi hal lumrah yang murah
dan diperoleh dengan sangat mudah.
Mencintai tidak mengenal meminta balasan
ataupun segala bentuk imbalan apapun sebagai balasannya;
atau bahkan tidak merasakan perasaan bahwa Engkau sedang memberi sesuatu –
karena perasaan memberi akan membuatmu menunggu balasan,
apapun bentuknya
walau sekedar ungkapan terimakasih atas pemberianmu,
Mencintai lebih dari memberi sesuatu,
Ketika Engkau mencintai
Engkau berbagi bagian kehidupanmu yang terindah
Karena:
’Mencintai membuat Dirimu menjadi insan yang bebas’
Memberi tanpa ikatan dan keterlekatan
yang menanti balasan,
menunggu pamrih apapun,
maupun menunggu jawaban:
’Aku juga cinta Kamu.’
(Terjemahan bebas ’What is Love’ by J. Khrisnamurti.oleh Emmy LD)
Ketika aku pas jalan-jalan ke Plaza Indonesia, aku melihat sebuah kemeja yang bagus banget, branded lagi dan sedang sale. Cepat-cepat aku belikan satu buat suami tercinta sebagai oleh-oleh. Aku sengaja pilihkan warna hijau salem. Menurutku warna hijau salemlah yang terbagus di antara jajaran kemeja-kemeja yang ada di Plaza Indonesia. Aku sudah membayangkan dengan memakai kemeja hijau salem, suamiku akan nampak lebih cakep dan lebih muda. Ketika dia menerima kemeja tersebut, dia tersenyum lalu mencium pipiku dan memuji pilihan warnaku. Katanya, warna pilihanku selalu bagus dan dia tahu betul warna hijau salem adalah warna favoritku. DEG!!! Aku baru menyadari bahwa sebenarnya warna hijau salem adalah warnaku sedangkan warna favorit suamiku adalah warna biru lembut. Aduh!! Sudah terlanjur, nih kemeja bermerek terkenal yang aku pilih sebenarnya mempunyai warna yang bukan warnanya. Aku baru sadar ketika memilihkan kemeja itu, egoku yang berbicara, menginginkan suamiku mengikuti kesenanganku dalam soal pilihan warna.
Lain pula ceritanya dengan anak-anakku. Ketika anak-anakku baru tumbuh dalam masa usia balita, rasanya dunia ini indah karena mereka selalu mengikuti apa yang aku katakan. ”Adek, jangan pegang lampu mama, ya. Ntar pecah. Kalau pecah ntar kaki Adek bisa terluka deh.” Dan si Bungsuku, gadis kecil manisku, dengan manisnya tidak jadi memegang table lamp yang baru dibeli. Atau, ”Abang, susunya dihabisin, ya biar cepet gede dan pinter. Kalau sudah gede mau jadi apa, Bang?” Jawab si Abang, anak sulungku, ”Kayak papa ya Ma. Kan Abang anaknya papa”. Wah rasanya senang sekali mendengar jawaban anak sulungku yang ingin kayak papanya, jadi insinyur mesin lulusan ITB, cihui…. !! Rasanya anak-anak ku adalah superkids dan sangat comel, dan aku menjadi super mom!
Dari kecil aku menemani mereka untuk mengerjakan tugas sekolah. Pe-ernya selalu aku koreksi terlebih dahulu sehingga kalau ada yang salah, bisa diperbaiki dan aku yang membantu memperbaikinya sehingga nilai-nilai pe-er mereka selalu bagus-bagus. Pada saat aku membantunya, aku merasa menjadi ibu yang hebat yang begitu memperhatikan anak-anakku supaya mendapat nilai yang baik. Ketika Sulungku yang duduk di bangku SMP kelas satu frustasi mendapat tugas mengarang yang topiknya cukup sulit untuk seusianya, yaitu tentang lingkungan hidup, maka akulah yang mengerjakan tugasnya. Dan tentu saja hasilnya mentakjubkan dapat nilai tertinggi di kelas. Ketika di kelas dua, dia sampai terpilih sebagai pelajar teladan di sekolahnya. Hebat, bukan? Ketika si Bungsu dapat tugas membuat cookies untuk mencari dana dan dijual di bazar sekolah, maka akulah yang turun tangan karena takut cookiesnya gosong dan kurang enak. Rasanya saat itu aku menjadi ibu yang sangat amat baik, bahkan menjadi ibu yang terbaik, deh. Aku sangat mencintai anak-anakku dan apapun aku lakukan agar mereka tahu ibu mereka sayang sekali kepada mereka Sehingga mereka juga akan membalas mencintaiku juga dan menuruti nasihat-nasihatku. Padahal sebenarnya yang aku lakukan salah besar. Aku tidak mencintai anak-anakku, sebaliknya aku telah mengajari anak-anakku untuk tidak jujur dan berbohong kepada dirinya sendiri!
Lalu ketika si Sulung, lulus dari bangku SLTA, dia memilih jurusan teknik mesin sesuai cita-cita yang selalu diceritakan kepada siapapun, ingin jadi seperti papanya. Siapa sih yang tidak bangga apabila mempunyai anak sulung yang bisa meneruskan kuliah ke sebuah universitas bagus di Amerika?. Tetapi kemudian ketika dia mulai menyukai fotografi, mimpi yang sebenarnya mulai terkuak muncul ke permukaan hidupnya. Dia ingin jadi seorang fotografer daripada seorang insinyur mesin! Bayangkan, betapa hancur hatiku. Padahal aku sudah memimpikan anak pertamaku jadi seorang insinyur mesin dan bekerja di perusahaan multi nasional seperti papanya. Sebenarnya jujur aku katakan, bahwa yang patah hati adalah hati mamanya, bukan hatinya. Dia selalu hepi dengan hobi barunya, kok.
Sebagai seorang ibu saat itu hatiku tetap gundah gulana, sulit menerima keputusannya. Hari demi hari berlalu, si Sulung pindah jurusan ke Marketing dengan mimpi lain mengembangkan bisnisnya sendiri di bidang fotografi, jadi bukan sekedar ’tukang foto’ seperti yang aku sangka sebelumnya. Pelan-pelan, dia menunjukkan bakat yang semula terpendam di bidang seni fotografi menjadi makin nampak. Bisa memberi kursus kepada mahasiswa teman-temannya, membentuk kelompok fotografi, mulai mencari uang dari fotografi. Dan katanya, yang penting dia sangat enjoy banget daripada ketika kuliah di teknik mesin. Beberapa alat-alat fotografi yang mahal dibelinya dari hasil ’menjual’ talentanya di bidang fotografi. Dan sekarang setelah lulus dengan Bachelor of Artsnya, dia sedang merintis untuk memiliki sebuah studio foto digital yang mempunyai sentuhan seni. Aku mulai menyadari bahwa selama ini aku telah ‘membentuk’ mimpinya, yang sebenarnya bukan mimpi miliknya tapi mimpi yang aku inginkan.
Dan pelan-pelan aku leburkan mimpiku dengan mendampinginya dalam perjalanan hidup si Sulungku dengan mimpi barunya. Pengalamanku dengan si Sulung menjadikan sebuah pelajaran yang berharga bagiku dalam mendampingi anak keduaku, si Bungsu. Dengan si Bungsu, aku lebih fleksibel. Mendengarkan keinginannya, mendampinginya ketika mengambil keputusan, dan tidak membentuk keinginan dan mimpiku lagi dalam dirinya. Malahan dia bisa mendapat beasiswa, ikut pertukaran pelajar ke Inggris, mendapat nilai akademis yang cukup membanggakan di bidang pilihannya, dan menjalani hidupnya dengan lebih nyaman karena yang dia jalankan adalah pilihannya dan keinginannya. Aku berusaha mentransformasikan kesalahanku dalam mendidik anak pertamaku menjadi sebuah pembelajaran yang sangat berharga dalam kehidupan keluargaku.
Sebenarnya yang aku lakukan ’aku mencintai anak-anakku’ agar mereka mendapat nilai yang baik, agar mereka bisa jadi insinyur dan orang terpandang, sebenarnya merupakan imbalan yang ingin aku peroleh dari mencintai mereka. Memilihkan baju bermerek dengan warna favoritku (yang sebenarnya bukan warna favorit suamiku) karena menginginkan suamiku mengucapkan terimakasih atas perhatianku dan juga biar tambah cakep dengan pilihan warnaku. Sebenarnya mencintai adalah membiarkan suamiku memakai warna yang dia sukai bukan yang aku sukai, apapun mereknya pasti dia bahagia, nampak lebih cakep dan lebih muda. Sebenarnya mencintai adalah membiarkan si Sulungku mengembangkan talentanya di bidang seni daripada bidang teknik, dan membiarkan si Bungsuku bereksperimen membuat cookies biar gosong, kurang enak, tapi membiarkan dirinya menjalani sebuah proses pembelajaran menuju ke tingkat kehidupan yang lebih tinggi lagi. Mencintai adalah ketika mendampingi si Sulungku mencari sumber-sumber bacaan untuk keperluan tugasnya, dan membiarkan dirinya mengerjakan tulisannya oleh dirinya sendiri. Atau membiarkan anak-anak mengerjakan pe-er mereka tanpa campur tangan ibunya agar mereka bisa belajar dari kesalahan yang telah mereka lakukan.
Bila kita mencintai, seperti ketika kita memberi makan ikan-ikan koki kita atau menyiram tanaman di halaman. Walaupun ikan koki tidak bisa menuruti kehendak kita atau mengerti keinginanan kita, kita tetap memberi makan tanpa kata-kata, dalam keheningan. Bahkan yang kita lakukan adalah berbagi waktu dalam kehidupan kita untuk memberikan kehidupan yang lebih sehat dan baik kepada ikan-ikan koki kita. Pun dengan tanaman, kita menyiraminya, walau belum atau tidak akan memberikan tempat yang teduh ketika kita kepanasan atau kehujanan, kita tetap menyiraminya, menyiangi rumput-rumput di sekitarnya, tanpa kata-kata, tanpa melekatkan keinginan kita kepada tanaman yang kita pelihara dengan penuh kesabaran.
Mencintai yang sebenarnya adalah membiarkan orang yang kita cintai membeli apa yang dia inginkan, bukan apa yang kita inginkan. Adalah membimbing anak dalam menemukan jati diri mereka bukannya membentuk impian kita dalam hidupnya. Adalah membiarkan anak-anak belajar dari kesalahan, bukannya mengoreksi kesalahan yang mereka buat dan mematikan kesempatan dalam proses pembelajaran kehidupan selanjutnya. Adalah tetap mendampingi anak-anak ketika mereka dalam kesulitan tanpa mencampuri dan mendiktekan apa yang musti mereka lakukan. Adalah menerima siapapun dalam hidup kita apa adanya tanpa mengubah sisi apapun yang dia miliki.
Seandainya mencintai anak, pendamping hidup, serta siapapun seperti kita mencintai tanaman dan hewan piaraan, tanpa kata-kata dalam keheningan, maka hidup kita lebih damai dan bebas. Bebas dari keterlekatan karena mengharapkan balasan untuk dicintai, paling tidak didengar dan dituruti kehendak kita oleh orang yang kita sayangi. Pun pada saat kita ditinggal oleh orang yang kita cintai selamanya, kita bisa merelakan kepergiannya, walau dengan perasaan sedih dan kehilangan.
Kita bisa banyak belajar dari puisinya J. Khrisnamurti yang berjudul ’What is Love?’
Sehingga kita bisa menjadi makhluk yang bebas mencintai tanpa syarat apapun, dan membebaskan diri dari pelekatan diri dan keterlekatan menanti jawaban: ”Hei…, aku juga sayang kamu!”
Selamat mencintai tanpa pamrih.
*) Emmy Liana Dewi, Alumnus Workshop “Cara Cerdas Menulis Buku Best-Seller”. Ibu Rumah tangga, pemerhati masalah pendidikan, dan kesehatan holistik ini dapat dihubungi langsung di esuhendro@yahoo.com
Telah di baca sebanyak: 332











