Andrew Ho Kolomnis

ELANG

“There are better things ahead than any we leave behind. – Ada banyak hal lebih baik di depan dibandingkan apa yang sudah kita lalui,” Clive Staples Lewis ( 1898 – 1963), Novelis Inggris

Segala sesuatu di dunia ini memiliki manfaat bagi umat manusia. Seluruh makhluk hidup beserta pola hidupnya juga mengandung nilai-nilai filosofis yang luar biasa, karena dapat kita gunakan untuk menjalani kehidupan dengan lebih cerdas dan bijaksana. Salah satunya adalah nilai-nilai filosofis dari kehidupan burung elang.

Elang merupakan binatang yang mempunyai umur panjang, dapat mencapai 70 tahun. Tetapi untuk mencapai usia tersebut ia harus membuat keputusan besar pada umurnya yang ke 40. Saat umur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruh menjadi panjang dan bengkok sehingga hampir menyentuh dada. Sayapnya menjadi berat karena bulunya sudah tumbuh lebat dan tebal sehingga menyulitkannya untuk terbang.

Saat itu ia hanya mempunyai 2 pilihan: menunggu kematian atau menjalani proses transformasi yang menyakitkan selama 150 hari. Sebelum transformasi dilaksanakan, maka ia harus berusaha keras terbang ke atas puncak gunung untuk membuat sarang di tepi jurang dan tinggal disana selama proses berlangsung.

Pertama ia harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh terlepas dari mulutnya dan menunggu beberapa hari hingga paruh baru tumbuh. Dengan paruh yang baru ia harus mencabut satu per satu cakarnya. Ketika cakar-cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu-bulu di badannya satu per satu. Suatu proses yang panjang dan menyakitkan.

Lima bulan kemudian bulu-bulu yang baru sudah tumbuh. Saat itulah ia baru dapat terbang kembali. Dengan bulu, paruh dan cakar baru ia mulai menjalani 30 tahun kehidupan berikutnya dengan penuh energi.

Tak berbeda dengan kehidupan burung elang yang bertransformasi, dalam hidup ini suatu ketika kita juga harus membuat sebuah keputusan besar untuk melakukan pembaharuan. Untuk segala sesuatu yang baru, kita harus memberi ruang terlebih dahulu. Caranya adalah dengan melepaskan segala hal negatif dari masa lalu, yang membebani pikiran dan usaha kita, misalnya kebencian, kecemburuan, dendam, kesedihan, kebiasaan-kebiasaan buruk dan lain sebagainya. Tak berbeda dengan burung elang yang harus mengalami proses menyakitkan saat melepas paruh, cakar dan bulu-bulunya, melepaskan segala hal negatif di masa lalu mungkin juga sulit dan menyakitkan sehingga memerlukan komitmen, semangat dan motivasi yang kuat.

Jika Anda mengalami masa lalu yang menyedihkan dan ingin melepaskannya, langkah penting yang dapat Anda lakukan hanyalah menerimanya. Tak peduli betapapun peristiwa yang Anda alami itu menimbulkan trauma mendalam namun semua itu telah terjadi. Tahap inilah yang disebut fase penerimaan.

Sedangkan untuk melepaskan kebiasaan-kebiasaan buruk di masa lalu dibutuhkan komitmen dan usaha yang gigih. Proses awal tentu tak mudah. Tetapi dengan 2 hal tersebut maka kebiasaan lama yang buruk lambat laun akan tergantikan dengan kebiasaan baru yang lebih positif.

Setelah tahap pertama, Anda akan memasuki tahap berikutnya yaitu menerima kenyataan masa lalu sebagai bagian dari proses kehidupan. Semua pengalaman, keinginan dan cinta yang ada pada diri Anda merupakan dampak nyata atas pengalaman masa lalu dan membentuk kehidupan Anda saat ini. Bersyukurlah dengan keadaan sekarang, karena masa lalu telah pergi dan Anda masih memiliki saat ini untuk melakukan perubahan.

Meskipun keadaan maupun mental Anda saat ini juga dipengaruhi masa lalu, jangan sekalipun menggunakan masa lalu sebagai alasan mempertahankan situasi atau keadaan Anda terus menerus menyedihkan. Sebaliknya, gunakanlah masa lalu sebagai cara untuk belajar. Petiklah pelajaran dari pengalaman hidup Anda.

Tengoklah dimana Anda melakukan kesalahan dan buatlah perubahan yang Anda butuhkan saat ini agar masa depan Anda lebih bersinar dan menyenangkan. Oleh sebab itu rajinlah mengoreksi diri setiap hari. Dengan begitu Anda dapat melakukan perubahan dengan tepat dan maksimal.

Dari sinilah kebebasan Anda untuk memutuskan, melakukan perubahan ataukah menjadi korban keadaan. Sudah banyak bukti bahwa orang-orang yang mampu menghancurkan beban masa lalu ataupun kebiasaan-kebiasaan buruk di masa lalu, maka ia akan berhasil mencapai kesuksesan yang tinggi. Lihat saja dalam dunia bisnis, olah raga, seni kreatif, dan lain sebagainya.

Melepaskan pengalaman atau kebiasaan-kebiasaan buruk di masa lalu adalah sebuah pilihan. Sebagai mahkluk yang berakal dan lebih mulia dibandingkan elang, sudah seharusnya kita mampu bersikap lebih baik, arif dan kuat dari yang bisa dilakukan oleh elang. Dalam pandangan saya, setiap hari adalah kesempatan untuk terus berbenah. Setiap tarikan nafas merupakan awal kehidupan baru dan Anda semua pasti mampu menjadikan kehidupan Anda lebih membahagiakan & berarti bagi orang lain.

*Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best seller.Kunjungi websitenya di : www.andrewho-uol.com

Telah di baca sebanyak: 3031
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *