Kolom Alumni

Emangnya Enak Jadi Anak Jaman Sekarang?

Oleh: Petriza Giovanni

“Besok kamu ada waktu ga buat bikin tugas bareng?”
“Besok kan Jumat, aku ada les Inggris sepulang sekolah.”
“Lusa deh kalo gitu…”
“Kalo Sabtu, aku ada les piano ama biola.”
“Emmm kalo Minggu? Masa ada les juga?”
“Ada. Les motivasi dari pagi ampe sore.”
“Hah???”

Sekilas percakapan di atas tampak agak dibuat-buat. Masa si hampir setiap hari ada les. Memang begitulah kira-kira schedule-nya anak-anak ibukota. Setiap hari, anak-anak yang tinggal di ibukota tidak pernah lepas dari kegiatan les. Ada bermacam-macam jenis les yang mereka ikuti, dari les pelajaran sekolah, les bahasa, les musik, les berenang, sampai les yang lagi ngetrend saat ini les mind mapping dan les motivasi.

Tidak hanya anak SMA saja yang memiliki banyak kegiatan les di luar sekolah, anak SD pun sudah memiliki banyak kegiatan di luar sekolah. Bahkan yang lebih mencengangkan, anak TK sudah tidak aneh lagi memiliki kegiatan les di luar sekolah. Kasihan anak-anak sekarang, mereka harus mengorbankan masa kecil mereka yang seharusnya indah dan penuh kenangan menjadi siksaan yang bisa saja menjadi trauma bagi mereka di masa mendatang.

Apa sich sebabnya sehingga mereka harus menanggung beban yang sedemikian berat setiap hari? Ada beberapa sebab yang cukup signifikan. Sebab yang pertama adalah semakin beratnya pelajaran di sekolah. Semakin tahun, kurikulum di negara kita tercinta ini bukannya semakin membaik malah semakin memburuk. Jika anda perhatikan, setiap pergantian menteri di Departemen Pendidikan maka kurikulum pun akan berganti. Yang bukan lagi menjadi rahasia adalah ini merupakan permainan politik dari Departemen Pendidikan. Betapa tidak, setiap pergantian kurikulum, maka akan ada pergantian buku cetak yang berarti ada komisi dari percetakan.

Kalo kita perhatikan, saat ini, anak-anak SMP sudah mulai mempelajari bahan-bahan yang tadinya diperkenalkan di SMA. Entah apa alasan yang membuat kurikulum tersebut, tetapi yang pasti hal tersebut cukup memberatkan para anak didik jaman sekarang. Permasalahan muncul ketika nalar mereka belum sampai untuk memamah materi tersebut. Lalu apa solusinya supaya mereka mengerti? Mau tidak mau, mereka pun harus mengorbankan waktu mereka untuk mengikuti kegiatan les pelajaran.
Ada fenomena lingkaran setan di sini. Beberapa guru yang tidak memahami tugasnya dengan baik justru sengaja tidak lagi menerangkan dengan jelas materi yang diajarkan. Mereka sudah mengetahui bahwa sebagian besar anak muridnya sudah dengan jelas mengerti materi tersebut. Dengan sikap guru yang seperti itu, akibatnya para anak didik semakin tergantung dengan guru les pelajarannya.

Alasan yang lain mengapa anak jaman sekarang bebannya semakin berat adalah karena orangtuanya yang tidak mau ketinggalan. Mungkin saja anak-anak jaman sekarang sudah sangat letih sepulang dari sekolah, mengingat lamanya waktu belajar di sekolah saat ini pun semakin panjang. Walaupun demikian, sebagian besar orang tua masih memaksa agar anak mereka mengikuti berbagai les tersebut. Sepertinya ada yang kurang jika anaknya tidak mengikuti les yang diikuti oleh anak Ibu A atau anak Ibu B.

Motivasi yang seharusnya merupakan tugas orang tua atau bisa didapatkan dari membaca buku inspirasional dari berbagai tokoh pun bisa dijadikan kegiatan les yang cukup menjanjikan. Bukan berarti motivasi itu tidak penting. Di kota-kota besar, les motivasi menjadi berkembang karena para orang tua biasanya tidak mau kalah dari orang tua lain yang anaknya mengikuti suatu kegiatan les. Alhasil sangat gampang sekali memancing para orang tua ini untuk memasukkan anaknya ke suatu kegiatan tertentu.

Ada begitu banyak sebenarnya sebab ataupun alasan mengapa beban anak jaman sekarang semakin berat. Tetapi setidaknya, dua alasan di atas cukup mewakili alasan-alasan tersebut. Makanya…emangnya enak jadi anak jaman sekarang???

*) Petriza Giovanni lahir di Palembang, 13 September 1982. Ia adalah lulusan Jurusan Sastra Inggris, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Ia pernah mengajar di salah satu Primary School swasta di Jakarta, dan saat ini bekerja di bidang pendidikan. Ia juga alumnus Writer Schoolen workshop “Cara Cerdas Menulis Artikel Menarik” Batch XI. Sudah sejak lama menyukai bidang tulis menulis tetapi selalu tidak percaya diri untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius. Saat ini, ia sedang berusaha untuk menghasilkan karya yang berkualitas untuk menjadi inspirasi bagi sesama. Ia bisa dihubungi di p3za13 [et] yahoo [dot] com.

Telah di baca sebanyak: 1444
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *