Kolom Alumni

Facebook: Media Pengharapan

Oleh: Habibie Afsyah

Tampilannya yang bersih dan user friendly tidak heran mengangkat facebook menjadi jejaring social nomor satu di dunia. Dengan jumlah pengguna 150 juta orang di dunia, jelas angka ini mengungguli pesaing utamanya yaitu myspace yang memiliki pengguna 130 juta. Tak berlebihan makanya, jika kita masukkan facebook ke dalam 10 besar situs terpopuler di dunia saat ini. Saya perkirakan tidak kurang dari 10 juta pengunjung yang berlalu lalang di dalam wahana facebook setiap harinya.

Kepopuleran facebook saat ini, tidak lepas dari ide brilian pemiliknya yaitu Mark Zuckerberg. Pemuda yang tahun ini berusia genap 24 tahun, awalnya hanya membuat jejaring social untuk lingkungan kampusnya saja di Harvard University. Hanya dalam waktu kurang dari satu minggu, ternyata sudah terdaftar 1500 mahasiswa kampusnya di dalam jejaring social yang ia miliki.

Ketenaran program itu akhirnya menyebar ke kampus dan sekolah lain di Amerika. Sampai pada suatu ketika, ada seorang investor yang berani menanamkan modalnya sebesar 500.000 USD yaitu Peter Thiel yang tidak lain adalah pendiri Paypal. Modal itu ia gunakan untuk menyewa kantor bagi timnya dan menjadikan jejaring sosial ini tidak hanya dinikmati oleh lingkungan kampus namun juga dunia.

Facebook adalah wahana harapan, bukan hanya harapan dari sang pemiliknya saja yang menginginkan facebook menjadi jejaring sosial nomor wahid di dunia. Namun juga harapan dari penggunanya, dari yang sekedar mencari jodoh sampai yang berniat mencari kursi politik.

Diawali dari keberhasilan Barack Obama yang menjadikan facebook sebagai media kampanye terampuh dan termurah. Kampanye yang akhirnya mampu mengantarkan dirinya sebagai orang nomor satu disebuah negara adidaya Amerika Serikat, yaitu Presiden Amerika Serikat pertama dari orang kulit hitam. Hal ini pula yang menyebabkan politisi Indonesia agak lebih sedikit melek teknologi, ternyata ada juga toh, cara kampanye yang lebih murah dan efisien.

Harapan untuk mendapatkan nasib yang sama dengan Obama di dunia politik, membuat para politisi di negri kita tidak mau ketinggalan untuk ber-facebook ria. Dari yang mengejar kursi legislatif sampai kursi presiden, dari yang tua sampai yang muda, mereka mulai mencoba mempromosikan dirinya melalui jejaring sosial ini.

Apapun yang mereka lakukan di facebook, termasuk sebagai media kampanye, menurut saya itu sah-sah saja. Walaupun mereka juga menjadikan facebook untuk arena tebar pesona dan tebar ranjau. Ya seperti fungsi ranjau saat menunggu mangsa, dapat syukur ga dapat ya sudah. Namanya juga gratis.

*) Habibie Afsyah adalah alumni Writer Schoolen Workshop Cara Cerdas Menulis Artikel Menarik. Pemilik motto “Kelemahanku adalah Sumber Kekuatanku untuk Sukses” ini dapat dihubungi langsung di web http://www.habibieafsyah.com/ atau email habibieafsyah@gmail.com

Telah di baca sebanyak: 1922
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *