Kolom Bersama

Gak mau Antri? Apa Kata Dunia?


Oleh: Pratama Puji

Antri? mendengar kata antri tentunya tak asing lagi di telinga kita, karena antri memang sudah biasa kita hadapi sehari-hari. Antri beli bensin, antri macet, antri naik lift, antri ketika di toilet, dan sebagainya. Rasanya aktivitas kita sehari-hari tak bisa dipisahkan dari antri. Nah yang menjadi pertanyaan apakah kita termasuk orang-orang yang mau antri?

Pada dasarnya antri bisa dikatakan ”sabar menunggu giliran”, memang hal ini bisa menjadi suatu hal yang menjemukan ataupun menyenangkan. Menjemukan karena kita memang tidak terbiasa antri/tidak mau antri, atau kita memang sibuk/sok sibuk. Namun kondisi ini bisa menjadi hal yang menyenangkan bagi orang-orang yang memang bisa ”menikmatinya”. Di situlah tantangannya. Seperti orang memancing, yang sabar menunggu ikannya dan strikeeee

Dan dari situasi antri inilah, bisa dijadikan ajang mencari rezeki bagi orang-orang yang mampu memanfaatkan celahnya. Contohnya: calo STNK di samsat, pungli oleh oknum tertentu untuk mempercepat pelayanan publik, dan masih banyak lagi.

Melihat orang tidak mau antri, saya pun menjadi geregetan. Hal itu saya jumpai ketika mengurus surat pengantar di perusahaan pembiayaan untuk keperluan BPKB. Saya mewakili Bapak. Saya memang telat datang, jam 9 saya baru sampai di kantor dan sudah penuh sesak. Akhirnya tak ada pilihan lain kecuali antri dan menunggu panggilan. Sampai sekitar jam 11.30 saya masih belum dipanggil. Harus Sabar.

Setelah itu, tiba-tiba ada seorang laki-laki bersama dengan istrinya datang (yang saya tahu dari satpam, dia bukan nasabah), cuma ingin menawar mobil salah seorang nasabah yang kreditnya macet. Secara sistem, orang yang datang harus mengambil nomor dan menunggu (seperti di Bank), namun dia tidak mau dengan alasan tidak biasa dan tidak mau mengantri.

”Oalah, dasar orang kaya tapi sok sibuk!!!”, kata satpam di situ dengan dongkolnya.

Menurut saya antri sangat erat korelasinya dengan disiplin. Kalo kita gak mau antri, ya jangan telat. Harus bangun pagi, siap-siap dan berangkat pagi lebih pagi. Bisa to? ya pasti bisa, kalau tidak bisa dan tidak biasa, ya kudu siap dengan konsekuensinya.

Nah budaya antri inilah yang menurut saya masih belum sepenuhnya terbudaya di negeri kita. Orang masih lebih main serobot, suka membayar ”lebih” agar bisa didahulukan, dan oknum juga menyanggupi. Ya sudah suka sama suka jadinya, yang penting kepentingannya sendiri bisa lebih cepat selesai. Nah apakah ini contoh yang baik di masyarakat?

Padahal dari hal kecil seperti antri kita bisa berlatih sabar, menahan emosi, dan berpikir positif. Manfaatnya jauh lebih besar. Jangan sampai orang negatif thinking ke kita gara-gara tidak mau antri. Semoga budaya antri bisa menjadi kebiasaan kita semua. Pasti Bisa. Gak mau Antri, Apa Kata Dunia ?

So, tunggu apa lagi….antri dulu yuk.

*) Pratama Puji Widiyanto adalah seorang Alumni FE Akuntansi dari Universitas Jenderal Soedirman tahun 2009. Hobinya membaca, menulis, travelling, berdiskusi dan nonton bola. Sangat interest terhadap hal-hal yang berbau pengembangan diri, motivasi, dan kepemimpinan. Ketika kuliah pernah mendapat amanah sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi periode 2008. Penulis dapat dihubungi di pratamapuji.widiyanto@gmail.com

Telah di baca sebanyak: 1489
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *