Surya Rachmannuh

Hati yang Mau Melayani


Sebuah kunci sukses yang sering saya bagikan dalam pelatihan saya adalah keinginan hati kita yang ingin melayani. Bagi sebagian orang yang belum mengenal arti pelayanan sesungguhnya mungkin memandang hal ini secara tidak lengkap seperti merasa cape, apa perlunya melayani pelanggan atau orang lain, bagus banget, emangnya gua pelayan apa, dan masih banyak lagi komentar lainnya.

Memang ini membutuhkan sebuah kebesaran jiwa dan arti yang mendalam bagi seseorang yang ingin benar-benar membuat sebuah komunitas orang-orang sukses dan terpelajar, karena hanya dengan melayani dengan sepenuh hatilah kita dapat menunjukkan kepada orang lain sebuah bentuk kepedulian yang dapat dilihat dalam kehidupan kita sehari-hari.

Melayani dalam kehidupan sehari-hari sangat penting karena manusia juga berubah dari hari ke sehari, apakah menjadi lebih bijak atau kurang kadar kebijakannya apalagi terbawa emosi. Emosi menurut saya adalah pengambil sumber daya kreativitas terbesar dalam pikiran kita. Kita marah namun tidak berdaya dan akhirnya kita jadi bersungut-sungut dan akhirnya tidak melakukan apapun dan tahukah anda, anda sedang menciptakan sebuah kebiasaan penolakan kecil dan akhirnya mencari ciri khas dan apalagi anda dalam sebuah komunitas yang paling cepat men”cap” atau melabel pribadi tertentu dengan kata lainnya adalah sebuah PERSEPSI.

PERSEPSI ini adalah pembunuh karakter dan kepribadian yang paling cepat. Pernahkah anda memutuskan untuk tidak berteman atau sudah tidak mau mendekati dia kecuali “kepepet” hanya karena persepsi publik atau orang yang anda mintai keterangan sedang tidak selaras dengan orang yang dibicarakan? Saya pikir pernah.

Itulah mengapa melayani harus terlihat dalam kehidupan kita sehari-hari bila perlu menjadi gaya hidup kita dan menciptakan “Positif Image” dalam diri anda. Ini memang tidak mudah karena anda harus melakukan “extra mile” atau bekerja lebih dibandingkan orang lain, apalagi kita memang pernah mempunyai perilaku yang tidak menyenangkan dan ditangkap tidak simpatis bagi orang lain, sudah pasti kita harus melakukan “double mile” bila perlu. Karena sangat mudah orang mengatakan sesuatu hal yang negatif tentang orang lain dibandingkan pada hal-hal yang positif.

Ada istilah yang mengatakan dan silakan anda teliti sendiri kebenarannya sebagai berikut :
“Susah lihat orang lain senang, dan senang lihat orang lain susah.”

Nah, persepsi ini sudah mengakar dalam kehidupan kita yang penuh dengan kompetisi ini, terutama untuk para laki-laki. Sebagai contoh, pertandingan persahabatan hanya untuk para wanita saja, para pria mungkin secara jantan mengakui kebolehan tim lain dalam sebuah olahraga misalnya, namun dalam hati kita para pria sering berkata dalam hati, “Suatu hari nanti aku akan mengalahkanmu, jadi tunggu hari pembalasannya.”

Sekarang, lepas dari jenis kelamin dan pernyataan “Susah lihat orang lain senang dan senang lihat orang lain susah”, mari kita mempunyai persepsi yang baru yaitu “Kebahagiaan anda adalah sebuah kebanggaan bagi kami” sehingga kita diajak dalam sebuah persepsi baru bahwa sebuah tindakan membantu orang lain atau melayani seseorang adalah sebuah kebanggaan bagi kita, sebuah kehormatan bagi kita. Kita sedang menabur benih-benih kebaikan di dalam hidup kita sehari-hari tidak hanya pada atasan kita, pelanggan kita atau segala sesuatu yang menguntungkan kita saja (WIIFM) melainkan sebuah pancaran hati yang tulus ingin membantu orang lain karena yakinlah bahwa ketika anda menabur benih kebaikan kepada seseorang maka kita akan memanen buah hasil kebaikan kita kelak, apalagi didorong oleh sebuah motivasi luhur bahwa melayani adalah bagian dari hidup kita sehari-hari.

Bila pun ada yang bertanya kepada anda, mengapa anda harus melayani satu sama lain dengan baik, maka hanya satu kata motivasi yang sederhana dan memikat untuk anda yaitu “Mengapa burung berkicau?”.

Salam Champion!

*) Surya Rachmannuh lahir di Jakarta tahun 1970, lulusan S1 dari Bunda Mulia dan S2 dari Jakarta Institute of Management Studies, Certified ISO Lead Auditor dari SGS, Certified Webmaster dan Problem Solving & Decision Making. Aktif di PT. Kalbe Farma, tbk sebagai “Training Specialist”. Hasil tulisan Alumnus Writer Schoolen “Menulis Buku Best-Seller batch XI” ini dapat dilihat di www.webiddesign.com dan suryarachmannuh.blogspot.com

Telah di baca sebanyak: 1828
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *