Artikel Terbaru

“I Love You” terakhir

vector-of-a-helpful-cartoon-husband-giving-sick-wife-medicine-line-drawing-by-ron-leishman-636Ada seorang suami, dia menunggui istrinya di rumah sakit. Istrinya menderita kanker tahap akhir. Hari-hari akhirnya sudah ditentukan. Sehari-harinya ibu ini hanya bisa berbaring di rumah sakit, lemah tidak berdaya.

Pada saat itulah, si suami ini menunggui istrinya. 24 jam penuh dia ada di sana. Ia melayani segala kebutuhan istrinya. Apapun yang diperlukan istrianya ia yang mencarikan dan memenuhinya.

Suatu sore, suster rumah sakit itu memandikan ibu ini. Dan sang suami punya kesempatan untuk berjalan-jalan sebentar di taman rumah sakit itu.

Saat itu, sang suster berkata kepada ibu ini, “Ibu,… bahagia sekali ya, ibu punya suami yang begitu setia mendapingi ibu, begitu menyayangi ibu.”

Ibu ini menggelengkan kepala, “Suster, suster nggak tahu saja. Mungkin dia terpaksa. Mungkin ia hanya melaksanakan kewajibannya saja, mungkin dia nggak sabar lagi untuk segera meninggalkan dunia ini.”

Ibu ini menyambung, “Selama aku menjadi istrinya, tidak pernah lagi dia mengatakan bahwa dia menyayangi aku seperti pada waktu kami masih belum menikah dulu… Bahkan yang selalu dikatakan adalah pekerjaanku yang tidak pernah beres, rumah yang masih belum bersih, makanan yang keasinan, anak-anak yang belum dilayani dengan baik… Suster nggak tahu kan?!”

Selesai memandikan si istri, suster ini bertemu dengan si suami di koridor rumah sakit.

Dia berkata pada si suami, “Bapak, mungkin sudah waktunya Bapak untuk berkata kepada istri Bapak, bahwa Bapak mencintai istri Bapak.”

Suami ini pun marah dan tersinggung, “Suster,… 24 jam saya ada di sana, saya layani segala kebutuhannya. Apakah itu bukan tanda cinta?!”

“Tapi Pak, istri Bapak membutuhkan kata-kata itu keluar dari mulut Bapak.”

Dengan marah suami ini pergi ke luar rumah sakit. Dia pergi ke toko bunga di sebelah rumah sakit itu. Dia beli bunga di sana dan kartu ucapan besar. Dengan huruf-huruf raksasa dia menuliskan, “I LOVE YOU’.

Dan dengan segera dia masuk kamar istrinya.

Dia sorongkan bunga dan kartu dengan huruf-huruf raksasa itu ke wajah istrinnya yang terbaring tidak berdaya di atas ranjang. Dia melihat wajah istrinya yang pucat dan tampak lemah.

Saat itulah baru terasa lehernya seperti tercekik. Cintanya meluap. Dan dia tidak mampu mengatakan apa-apa. Ia mellihat istrinya.

Dan akhirnya dia berkata, “ Aku mencintaimu Ma, aku menyayangimu. Jangan tinggalkan aku… kalau kamu harus pergi, aku bagaimana? Aku menyayangimu.”

Namun, Tuhan berkehendak lain. Tiga hari kemudian, si istri dipanggil menghadap Tuhan. Tapi satu senyuman tampak di bibirnya. Akhirnya dia mengetahui bahwa suaminya mencintainya.

 *(Story of the heart – PEP)

Telah di baca sebanyak: 1236
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *