Jansen Sinamo

Ikan Mas dan Piranha


Seorang pengusaha baru kembali dari perjalanan dari Brazil. Ia membawa oleh-oleh ikan piranha hidup. Ikan piranha itu lalu diletakkan di dalam akuarium yang sudah disekat, dibagian kiri. Sedangkan dibagian kanan diletakkan ikan mas.
Naluri ikan piranha itu muncul. Ia menyerang ikan mas, tapi menubruk kaca. Diulangi lagi, tapi lagi-lai menubruk kaca. Lama kelamaan, piranha itu kehilangan agresifitasnya. Dan ketika pemisah itu diangkat, piranha itu tidak lagi agresif, bahkan menjadi takut. Akhirnya, piranha dan ikan mas hidup berdampingan.

Cerita ini mengatakan bahwa pengalaman buruk yang kita alami bisa menjadi kendala untuk tumbuh. Kecewa, gagal, trauma. Kita kehilangan kepercayaan diri, dan kehilangan daya hidup. Banyak orang kehilangan ruh kehidupannya karena dipenuhi pengalaman yang menyakitkan.

Ada saatnya kaca pembatas itu dihilangkan. Namun pengalaman buruk masih menjadi tembok pembatas kita untuk berkembang. Pengalaman buruk harus menjadi guru kita. Pengalaman tidak boleh mematikan inisiatif kita, dan mengeksekusi kreatifitas kita. Sepahit apapun pengalaman di masa lalu, semua hanya pengalaman masa lalu. Bijaklah! Namun angkatlah kepala, tatap jauh ke depan. Periksalah, apakah masih ada kaca penghalang.

Jangan terintimidasi dan terbelenggu dengan pengalaman masa lampau yang pahit. Jangan mau diringkus oleh pengalaman kegagalan. Hidup kita adalah anugerah. Pekerjaan kita adalah berkah. Pengalaman buruk selalu ada potensi-potensi lahirnya rejeki yang berlimpah ruah. Dibalik pengalaman buruk terdapat rahmat terselubung yang menjadi modal kekuatan untuk sukses ke depan.

Jansen H. Sinamo


Telah di baca sebanyak: 1185
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *