Eni Kusuma

Independen? Ya, Menulis!

Baru pertama kali (kecuali Edy Zaqeus) saya bertemu dengan para senior Pembelajar. Com di hotel Peninsula, Jakarta Barat, dalam acara gathering ultahnya yang ke-8, 14 Pebruari 2009 yang lalu. Senang, bangga itu jelas. Grogi, keringat, dingin karena AC ( belakangan saya ketahui bukan karena itu, tapi karena dekat dengan para senior). Hehe, wajar…saya kan manusia yang rumit bukan robot yang diprogram untuk tidak merasakan.

Hal yang saya amati adalah kebersamaan para mentor dan para peserta gathering. Mereka semua sebagai pribadi yang independen. Sejajar dari semua kalangan. Ini tentu berbeda dengan pertemuan antara bos dengan anak buah di sebuah perusahaan. Kadang si anak buah menunduk-nunduk dan terlalu sopan, mungkin takut tidak dipromosikan. Benar-benar bukan pribadi yang independen, iya kan? Tetapi siapapun kita jika menulis, kita menjadi pribadi yang independen. Itu sudah saya rasakan sendiri. Inilah yang benar-benar saya cari, yaitu sebuah kebebasan.

Saya tidak sedang menyuruh semua orang untuk menulis, tetapi memang demikian adanya. Paling tidak menulis untuk blog sendiri yang dikunjungi satu atau banyak orang. Niscaya, Anda akan merasakan kebebasan dalam berpikir, yang mungkin ini sebuah kebutuhan manusia juga. Yang jelas, salah satu bekal kita mati nanti, yaitu ilmu yang bermanfaat bakal tersalurkan dengan menulis. Siapapun kita, tanpa harus kita menjadi kyai, da’i, pastur atau pendeta. Dan kita pun bermanfaat untuk banyak orang dengan mengubah orang untuk menjadi lebih baik tanpa harus kita menjadi presiden.

Menulis sama dengan berbicara. Kita harus berbicara hanya yang baik-baik saja. Demikian juga dengan menulis. Maka hasilnya juga akan baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Ini salah satu bekal kita agar disayang oleh Tuhan yang Maha Baik.

Jika menulis sama dengan berbicara, tentu mudah, bukan? Tetapi sebagian orang kesulitan untuk menulis daripada berbicara. Sebagian lagi lebih mudah menulis daripada berbicara. Jika kita merasa kesulitan untuk menulis, sementara kita ingin sekali menulis, tidak ada salahnya untuk meminta tolong kepada orang yang sudah bisa menulis. Seperti halnya seorang anak kecil yang meminta tolong kepada ayahnya untuk mengambil bola di kolong meja. Meminta tolong kepada yang lebih mampu adalah keputusan yang tepat. Kita bisa ikut workshop kepenulisan dengan membayar atau dengan pamer tulisan seperti saya, yang intinya minta dibantu.

Menulis bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan. Ini tentu bisa jika kita tidak ada rasa takut untuk menulis. Biasanya kita takut dikritik, takut dibilang masih mentah, enggak mutu dan lain-lain. Tetapi yang jelas bagi saya, nulis ya nulis wae. Saya juga tidak takut jika artikel saya kali ini dibilang paling tidak menarik, hehehe. Menulis bisa memberi efek melayang, menerawang, menukik yang luar biasa daripada efek obat terlarang yang mematikan. Dengan menulis, bisa-bisa kita lupa segalanya, benar-benar larut dan freedom. Saya kira hanya menulis yang akan memberikan efek menyenangkan yang mencerdaskan. Memiliki suami supertampan dan superkaya juga akan memiliki efek yang sama. Tetapi bukan konteksnya disini.

Menulis untuk menjadi seorang yang independen, setujukah?

* Eni Kusuma adalah mantan TKW di Hongkong, penulis buku laris “Anda Luar Biasa!!!”, dan kini menjadi motivator. Ia dapat dihubungi di: ek_virgeus@yahoo.co.id.

Telah di baca sebanyak: 1187
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *