Pitoyo Amrih

Internet.., Ancaman atau Kekuatan-kah? (Bag 3)

Seri Membangun Bisnis Dunia Maya (29)

Terasa sekali, mulai sekitar sebulan lalu, kerja laptop saya menjadi amat sangat melambat. Buka file yang biasanya cepat, sejak sebulan lalu terasa berat. Saya juga tidak begitu paham benar mengapa bisa menjadi demikian. Teman-teman saya berpendapat bahwa laptop saya itu sudah terjangkiti banyak virus, worm, spy-ware, dan sebagainya. Akses internet dengan broadband yang biasanya cepat juga seperti menjadi tertatih-tatih. Saya yang sudah memasang jenis free antivirus yang selalu ter-update secara online ternyata belum cukup menangkal itu semua.

Kita manusia kebetulan memang hidup ditengah bermacam ragam sifat dan tabiat manusia. Ada baik, ada jahat, ada yang ramah, ada yang pendendam. Perlu telaahan yang tidak sederhana ketika kita coba memahami orang-orang yang secara sadar dan sengaja menggunakan keahliannya untuk membuat repot orang, seperti para pencipta virus komputer. Tapi itulah yang terjadi, suka atau tidak suka, ada orang-orang seperti mereka hidup di antara kita. Orang seperti ini ada, sama tuanya dengan usia teknologi komputer itu sendiri. Sama seperti sifat buruk dari seseorang, seperti mencuri, membunuh, dan sebagainya, ada dan sama tuanya dengan peradaban manusia itu sendiri.

Dulu sekali, ketika komputer masih lebih banyak bersifat stand alone, wabah merebaknya suatu jenis virus komputer juga tak seheboh sekarang. Dulu, bila saja kita selalu disiplin untuk memantau setiap external disc yang dibaca komputer, maka sudah menyumbang solusi yang jitu untuk menangkal virus masuk ke hard disc komputer kita.

Lain dulu, lain sekarang. Saat ini, orang beli atau memiliki komputer, entah itu desktop ataupun mobile, hampir bisa dipastikan bahwa komputer itu nantinya, atau paling tidak direncanakan untuk bisa terkoneksi dengan internet. Ditambah lagi saat ini, banyak sekali provider koneksi internet yang berlomba-lomba memberikan penawaran murah kepada konsumen. Sehingga selain perlu disiplin dalam hal tukar menukar data dari hard-drive, juga kita musti pandai-pandai dalam menyiapkan penangkal dari ancaman luar yang bisa jadi masuk ke dalam komputer dengan memanfaatkan koneksi internet.

Dan dari dunia internet, tidak hanya virus yang memungkinkan merusak kerja software kita yang mengancam! Di sana ada spyware, semacam program yang tiba-tiba masuk ke sistem file kita dan bersembunyi sambil mencatat setiap aktifitas kita terhadap komputer kita, untuk kemudian ‘melaporkan’ ke induk semangnya setiap komputer tersebut terkoneksi, segala apa yang dia catat terhadap kita, yang nantinya akan dipakai untuk kepentingan mereka atas kita. Bisa jadi terjangkiti worm yang memungkinkan terciptanya bug di komputer kita sehingga fungsi-fungsi tertentu tidak berjalan dengan semestinya. Ada Adware, yang kadang membuat kita kesal ketika setiap kali terkoneksi internet, ada saja pop-up windows yang berisi iklan-iklan yang mengganggu aktifitas kita.

Salah seorang teman saya, sampai ada yang memisahkan kegiatannya pada dua komputer yang terpisah. Satu komputer yang memiliki operating system Linux, yang dikoneksi dengan internet. Konon kabarnya, Linux lebih memiliki ketahanan terhadap malware internet. Saya juga tidak tahu persis apakah kabar itu benar atau hanya sekedar mitos. Tapi teman saya itu benar-benar menerapkannya. Sementara satu komputer lagi, yaitu komputer mobile yang dipakainya bekerja, tidak pernah sekalipun di set sebagai komputer terhubung di internet. Transfer file, bila harus download dari internet, dia ambil dari komputer terhubung yang berbasis Linux, masukkan USB drive. Kemudian dia scan antivirus dulu sebelum dipindah ke komputer kerjanya. Cukup merepotkan. Tapi dia merasa nyaman dengan mekanisme kerja demikian.

Sedemikian mengerikankah dunia internet? Apalagi bila saja internet juga menjadi salah satu ladang usaha kita, bukankah justru menjadi tidak efisien ketika kita harus bekerja seperti yang teman saya contohkan di atas? Misal kita punya website, punya online store. Ketika sekarang banyak sekali web-page dan web-store yang sudah dilengkapi CMS sehingga begitu mudah dalam mengoperasikannya, saya yakin semakin banyak webmaster –si administrator pengelola web- justru datang dari orang kebanyakan yang tidak memiliki pengetahuan mendalam tentang teknis pemrograman. Sehingga hal-hal yang menyangkut masalah sekuriti, mereka serahkan –atau mungkin tepatnya ‘pasrahkan’- saja kepada para webmaster di tingkat penyedia jasa hosting provider, yang tentunya lebih ahli dalam menangani hal-hal teknis.

Beda ceritanya bila sebuah perusahaan ‘brick and click’ yang memiliki kemampuan memperkerjakan orang yang kompeten di teknologi informasi sehingga bisa mengelola selain konten juga hal-hal yang bersifat teknis pemrograman. Bagi ‘brick and click’ skala kecil atau bahkan ‘pure-player’ yang bisa jadi melakukan bisnis di internet secara sambilan, maka masalah sekuriti biasanya memakai strategi ‘gimana nanti sajalah..’ tanpa strategi yang bersifat antisipatif.

Karena bagaimanapun juga, bagi pengelola bisnis online, paling tidak tetap di butuhkan dua ‘wadah’ dalam menyimpan semua konten usahanya. Satu ‘wadah’ yang ada di hosting provider, yang berisi konten-konten yang tertampil di website. Untuk wilayah ini biasanya lebih terkendali masalah keamanannya, karena dukungan support teknis dari penyelenggara layanan hosting. Apalagi bila perusahaan penyedia hosting adalah perusahaan besar dan memiliki kondite yang bagus di kalangan per-hostingan.

Sementara satu wadah lagi, paling tidak kita adakan, di simpan di komputer kita, untuk menyimpan back-up data, data mentah sebelum di upload, simulasi untuk program aplikasi sebelum ditampilkan di website, dan sebagainya. Dan data di komputer kita ini, dari pengalaman saya, justru menyimpan jauh lebih banyak file dan data, daripada yang sudah tertampil di sisi hosting provider. Mau tidak mau, yang ada dalam wadah ini, sesekali waktu harus terkoneksi dengan internet, untuk melakukan upload download ke server di hosting provider. Sesekali waktu kita juga harus browsing mencari bahan update konten yang untuk sementara di download ke komputer kita sebelum diolah untuk bahan update website kita suatu saat kelak. Sehingga justru komputer di ‘wadah’ kedua inilah yang cukup kritis menjadi perhatian kita. Selain karena menyimpan data, praktis komputer ini dikelola oleh kita sendiri yang pengetahuan dalam hal malware tidak sehebat para webmaster di hosting provider.

Sampai di sini, juga seperti cerita saya di awal alenia tadi, sehingga berakhir pada keputusan dimana saya harus mem-format kembali hard-disk komputer saya beberapa hari lalu, kita akan bisa hanyut pada suasana yang mempersepsikan bahwa dunia internet, terutama aktivitas malware yang ada didalamnya adalah sebuah ancaman. Lalu pilihan apa yang tersisa bagi kita?

Apakah kita kemudian memilih untuk menghentikan saja usaha kita di internet? Kembali sebagai ‘brick and mortar’ mungkin? Pilihan ini saya analogikan sama dengan ketika kita belajar mengendara sepeda, kemudian jatuh dan memilih untuk tidak lagi pernah naik sepeda. Kita bisa memilih bersikap seperti yang dicontohkan teman saya dengan ekstra hati-hati dalam melakukan pekerjaannya terkait distribusi file dan data komputer. Dengan cara ini bagi anda yang memiliki usaha di internet, jadinya paling tidak perlu tiga wadah untuk mengalokasikan semua pekerjaan anda.

Tapi ada satu lagi kemungkinan. Dan justru kemungkinan ini yang bisa jadi ancaman-ancaman malware di internet akan memberi kita kekuatan. Seperti tubuh kita yang terserang virus justru meningkatkan antibodi tubuh kita yang menambah kekuatan. Tapi bedanya, antibodi yang terjadi bukannya secara otomatis muncul di komputer kita, tapi antibodi yang terjadi adalah berupa pengkayaan wawasan kita terhadap hal itu, keberanian kita untuk mengambil langkah usaha di internet, dan semakin meningkatkan kehati-hatian kita dalam berinteraksi di dunia maya. Yaitu pilihan untuk tetap berjalan!

Saya sempat harus melakukan pertimbangan yang panjang untuk mengambil keputusan memformat kembali hard-disk di komputer saya. Karena konsekuensinya, saya harus menata ulang kembali file-file data dan kerja saya selama sekian tahun yang jumlahnya mungkin mencapai puluhan ribu. Tapi setelah itu semua dilalui,.. selain laptop saya dalam bekerja dan terkoneksi seperti menjadi ringan, juga semakin memberi saya kekuatan, bahwa kendala apapun untuk melakukan usaha di internet bisa kita atasi bila kita konsisten untuk selalu melangkah…

*) 29 Juni 2009; Pitoyo Amrih – www.pitoyo.com – home improvement, bersama memberdayakan diri dan keluarga

Telah di baca sebanyak: 1019
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *