Jangan Kebanyakan Mimpi…!
February 26, 2009 by admin
Filed under Agoeng Widyatmoko
Banyak orang yang mengatakan bermimpilah, sebelum mimpi itu dilarang. Ada juga yang menambahkan, mimpi aja, wong gratis… hehehe. Pesan yang terdengar bernada slenge’an itu sebenarnya mengandung makna yang sangat dalam. Sebab, banyak hal, banyak peristiwa, banyak kejadian, banyak orang besar dan sukses di dunia, mengawalinya dari sebuah mimpi. Impian mengubah dunia, impian meraih sukses, telah banyak mengantarkan orang-orang itu menjadi “somebody”, bahkan, ada yang from zero to hero!
Lantas, bagi kita sebagai pengusaha, mimpi seperti apa yang harus kita canangkan untuk kita raih? Tentu, siapa pun menginginkan sebuah gambaran kesuksesan yang berlipat-lipat. Perusahaan bisa beranak pinak, dan, kalau bisa menghidupi tujuh turunan. Sebuah impian yang sangat indah bukan?
STOP!!! Tapi, sebelum Anda bermimpi lebih jauh, izinkan saya menghentikan mimpi indah Anda. Mengapa? Sebab, dari banyak kasus, bahkan saya sendiri pernah mengalami, mimpi indah itu kadang hanya jadi mimpi belaka. Malah, kadang itu menjadi sesuatu yang membebani kita. Pernah, suatu ketika, saya berangan-angan untuk membesarkan salah satu unit usaha saya. Waktu itu, saya melihat sebuah peluang cukup besar yang tak bisa dilewatkan.
Sayang, ternyata ambisi dan impian saya tak bertemu dengan kenyataan. Modal hilang, bisnis pun bahkan ikut melayang. Impian yang pernah saya bangun dengan sebuah harapan akan mendapatkan untung besar, amblas begitu saja. Dan, rupanya, banyak orang yang berdiskusi maupun berkonsultasi dengan saya, mengalami hal yang sama. Pengennya meraih impian, dapatnya malah kesulitan.
Sebenarnya saat ini, membuka bisnis seolah memang sangat mudah, layaknya membalik telapak tangan saja. Jika punya modal, beraneka jenis franchise dengan aneka jenis bidang usaha mudah kita jumpai di mana saja. Tinggal bayar, lihat manualnya, kita bisa langsung membuka bisnis yang kita dambakan. Mudah dan cepat, sangat instan.
Tapi, apakah semudah itu? Tentu tidak. Banyak sekali orang-orang yang membeli waralaba tak berkembang usahanya. Tidak hanya satu dua. Yang kemudian bahkan tutup alias bangkrut juga banyak. Jika sudah begini, pelajaran apa yang bisa kita petik?
Satu hal yang ingin saya sharing-kan. Yakni, jangan kebanyakan mimpi! Mengapa? Mimpi yang terlalu besar, mimpi yang terlalu muluk, bisa jadi hanya akan jadi impian di siang bolong jika tak disertai dengan usaha keras, dan kerja dari hal-hal yang kecil dan ringan dulu. Bukankah seribu mil jarak pun ditempuh dari satu dua langkah terlebih dahulu?
Inilah kunci utama bagi kita yang ingin memulai bisnis. Mulai dari yang kecil-kecil, mulai dari kemampuan kita. Tentu, ukuran kecil ini sangat relatif. Namun, yang ingin saya bagikan di sini sebenarnya adalah tentang apa yang harus kita lakukan di awal saat membuka usaha. Sebuah kisah dari rekan saya yang berjualan siomay ini mungkin bisa jadi sebuah contoh.
Saat mengawali, ia membuka usaha siomay dengan berjualan keliling dengan dua sepeda. Satu dijalankan oleh dirinya, dan satu lagi dijalankan oleh adiknya. Dalam sehari, kedua sepeda itu mampu menjual minimal 100 porsi dengan harga per porsi 4000. Ini berarti, saat itu, setidaknya, dari dua sepeda, mereka membukukan keuntungan kotor mencapai 800 ribu per hari! Padahal, modal membuat siomaynya, menurut penuturan rekan saya itu tak sampai 300 ribu. Terbayang kan berapa keuntungannya per bulan?
Kini, dengan keuntungan itu, ia sudah mengembangkan armadanya menjadi 12 sepeda dengan wilayah penjualan lebih luas. Dan, kini ia tak lagi ikut berjualan, ia hanya perlu mengontrol kualitas rasa dan kebersihan armada penjualannya. Maka, dengan 12 sepeda itu, jika masing-masing penjualan, katakanlah sama, yakni 100 porsi per sepeda, berapa penghasilannya?
Tak perlu repot berpikir. Yang ingin saya sampaikan adalah, bahwa dengan usaha yang kecil dan sesuai kemampuan pun, sebuah usaha bisa menghasilkan keuntungan yang luar biasa. Tak salah memang jika kemudian kita bermimpi membesarkan usaha, tapi, akan jauh lebih baik jika kita bangun dan beraksi sesuai kemampuan.
Bagaimana? Siap bangun dari mimpi dan merealisasikannya saat ini? Mulailah dari yang kecil, yang kita bisa, sesuai kemampuan, dilandasi kesenangan, disertai tekad dan semangat pantang menyerah, maka impian, bukan lagi sekadar khayalan….
*) Agoeng Widyatmoko, konsultan independen UKM, perencana pemasaran usaha keluarga, penulis buku best seller 100 Peluang Usaha. Ia bisa dihubungi melalui email agoeng.w@gmail.com atau telepon 021-30316708
Telah di baca sebanyak: 18











Saya tidak setuju dengan Bapak, menurut pendapat saya seseorang harus membangun mimpi/visinya, meskipun mungkin hari ini gagal, tapi menurut pendapat saya kegagalan hari ini merupakan ilmu baru dari Tuhan. Mungkin salah satunya ilmu sabar. Jika kita terus menerus berpikir positif dan berani berjuang merealisasikan mimpi kita saya yakin pasti akan berhasil. Karena sebagai guru saya sering merasa gagal mendidik siswa saya, akan tetapi perasaan gagal tersebut membuat saya terus menerus berpikir mencari jalan keluar dan ilmunya.
Maaf pak saya termasuk guru yang tak pernah lelah mengajarkan siswa membangun mimpi dengan menggambar mental secara jelas, agar mimpi terwujud setiap saat kita harus mensyukuri karunia Tuhan dan selalu memohon agar supaya diberi kesempatan untuk berinvestasi kebaikan. karena Tuhan berjanji, jika kita berbuat baik/memudahkan orang 1X minimal Tuhan akan membalas 10X. Maaf saya.
Mimpi tanpa dilandasi dengan perbuatan nyata, artinya hanyalah bunga tidur belaka. Yg harus kita kejar adalah impian, yaitu mimpi yang kita cita2kan waktu kita sadar. Jika kita sadar maka akan mudah untuk menggapai impian itu. betapa pun tingginya, kalau kita mau dan mampu, yakin dalam hati pasti akan tercapai. tapi ingat tiga hal, usaha, doa, tawakal. setelah kita usaha, harus berdoa, setelah itu tawakal berserah diri atas hasil yang kita dapatkan.
intinyaa adalah tetaplah bermimpi tapi harus diikuti dengan usaha yang kongkret untuk mewujudkan mimpi itu .. salam sukses
jagalah gengsi hidup berawal dari mimpi gantungkan yang tinggi agar semua terjadi, rasakan semua peduli dan ironi tragedi, senyum bahagia hingga kelak kau mati.
impian yang tinggi pasti memiliki suatu resiko tinggi juga akan tetapi jika niat kita kuat dan dibarengi dengan action yang tepat suatu saat impian pasti terwujud.
T.A. Edisson menemukan bola lampu melalui percobaan kurang lebih 2000 kali. jika suatu impian gagal tercapai, apakah sudah mencoba 2000 kali.
TIDAK ADA ORANG YANG GAGAL, YANG ADA HANYA BERHENTI TERLALU CEPAT.
@Qodhi: Setuju om…
mimpi adalah harapan