Surya Rachmannuh

Jangan Menyerah

Pada masa perang dunia kedua, Perdana Menteri Inggris yang bernama Sir Winston Churchill memberikan sebuah pidato singkat namun sarat makna yaitu “Never Give Up” atau Jangan menyerah. Pidato singkat ini mampu membangkitkan semangat juang prajurit Inggris yang kala itu sedang melawan agresi yang dilakukan oleh bangsa Jerman dan sekutunya sehingga bangsa Inggris mengalami kemenangan dan mencatat sejarah dalam dunia ini.

Pesan ini juga sangat bermanfaat bagi kita semua, apalagi di saat kita sedang menghadapi ujian persoalan dalam sekolah kehidupan ini. JANGAN MENYERAH. Sekali lagi ditekankan, JANGAN MENYERAH.
Kehidupan mempunyai pasang naik dan pasang surut, ada masa kejayaan dan ada masa kita harus bercermin atau melakukan refleksi diri. Namun, apapun persoalan yang menghimpit kita, jangan menyerah. Ketika lidah terasa kelu, tak mampu berkata apa-apa dan air matapun tak sempat mengalir karena ego yang menahan perasaan kita, atau apa pun itu…

Jangan menyerah.

Semangat untuk hidup atau survival adalah modal dasar dalam mengarungi kehidupan ini. Bila ada sekumpulan kata-kata bijak yang ada di dunia ini diringkas menjadi sebuah buku, dan diringkas lagi menjadi sebuah halaman, diringkas lagi menjadi sebuah paragraph, diringkas menjadi sebuah kalimat dan terakhir diringkas menjadi sebuah kata, maka kata itu dalam bahasa Inggris adalah survival atau semangat untuk hidup.

Jadi, semangat untuk hidup adalah kebutuhan mendasar kita. Tidak peduli berapa kali kita mengalami kegagalan, tetaplah berdiri tegar menghadapi ujian kehidupan kita. Anggaplah semua itu sebagai pemurnian hati kita yang tercermin lewat sikap dan perbuatan kita. Belajarlah menjadi orang yang proaktif dan asertif. Proaktif dalam arti mengambil tanggung jawab 100% atas segala yang telah terjadi dan siap menanggung segala konsekuensinya dan asertif adalah memiliki kesamaan hak atas kegagalan yang telah terjadi. Kebanyakan dari kita larut dalam kegagalan, mengasihani diri bahkan cenderung menghakimi diri atas kejadian yang sudah terjadi di masa yang lalu.

Itu sudah terjadi dan berakhir.

Sun Yat Sen, salah seorang pendiri negara Taiwan pernah berkata,”Bukan karena anda jujur anda mengalami begitu banyak persoalan, melainkan anda kurang hati-hati di dalam mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan resiko yang terjadi di masa datang”.

Jadi, jangan menyerah. Jujurlah kepada diri kita sendiri. Pelajari apa yang kurang sempurna dan lakukan yang terbaik dengan cara belajar dari kegagalan. Sesungguhnya, kita banyak belajar dari kegagalan kita dan bukan dari kesuksesan kita. Jadikan kegagalan sebagai batu loncatan kita untuk menggapai cita-cita dan kesuksesan sejati dari apa yang telah kita inginkan sekian lama.

Buatlah itu terjadi. Make it Happen.

*) Surya D. Rachmannuh adalah seorang praktisi HR, Manajemen Mutu, Auditing and Competency Based training yang bertujuan untuk membantu orang mengembangkan potensinya secara maksimal. Surya mempunyai sertifikasi Internal Quality Auditor dari Neville Clarke, Lead Auditor dari SGS, Problem Solving and Decision Making dari Kepner Tregoe, CPHR dari SHRM. Surya dapat dihubungi di 0819 3210 5388 atau melalui email di dsuryar@gmail.com

Telah di baca sebanyak: 5751
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *