Pitoyo Amrih

Jejaring Sosial Di Dunia Maya

Beberapa artikel saya sebelumnya, pernah saya coba sampaikan beberapa contoh cakupan tema dalam sebuah situs. Salah satu cakupan tema yang saya coba utarakan di sana adalah apa yang saya sebut sebagai Function Engine. Tema ini memang saya rasa masih begitu luas cakupannya. Karena namanya juga fungsi, anda bisa cari apa saja fungsi dalam sebuah interaksi di masyarakat, dan itu bisa kemudian diwujudkan dalam layanan sebuah situs. Yang itu semua tetap berangkat dari upaya menangkap kebutuhan para netter, kemudian diwujudkan dalam situs bertema Function Engine tadi, demi menjaring para member sebanyak-banyaknya atas layanan fungsi yang disediakan.

Yang sekarang lagi ngetop adalah Youtube.com misalnya. Sebuah kerja kreatif dimana para kreator situs ini bisa mengendus kebutuhan orang yang terkadang ingin berbagi koleksi video-nya kepada orang lain. Entah itu mengenai dirinya, mengenai keluarganya, tentang artis yang dikaguminya, potongan-potongan adegan film yang memberi inspirasi kepadanya. Dengan ketekunan mereka membuat bahasa pemrograman yang tentunya tidak sederhana, jadilah situs ini. Orang bisa bebas dan gratis men-upload semua koleksi video-nya ke situs ini. Semua orang bisa melihat. Bahkan situs ini juga dilengkapi kemampuan embeded di mana tayangan video itu bisa juga tampil di situs atau blog kita tanpa bahasa pemrograman yang rumit. Tinggal ‘copy-paste’ semua petunjuk URL yang mereka berikan.

Dan benar juga! Banyak orang kemudian memanfaatkan situs ini. Dari para sineas baru atau lama yang meng-upload thriller film mereka sebagai sarana promosi mereka, pebisnis yang menayangkan bisnis-bisnis dan produk mereka juga sebagai sarana promosi, para keluarga yang menayangkan even-even penting keluarga mereka sehingga siapa pun kerabat bila ingin melihat rekaman video itu tinggal akses internet, ada juga orang-orang yang berbagi tentang video dirinya agar dikenal banyak orang. Dan semua itu gratis! Walaupun file video itu diperas sedemikian rupa sehingga orang hanya bisa menyaksikan tayangan video di layar dengan ukuran kecil selebar sekitar empatratus pixel, dan resolusi yang terkadang harus membuat kita mengernyitkan dahi dalam melihat, .. tapi tidak apa-apa, semua orang terhibur, semua orang merasa senang, yang meng-upload dan yang melihat video itu sama-sama terpenuhi kebutuhannya. Jutaan orang pun berbondong-bondong mengakses situs ini, yang ingin berbagi video, atau yang ingin melihat koleksi video orang lain. Pengin lihat momen David Becham mencipta gol spektakuler, tinggal cari di youtube. Pengin lihat aksi panggung grup musik Yes yang sudah mustahil mencari DVD-nya, tinggal search di youtube. Dan lahan untuk beriklan di youtube menjadi begitu premium.

Tidak usah yang rumit-rumit, semisal yang klasik, fungsi web-base mail misalnya, semacam Yahoo.com atau Lycos.com. Adalah sebuah layanan akan kebutuhan fungsi bagi mereka yang senang berkirim surat. Dulu sekali, di awal munculnya dunia internet, untuk mendapatkan alamat mail demi kemungkinan kita bisa surat menyurat secara elektronik kita harus bayar. Maka kemunculan semacam yahoo.com yang gratisan langsung disambut oleh banyak para netter. Pengguna internet tak lagi sulit untuk memiliki alamat mail di internet. Dan hebatnya, seperti yahoo.com ini, mereka selalu mengembangkan inovasi. Ada ide mail-list, mail-group, sampai yang terakhir ini mereka membuat tampilan mail yahoo begitu mudah. Mirip sekali bila kita ber-mail menggunakan mail-software semacam Outlook atau Kmail.

Ada lagi Function engine yang menjawab kebutuhan terutama para maniak komputer untuk bisa bertukar dan berbagi file yang mungkin besarnya puluhan, atau mungkin ratusan megabyte. Tentunya akan sangat berat bila hal ini harus dilampirkan di e-mail misalnya. Maka muncullah website semacam Rapidshare.com atau Ziddu.com. Dari yang layanan gratisan sampai premium dengan kelebihan lebar bandwith yang ditawarkan. Puluhan megabyte hanya dalam beberapa menit upload maupun download.

Adalagi function engine yang menjawab kebutuhan para peselancar dunia maya yang ingin mengaktualisasi dirinya dalam bentuk tulisan. Muncullah situs semacam blogspot.com, multiply.com atau semacamnya.

Nah, beberapa tahun terakhir ini, ada sebuah Function Engine yang menjawab kebutuhan orang untuk menjalin hubungan sosial di dunia maya. Ada yang keanggotaannya begitu terbuka, ada yang eksklusif. Ada yang semula oleh penyedia layanan dimaksudkan untuk terbuka tapi dalam perkembangan waktu dari member yang bergabung, kemudian situs ini seperti terkelompok oleh anggota kelompok sosial tertentu yang sekaligus berkembang menjadi brand-imaging bagi situs tersebut. Sehingga membuat budaya dan pola kehidupan itu bergeser. Seperti salah seorang teman saya yang bercerita, bahwa anak remajanya saat ini begitu rajin bangun pagi. Bukan apa-apa, tiap pagi dia selalu menyempatkan waktu untuk ber-friendster dulu.

Saya pikir semua orang setuju bahwa sebuah jejaring sosial akan selalu bisa mendukung usaha bisnis yang kita lakukan selama kita bisa memanfaatkannya untuk memberikan image positif terhadap bisnis kita. Seperti di kehidupan nyata kita, bisnis bisa secara signifikan terbantu ketika kita juga secara sistematis melakukan social networking. Kita aktif juga di organisasi si A, selalu memberikan dukungan-dukungan kepada kegiatan positif si B, selalu bertegur sapa kepada setiap orang yang ditemui, bertukar informasi yang bermanfaat. Yang bila kita strategi secara benar, jejaring sosial ini akan membantu membentuk positioning bisnis kita, yang pasti akan membawa brand-imaging yang kuat, yang satu persatu pasti akan membantu memunculkan kostumer-kostumer baru.

Seperti ketika beberapa bulan terakhir ini, waktu on-line saya juga sengaja saya alokasikan secara khusus untuk selalu mengunjungi profile saya di facebook. Dari beberapa situs yang menawarkan function engine social networking, yang pernah saya coba, terus terang facebook sementara ini yang paling enak dan cocok bagi saya. Mudah mengoperasikannya, lay-outnya juga enak, security mereka juga bagus terhadap kemungkinan abussing dan pishing sehingga saya merasa aman dan nyaman memakainya. Melalui situs ini pun saya berburu para penggemar buku karangan saya, teman-teman kuliah saya, teman SMA dulu, bahkan saya juga ketemu teman SD saya dulu di sini!

Saya selalu sempatkan waktu menyapa mereka, sehingga mereka semakin mengenal saya. Seperti kata pepatah tak kenal maka tak sayang, maka biasanya orang menjalin hubungan bisnis atau menjadi kostumer, tentunya lebih memilih kepada orang-orang yang dikenalnya. Apalagi bila usaha atau bisnis kita adalah bisnis ‘pure-play’ yang hanya mengandalkan penjualan di internet. Saya yakin kemauan membeli akan lebih terdorong ketika para pembeli merasa dekat dengan pemilik usaha tempat mereka membeli.

Dan saya yakin, selama kita bermaksud baik dan berusaha menebarkan hal-hal positif dalam sebuah komunitas, jejaring sosial (di internet) pastilah akan bermanfaat bagi kontribusi kemajuan usaha kita di dunia maya.

Pitoyo Amrih
www.pitoyo.com – home improvement
bersama memberdayakan diri dan keluarga

Telah di baca sebanyak: 1046
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *