Pitoyo Amrih

Kekuatan Hyperlink

Sungguh terkejut ketika beberapa hari lalu saya mendapati website saya tidak bisa diakses karena secara otomatis pihak web-hosting telah memblokir situs saya ini karena telah melebihi batas bandwith bulanan. “Bandwidth Transfer Limited has been Exceeded” begitu kata yang keluar bila situs saya bila diakses saat itu.

Bagi situs usaha kecil seperti yang saya miliki, paket layanan Bandwidth Transfer bulanan sebesar tujuh gigabyte, memang termasuk paket langganan jalur yang cukup lebar. Saya yang biasanya setiap bulan selalu menyempatkan diri untuk melihat statistik kunjungan situs saya, di awal-awal tahun 2008 ini, rata-rata setiap bulan jalur terpakai hanya sekitar dua sampai empat gigabyte. ‘Masih setengahnya..’ saya pikir. Sekitar lima bulan terakhir ini saya yang kebetulan ditenggat penulisan buku, lupa untuk sekedar menyempatkan diri menengok statistik kunjungan situs saya itu. Saya pikir mungkin rata-ratalah. Tapi ternyata tidak, dan empat hari lalu saya harus terkejut, bulan November 2008 belum juga habis, jalur terpakai sudah lebih dari tujuh gigabyte! Dan setelah saya lihat statistiknya, pertumbuhan kunjungan itu ternyata cukup pesat bulan-bulan terakhir ini. Saya bahkan tidak menyadari bahwa sejak tiga bulan lalu, bahkan jalur terpakai itu sudah hampir menyentuh tujuh gigabyte setiap bulannya!

Apa yang terjadi? Mengapa tiba-tiba kunjungan ke situs saya naik cukup signifikan beberapa bulan terakhir. Apakah karena konten-nya? Apakah karena produknya? Tidak ada perubahan yang berarti dalam konten situs saya, selain saya memang setiap minggu meng-update dengan artikel-artikel tentang keluarga dan berita hangat baru. Tentunya update konten itu belum ada apa-apanya dibandingkan dengan situs-situs yang memang berjubelnya kunjungan karena kekayaan kontennya, semacam detik.com, okezone, kompas, tempo, dsb.

Produk yang saya jual pun masih seperti biasa, dalam artian update produk baru yang rutin saya lakukan mustinya tidak serta merta membuat kunjungan ke situs saya menjadi naik signifikan. Lalu apa?

Analisa saya sementara ini adalah, setelah saya coba telusuri dari kunjungan-kunjungan yang terjadi –kebetulan web-hosting provider saya memberikan layanan yang cukup lengkap sehingga saya dapat melihat dan menelusuri sumber-sumber kunjungan ke situs saya-, yaitu bahwa kunjungan-kunjungan ke situs saya, tumbuh cukup besar dari unique visitor yang meng-klik link yang mengarah ke situ saya, yang ada di banyak situs dan blog.

Dari sinilah saya belajar sesuatu. Mulai melihat bahwa kekuatan hyperlink ternyata tidak bisa kita abaikan begitu saja. Secara definisi sebuah ‘link’ atau sering juga disebut dengan ‘hyperlink’, adalah sebuah konten ‘hidup’ dalam sebuah halaman situs yang dapat menghubungkan ke halaman situs lainnya.

Ada beberapa pengelompokan hyperlink. Yang pertama adalah yang disebut dengan Internal Anchors. Suatu saat mungkin anda pernah menjumpai sebuah halaman web yang berisi sebuah dokumen panjang, yang menjelaskan tentang suatu hal. Di wikipedia misalnya, anda pasti akan banyak menemukan sebuah artikel, penjelasan akan suatu hal yang berisi risalah panjang, mungkin terdiri dari beberapa bab, bahkan bisa jadi terdapat puluhan alenia. Bila anda perhatikan, banyak di dalam halaman dokumen tersebut, kata-kata atau kalimat yang merupakan hyperlink –biasanya diset dengan warna font yang beda, atau digaris bawah-, yang merupakan konten hidup, dalam artian anda dapat meng-klik bagian konten tersebut. Dan bila diklik, ternyata terhubung masih di halaman situs yang sama, hanya pada bagian yang berbeda dari dokumen tersebut.

Ini adalah salah satu kelebihan sebuah dokumen di komputer dibanding dokumen hard-copy seperti buku, brosur, makalah. Bila saja dalam hard-copy terdapat kata-kata asing yang butuh menjelasan lebih lanjut, walaupun maksud dari kata itu juga dijelaskan di dalam dokumen yang sama, anda butuh waktu dan kejelian untuk mencari penjelasan di dokumen tersebut. Sementara sebuah dokumen di komputer, salah satunya di situs internet, bila saja anda yang menuliskan dokumen, dan dirasa sang pembaca boleh jadi akan bertanya tentang istilah asing atau hal yang butuh penjelasan lebih lanjut, anda cukup membuat hyperlink padanya. Konten tersebut di-klik dan langsung menuju pada penjelasan yang dimaksud. Bisa diset pada jendela yang sama, atau muncul jendela baru untuk memudahkan kembali ke konten semula.

Yang kedua adalah yang disebut sebagai ‘Mail To’. Sebuah konten hidup, bila diklik maka akan mengaktifkan mail-client pada komputer anda dan langsung ter-set pada alamat e-mail yang dituju sesuai yang dimaui pembuat konten.

Sedang yang ketiga adalah, yang disebut sebagai ‘Page Link’. Bila di-klik kemudian akan membuka halaman baru, bisa pada situs yang sama halaman lain, atau mungkin menuju situs yang beda, yang tentunya masih pada pokok pembicaraan yang sama dengan halaman sebelumnya. Bisa muncul pada jendela yang sama, atau membuka jendela baru pada halaman yang dituju. ‘Page Link’ bisa berupa kata, kalimat, gambar, ikon, tool-bar, yang diprogram untuk menuju ke halaman yang dituju.

Nah, pertanyaan berikutnya adalah, bagaimana terjadinya ‘page-link’, karena hal inilah yang sangat menentukan sebuah kunjungan baru kepada situs anda.

Yang pertama, ‘page link’ bisa dibuat sendiri oleh pemilik situs. Tentunya dimaksudkan agar orang bisa dengan mudah terhubung ke situs kita. Seperti analogi bila anda memiliki sebuah toko di dunia nyata, kebetulan toko anda ini berada di sebuah gang kecil. Kemudian agar toko anda bisa dikunjungi, anda memasang tanda arah menuju ke toko anda di mana-mana. Dari ujung gang, mulut gang menuju jalan besar, tepi jalan besar, gambar denah di selebaran.

Memasang ‘page link’ bagi pemilik situs bisa dilakukan misalnya dengan membuat kebiasaan, setiap kali kita menulis mail –terutama bila kita memakai layanan webmail semacam yahoo atau gmail- selalu menuliskan link ke alamat situs kita. Kemudian bila kita mengikuti situs jejaring sosial semacam multiply, friendster, facebook, myspace, dsb, kita selalu rajin untuk menuliskan link menuju ke alamat situs kita. Atau mungkin kita cukup rajin memasang iklan di banyak situs penyedia layanan iklan, dan tidak pernah lupa menuliskan alamat situs kita, yang sebisa mungkin di-set dalam keadaan ‘hidup’. Artinya sang pembaca, tinggal mengarahkan kursor dan klik, langsung menuju ke situs anda, tanpa harus capai-capai copy-paste alamat ke web-browser.

Kemudian yang kedua, ‘page-link’ bisa terjadi dengan sendirinya oleh proses indexing yang dilakukan oleh provider penyedia layanan search-engine, semacam google, altavista, hotbot, yahoo, dsb. Mereka memiliki program yang sering disebut robot atau spider yang tugasnya setiap kali melompat dari satu link hidup ke link hidup lain, kemudian melakukan indexing setiap mereka singgah di link tersebut. Semakin banyak indexing yang terjadi, semakin besar kemungkinan sebuah halaman situs te-ranking secara baik. Lalu bagaimana caranya agar halaman situs kita sering terindex? Tentunya, cara yang baik –diluar cara-cara black-hat SEO, seperti yang pernah saya ceritakan pada artikel saya sebelumnya-, secara logika, bilasaja situs kita memang banyak disebut di banyak halaman situs lain. Atau bila konten maupun key-word dalam situs kita banyak disebut oleh situs-situs lain yang sejenis dengan situs kita.

Kemudian yang ketiga, ‘page link’ yang mengarah ke situs kita yang secara rela sengaja ditulis oleh orang lain di situs, mail atau blog mereka. Ada dua hal ekstrim sehingga orang rela menuliskan sebuah link yang mengarah ke sebuah situs tertentu. Yang pertama, situs itu begitu menarik, berguna dan memberikan banyak manfaat bagi para netter, terutama mengenai informasi yang ditulis, produk yang dijual, ataupun ilmu yang di-share padanya. Atau kemungkinan kedua, situs tersebut begitu kontroversi, bahkan mungkin mengundang kemarahan dan kebencian banyak orang.

Tapi,.. kita sebagai manusia tentunya sadar bahwa kita harus berusaha agar segala hal dalam kehidupan kita manusia ini selalu menjadi lebih baik, sehingga tak ada pilihan lain selain kita berusaha membuat situs atau blog yang banyak memberikan manfaat…

30 November 2008
Pitoyo Amrih
www.pitoyo.com – home improvement
bersama memberdayakan diri dan keluarga

Telah di baca sebanyak: 1271
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *