Emmy Liana Dewi

Kenalilah Karakter Tubuh Anda (Mengenal Ayurveda Bagian Kedua)


Apakah Anda mengalami masalah dengan berat badan yang mudah naik walaupun hanya makan sedikit, atau Anda mudah terserang batuk atau masuk angin dan sering bersin di pagi hari, atau Anda mudah mengantuk dan merasa capai…….? Bila jawabannya ‘YA’, maka dalam ‘Ayurveda’, Anda masuk dalam kelompok karakter tubuh ‘kapha’. Bila Anda mengenal karakter tubuh Anda atau dalam istilah Ayurveda disebut ‘dosha’, dan Anda menjalankan prinsip Ayurveda, terutama menghindari makanan yang mengganggu dosha Anda, maka kualitas kesehatan dan kehidupan Anda akan meningkat.

Ayurveda merupakan pengetahuan medis tertua di dunia, yang telah dipraktikkan lebih dari 5,000 tahun dan berasal dari India. Ayurveda mempunyai tujuan menjaga kesehatan serta mengobati apabila kesehatan terganggu. Sehat yang dimaksud dalam pengetahuan medis kuno ini adalah gabungan dari sehat jasmani, sehat pikiran & perasaan, serta sehat secara spiritual.

Kesehatan tidak bisa dipisahkan dari kondisi raga dan kondisi pikiran seseorang. Kombinasi raga dan pikiran merupakan kesatuan yang disebut dalam bahasa Sansekerta ‘prakrti’ yang artinya alami.

Secara alami, energi dasar kehidupan atau disebut juga karakter tubuh secara alami dibagi menjadi tiga bagian, yaitu vata, pitta, dan kapha. Dr. Partap Chauhan dalam bukunya yang berjudul ‘Eternal Health, the Essence of Ayurveda’ menyamakan doshas dengan istilah yang digunakan dalam dunia medis barat untuk pembagian tipe tubuh: ectomorph (kecil/kurus), mesomorph (sedang) dan endomorph (besar). Karakter tubuh terbentuk sebelum seorang bayi dilahirkan, jadi dosha terbentuk ketika janin sedang dalam kandungan.

Ayurveda membagi doshas menjadi tiga bagian, yaitu:
1. VATA: Mempunyai unsur angin dan angkasa/langit. Orang yang memiliki karakter tubuh Vata mempunyai metabolism tinggi, aktif, sangat enerjik dan biasanya cenderung mempunyai postur kecil, dengan otot yang kecil juga, berkulit kering, kulit kepala cencerung mudah berketombe, dan terkadang pembuluh darahnya nampak. Mempunyai pola tidur, makan, dan kebiasaan yang tidak mengikuti jadwal teratur. Tidak menyukai udara dingin, banyak angin, dan kering. Mudah merasa kedinginan dan mudah gemetar. Kaki dan tangan mudah dingin. Bicara cepat dan cenderung cerewet. Pola tidur mudah terganggu dan mudah diserang insomnia. Sering mengalami gangguan otot nyeri, radang sendi, sakit kepala, konstipasi, demam sambil mengigau, dan juga mempunyai kecenderungan mengalami gangguan cardio. Biasanya tipe Vata cepat menyerap informasi dan juga cepat melupakannya. Tipe ini mudah stress dan terkadang kurang pede. Akan tetapi tipe Vata cenderung kreatif dan inovatif, dengan kepekaan yang tinggi.

2. PITTA: Mempunyai unsur api. Orang yang mempunyai karakter Pitta postur tubuh sedang dan mempunyai otot yang lebih besar daripada tipe Vata. Kulit lembut dan cenderung berminyak, sehingga mudah berjerawat, serta hangat. Mudah berkeringat, rambut lebih cepat memutih, dan ada sebagian yang cenderung botak. Tipe Pitta tidak menyukai udara yang panas, sinar matahari, dan daya penglihatan sensitive (terutama terhadap sinar terang). Pola makan kuat dan tidur cukup dan tidak mudah terganggu. Sifat: cenderung ekstrovert, berbicara dengan suara keras dan cenderung mendominasi percakapan. Menyukai olahraga dan permainan. Mempunyai kecerdasan yang tinggi, dan suka berdebat. Tipe Pitta mudah kerserang masalah pencernaan, dan masalah di usus (usus kecil, usus besar), kebotakan, infeksi saluran kencing, sariawan, dan terlalu banyak keringat.

3. KAPHA: Mempunyai unsur tanah dan air. Orang dengan karakter kapha cenderung mempunyai metabolism tubuh yang lamban. Postur cenderung besar dan mudah menambah berat badan walau makan hanya sedikit. Tipe Kapha biasanya memiliki kulit yang lebih tebal dengan sedikit kerutan dan otot yang lebih padat. Tipe Kapha mudah tidur nyenyak bahkan kadang berlebihan, tidak menyukai kelembaban, nafsu makan tidak tinggi akan tetapi mudah gemuk. Karena metabolism lamban, maka tipe Kapha kurang menyukai banyak olah raga dan gerak, serta mudah kecapaian. Tipe ini mempunyai pembawaan yang tenang, memori yang tajam dan kuat, tidak emosional, serta pandai menyesuaikan diri dengan lingkungan. Tipe Kapha mudah terserang penyakit saluran pernafasan (sinus, batuk, pilek, asma), banyak lendir, obesitas, metabolisme lamban/merasa malas, tidur terlalu banyak, mudah lelah dan badan terasa berat, serta gangguan pencernaan.

Dr. Partap Chauhan menyatakan bahwa setiap orang sebenarnya memiliki ketiga karakter tersebut, hanya kita perlu melihat yang paling dominan di mana. Bahkan ada tipe kombinasi: vata-pitta, vata-kapha, pitta-kapha, dan vata-pitta-kapha. Energi yang mengalami ketidakseimbangan dalam tubuh akan menyebabkan gangguan kesehatan. Makanan yang tepat merupakan syarat yang penting dalam menjaga keseimbangan energi tubuh kita. Apabila ada masalah kesehatan, ahli Ayurveda akan mengatur pola diet: makanan apa yang perlu ditambahkan dalam menu atau sebaliknya makanan apa yang perlu dihindari disamping memberikan terapi (bermacam-macam jenis pijat minyak herbal panas atau disebut ‘abhyanga’) serta herbal yang sesuai dengan gangguan yang sedang dialami pasien.

Dalam menentukan karakter tubuh seseorang, ada daftar pertanyaan-pertanyaan yang perlu dijawab untuk menentukan dominasi karakter tubuh. Paling tidak Anda bisa melihat karakteristik masing-masing dosha dan Anda bisa mengenal dosha Anda dengan membandingkan masalah kesehatan yang sering Anda hadapi dari daftar yang saya tulis di atas. Setelah itu, Anda bisa menghindari makanan yang akan membuat kesehatan Anda terganggu. Berikut ini ada contoh beberapa jenis makanan yang perlu dikurangi untuk masing-masing dosha:

a. VATA: Makanan dan minuman yang dingin menganggu kesehatan tipe Vata. Kurangi konsumsi makanan dan minuman yang menimbulkan gas( brokoli, kubis, kembang kol, kacang polong, minuman bersoda), mengurangi beberapa makanan tertentu: daun selada, jamur-jamuran, jagung, capsisum/paprika dan cabai, bayam, jagung, lentil, kacang-kacangan, makanan dan minuman yang menggunakan ragi (roti, bir) , produk kedelai, buah kering dan makanan yang diawetkan terutama yang diasap.

b. PITTA: Karena tipe Pitta sensitive di bagian pencernaan, maka sebaiknya tipe Pitta menghindari makanan yang asam (lemon, jeruk nipis, jeruk-jerukan, buah mentah/belum masak, yogurt), makanan yang asin (ikan asin, telur asin), makanan yang pedas (cabai, lada, jahe, capsisum), makanan yang berlemak (gorengan, santan, susu ful krim, keju keras), dan makanan yang berbumbu banyak (rendang, kare, gulai, kimchi), beberapa macam jenis makanan, antara lain: bit, terung, wortel, tomat, bawang putih dan merah, nenas, papaya, kacang-kacangan, cuka, makanan olahan (zat aditifnya melukai lambung).

c. KAPHA: Karena tipe Kapha metabolismenya rendah dan mudah naik berat badan, sebaiknya mengurangi makanan yang berkarbohidrat tinggi (nasi putih, makanan dari terigu putih;pasta, mi, roti, pisang, kacang-kacangan: terutama kacang mede, polong-polongan), makanan yang berlemak (daging merah, keju, susu ful krim, yogurt, mentega, coklat, es krim, gorengan, pasrtry), makanan dan minuman manis (cakes, cookies, permen, mangga, anggur, kelengkeng, minuman kaleng). Karena tipe Kapha mudah menahan cairan tubuh, maka dianjurkan mengurangi makanan, buah-buahan dan sayuran yang berair.

Selain itu dalam menjaga pola makan sehat, yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:
• Makanan disesuaikan dengan karakter tubuh/dosha (kapha, pitta atau vata)
• Makanan paling baik disantap dalam keadaan hangat dan dipersiapkan seketika (tidak dibekukan atau disimpan dikulkas dan tidak diproses).
• Makan secukupnya, tidak berlebihan. Sisakan ruang di lambung untuk oksigen.
• Ketika makan, tidak mengerjakan yang lainnya (misal membaca buku, menonton tivi).
• Makanan disantap di tempat yang nyaman dan dikunyah dengan seksama sampai lembut, makanan tidak dimakan dengan tergesa-gesa.
• Makanan yang disantap saling melengkapi bukan saling bertentangan, misalnya makanan panas tidak dicampur dengan minuman dingin, buah-buahan tidak dimakan bersama makanan lainnya, pada musim dingin tidak menyantap makanan yang bersifat mendinginkan, misalnya es, semangka, ketimun.
• Diusahakan menyantap makanan yang bervariasi dalam rasa: asin, manis, pedas, masam, pahit, dan kesat/astringent untuk keseimbangan tubuh. Makan siang ditutup dengan dessert yang manis untuk memuaskan ‘indera/perasaan’.
• Makanan mempunyai cita rasa yang sedap dan mudah dicerna. Menyantap makanan yang tidak diproses (whole food), tidak menggunakan zat aditif, dan tidak terlalu banyak memakai bumbu yang memberi stimulant (cabai, merica, kafein, kola). Menghindari makanan yang digoreng maupun dipanggang dan dimasak terlalu lama.

Memilih makanan yang tepat dalam Ayurveda memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan maupun mengobati penyakit. Makanan yang tepat bisa mengobati, sebaliknya makanan yang tidak tepat bisa menyebabkan penyakit bagi seseorang. Memilih makanan yang tepat disesuaikan dengan masing-masing karakter tubuh. Untuk itu, mengenali karakter tubuh atau dosha merupakan hal yang sangat penting dalam menjaga kesehatan kita. Saya beruntung bisa bertemu dengan dr. Chauhan langsung serta belajar ‘Ayurveda and Nutrition’ dari dokter-dokter ahli Ayurveda di Jiva Institute, Faridabad. Selama berada di Faridabad, saya hanya menyantap makanan sesuai dengan prinsip Ayurveda: alami, tidak benyak menggunakan bumbu, kombinasi lima rasa, mudah dicerna, serta makan secukupnya.

Setelah melihat uraian tentang dosha serta makanan yang kurang tepat bagi masing-masing dosha di atas, Anda bisa bertanya pada diri Anda sendiri: Apakah makanan yang Anda santap sesuai dengan kebutuhan tubuh Anda? Ataukan setelah makan Anda merasa berat, mengantuk, bersendawa, dan buang gas atau lambung menjadi pedih dan sesak? Apakah Anda sering mengalami konstipasi dan sariawan, atau mudah naik berat badan walaupun porsi makan Anda lebih sedikit saja? Kalau jawabannya YA, Anda perlu mencoba mengenal karakter tubuh Anda dan mengurangi makanan-makanan yang tidak sesuai dengan karakter tubuh Anda. Siapa tahu, dengan mengikuti prinsip Ayurveda, Anda akan lebih sehat dan berusia lebih panjang.

Selamat berkenalan dengan dosha Anda.

*) Emmy Liana Dewi, Alumnus Workshop “Cara Cerdas Menulis Buku Best-Seller”. Ibu Rumah tangga, pemerhati masalah pendidikan, dan kesehatan holistik ini dapat dihubungi langsung di esuhendro@yahoo.com

Telah di baca sebanyak: 5293
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *