training motivasi – pelatihan menulis – training for trainers – pembicara publik – founder: andrias harefaNews Feedtraining motivasi – pelatihan menulis – training for trainers – pembicara publik – founder: andrias harefaComments Subscribe to training motivasi – pelatihan menulis – training for trainers – pembicara publik – founder: andrias harefaSitemap

Kepepet Itu Penting

June 1, 2009 by  
Filed under Andrias Harefa

Saya percaya, sampai derajat tertentu, 8 dari 10 orang bisa menulis artikel atau buku. Sebab menulis artikel dan 1-2 buku dengan ketebalan 100-an halaman tidaklah memerlukan kecerdasan ekstra. kecerdasan orang biasa seperti saya sudah lebih dari cukup.

Mengapa saya percaya demikian? Ada beberapa alasan. Yang paling mudah disebut adalah dengan mengamati kawan-kawan yang bekerja sebagai wartawan. Sebagian yang saya kenal, saya anggap tidak terlalu cerdas. Sebagian lagi bahkan membuat saya berpikir betapa mudahnya menjadi wartawan kalau kualifikasinya seperti dia-dia itu. Kenyataannya, entah cerdas atau tidak, wartawan bisa menulis setiap hari. Sekali lagi: setiap hari. Karena apa? Karena tenggat waktu (dead-line) alias kepepet.

Alasan kedua datang dari pengamatan di kampus. Sejumlah kawan yang tulisannya saya anggap luar biasa membingungkan, eh ternyata mampu menyelesaikan skripsinya dengan baik. Entah cerdas, setengah cerdas, atau tidak cerdas sama sekali, banyak kawan saya yang sukses menulis skripsi tanpa menjiplak. Karena apa? Dugaan saya juga karena kepepet, terdesak batas waktu.

Bayangkan, kalau dengan menulis sebuah artikel, atau menulis sebuah buku saku, orang yang paling Anda cintai akan diijinkan hidup; sementara kalau tidak menulis mereka akan dihukum mati; maka bisakah Anda menyelesaikan tulisan yang diminta?

Dalam menulis, perasaan kepepet itu penting.

Info pelatihan penulis telepon 021-460 5757: 0815 8963 889; www.andriasharefa.com

Telah di baca sebanyak: 6

Random Posts

Rating This Post

Comments

8 Responses to “Kepepet Itu Penting”

  1. jhoni on June 1st, 2009 4:52 pm

    hahhaha ekstrim sekali perumpamaannya… tapi memag benar sih pak

  2. wellsen on June 5th, 2009 2:36 pm

    Dimana ada kemauan, di situ ada jalan..
    Yang penting kita mau usaha :)

    solusi-sukses.blogspot.com

  3. fathur on June 7th, 2009 9:02 am

    kalau sudah kepepet apa aja dilakukan
    yang tadinya takut jadi berani.

  4. arif on June 7th, 2009 4:27 pm

    tapi tulisan kepepet itu akhirnya ‘apa adanya’. Mungkin akan lebih baik jika menulis pada waktu yg luang, sehingga menghasilkan tulisan yg lebih dari sekedar ‘apa adanya’

  5. Blog Motivasi Bisnis on June 8th, 2009 2:16 pm

    Setuju sekali.
    Memang kalo kita kepepet semua potensi akan keluar secara maksimal.
    Contohnya saja waktu SKS (Sistem Kebut Semalam) waktu ujian.
    Belajar 12 bab dalam 1 malam nilai saya bagus kok he..he..

  6. Agung Praptapa on June 9th, 2009 5:51 pm

    Orang cerdas yang bijak bisa menciptakan dead-line bagi dirinya sendiri, tidak harus ditentukan dead-linenya oleh orang lain. Internally determined, not externally determined.

  7. nur on June 18th, 2009 1:31 am

    setuju pak…
    hehe…
    emang kl dikasih deadline lebih bisa”jenius” daripada saat keadaan santai…
    semangat buat nulis!!!

  8. flixthecat on June 28th, 2009 11:30 pm

    hm…mungkin sudah saatnya dibuat buku tentang ilmu kepepet ini.. atau apakah sudah ada bukunya? ‘Kepepet-logi?’..

Feel free to leave a comment...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!





Top