Kolom Bersama

Keramahan si Tukang Parkir

Oleh: Pratama Puji

Persaingan mencari kerja di zaman sekarang sangatlah keras, tak ayal orang pun mengejar sekolah dan gelar setinggi-tingginya dengan maksud agar memperoleh pekerjaan dengan mudah di kemudian hari. Apabila kita dari lingkungan keluarga yang berkecukupan, tentu tak sulit bagi kita untuk bersekolah sampai perguruan tinggi, bahkan lebih tinggi lagi. Namun, bagaimana dengan nasib saudara-saudara kita yang kurang beruntung dan tidak berkecukupan? mereka pun sama dengan kita, mereka berjuang dan bekerja keras setiap harinya untuk bertahan hidup.

Namun apakah kita melakukan pekerjaan atau aktivitas sehari-hari hanya untuk bertahan hidup? Hanya sekedar melakukan rutinitas sehari-hari tanpa adanya “nilai tambah”? Banyak saya temui orang-orang seperti itu. Guru atau dosen yang hanya “sekedar” mengajar, pegawai kantor yang sering menggerutu, sopir angkot yang “cuma” mencari uang, dan masih banyak lagi. Padahal, sayang sekali kalau hidup ini kita jalani tanpa memberikan nilai tambah pada diri kita dan orang lain.

Pengalaman itulah yang saya liat dari seorang Tukang Parkir, yang pernah saya temui jauh-jauh hari yang lalu. Orang-orang yang berprofesi sebagai tukang parkir sering kita temui sehari-hari. Mereka bekerja dari pagi sampai sore, bahkan malam. Tanpa lelah mereka melawan terik matahari dan juga hujan. Penghasilan mereka pun tergolong minim. Apakah mereka bekerja dengan membawa nilai tambah? Seringkali kita bertemu tukang parkir yang ”hanya” melaksanakan tugasnya yaitu sekedar menjaga kendaraan. Setelah mendapat uang, mereka ”sengaja lupa” tidak membantu kita untuk mengeluarkan kendaraan atau menyebrang jalan, malah langsung ngeloyor pergi. Tak ada nilai tambah. Wajah mereka pun masam dan susah tersenyum. Tak ada rasa syukur di wajah mereka.

Jarang sekali kita bertemu tukang parkir yang ”do the best” dalam melaksanakan tugasnya. Namun tukang parkir yang satu ini membuat saya kagum. Kali itu saya mendapatkan pembelajaran dari keramahan si tukang parkir. Usianya paruh baya, namun energinya seperti anak muda. Wajahnya ceria, penuh dengan senyuman. Dia memberikan ”service” jasa dengan baik. Sampai sekarang saya masih ingat ketika dia mengucapkan ”mau ke arah mana Mas? Ketika membantu saya mengeluarkan kendaraan. Tak hanya itu setelah saya memberi uang dia berkata: terima kasih Mas, hati-hati di jalan”, wah sungguh mulia sekali hati tukang parkir ini, gumam saya dalam hati.

Walaupun berprofesi sebagai tukang parkir, dia bangga dengan profesinya. Orientasinya tidak seperi perusahaan yang cuma mengejar uang, namun bisa memberi manfaat pada orang lain. Mungkin sepele, namun menurut saya dia bisa memberikan nilai tambah pada orang lain. Sebuah nilai tambah yang membedakannya dari yang lain, sebuah nilai tambah yang membuatnya selalu bersyukur dan membuat hidup ini lebih bermakna. Sungguh Luar Biasa. Dari pengalaman tersebut, saya belajar bagaimana kita bisa memberikan nilai tambah pada setiap aktivitas kita sehari-hari.

Semoga bermanfaat dan Salam Sukses.

*) Penulis adalah Alumni S1 Akuntansi dari UNSOED Purwokerto. Hobinya membaca, menulis, sepakbola dan ”belajar” dari pengalaman hidup sehari-hari. Kesibukannya sekarang adalah bekerja di Instansi Pemerintah Kotamadya Pekalongan dan ingin membuka usaha. Contact Person : pratamapuji.widiyanto@gmail.com – 085 6260 4580.

Telah di baca sebanyak: 1722
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *