Andrew Ho

Keuntungan dari Kompetisi Sepakbola Dunia di Jerman

03 Juli 2006 – 07:21   (Diposting oleh: Editor)

“Tidak ada kemuliaan yang dicapai dengan menjadi lebih baik dari orang lain. Kemuliaan sesungguhnya adalah menjadi lebih baik dari diri sebelumnya.”
Pepatah Tingkok Kuno

Sepak bola adalah jenis olah raga yang paling digemari di dunia. Komentar Kofi Annan, UN Secretary General, berikut ini ikut membenarnya kenyataan tersebut. Ia mengatakan, “Football bring nations together in away no others event could. As the only game in the world that is played in every country and by people of every race and religion. Football is one of few institutions that is as exceptional as the United Nations.”

“Sepak bola menciptakan satu sebuah kebersamaan yang tidak dapat diciptakan oleh kejadian lainnya. Sepak bola adalah satu-satunya permainan di dunia yang dimainkan di berbagai negara dan dilakukan oleh orang-orang dengan bermacam ras dan agama. Sepak bola adalah satu diantara sebagian kecil institusi di dunia yang mempersatukan, dan yang sama-sama istimewa seperti persatuan bangsa-bangsa (PBB).”

Lebih lanjut Kofi Annan menyatakan kompetisi sepak bola dunia yang sekarang sedang berlangsung di Jerman hingga 9 Juli mendatang itu diikuti oleh 205 kesebelasan di seluruh dunia. Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan dengan jumlah negara-negara anggota PBB yang hanya terdiri dari 191 negara. Perbandingan tersebut membuktikan bahwa sepak bola jauh lebih menarik bagi penduduk di dunia. “Everybody on the planet will talk about the world cup. – Setiap orang di planet ini (dunia) akan selalu membicarakannya (sepak bola),” imbuhnya.

World Cup atau ajang kompetisi sepak bola dunia empat tahunan itu telah diselenggarakan sejak tahun 1930. Kompetisi sepak bola dunia, yang sempat absen pada tahun 1942 dan 1946 karena meletus Perang Dunia II, memang paling ditunggu oleh sebagian besar masyarakat di dunia. Tak heran jika kalangan pebisnis di dunia memanfaatkan momen spektakuler tersebut untuk mendapatkan keuntungan bisnis. Soccer-nomic adalah sebutan bagi dampak dari ajang kompetisi sepak bola dunia terhadap pertumbuhan ekonomi.

Mengutip pernyataan yang dikeluarkan oleh Ikatan Industri di Inggris (CBI), World Cup 2006 ini sudah semakin menggeliatkan ekonomi Inggris. Pusat Penyelidikan Ekonomi Inggris (CEBR) menyatakan bahwa World Cup 2006 sudah menciptakan penghasilan tambahan sebesar 1,25 miliar poundsterling atau (jika 1 poundsterling Rp15 ribu) sekitar 18,75 triliun rupiah. Adidas dan Nike pun tak mau ketinggalan untuk ikut mendapatkan keuntungan dari ajang kompetisi dunia tersebut. Bahkan dalam kesempatan emas tersebut mereka rela merogoh kocek masing-masing 0,2 miliar USD dan 0,1 miliar USD untuk mempromosikan produk-produk unggulan mereka.

Demam World Cup 2006 juga melanda seluruh pelosok negri ini, pada segala usia, ras, agama dan profesi. Tengok saja di Manado. Pada pertengahan Mei lalu saat mengunjungi kota tersebut untuk melaksanakan seminar PDS, saya melihat penampilan kota tersebut berbeda dari sebelumnya. Bermacam bendera negara-negara di dunia menghiasi hampir di semua pintu, pagar dan jendela toko atau rumah warga, seolah akan ada konferensi bangsa-bangsa.

Sementara bagi para pengusaha di Indonesia, momen tersebut juga tidak mereka sia-siakan. Terbukti ratusan hotel di Indonesia dari yang tak berbintang hingga berbintang, berbondong-bondong menawarkan acara ‘nonton World Cup bersama’ melalui layar televisi ukuran cukup besar untuk para pelanggan pecinta sepakbola. Beberapa restoran di Indonesia juga ikut meramaikan momen tersebut dengan menawarkan paket makanan spesial bertema World Cup 2006. Sementara kalangan industri keuangan bersedia memberikan potongan harga 15% kepada para pemegang kartu kredit khusus untuk produk World Cup, dan masih banyak contoh lainnya.

Telah di baca sebanyak: 3741
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *