Kolom Alumni

Kompetensi untuk Mendongkrak Produktivitas Kerja

Oleh: Sugeng Widodo

Produktivitas kerja bukanlah tanggungjawab pekerja, melainkan menjadi tanggungjawab manajer. (Peter F. Drucker: Pakar Manajemen)

Dalam perspektif manajemen, pendapat pakar manajemen Peter F. Drucker bahwa produktivitas pekerja menjadi tanggungjawab manajer, dapat disepakati, namun dalam perspektif individu, produktivitas seseorang menjadi tanggungjawab pribadi orang itu sendiri. Kalau kita ingin meningkatkan produktivitas kerja yang maksimal sebaiknya menggunakan pendekatan individu dan manajemen.
Produktivitas kerja bagi kita yang menjadi pekerja maupun pelaku bisnis sangat penting karena berhubungan dengan hasil yang akan kita peroleh. Cepat atau lambat produktivitas kerja akan mempengaruhi hasilnya. Setiap orang sebagai pribadi maupun manajer berkepentingan untuk meningkatkan produktivitas kerja.

Sebagai pribadi, produktivitas kerja yang tinggi selain mengasah kompetensi pribadi juga secara otomatis menjadi sarana membangun merek personal yang nantinya bermanfaat untuk mempercepat pengembangan karir. Produktivitas kerja yang tinggi berarti banyak hasil pekerjaan yang memberikan nilai tambah bagi organisasi atau perusahaan. Hal itu menandakan bahwa pekerja yang produktivitas kerjanya tinggi adalah orang yang disiplin, tanggungjawab, cerdas, mampu, dan memiliki motivasi tinggi dalam bekerja. Sebaliknya, pekerja yang produktivitas kerjanya rendah, menunjukkan bahwa ia adalah orang yang tidak disiplin, malas, tidak mampu, dan dianggap tidak bertanggjawab. Membentuk mindset baru yang mendukung produktivitas kerja sangat diperlukan bagi setiap individu agar produktivitasnya maksimal.

Kalau Anda sebagai manajer, menjadi tanggungjwab Andalah produktivitas pekerja di dalam organisasi Anda. Sebagai manajer Anda telah dibayar, dengan gaji dan fasilitas lebih tinggi daripada pekerja, oleh perusahaan untuk mencapai sasaran-sasaran yang ditetapkan melalui orang-orang yang ada di bawah tanggungjawab Anda. Hal itu wajar kalau kemudian pimpinan perusahaan menuntut Anda bertanggungjawab atas produktivitas para pekerja dalam organisasi Anda.

Tidak penting apakah Anda pekerja atau manajer, yang penting adalah apabila Anda mau meningkatkan kompetensi diri maupun pekerja Anda, maka Anda dapat mendongkrak produktivitas kerja. Kompetensi mencakup tiga aspek yaitu: pengetahuan, ketrampilan dan etos kerja.

Pengetahuan
Mungkin Anda pernah mendengar ungkapan “Knowledge is power”. Ungkapan itu perlu dikoreksi, karena faktanya, pengetahuan bisa menjadi kekuatan kalau dipraktekkan. Selama pengetahuan hanya disimpan dalam pikiran dan tidak pernah diaplikasikan, maka pengetahuan apapun tidak ada manfaatnya. Namun, demikian, menambah pengetahuan tetap saja diperlukan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern.

Ilmu pengetahuan di abad 21 mengalami perkembangan sangat pesat. Banyak ilmu pengetahuan baru bermunculan dan mudah ditemukan di buku, media masa, maupun di internet. Dalam dua atau tiga tahun, ilmu pengetahuan kita menajdi ketinggalan dan tidak relevan lagi dengan masalah yang dihadapi.

Kegiatan membaca, seminar, workshop, atau berselancar di internet untuk mendapatkan informasi baru sesuai dengan bidang kerja, sungguh penting untuk memperbarui ilmu pengetahuan kita agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman. Semakin banyak pengetahuan yang kita miliki, maka semakin baik karena kita memiliki potensi lebih besar untuk menyelesaikan masalah.

Yang lebih penting lagi adalah mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang kita peroleh. Secara pribadi seseorang perlu mencari peluang agar bisa mengaplikasikan pengetahuannya. Di sisi lain, seorang manajer seharusnya memberi kesempatan kepada pekerja untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Tanpa adanya kesempatan mengaplikasikan pengetahuannya justru akan membuat pekerja tak termotivasi dan akhirnya produktitasnya menjadi rendah.

Ketrampilan
Dalam kompetensi, ketrampilan yang diperlukan pekerja bukanlah hanya yang bersifat teknis seperti ketrampilan dalam aplikasi komputer, menulis konsep surat, dan menyampaikan pendapat. Semua itu memang penting bahkan ketrampilan dasar yang wajib dimiliki seorang pekerja di kantor. Ada ketrampilan lain yang sangat penting namun banyak dilupakan yakni soft skill, misalnya bagaimana mengendalikan emosi, memotivasi diri sendiri, problem solving, membuat keputusan, dan lain lain.

Untuk meningkatkan soft skill, sebagai pekerja maupun manajer, kita perlu usaha sadar untuk meningkatkannya. Bersyukurlah kalau perusahaan membekali Anda dengan soft skill yang terus di-update. Pimpinan perusahaan umumnya kurang memberikan perhatian pada peningkatan soft skill pekerja. Kalau ini yang terjadi di kantor Anda, maka sebaiknya kita mulai serius meningkatkan soft skill dengan banyak membaca buku, workshop maupun seminar pengembangan diri.

Etos Kerja
Etos kerja berhungan dengan kepercayaan kita tentang suatu pekerjaan. Intinya, etos kerja itu adalah motivasi kita dalam melakukan pekerjaan. Etos kerja yang tinggi memang bisa dibangun atas dasar motivasi berbasis materi, tetapi etos kerja yang baik adalah yang dibangun berdasarkan nilai-nilai spiritual.

Produktivitas kerja tinggi yang dihasilkan dari etos kerja yang berorientasi pada materi tidak akan permanen dan bersifat jangka pendek. Sebaliknya, etos kerja yang dilandasi oleh nilai-nilai spiritual justru akan melahirkan produktivitas dan motivasi tinggi yang permanen. Beberapa nilai spiritual yang bisa menjadi sumber motivasi antara lain: bekerja adalah bagian dari ibadah kepada Tuhan, bekerja adalah suatu bentuk perbuatan yang baik, bekerja hendaknya dilandasi kejujuran, tanggungjawab, dan amanah.

Akhirnya, produktivitas kerja yang tinggi diperlukan untuk meraih hasil maksimal. Tiga aspek kompetensi untuk meningkatkan produktivitas kerja yakni peningkatan ilmu pengetahuan dan aplikasinya, ketrampilan yang baik terutama soft skill, dan etos kerja yang dimanifestasikan berupa motivasi tinggi berdasarkan nilai-nilai spiritual untuk memberikan kontribusi bagi organisasi ***

*) Sugeng Widodo adalah Staf Ahli Direksi AJB Bumiputera 1912. Alumnus Writer Schoolen ini dapat dihubungi langsung di sugeng_widodo@bumiputera.com

Telah di baca sebanyak: 1834
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *