~Profil

Profil Kolomnis Tetap

Adi W. Gunawan, putra pasangan Imam Santoso Gunawan dan Linda Megahwati, ini lahir di Tarakan, Kalimantan Timur, 37 tahun yang lalu. Adi menyelesaikan pendidikan SD dan SMP di sekolah Kristen Tunas Kasih di kota Tarakan dan melanjutkan SMA di SMAK Santo Yusup, Malang. Selesai dari SMA, Adi melanjut pendidikan di jurusan Teknik Elektro di STTS ( Sekolah Tinggi Teknik Surabaya) Surabaya.

Ketertarikan Adi pada pengembangan potensi manusia telah muncul sejak ia masih kecil. Dalam benaknya saat itu muncul satu pertanyaan besar yang akhirnya mengubah arah hidupnya, ”Apa rahasia keberhasilan hidup seorang manusia?”

Dalam upaya mencari jawaban atas pertanyaan ini, Adi kemudian mengambil diploma pendidikan anak dini usia di Modern Montessori International (MMI), London. Pengetahuan yang ia dapatkan dari MMI sangat berguna dalam membantu memahami proses konstruksi diri seorang anak manusia, khususnya pada usia 0 – 6 tahun.

Gelar master trainer di bidang metode pengajaran dan pelatihan berbasis accelerated-learning diperoleh setelah mengikuti pendidikan khusus dan pelatihan dibawah bimbingan langsung pakar accelerated-learning terkemuka Amerika, Thomas L. Madden M.A. di The Accelerated Learning Institute and Training Center (ALI) , Las Vegas. Saat ini Adi diminta ALI, mewakili lembaga ini, sebagai regional leading trainer dan consultant membawahi wilayah Asia Tenggara, Cina, Korea, dan Jepang. Selanjutnya Adi mendalami Manajemen Pendidikan di Pasca Sarjana Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Walaupun telah mempelajari proses konstruksi diri anak dini usia dan accelerated learning, Adi masih merasa belum puas. Setelah mencari cukup lama, akhirnya ia sampai pada satu kesimpulan penting yang merupakan jawaban atas pertanyaannya selama ini. Rahasia keberhasilan hidup terletak pada kualitas berpikir.

Sejak saat itu Adi mencurahkan konsentrasinya dalam mempelajari teknologi pikiran ( mind technology). Ia mempelajari apa saja yang berhubungan dengan cara kerja pikiran, misalnya Silva Mind Control, NLP (Neuro Linguistic Programming), meditasi, pemrograman pikiran dengan bantuan teknologi, dan hypnotherapy.

Pada tahun 2001, secara tidak disengaja Adi berkenalan dengan Bill Gould Ph.D., seorang pakar dan pemegang paten teknik peningkatan kemampuan berpikir, Transformational Thinking. Bill Gould telah mengembangkan Transformational Thinking selama lebih dari 25 tahun. Teknik ini telah diaplikasikan di berbagai negara, pada berbagai lembaga atau perusahaan, dan oleh lebih dari 40 suku bangsa di dunia, dengan hasil yang sangat memuaskan. Adi kemudian mengikuti workshop Transformational Thinking yang dibawakan langsung oleh Bill Gould, Ph.D.

Melihat semangat belajar dan komitmen Adi yang sangat tinggi, yang didasarkan pada keinginan untuk berbuat sesuatu bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia, hati Bill Gould tersentuh. Bill meluangkan waktu khusus untuk membantu dan mengajar Adi agar dapat lebih memahami dan menguasai filosofi dan teknik Transformational Thinking secara lebih mendalam. Adi adalah satu-satu orang yang mendapat kesempatan untuk bisa belajar one-on-one selama tiga hari penuh dengan Bill Gould.

Pada tahap selanjutnya Adi mendapat kesempatan langka untuk bisa belajar Abhidhamma secara langsung dari satu-satunya pakar Abhidhamma di Indonesia, Bapak Pandit J. Kaharuddin. Abhidhamma adalah filosofi dan psikologi Buddhis mengenai kesadaran/pikiran, proses timbul dan tenggelamnya kesadaran/pikiran, faktor-faktor mental, bentuk-bentuk materi, dan Nibbana. Apa yang dipelajari dalam Abhidhamma sangat membantu Adi untuk memahami proses dan cara kerja pikiran manusia.

Akumulasi pembelajaran yang dilakukan Adi selama ini, baik di universitas formal maupun di Universitas Kehidupan, telah dituangkan ke dalam dua buku best seller, Born to be a Genius dan Genius Learning Strategy. Buku ketiganya berjudul Apakah IQ Anak Bisa Ditingkatkan? dan buku ke empat, Manage Your Mind for Success, adalah lanjutan dari sumbangan pemikirannya demi kemajuan generasi muda bangsa. Saat ini ada sedang menyelesaikan dua buku yang berjudul ”Hypnosis Fundamental” dan ”Success with Mind Technology” .

Adi saat ini menjalani hidup sebagai seorang Re-Educator dan Mind Navigator. Ia banyak sekali memberikan seminar dan loka karya, baik untuk publik, lembaga pendidikan/universitas, dan perusahaan terkemuka di berbagai kota besar di Indonesia dan di luar negeri.

Seminarnya telah dihadiri lebih dari empat puluh ribu orang, dari kalangan yang sangat beragam. Mulai dari pelajar, mahasiswa, orangtua, karyawan, guru, kepala sekolah, dosen, pimpinan perusahaan, Staf HRD, trainer, psikolog dan khalayak ramai yang peduli akan peningkatan mutu pendidikan dan perkembangan diri. Apa yang Adi sampaikan telah membantu banyak orang dalam mengembangkan potensi diri dan menemukan makna hidup yang sesungguhnya.

Sebagai seorang pembicara jadwal Adi sangat padat. Tahun 2004 lalu, ia berbicara lebih dari 60 kali, di berbagai kesempatan di dalam dan luar negeri.

Pemikiran, perhatian, pergumulan batin, harapan akan masa depan yang lebih baik bagi generasi muda dan bangsa Indonesia, seperti yang Adi tulis ke dalam semua bukunya, telah diterapkan dengan sangat berhasil di sekolah Anugerah Pekerti yang Adi dan istrinya dirikan di Surabaya.

Sekolah Anugerah Pekerti diharapkan akan menjadi contoh bagi sekolah lain dalam menyelenggarakan pendidikan yang manusiawi, yang memanusiakan manusia, menghargai keunikan anak, dan menyiapkan anak untuk mencapai keberhasilan hidup yang bermakna. Sekolah Anugerah Pekerti diharapkan akan menjadi Center of Excellence dan Education for Life.

Selain memberikan pelatihan dan mendirikan sekolah, Adi bersama kawannya Ariesandi mendirikan Genius Learning Center (GLC). GLC menyelenggarakan program intensif Super Camp – Manage Your Mind for Success yang mengajarkan hal-hal mendasar yang dibutuhkan manusia untuk bisa mencapai keberhasilan hidup secara holistik.

Selain itu, GLC juga mengembangkan Mathemagics, program pembelajaran matematika yang menyenangkan dengan memasukkan unsur teknologi pikiran dan pemrogram alam bawah sadar. Mathemagics telah berkembang menjadi suatu franchise yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia dan juga telah go-international, yaitu telah mempunyai cabang di Malaysia.

Adi menikah dengan mantan kekasihnya sewaktu di SMA, Stephanie Rosaline C, S.E dan telah dikarunia tiga orang putri, Dyah Ayu Kusumawardani G. (10 thn ), Dyah Ayu Kumalasari G. ( 7 thn ) dan Dyah Ayu Permatasari G.(5 thn ).

Adi dapat dihubungi di: adi@adiwgunawan.com.

* * *

Andrew Ho lahir di kampung Bukit Kangkar, Johor, Malasyia, pada 28 Agustus 1962. Penghobi bacaan, traveling, dan pemirsa setia acara-acara televisi ini telah dikaruniai tiga putera-puterinya, hasil perkawinannya dengan Mdm Khoo Lee Lee. Andrew Ho memiliki pengalaman kerja yang beragam, mulai dari salesman, agen asuransi, distributor MLM, wartawan, guru, trainer, dan menduduki sejumlah posisi manajerial di perusahaan.

Pemegang gelar Bachelor of Art (economic) dari University of Malaya ini telah menulis sejumlah buku seperti, Highway To Success, A Cup of Coffee for Your Soul, One Daily, It’s My Life, dan One Minute Motivation. Buku best sellernya, Highway to Success telah dibuatkan serinya dalam bentuk kaset. Sementara sejumlah karya terbarunya sedang dalam proses penerbitan. Andrew Ho mendapat berbagai penghargaan, antara lain sebagai The Best Writer in Direct Selling/MLM (1995), The Six Outstanding Motivator in Malaysia (2002), serta dikenal sebagai motivator top di Thailand, China, Hongkong, Malaysia, dan Indonesia. Saat ini, selain sebagai motivator dan trainer, Andrew Ho menjabat sebagai Managing Director PT Kangsen Kenko Indonesia.

Salah satu wujud dedikasi dan kecintaanya pada masalah pengembangan SDM ditunjukkan dengan menyumbangkan sejumlah karyanya untuk dimuat di website Pembelajar.Com. Andrew Ho dapat dihubungi melalui email: andrewhosc@hotmail.com.

* * *

Andrias Harefa, The Real Indonesian Trainer. Memulai kariernya sebagai writerpreneur (1988-1990), lelaki keturunan Nias yang lahir di Curup, Bengkulu, ini kemudian menjadi professional trainer berlisensi Dale Carnegie Training (1990-1998). Selepas itu ia mendedikasikan hidupnya untuk apa yang disebutnya sebagai VISI INDONESIA 2045: Indonesia menjadi salah satu dari lima negara paling maju di dunia di tahun 2045—lebih lanjut tentang ini simak di www.pembelajar.com (klik Vision) atau www.andriasharefa.com (klik Vision-Mission).

Strategi yang dipilihnya adalah dengan menggagas konsep sekaligus menjadi contoh nyata dari apa yang disebutnya sebagai writerpreneur dan trainerpreneur , yakni entrepreneur yang memanfaatkan proses-proses pembelajaran dan penulisan secara kreatif dan inovatif untuk mendorong berkembangnya para mikropreneur, pengajar-pengajar keliling (trainer, public speaker, motivator, re-educator, learning facilitator, atau apapun istilah untuk itu), dan penulis-penulis yang aktif menginspirasi Indonesia dengan berbagai karya nyata (artikel, buku, situs, dsb).

Alumni SMAN 3 Padmanaba, Yogyakarta, yang memilih keluar dari Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada di pertengahan tahun 1980-an ini bermimpi melahirkan berbagai bentuk lembaga-lembaga pembelajaran dan pelatihan yang disebutnya dengan istilah sekolah atau universitas kehidupan. Ia juga berhasrat besar untuk melahirkan guru-guru model baru, guru-guru tanpa tembok-tembok bangunan yang kiprahnya dirasakan langsung oleh tiap orang yang berinteraksi dengan mereka.

Sebagai The Real Indonesian Trainer, Andrias Harefa telah mendirikan berbagai institusi dan komunitas pembelajaran luar sekolah, termasuk:
1. Institut Darma Mahardika, didirikan awal 1999 sebagai hasil dari proses refleksi sepanjang tahun tragedi 1998 bersama seniornya Jansen H. Sinamo dan Agus Santosa. Lembaga yang ditinggalkannya sejak 2007 ini kemudian fokus pada pengembangan gagasan Jansen H. Sinamo yang disebut-sebut media sebagai Guru Etos Indonesia.

2. Bersama rekan-rekan dari Yogyakarta, Ang Tek Khun dan Hendri P. Bun, ia melahirkan www.pembelajar.com (14 Februari 2001) situs pertama yang kental dengan nuansa motivasi dan pengembangan diri, dan kemudian menginspirasi hadirnya banyak situs serupa di Indonesia.

3. Indonesia School of Life dirintisnya bersama Parpudi Lubis, Muhamad Ichsan, dan Heru K. Wibawa tahun 2002. Namun lembaga ini bubar tak lama kemudian. Meski demikian Muhamad Ichsan berhasil dimantapkan hatinya untuk menjadi Financial Planner dan kelak menjadi salah tokoh kunci dari proses lahirnya lembaga sertifikasi di bidang ini.

4. Palembang School diprakarsainya tahun 2002 bersama Nanik Listijani, Imelda, Benny, dan Sunoto. Lembaga ini menjadi pelopor seminar-seminar bisnis, entrepreneurship dan motivasi di kota pem pek ibukota propinsi Sumatera Selatan tersebut.

5. Writer Schoolen—semula diberi nama Sekolah Penulis Pembelajar—adalah komunitas pembelajaran yang dirintisnya bersama Her Suharyanto, Edy Zaqeus, Hasudungan Sirait, Ramadian Adi Broto, dan Agoeng Widyatmoko di bulan Mei 2007. Sejak pertengahan 2008, lembaga ini dijalankan oleh tim yang dipimpin oleh Hendri P. Bun. Fokusnya adalah memberikan (1) pelatihan penulisan artikel dan penulisan buku-buku best-seller/populer secara berjenjang untuk tingkat dasar, menengah, dan lanjutan; (2) jasa pendampingan penulisan dan penyuntingan buku agar dapat diterbitkan oleh penerbit terkemuka; serta (3) jasa penulisan ghost writing, menuliskan gagasan orang lain dengan nama yang bersangkutan.

6. Proaktif Schoolen didirikan awal 2008 bersama Januar Darmawan dan dilaksanakan oleh Hendri P. Bun dan kawan-kawan. Lembaga ini fokus menjual jasa pengorganisasian kelas-kelas pelatihan, workshop, dan seminar untuk umum. Narasumber, konsultan, penulis, atau trainer yang kesulitan mengorganisasi penjualan training atau worskhop untuk umum dapat memanfaatkan institusi ini.

7. Trainer Schoolen. Forum pembelajaran yang dikhususkan untuk mengembangkan trainer-trainer profesional dan para pembicara publik—atau mereka yang berminat untuk masuk ke dalam apa yang disebut orang sebagai industri sukses, industri pelatihan, industri bicara. Jasa yang diberikan terfokus pada (1) pelatihan berkelanjutan untuk para trainer internal perusahaan dan pembicara publik pemula; dan (2) konsultansi pribadi untuk persiapan menjadi trainerpreneur atau pembicara publik secara full-time, sepenuh waktu. Standar kompetensi yang dirancang sejak awal bertaraf internasional, mensinergikan berbagai pengalaman Andrias Harefa ketika mengambil lisensi dan sertifikasi di masa lalu. Dalam konteks ini ia berperan sebagai Trainer Coach.

Sebagai The Real Indonesia Writer kiprah lelaki kelahiran tahun 1964 ini tak terbantahkan. Sejak trilogi pertamanya diterbitkan Gramedia Pustaka Utama tahun 1998 (Sukses Tanpa Gelar; Berguru Pada Matahari; dan Menerobos Badai Krisis), sampai akhir tahun 2008 ia telah menulis 34 buku yang sebagian besar memenuhi kriteria best-seller karena terjual lebih dari 6.000 eksemplar dalam 6 bulan pertama peredarannya di masyarakat.

Karya tulisnya yang ke-13, bertajuk Menjadi Manusia Pembelajar (Kompas, 2000), berhasil menjadi buku terlaris versi penerbit selama hampir 10 tahun—sebuah rekor tersendiri. Buku itu juga berdampak pada maraknya penggunaan kata “pembelajar” dan “pembelajaran”, sesuatu yang sebelumnya sangatlah jarang dipergunakan.

Meski mengaku sebagai orang biasa, Andrias Harefa sempat mendapatkan publisitas sebagai tokoh pembelajaran di media-media terkemuka, termasuk di harian KOMPAS, majalah mingguan GATRA, harian berbahasa Inggris THE JAKARTA POST, majalah Kristiani BAHANA, majalah FEMINA, dan lain-lain. Sesekali ia juga diundang menjadi narasumber di media elektronik seperti radio Smart FM, Day FM, Metro TV, RCTI, TVRI, dan Jak TV.

Sejumlah perusahaan yang pernah menjadi klien utamanya, antara lain: Acer, Alfamart, Bank BCA, Bank Danamon, Bank Mandiri, Bank NISP, Bernofarm, Charoen Pokphand Group, Ciba Vision, HM Sampoerna, Indomaret, Indosat, Infomedia, Konimex, Toyota Astra Motor, TRAC, Trans Corp, United Tractors, dll.

Selain itu, Andrias Harefa juga diminta memberikan kuliah tamu, baik untuk aktivis mahasiswa maupun dosen-dosen di sejumlah kampus terkemuka, seperti: Universitas Atmajaya, Universitas Bina Nusantara, Universitas Indonesia, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Universitas Kristen Duta Wacana, Universitas Maranatha, Universitas Sanata Dharma, Universitas Surabaya, Universitas Terbuka, dll.

Andrias Harefa dapat dihubungi di:
PT Mitra Pembelajar
Jl. Pulokambing II No. 9, KIP – Jakarta 13920
Telp. 021-460 5757; 021-3260 3383
Facebook: http://www.facebook.com/profile.php?id=1584285282
www.andriasharefa.com; www.pembelajar.com; www.proaktif.biz

* * *

Tak berlebihan jika Andrie Wongso disebut sebagai salah satu motivator terbaik di negeri ini. Proses hidup yang dijalani pengusaha kartu kata-kata mutiara Harvest ini, sangat inspiratif. Anak penjual kue yang lahir di Malang, 6 Desember 1954 itu, tak pernah tamat SD akibat gejolak Gestapu 1965. Sejak itu, Andrie kecil harus jualan kue di pasar untuk menyambung hidup. Tahun 1976 ia nekad merantau ke Jakarta dengan pekerjaan pertama sebagai salesman sebuah pabrik sabun. Malam hari ia cari tambahan dengan melatih beladiri Kung Fu. Merasa punya kepandaian dan penampilan oke, Andrie banting stir melamar jadi bintang film silat.

Lamarannya ke perusahaan film Hong Kong diterima. Ia sempat tiga tahun mengadu nasib dan membintangi film “Kung Fu Executioner” dan “Fistful of Talon”, serta satu film nasional “Surga di Telapak Kaki Ibu”.

Ternyata dunia film tidak memberi sesuatu seperti yang diimpi-impikan sebelumnya. Orang beranggapan Andrie gagal karena tak sekalipun jadi bintang utama. Namun ia menilai dirinya sudah sukses. Sukses dalam proses mencari jatidiri dan berani memiliki imajinasi untuk mewujudkan cita-citanya. “Sukses dalam perjuangan. Maka proses itulah nilai investasi yang paling tinggi. Prosesnya!,” tegas suami Haryanti Leny Suharto itu. Dan “kegagalan” itulah yang akhirnya justru membukakan lembaran baru bagi ayah dari Vicky, Vendy, dan Valdy ini.

Tahun 1985 ia merintis bisnis kartu ucapan kata-kata mutiara dari tempat kosnya. Di luar dugaan, usaha kartu-kartu inspiratifnya berkembang pesat. Lalu ia dirikan MLM Forever Young, Action & Wisdom Motivation Training, serta memiliki perusahaan hologram dan software. Kegemarannya berbagi spirit kesuksesan menjadikannya seorang motivator yang luar biasa. Ia telah berbicara di banyak perguruan tinggi dan perusahaan komersil. Bersama pengamat bisnis dan manajemen Renald Kasali, ia membagi elan entrepreneurship di seluruh nusantara, selama tiga bulan berturut-turut tahun 2002 ini.

Andrie ada dibalik sukses Tim Bulu Tangkis Olimpiade Sidney dan Thomas & Uber Cup tahun 2000. Kemenangan gemilang Tim Thomas Cup Mei 2002 lalu juga berkat sentuhan motivasinya. Kini selain terus berwiraswasta, ia mendedikasikan talentanya untuk membangkitkan sikap mentalitas sukses kepada sebanyak mungkin orang. “Kita bangsa yang cukup hancur akhir-akhir ini. Satu-satunya jalan adalah pembinaan sikap mental, baru bisa bangkit lagi,” tegasnya.

Selalu memiliki spirit untuk berbagi pengalaman dan visinya yang jauh ke depan, Andrie tergerak untuk bergabung di Pembelajar.Com sebagai kolumnis. Begitu banyak hal ingin disampaikannya kepada khalayak. Salah satunya dalam bentuk tulisan. Buku pertamanya baru saja beredar dengan judul “15 Wisdom & Success – Classical Motivation Stories” yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo (April 2005). Buku tersebut langsung cetak ulang dalam hitungan minggu.

Website resminya beralamat di: www.andriewongso.com.

* * *

Edy Zaqeus lahir di Madiun, 24 Maret 1971 dengan nama Sutopo Sasmito Edy. Ia menyukai tokoh Alkitab, Zakheus, dan mengagumi filosofi di balik kisah tokoh tersebut. Karena itulah ia menambahkan nama pena Zaqeus di belakang nama panggilannya. Sejak 1999, nama Edy Zaqeus digunakannya untuk berkomunikasi di internet, lalu resmi menjadi nama kepenulisannya sejak bergabung di majalah BERwirausaha (2002), dan bertahan sebagai nama penanya hingga sekarang.

Lulusan terbaik Jurusan Ilmu Pemerintahan, Fisipol, UGM (Agustus 1997) ini mengawali karir sebagai office boy sekaligus asisten peneliti pada sebuah lembaga riset independen di Yogyakarta. Sekitar September 1998, kartunis otodidak ini mengadu nasib ke Jakarta dan ganti profesi sebagai wartawan di tabloid Perspektif, majalah Hebat & Sejahtera, tabloid Network Indonesia, dan terakhir di majalah BERwirausaha, hingga majalah ini berhenti terbit Juli 2002.

Kini, Edy berprofesi sebagai editor, trainer penulisan, penulis buku, dan publishing consultant. Sejak 14 Februari 2004 hingga September 2008, ia menjadi editor situs Pembelajar.com (www.pembelajar.com), sebuah situs pembelajaran, motivasi, dan pengembangan diri yang paling digemari di Indonesia. Sementara bersama Andrias Harefa, Her Suharyanto, Rab A. Broto, dan Agoeng Widyatmoko, Edy membentuk Sekolah Penulis Pembelajar (SPP), yang sekarang bernama Pembelajar Writing School (PWC). Di bidang kewirausahaan, Edy telah mendirikan dua penerbitan buku, yaitu Bornrich Publishing dan Fivestar Publishing.

Kedua penerbitan buku tersebut telah menelurkan buku-buku laris: Ilmu Menjadi Kaya (Wallace D. Wattles, 2005), Orang Gajian Bisa Kaya (Edy Zaqeus, 2006), Psikologi Duit (Rab A. Broto, 2006), Kalau Mau Kaya Ngapain Takut Ngutang (Didik Darmanto, 2006), dan Rahasia Sukses Terbesar (Jennie S. Bev, 2006), Journey to My Past Lives (Nathalia Sunaidi, 2007), Anda Luar Biasa!!! (Eni Kusuma, 2007), Namaku Nafiri: Lihatlah Anak Domba Allah (Tinny Maria Awuy, 2008), dll.

Pengalaman suksesnya sebagai penulis dan penerbit independen menginspirasinya untuk melahirkan Bornrich Consulting, sebuah layanan konsultansi pendirian penerbitan mandiri, baik untuk klien perorangan maupun intitusional. Bornrich Consulting telah berhasil membantu sejumlah klien untuk mendirikan penerbitan independen mereka, baik untuk keperluan pemasaran, kehumasan, maupun pembentukan unit bisnis baru. Sejumlah klien telah ia bantu dalam mendirikan penerbitan mandiri maupun menghasilkan buku-buku bestseller.

Edy telah menulis buku Kontekstualisasi Ajaran I Ching (Grasindo, 2004). Beberapa hasil wawancaranya dengan sejumlah tokoh politik dan budaya dimuat dalam buku Kita Lebih Bodoh dari Generasi Soekarno-Hatta (VGK, 2000). Buku Kalau Mau Kaya Ngapain Sekolah! (Gradien, 2004) adalah buku keduanya yang meledak di pasaran karena mengalami cetak ulang ke-6 dalam empat bulan pertama peredarannya, dan kini sudah masuk cetak ulang ke-13 (edisi revisi). Karya ketiganya berjudul Resep Cespleng Berwirausaha (Gradien, 2004) juga masuk kategori bestseller karena sudah masuk cetak ulang ke-5.

Setelah sukses dengan buku-buku bestseller tersebut, dan berhasil membantu banyak kliennya menghasilkan buku-buku bestseller, Edy merilis buku laris berjudul Resep Cespleng Menulis Buku Best Seller (Gradien, 2005). Edy juga menulis buku bestseller berjudul Orang Gajian Bisa Kaya (Bornrich, 2006) dan buku Resep Cespleng Menulis Buku Bestseller Edisi Revisi (cetakan ke-3, Fivestar 2008) pada pertengahan Desember 2007. Saat ini, Edy sedang menyiapkan buku-buku bestseller berikutnya yang membahas soal kewirausahaan, motivasi penulisan, penyuntingan, dan penerbitan.

Edy dapat dihubungi melalui telepon Penerbit Fivestar/Bornrich Consulitng di nomor: 021-59400515, melalui blog-nya “Edy Zaqeus on Writing” yang beralamat di: http://ezonwriting.wordpress.com atau e-mail: edzaqeus[@]gmail.com. Anda juga dapat bergabung di mailing list Penulis BestSeller yang ia asuh bersama para penulis best-seller lainnya, dengan mengirimkan email kosong ke: penulisbestseller-subscribe@yahoogroups.com

* * *

Eni Kusuma, lahir di Banyuwangi, duapuluh sembilan tahun yang lalu, dengan nama Eni Kusumawati. Eni adalah bungsu dari tiga bersaudara, berasal dari keluarga miskin, tinggal di pinggiran kota kelahirannya dekat TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Eni kecil selain rajin mengaji dan sekolah. Dia juga memulung sampah yang bisa dipulung. Suka membaca potongan-potongan buku bekas serta kartu-kartu motivasi Harvest bekas yang ditemukannya di sekitar TPA, tempatnya bermain.

Belakangan ia baru tahu, pemilik Harvest adalah Andrie Wongso, Motivator No. 1 Indonesia. Kadang ia juga menemukan koran bekas atau membeli koran bekas jika ibunya memberinya uang saku. Orangtuanya sempat marah karena uang saku tidak digunakan untuk membeli makanan.

Eni kecil tumbuh sebagai gadis yang pemalu, pendiam dan susah makan. Karena susah makan, maka ia tumbuh menjadi seorang yang kurang asupan gizi. Ia mengalami masalah dalam berbicara alias gagap sejak kecil. Karena itu, daripada bermain di luar bersama anak-anak lainnya, dia lebih suka diam di rumah sambil membaca apa saja atau ngobrol dengan ayahnya. Seringkali, hanya untuk menyampaikan beberapa kalimat saja, Eni harus bersusah payah mengucapkannya.

Waktu kecil Eni suka membantu ibunya membuat kue untuk dijual di kantin sekolah. Ia juga membantu ayahnya membuat kerupuk begitu ayahnya tidak lagi bekerja di bengkel dan sebagai buruh di pabrik kayu. Eni berhasil menamatkan sekolahnya di SMU Negeri 1 Banyuwangi. Setelah itu, berkali-kali ia gagal melamar pekerjaan. Ia sempat bekerja selama satu setengah tahun di sebuah usaha dagang yang kemudian bangkrut. Akhirnya, Eni memutuskan merantau menjadi pembantu rumah tangga (TKW) di Hong Kong.

Setelah jadi pembantu di Hong Kong, ia bisa membantu perekonomian keluarganya. Yang paling menggembirakan hatinya, kini ia punya uang untuk membeli buku-buku bermutu yang disukainya. Untunglah, Eni suka belajar apa saja untuk bekal hidupnya. Hal pertama yang dilakukan adalah pembelajaran mengenai “menata hati”. Ia rasa hal ini sangat penting untuk menemaninya berjuang dalam kehidupan yang tidak pernah berkompromi dengannya itu.

Eni tidak pernah merasa “tidak bisa” sekalipun ia sering divonis orang lain “tidak bisa” melakukan apa-apa. Ia alami penolakan-penolakan lamaran pekerjaan, anggapan orangtua bahwa dirinya tidak bisa mandiri, dan ketika ingin jadi pembantu di Hong Kong pun sang direktur PJTKI ngotot mengatakan bahwa dirinya tidak akan bisa! Ketika berhasil jadi pembantu pun, ia sering sekali mendapat umpatan dan ejekan dari majikannya, “Indonesia itu bodoh!” Well, dengan susah payah belajar dan selalu berpikir positif, akhirnya Eni bisa membuktikan bahwa asumsi majikannya itu tidak benar. Dengan karya tulisannya ia berhasil muncul di Pembelajar.com dan sejumlah di media. Sang majikan pun jadi “cemburu” pada aktivitasnya. Yang jelas apa pun vonis dan umpatan majikannya, Eni tidak peduli.

Eni aktif di milis De Kossta yang dimoderatori oleh para penulis senior dan sastrawan. Ini adalah sebuah milis kepenulisan untuk para TKW di Hong Kong yang hobi menulis. Ia juga aktif sebagai moderator milis Backhomers bersama rekannya, Kristhoper David (mahasiswa ITS). Ia pun aktif di milis Penulis Best-Seller yang dimoderatori oleh Her Suharyanto dan Edy Zaqeus. Eni adalah penggagas rubrik “So What Gitu Loh!” di majalah Peduli yang terbit di Hong Kong. Saat ini ia tengah dalam masa penjajakan untuk turut mengasuh Komunitas Terminal Tiga di Yogyakarta.

Artikel-artikel Eni sering nampang di rubrik Kolom Bersama situs pengembangan diri terfavorit: www.pembelajar.com, yang didirikan oleh Si Manusia Pembelajar, Andrias Harefa. Eni juga suka menulis cerpen dan puisi. Sejumlah puisinya telah dibukukan bersama 100 penyair Indonesia dalam buku kumpulan puisi Jogja 5,9 Skala Richter. Ia pernah menulis sebuah naskah novel. Dan, buku Anda Luar Biasa!!! merupakan karya perdananya yang dibukukan.

Awal Maret 2007 Eni kembali ke Tanah Air karena kontraknya sebagai pembantu rumah tangga di Hong Kong telah habis. Kini, Eni tengah berjuang untuk membagikan semangatnya kepada masyarakat—dan terutama sekali generasi muda—melalui buku pertamanya tadi, serta sejumlah forum diskusi dan seminar. Mulai tanggal 16 Mei 2007, ia menjadi Kolomnis Tetap di Pembelajar.com. Eni dapat dihubungi di: ek_virgeus@yahoo.co.id atau telepon: +85295380768.

* * *

Her Suharyanto adalah penulis dan editor independen dengan pengalaman belasan tahun. Tulisannya tersebar di sejumlah media seperti Mingguan Hidup, Kedaulatan Rakyat, Bernas, Minggu Pagi, Utusan, dan Kompas. Sebelumnya, ia pernah bekerja di PH Idola Citra Utama, wartawan Indonesia Business Weekly, Bisnis Indonesia, dan Dow Jones Newswires.

Ia memenangi beasiswa British Chevening Award dari British Council untuk studi jurnalistik di Cardiff, Wales, Inggris (1995).

Hingga kini ia telah menulis 7 buku (4 atas nama sendiri, 3 sebagai ghost writer), 1500 straight news (berita pendek), 300 features, 100 artikel, 10 cerpen, 120 sandiwara radio, satu iklan televisi, 20 advertorial, 30 bahan presentasi seminar. Ia banyak diundang untuk berbicara dalam pelatihan-pelatihan jurnalistik dan kepenulisan di berbagai kalangan dan kelompok profesi.

Kini Her Suharyanto adalah executive editor pada Scripta Production, rumah produksi yang menangani penulisan biografi dan manuscript buku populer. Bersama Edy Zaqeus, Andre Birowo, dan Rab A Broto ia mendirikan Jakarta Writers Club (JW Club), sebuah lembaga yang melayani branding melalui tulisan. Ia dapat dihubungi melalui email: her_suharyanto@hotmail.com.

* * *

Lahir sebagai anak sulung dari keluarga Sudiono Kartodihardjo, di Semarang tanggal 13 Mei 1970.

Pendidikan terakhir Sarjana jurusan Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung.

Beberapa bulan pernah mengajar mata kuliah disiplin ilmu yang ditekuni, di Perguruan tinggi swasta di Bandung, beberapa bulan pernah tinggal di Jakarta, di Pekanbaru, sejak 1994 sampai sekarang bekerja sebagai mechanical engineer di sebuah perusahaan farmasi di Solo.

Senang terhadap buku-buku filsafat, film-film dengan membuat catatan-catatan kecil setiap kali selesai menontonnya. Kegiatan yang paling memberikan ‘excitement’ sebenarnya adalah mengajar.

Kebetulan di perusahaan tempat bekerja sekarang sesekali waktu diminta memberikan kepada intern karyawan perusahaan baik kaitannya dengan disiplin ilmu yang ditekuni waktu kuliah, manajemen industri secara umum, dan pelatihan pengembangan diri secara umum.

Senang terhadap musik, beberapa kali terlibat dalam kelompok dan workshop musik kecil-kecilan. Waktu luang juga terkadang melukis untuk dinikmati sendiri dan keluarga.

Sejak sekitar tahun 1997 mencoba untuk membiasakan menuliskan apa saja yang ada di sekitar yang dirasa penting untuk di dokumentasikan, baik dalam buku agenda, maupun dalam beberapa disket yang masih tersimpan.

Buku favorit “Sang Nabi”-nya Kahlil Gibran.

Film favorit adalah film-film dari tangan Bernardo Bertolluci, Ron Howard dan Steven Spielberg.

Pada tanggal 19 September 1999 menikah dengan Hestrini R. Wulandari. Pitoyo dapat dihubungi melalui email: pitoyo_amrih@yahoo.com

* * *

Rab A. Broto
Kolomnis

Rab A. Broto adalah penulis dan editor alumni Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Pengembangan Yogyakarta (LP3Y) dengan pengalaman 10 tahun. Sebelumnya, ia bekerja sebagai wartawan dan redaktur di Harian Ekonomi Bisnis Indonesia.

Hingga kini telah menulis 2.000 straight news (berita pendek ekonomi, politik dan budaya), 400 features (ekonomi, psikologi, iptek dan kesehatan), 5 makalah seminar dan buku Parent Guide (bagian dari paket pendidikan anak “My First One Year Activity Book” produksi Pustaka Lebah).

Kini Rab A. Broto Buletin pemimpin redaksi “Bee Parents” dan anggota dewan redaksi majalah bulanan “Indonesian Tax Review Digest” yang diterbitkan Lembaga Manajemen Formasi. Ia dapat dihubungi melalui e-mail: nauram@yahoo.com.

Telah di baca sebanyak: 3526
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *