Kolom Bersama

Kunci Sukses = Kunci Sehat

Oleh: Agus Prasetyo

Beberapa waktu yang lalu ketika membaca tabloid Nyata minggu IV bulan September 2009 mengenai nutrisi, saya tertarik dengan pernyataan dr Tan Shot Yen mengenai hubungan kesehatan dengan kondisi emosi manusia. Sebelumnya saya membaca buku Quantum Life Transformation karya Adi W Gunawan mengenai cara mencapai sukses dan salah satunya adalah pasrah atau ikhlas. Sepintas terlihat ada benang merah antara Sukses dan Kesehatan yaitu Ikhlas. Mari kita simak pendapat beberapa pakar berikut ini:

1. Adi W Gunawan; The Re-Educator & Mind Navigator serta penulis buku Quantum Life Transformation serta 13 buku best seller.
Dalam buku Quantum Life Transformation dikatakan bahwa Sukses merupakan suatu kerjasama antara manusia dan Tuhan. Sisi manusia terdiri dari 2 unsur yaitu Be dan Do. Unsur Be terdiri dari 5 komponen yaitu :
a. Impian
b. Yakin
c. Syukur
d. Pasrah
e. Doa

Menurut saya komponen c dan d berkaitan erat karena hanya orang yang pasrah/ikhlas yang dapat bersyukur saat senang dan susah. Untuk mencapai ikhlas diperlukan penerimaan diri atau dengan bahasa yang lebih sederhana dapat dikatakan Berdamai dengan Tuhan- Berdamai dengan diri sendiri-Berdamai dengan sesama

Salah satu cara yang dapat dipakai adalah EFT (Emotional Freedom Technique) atau kadang-kadang disebut juga SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique)

2. Erbe Sentanu (Nunu); Pendiri Katahati Institut, pengarang buku Quantum Ikhlas.
Di tabloid Nyata minggu III bulan Oktober 2008 diceritakan bahwa saat itu Nunu yang sedang kuliah di Selandia Baru untuk melanjutkan pendidikan dari D3 ke S1 nyaris dropout karena sampai 5 tahun tidak lulus juga padahal teman-temannya hanya memerlukan waktu 1-2 tahun. Selain itu hidup seorang diri di luar negeri membuat Nunu depresi tanpa ada teman yang bisa membantu masalahnya.

Saat stress dan bingung, Nunu mengobatinya dengan berdzikir kepada Allah. Ketika Nunu berserah diri kepadaNya, masuklah penjelasan tentang makna ikhlas yang sebenarnya. Tanpa butuh energi ekstra, Nunu merasa hidupnya tiba-tiba berubah drastis. Masalah yang tadinya begitu berat menghimpit tiba-tiba hilang tak berbekas

3. Elisabeth Kübler-Ross; Psikiater dan pengarang buku On Death and Dying
Di dalam bukunya yang sangat terkenal itu, dituliskan ada 5 tahapan emosi bagi pasien dan keluarganya saat menderita penyakit terminal atau di ambang kematian yaitu :
1. Penyangkalan dan isolasi diri: tahap ini ditandai dengan mencari jawaban atas pertanyaan mengapa aku harus mengalami hal ini atau bahkan mengisolasi diri dari kehidupan yang normal.

2. Kemarahan: tahap ini ditandai dengan mencari kambing hitam atau bersikap uring-uringan.
3. Negosiasi: tahap ini ditandai dengan nazar atau mencari cara untuk mengatasi penyebab kematian.
4. Depresi: tahap ini ditandai dengan rasa bersalah atau menyesal.
5. Pasrah: tahap ini ditandai dengan munculnya rasa tenang/pasrah. Masih ada kesedihan tapi tidak segetir saat pertama kali

Beberapa orang melewati semua tahapan ini. Yang lain mungkin berhenti pada tahap penyangkalan atau kemarahan. Satu hal yang kita harus ingat bahwa Tuhan tidak akan mencobai melebihi kekuatan kita.

4. Dr Tan Shot Yen, M Hum; Praktisi dan Pengasuh konsultasi nutrisi di tabloid Nyata serta pengarang buku “Saya Pilih Sehat dan Sembuh”.
Di dalam buku Saya Pilih Sehat dan Sembuh, disebutkan bahwa kondisi emosional sangat mempengaruhi nilai pH (keasaman) sel-sel manusia. Suasana pH yang asam merusak sel dan semua reaksi tubuh yang mengikutinya. Dr Tan Shot Yen juga menyinggung mengenai uraian bentuk air heksagonal dari Masaru Emoto.

Berikut ini saya kutipkan sedikit kisah Masaru Emoto yang diambil dari renungan harian Café tanggal 20 September 2007.

Sejak sakitnya parah, jam empat pagi ia telah bangun. Padahal kata dokter kegiatan itu tidak banyak membantu, kankernya sudahmakin parah. Mungkin hanya tiga bulan saja ia dapat bertahan. Pesan dokter – ia harus banyak istirahat, mengurangi pekerjaan dan berdoa siapa tahu Tuhanmemberi waktu lebih panjang. Karena pesan ketiga itulah yang membuatnya amat mencintai pagi hari.

Maka, usai mencuci muka, ia keluar dan menaiki atap rumahnya. Selalu ada yang indah saat ia menatap kagum ke Timur. Udara segar dihirupnya dalam-dalam. Setiap kali dihembuskan nafas, tiba-tiba bibirnya terbisik doa, “Terima kasih!” Hanya itu saja. Ia tidak tahu kata itu keluar darimana. Tapi itu dilakukannya berulang-ulang. Tapi jika ingat kankernya, sekelumit rasa takut dan kecewa singgah di hatinya.

Mula-mula, ia hanya merasa, kalau pagi hari memang indah. Perasaannya jadi lebih tenang. Mengherankan, lama-lama ia tak memikirkan lagi sakitnya. Ia hanya merasa Tuhan begitu baik, Ia memberinya hari demi hari yang indah. Belum pernah ia mengalami perasaan setenang dan sebahagia ini. Ia sadar kalau sakitnya justru menjadikan hari-harinya amat indah. Bahkan saat ia menghembuskan nafas di pagi hari ia sering menyelipkan terima kasih kepada kankernya.

Masaru Emoto terbebas dari kanker ganas, karena kemampuannya menerima diri, bersyukur dan berterima kasih. Saat surfing di internet, saya menemukan bahwa Masaru Emoto adalah penemu struktur air heksagonal (sempurna) Menurut penelitian, air zam-zam dan air Lourdes berstruktur heksagonal.

Kembali ke tabloid Nyata … Dalam rubriknya, dr Tan Shot Yen mengingatkan bahwa darah manusia 83% terdiri dari air sehingga tubuh dapat diibaratkan sebagai bejana air. Sebagus apapun air yang kita minum, namun bila penampungnya (tubuh kita) berisi kesedihan, luka batin, marah, kecewa, dendam maka Kristal air dalam tubuh kita akan berubah bentuk menjadi tidak beraturan kembali dan akhirnya membawa masalah.

Setelah membaca uraian para pakar di atas, apakah Anda sependapat bahwa keikhlasan adalan kunci sukses dan sehat?

*) Agustinus Prasetyo adalah karyawan. Saat ini sedang belajar menuliskan hikmah dari peristiwa sehari-hari dan penulis buku “Panduan Cerdas Mengenali. Mencegah dan Mengobati Kanker Prostat” berdasarkan pengalaman mendampingi sang ayah tercinta.. Dapat dihubungi di agusprasetyo86@yahoo.com atau pada blog www.infosehat09hartonoprasetyo.wordpress.com

Telah di baca sebanyak: 1482
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *