Kolomnis

Latihan Mental yang Menyembuhkan

Suatu hari saya men-terapi seorang perempuan yang berusia sekitar 61 tahun. Ibu tersebut mengeluhkan masalah pada perutnya. Setelah melalui pemeriksaan medis, dokter mengatakan bahwa ibu tersebut mengalami masalah pada kandungannya. Ibu tersebut mengalami turun kandungan. Istilah turun kandungan adalah sebuah istilah yang sering dipakai dalam masyarakat kita. Dalam dunia medis disebut prolapsus uteri, hal yang dimaksud adalah rahim mengalami penurunan akibat otot-otot penyanggah rahim telah menjadi lemah. Hal ini biasanya terjadi pada perempuan yang sudah menopause atau pada perempuan yang sering melahirkan, atau yang suka bekerja berat.

Namun bukan hal itu yang akan kita bahas lebih lanjut. Ibu tersebut datang kepada saya dan bertanya apakah hipnoterapi bisa membantu perbaikan pada kandungannya tersebut? Saya pun menjawab, insyaAllah bisa. Maka ibu itu pun masuk ke kondisi pikiran yang rileks. Kondisi pikiran yang saya maksud adalah kondisi pikiran yang mendekati kondisi tidur, namun bukan tidur. Kondisi pikiran yang rileks ini mirip dengan kondisi saat kita mengalami mimpi saat tidur. Berbeda dengan tidur, dimana kesadaran kita samasekali terputus dengan realitas eksternal, kondisi pikiran yang rileks adalah kondisi dimana kesadarn kita masih aktif, sehingga klien yang di hipnosis masih mendengar panduan yang diberikan oleh terapis.

Setelah melalui sesi terapi sekitar 45 menit, Alhamdulillah proses terapi berjalan dengan baik. Saat selesai, saya bertanya kepada ibu tersebut, “Apakah ibu tadi merasakan sesuatu di perut ibu?. Ibu itu pun menjawab, “Iya. Saya merasakan ada yang bergerak pada perut saya, dan saya merasakan kondisi perut yang sekarang sangat nyaman”. Dan berdasarkan hasil pemeriksaan kembali, memang benar, kondisi rahim ibu tersebut telah kembali ke posisi normal.

Apa yang terjadi selama sesi terapi itu? Untuk menjawab pertanyaan ini, marilah kita melihat penelitian-penelitian yang dilakukan oleh para pakar ahli syaraf berkenan dengan pikiran dan otak. Penelitian Jeffrey M. Schwartz menemukan bahwa para penderita OCD (Obsessive compulsive disorder), suatu kondisi dimana pikiran di bombardir oleh berbagai pikiran-pikiran yang mengganggu, mengesalkan, dan tidak diinginkan (obsesi), untuk kemudian melahirkan suatu perilaku ritualistik (kompulsi), seperti mencuci tangan yang terlalu sering, memeriksa kunci pintu yang terlalu sering, memeriksa kompor terlalu sering, atau perilaku ritualistik yang terjadi berulang-ulang karena adanya desakan tanpa jelas, dapat disembuhkan dengan latihan mental. Para penderita OCD tersebut di scan otak mereka dan ditemukan bahwa otak bagian korteks frontalis orbital dan korteks striatum mengalami aktifitas yang terlalu berlebihan. Bagian ini terlalu membombardir seluruh bagian otak dengan perasaan-perasaan bahwa ada sesuatu yang salah.

Saat para penderita OCD diberi latihan mental dan kemampuan re-learning tentang perasaan-perasaan mereka, maka beberapa waktu kemudian para penderita OCD ini sembuh. Dan saat otak mereka dilihat kembali, ditemukan bahwa aktifitas pada bagian korteks frontalis orbital menurun drastis ketimbang sebelum terapi. Hasil ini tentu saja membuktikan bahwa suatu latihan mental yang tepat, dapat merubah kimiawi otak yang rusak, dan pada gilirannya mengubah diri kita. Apa yang dilakukan oleh Schwartz adalah penelitian pertama yang menunjukkan bahwa terapi kognitif-perilaku dapat mengubah otak kita. Schwartz kemudian berkata, “Penelitian ini membuktikan bahwa upaya yang dengan disertai kemauan keras dan kesadaran penuh dapat mengubah fungsi otak, dan bahwa perubahan otak yang diarahkan oleh diri sendiri ini merupakan kenyataan murni.” Sukses dan bahagia selalu untuk Anda!

*) Syahril Syam adalah seorang berlisensi NLP dan certified Hypnotherapist. Beliau juga adalah seorang konsultan, terapis, public speaker, dan seorang sahabat yang senantiasa membuka diri untuk berbagi dengan siapa pun. Ia memadukan kearifan hikmah (filsafat) timur dan kebijaksanaan kuno dari berbagai sumber dengan pengetahuan mutakhir dari dunia barat. Ia juga adalah penulis buku best seller The Secret of Attractor Factor. Teman-temannya sering memanggilnya sebagai Mind Programmer, dan dapat dihubungi melalui ril@trainersclub.or.id

Telah di baca sebanyak: 1684
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *