Kolom Bersama

Masih Maukah Kita Berbuat Buruk?


Oleh: Radinal Mukhtar
“ Kebaikan tidaklah akan dibalas dengan keburukan, Sebagaimana petani yang tidak akan menuai hasil dari tanaman yang tidak ditanamnya (Abu Al-‘Atahiyah)”
Ketika saya sedang menempuh pendidikan di pondok pesantren Ar-Raudhatul Hasanah, Medan, salah seorang Ustadz pernah bercerita mengenai kisah hidup seorang pengusaha tekstil terkenal di dataran Saudi Arabia. Kisah tersebut sampai saat ini telah di abadikan di dalam buku “Qiro’atul Wafiah” karya Abdul Fattah Sibry dan Ali Umar.

Dikisahkan bahwa terdapatlah seorang anak kecil yang berjalan di tengah pasar untuk sekedar mendapatkan pekerjaan yang memberinya upah makan. Maka ketika ia melihat seseorang lewat di depannya, ia akan selalu bertanya tentang apakah ada pekerjaan yang bisa ia lakukan untuk mendapatkan upah. Begitu seterusnya.

Namun. Di lain pihak, para pejalan kaki menyangka bahwa ia hanyalah seorang anak kecil yang mengemis. Tanpa menjawab pertanyaan yang dilontarkan sang anak tersebut, para pejalan kaki melempari uang receh kepadanya. Maka sang anak hanya bisa berdoa untuk kebaikan para pejalan kaki tersebut.

Suatu hari, seorang saudagar kaya lewat dan tanpa ia sadari dompetnya terjatuh dari kantongnya, tepat di depan sang anak. Sang anak, yang telah di ‘cap’ oleh masyarakat sebagai seorang pengemis langsung mengambil dompet tersebut. Dengan setengah berlari, sang anak mengejar saudagar kaya tersebut.

“Tuan! Dompet anda telah terjatuh tepat di hadapanku. Maka dari itu, sudah sepantasnyalah aku mengembalikannya.” Ujarnya dengan sedikit menutupi bajunya yang robek.

Sang saudagar pun tersenyum seraya berkata, “Aku kagum terhadap kejujuranmu, Nak! Dan aku telah diajari oleh orang tuaku untuk membalas setiap kebaikan orang lain dengan kebaikan. Ambillah ini!” ujar sang saudagar memberikan semua isi dompet tersebut kepada sang anak.

“Tuan saudagar! Jika engkau diajari oleh orang tuamu untuk membalas setiap kebaikan orang lain dengan sebuah kebaikan pula, maka aku diajari oleh orang tuaku untuk tidak mengharap balasan dari setiap kebaikan yang telah aku kerjakan.”

“Jika memang kau menolak pemberianku ini, maka sudilah kiranya kau ikut bersamaku untuk bekerja” sang saudagar menawarkan balas jasa dalam bentuk lain.

Maka, ikutlah sang anak tadi dengan saudagar dan di pekerjakan sebagai karyawan tekstil sebuah perusahaan. Lambat laun, karena keuletan, tanggung jawab dan juga usahanya, anak tersebut menjadi direktur pada perusahaan tersebut menggantikan sang saudagar yang sudah meninggal dunia.

***

Dalam menjalani kehidupan, kita sering mendapatkan sebuah keberuntungan yang tak pernah kita duga-duga. Begitu pula dengan musibah dan ujian, kita sering merasakan bahwa musibah dan ujian tersebut datang tanpa ada pemberitahuan sama sekali. Sehingga sering kita berucap, “mimpi apa aku semalam” untuk menggambarkan keheranan akan kejadian-kejadian tersebut.

Namun sadarkah kita bahwa semua itu sebenarnya adalah buah dari kebaikan-kebaikan yang telah kita kerjakan dimasa lalu? Sebagaimana yang telah dituliskan oleh Jamil Azzaini dan kawan-kawan dalam bukunya Kubik Leadership, setiap manusia mempunyai tabungan masing-masing, baik itu tabungan kebaikan maupun tabungan keburukan. Bila tabungan keburukan yang kita miliki, maka bersiaplah untuk menuai keburukan di waktu kelak. Dan sebaliknya, jika kebaikan yang kita tabung, maka kebaikan jualah kelak yang akan kita nikmati.

Maka dari itu, sudah sepantasnyalah kita berkaca bila akhir-akhir ini mendapatkan musibah ataupun ujian. Jangan-jangan, ujian ataupun musibah tersebut adalah buah dari perbuatan buruk dan keji kita di masa lalu. Dan sudah sepantasnyalah kita untuk bersyukur bila akhir-akhir ini diberikan kenikmatan dan keberhasilan karena itu adalah buah kebaikan dan kebajikan yang telah kita tanam dan inilah saatnya untuk menuai.

Lalu, masih maukah kita berbuat buruk?

* Radinal Mukhtar Harahap; Alumnus PP. Ar-Raudhatul Hasanah ini dilahirkan pada tanggal 25 Juli 1988 di kota Pekan Baru, Riau. Setelah menempuh pendidikan dasar, pindah ke Kota Medan untuk menyelesaikan pendidikan menengah pertama dan atas. Kini, sedang menempuh pendidikan strata-1 (S1) di IAIN Sunan Ampel Surabaya sambil “nyantri di Pesantren kampus tersebut. Dapat dihubungi di email radinal88@gmail.com atau di blog pribadi http://kumpulan-q.blogspot.com. Dapat juga di hubungi di nomor 081331185527

Telah di baca sebanyak: 1224
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *