Kolom Alumni

Memaknai Hidup

Oleh: Sugeng Widodo

Dalam sesi workshop saya, ada seorang ibu bertanya, “Mengapa hidup saya selalu saja ada masalah. Masalah yang satu selesai, timbul masalah lain lagi, bahkan masalah yang sama pun muncul lagi, muncul lagi?”

Ia saya minta membuka catatannya tentang arti hidup yang ditulis sebelumnya. Ternyata ia menulis arti hidup persis seperti pertanyaan yang diajukan, “Hidup adalah rangkaian mengatasi masalah.” Jadi, dengan definisi seperti itu wajarlah kalau ia sering menghadapi masalah.

Definisi apa arti hidup yang kita buat umumnya adalah menggambarkan tentang kehidupan yang kita jalani. Anda ingin mengubah bagaimana Anda menjalani hidup ini mulailah dengan mengubah apa arti hidup menurut Anda.

Definisi Arti Hidup Anda?
Sediakan waktu lima hingga sepuluh menit sekarang tulislah lima atau lebih yang bisa Anda tulis definisi, “Apa arti hidup menurut Anda?” Tulislah secara spontan. Setelah Anda tulis silakan cek ada berapa definisi: Kurang dari lima, lima seperti yang saya minta, atau lebih dari lima.

Apa yang Anda tulis menggambarkan bagaimana Anda menjalani hidup ini. Tulisan Anda, apapun isinya dan berapapun jumlahnya sungguh merupakan cermin pikiran bawah sadar Anda.

Jumlah definisi yang Anda tulis, kalau kurang dari lima, biasanya Anda bekerja atau menjalani hidup ini dibawah standar yang seharusnya. Anda bekerja di bawah standar kemampuan dan potensi yang sebenarnya. Anda bekerja kurang dari jumlah jam kerja yang ditetapkan. Kabar buruknya, jika gaya hidup seperti itu dipertahankan, akibatnya karir Anda lambat naik bahkan bisa tidak akan berkembang. Jika Anda berbisnis, bisnis Anda cepat atau lambat akan turun karena ditinggalkan pelanggan Anda.

Apakah jumlah definisi yang Anda tulis tepat, seperti yang saya minta, sebanyak lima definisi. Kalau jumlahnya lima, Anda biasanya memiliki gaya hidup yang standar atau biasa-biasa saja. Anda merasa cukup bekerja sesuai dengan imbalan yang Anda terima. Anda disiplin dalam bekerja seuai dengan jumlah jam kerja yang ditetapkan di kantor. Gaya hidup seperti ini sudah bagus. Secara umum Anda menjalani hidup ini sudah sesuai dengan kemampuan Anda dan standar hidup wajar.

Kalau Anda menulis definisi lebih dari lima. Ini yang paling bagus. Anda tergolong orang yang memiliki pelayanan bagus. Anda termasuk orang yang suka memberi manfaat atau nilai lebih dari yang diharapkan. Jika Anda karyawan, tidak perlu takut, pertahankan gaya hidup Anda seperti itu. Karir Anda pasti berkembang, karena Anda orang yang langka dan penting bagi atasan, organisasi, dan perusahaan Anda.

Tentang apa yang Anda tulis, juga penting diperhatikan. Mungkin Anda menulis definsi: “Hidup adalah perjuangan,” “Hidup adalah memberi,” “Hidup adalah permainan,” “Hidup adalah ujian,” “Hidup adalah petualangan”.

Apapun definisi Anda tidak ada yang salah atau benar, karena itulah gambaran hidup Anda selama ini. Bagaimana Anda menjalani hidup ini tercermin pada definisi yang Anda tulis. Jika Anda mendefinisikan “Hidup adalah perjuangan,” sepanjang hidup Anda akan merasa berjuang terus. Kalau Anda menikmati perjuangan itu, tidak masalah. Tetapi, kalau perjuangan itu menjadi beban sehingga Anda tidak bisa menikmati hidup ini, sebaiknya definisi tersebut diubah

Redefinisi Arti Hidup
Rasakan perbedaannya apabila Anda memiliki definisi tentang hidup, seperti: “Hidup adalah anugerah Allah yang mesti kita syukuri” atau “Hidup adalah sesuatu yang berharga”. Hidup akan terasa lebih nikmat.

Bagaimanapun kehidupan kita sekarang, tetaplah bersyukur kepada Tuhan. Kasih sayang Tuhan masih lebih besar dibanding kesengsaraan yang kita alami. Meskipun, Anda kurang beruntung karena menjalani hidup sederhana. Anda sudah lama berjuang keras untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga, namun belum berhasil, bahkan sedang menghadapi masalah berat dan belum terselesaikan.
Banyak sekali anugerah Allah yang dapat kita nikmati. Satu diantaranya adalah hidup. Selama roh kita masih melekat di jasad, kita punya banyak peluang untuk memperbaiki keadaan.

Jika kita termasuk orang yang jauh dari Tuhan, bahkan suka melanggar perintah-Nya atau melanggar larangan-Nya, maka masalah yang kita hadapi sekarang boleh jadi merupakan hukuman. Kita sebaiknya ikhlas menerimanya. Bukankah lebih baik di hukum di dunia ini daripada di akhirat nanti. Apalagi hukuman di akhirat sangat berat dan bersifat abadi.

Musibah yang kita alami bisa jadi merupakan teguran dari Tuhan. Kita sudah mengikuti petunjuk-Nya, tetapi setelah mendapat kenikmatan hidup, kemudian kita lupa mensyukurinya. Teguran itu bisa saja dalam bentuk sakit parah, terlibat kasus hukum, kebangkrutan usaha, dan bentuk lainnya. Intinya, teguran itu maksudnya baik, yakni agar kita sadar dan kembali di jalan kebaikan seperti yang dikehendaki-Nya. Kalau kita adalah orang yang dekat dengan Tuhan, musibah, masalah berat itu merupakan cobaan atau ujian, jika lulus dari ujian itu, Tuhan akan memberikan karunia yang lebih besar lagi kepada kita.

Kita meyakini bahwa semua masalah itu mengandung maksud baik. Apapun yang terjadi pasti di dalamnya terdapat maksud baik. Kita harus bisa menemukan maksud baik itu di balik kejadian yang tidak kita inginkan. Dengan cara itu, kita akan lebih mudah menerima kenyataan bagaimanapun pahitnya.

Cara yang sederhana untuk mengubah kehidupan kita adalah dengan menulis kembali makna hidup seperti yang kita inginkan. Ingat, yang kita tulis adalah cermin pikiran bawah sadar yang menjadi blue print hidup kita. Tentu saja keinginan itu harus tunduk kepada kehendak Tuhan. Mengapa? Karena tujuan penciptaan manusia adalah untuk mengabdi kepada Tuhan dengan ikhlas. Selama kita konsisten pada jalur pengabdian kepada Sang Khaliq, maka Dia pasti menjamin kita dengan memberikan kehidupan yang baik.

*) Sugeng Widodo, Alumni Writer Schoolen “Cara Cerdas Menulis Buku Best-Seller batch VI”. Penulis adalah trainer dan saat ini masih aktif sebagai staf ahli direksi AJB Bumiputera 1912.

Telah di baca sebanyak: 1574
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *