Kolom Alumni

Mencari Banyak Dalih

Oleh: Dudy Saragih

Setiap manusia pasti pernah mengalami kegagalan dalam hidupnya karena memang manusia hidup di dunia ini tidak ada yang sempurna, selalu merasa ada kekurangan. Bisnis hancur karena modal terbatas. Tidak bisa meyakinkan orang lain karena pendidikan tidak tinggi. Gagal dalam pencalonan menjadi ketua organisasi karena masih sangat muda. Tidak mau aktif dalam kegiatan sosial karena sudah tua atau karena kesehatannya yang buruk, dsbnya.

Alasan-alasan kegagalan tersebut sebenarnya tidak perlu ada dalam pikiran seseorang. Kalau alasan tersebut menjadi pembenaran, maka kita tak akan pernah melakukan evaluasi dan perbaikan hidup yang akibatnya tidak akan pernah maju-maju alias jalan di tempat saja.

Renungan di atas dapat dicontohkan dengan sebuah cerita seekor serigala dengan mangga. Suatu waktu seekor serigala yang sedang berjalan-jalan di hutan melihat pohon mangga yang berbuah lebat. Tergiur olehnya, serigala tersebut pun mulai mencoba memanjat pohon tersebut untuk mengambil buahnya. Pada percobaan pertama, dia gagal. Percobaan kedua, hasilnya sama. Tidak mau menyerah, sang serigala pun mencoba ketiga kalinya. Hasilnya tetap saja gagal. Setelah mencoba berulang-ulang serigala tersebut mulai putus asa, sampai akhirnya dia pun pergi dengan rasa tidak puas sambil berkata sinis dalam hatinya, mangga itu rasanya asam.

Dari cerita di atas kita bisa menarik pelajaran, sudah sepantasnya didalam hidup kita membuang jauh-jauh konsep berpikir yang hanya mencari alasan pembenaran jika kita merasa gagal dalam hidup ini. Kita selalu berdalih bila tak mampu melakukan sesuatu. Saat tidak berhasil dalam rencana dan tindakan, selalu kambing hitam yang muncul. Itu adalah suatu pola berpikir yang salah.

George Washington Carver, seorang penemu sekaligus ahli kimia yang sukses pernah berkata, “Sembilan puluh sembilan persen dari semua kegagalan berada dari kebiasaan orang-orang yang punya kebiasaan berdalih.” Manusia yang selalu membuat alasan pembenaran pasti akan membuat alibi agar orang banyak memaklumi ketidakberhasilannya dan iba akan kegagalan tersebut. Tapi perlu diingat, bahwa dalih-dalih yang dibuat tersebut pasti tidak akan membawa kita ke puncak sukses hidup. Kerja keraslah yang dapat membawa kita ke puncak sukses.

*) Dudy Saragih, alumni workshop “Cara Cerdas Menulis Artikel Menarik batch XII” ini dapat dihubungi di dudysaragih@yahoo.com atau www.dudysaragih.blogspot.com

Telah di baca sebanyak: 1136
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *