Artikel Terbaru

Menerjang Resiko

Dua biji tanaman tergeletak bersisian di dalam tanah musim semi yang subur. Biji pertama

berkata,” Aku ingin tumbuh ! Aku ingin menghujamkan akar-akarku dalam-dalam ke tanah di bawahku,

dan menusukkan kecambah-kecambahku untuk menembus lapisan tanah di atasku. Aku ingin

menebarkan kuncup-kuncupku yang lembut laksana panji-panji yang mengumumkan datangnya musim

semi… aku ingin menikmati kehangatan mentari di wajahku serta berkah embun fajar di atas kuntum-
kuntum bungku!”

Dan ia pun tumbuh.

 

Biji kedua berkata, “Aku takut. Kalau aku mengarahkan akar-akarku ke tanah ke bawah sana, aku

tidak tahu apa yang akan kuhadapi di dalam kegelapan. Bila aku mencari jalan melalui tanah yang keras

di atas sana, boleh jadi aku akan merusakkan kecambah-kecambahku yang halus… bagaimana pula kalau

aku memmbiarkan pucuk-pucukku terbuka dan seekor bekicot mencoba melahapnya? Dan bila aku

memekarkan kembang-kembangku, seorang anak kecil mungkin akan merenggutku dari tanah. Tidak,

juah lebih baik bagiku untuk menanti di sini sampai keadaan menjadi aman.”

Dan ia pun menunggu.

 

Seekor babon yang mengais-ngais mencari makanan di atas tanah permulaan musim semi

akhirnya menemukan biji yangt engah menunggu itu, dan secepat kilat menelannya.

Mereka yang menolak untuk menempuh resiko dan untuk berkembang akan ditelan oleh

kehidupan.

(*Patty Hansen)

Telah di baca sebanyak: 729
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *