Andrew Ho

Mengapa Orang Kaya Semakin Kaya dan Orang Miskin Semakin Miskin?


“The real source of wealth and capital in this new era is not material things. It is the human mind, the human spirit, the human imagination, and our faith in the future. – Sumber kekayaan dan modal di era ini sesungguhnya bukanlah bersifat materi. Kekayaan dan modal terbesar itu sesungguhnya adalah pikiran, semangat, imajinasi, dan keyakinan manusia itu sendiri untuk masa depannya.”
Steve Forbes

Definisi kaya dan miskin itu sangat kontras satu sama lain. Menjadi kaya itu adalah memiliki segala yang kita butuhkan, sedangkan menjadi miskin itu kekurangan segala yang kita butuhkan. Sesuatu yang sangat menentukan seseorang menjadi kaya atau miskin itu ternyata mindset atau pola berpikir.

Seandainya uang di seluruh dunia ini dikumpulkan, lalu dibagikan secara merata kepada semua orang di dunia ini. Mungkin dalam waktu 2 sampai 5 tahun kemudian, uang akan datang kembali kepada orang-orang yang memiliki pola pikir kaya, karena pola pikir orang kaya telah terasah bagaimana mengais uang dan cukup cerdas mengelolanya dengan baik. Sedangkan orang-orang dengan pola pikir miskin tentu akan menjadi miskin lagi.

“Peluang tersebar luas dan setiap orang memiliki kesempatan menjadi kaya apapun latar belakang atau asal usulnya.”
Wallace D Wattles dalam bukunya The Science of Getting Rich

Orang kaya memiliki pola pikir yang luar biasa, bertolak belakang dengan pola pikir orang miskin. Pola pikir orang kaya bukan diperoleh dari para leluhur mereka, dari pendidikan, ataupun keberuntungan semata. Pola pikir orang kaya dapat dipelajari dan diadopsi siapapun, karenanya peluang menjadi kaya juga dapat diperoleh siapapun juga.

Berikut ini adalah 10 perbedaan pola pikir orang kaya dan orang miskin diantara ratusan perbedaan pola pikir orang kaya dan orang miskin. Anda dapat mengadopsi 10 pola pikir orang kaya berikut ini, karena telah terbukti mampu menjadikan kualitas keuangan mereka (orang kaya) meningkat pesat.

1. Orang kaya percaya bahwa kehidupan mereka sangat bergantung pada seberapa besar dan serius usaha mereka. Bagi mereka kesuksesan itu harus diperjuangkan sekuat tenaga. Mereka merasa bertanggung jawab untuk melakukan sesuatu agar mampu meraih kesuksesan, sambil terus belajar dan berusaha memperbaiki diri.

Pola kerja orang kaya lebih agresif mengambil langkah-langkah progresif. Meniru pola pikir dan pola kerja orang kaya yang agresif itu mungkin sulit pada langkah-langkah permulaan saja. Usahakan untuk selalu melangkah, walaupun langkah kecil tetapi jika Anda kerjakan secara konsisten itu akan memudahkan pekerjaan dan lebih memastikan keberhasilan Anda mencapai tujuan.

Sebaliknya, orang miskin hanya menerima apa yang terjadi dalam kehidupan mereka, tanpa ada usaha maksimal untuk memperbaiki keadaan mereka. Kalaupun terpaksa bekerja keras itu hanyalah untuk memenuhi tagihan atau kebutuhan sehari-hari. Kesulitan hidup hanya mereka jadikan alasan untuk selalu menyalahkan orang lain, dan itu sebenarnya melenyapkan kekuatan mereka sendiri untuk menjadikan masa depan lebih baik.

2. Orang kaya bersedia menanggung resiko, termasuk resiko menghadapi kegagalan. Mereka tidak mudah terlena jika meraih kesuksesan, dan mereka juga selalu dapat melihat sisi positif dari setiap kegagalan. Mereka mempunyai motivasi, optimisme dan keberanian yang luar biasa dalam menciptakan dan membesarkan usaha.

Sebuah pepatah bijak menyebutkan, “Rich people play the money game to win but poor people play the money game just not to lose money. – Orang kaya memainkan uangnya supaya menang, tetapi orang miskin memainkan uangnya supaya tidak kehilangan (uang).”

Orang kaya tidak pernah takut gagal. Mereka aktif berpikir dan berusaha mengembangkan usaha dan berinvestasi di pasar saham, reksadana, properti, emas, atau valuta asing. Mereka sangat pandai beradaptasi dan peka terhadap kebutuhan orang lain, dan itu menjadikan mereka mampu menciptakan peluang dan mengambil keuntungan meskipun dalam situasi ekonomi sedang sulit.

Sedangkan orang miskin hanya menjadi pengamat atas perkembangan yang sedang terjadi, dan bukan menjadi bagian dari perubahan tersebut. Hal itu dikarenakan mereka tidak berani menanggung resiko dan cenderung mencari aman. Alhasil, mereka selalu kehilangan peluang potensial. Sikap mereka yang pasif terhadap perubahan yang sangat cepat, misalnya inflasi, kemajuan aplikasi tehnologi, dan lain sebagainya, sesungguhnya telah menempatkan mereka pada posisi tidak aman karena justru menjadikan mereka korban perubahan terutama inflasi.

3. Orang kaya fokus pada kesempatan dan potensi mereka agar terus berkembang, meraih dan memperbaiki tujuan. Walaupun untuk itu mereka harus berusaha lebih keras dari kebanyakan orang, menanggung resiko yang lebih besar, serta melakukan hal yang tidak populer dan tidak disukai sebagian besar orang. Mereka seakan tidak pernah berhenti berpikir dan berusaha untuk terus bergerak maju.

Fokus pada visi dan selalu mengarahkan pandangan ke depan akan membantu Anda menemukan kesempatan dan mengembangkan potensi. Visi yang kuat akan mendorong Anda untuk peka dan aktif menciptakan peluang. Selanjutnya Anda akan menjadi lebih berani dan agresif menciptakan pundi-pundi penghasilan baru.

Sebaliknya, orang miskin selalu berpikir tentang apa yang tidak mereka miliki, apa yang harus dilakukan orang lain, dan fokus pada masalah. Mereka tidak berusaha untuk mencari atau menciptakan peluang baru, melainkan mencari aman dengan menekuni profesi yang jauh dari resiko. Tidak mengherankan jika peluang mereka untuk berkembang dan mencapai kemandirian keuangan sangat minim.

4. Orang kaya berani bermimpi besar (dare to think big). Mereka tidak akan pernah terlalu lama tenggelam dengan kejayaan yang berhasil mereka capai. Mereka juga tidak akan berlama-lama bersedih. Mereka selalu ingin lebih baik, dan itulah yang mendorong mereka untuk terus menciptakan peluang dan inovasi baru.

Pandanglah masa depan sebagai kesempatan untuk bergerak maju, lalu segera menyusun langkah-langkah nyata dan mengerjakannya. Pasti ada banyak hal yang dapat Anda kerjakan, karena itu fokuslah pada potensi Anda dan segala sesuatu yang dapat Anda kerjakan. Kehidupan ini memang tidak menyediakan apa yang Anda impikan, tetapi kehidupan ini menyediakan segala yang Anda butuhkan untuk meraih semua yang Anda impikan.

Sedangkan orang miskin cenderung malas. Mereka merasa nyaman walaupun sedang mengalami keadaan ‘sulit’. Sehar-hari mereka hanya berharap keberuntungan datang tiba-tiba tanpa diusahakan terlebih dahulu. Parahnya lagi, mereka memandang negatif semangat dan ketekunan orang-orang kaya sebagai suatu bentuk ‘keserakahan’ dan ‘tidak pernah terpuaskan’.

5. Orang kaya selalu berpikir dan bertindak positif, dalam situasi ekonomi yang baik maupun situasi ekonomi sedang krisis. Salah satu yang mereka pikirkan biasanya adalah, “Jika orang lain dapat melakukannya berarti saya juga pasti bisa.” Dengan keyakinan yang begitu besar dan positif itulah mereka mampu terus berusaha walaupun mengalami bermacam tantangan, sampai berhasil menciptakan peluang dan mendulang pundi-pundi uang darinya (usaha mereka).

“Saya selalu yakin, bahwa saya akan kaya dan tak pernah meragukannya walau hanya semenit. – I always knew I was going to be rich. I do not think I ever doubted it for a minute.”
Warren Buffet, investor saham berkebangsaan Amerika Serikat dan salah satu orang terkaya di dunia.

Mereka (orang kaya) memiliki keyakinan yang tinggi bahwa mereka pasti berhasil menciptakan sumber penghasilan yang besar suatu hari nanti. Keyakinan itulah yang memungkinkan mereka selalu melihat peluang dimana-mana dan memotivasi mereka untuk aktif melakukan tindakan yang semakin menjadikan hidup mereka lebih makmur. Itulah mengapa dikatakan bahwa orang kaya bagaikan magnet uang dikarenakan sistem keyakinan mereka itu.

Sedangkan sistim keyakinan orang miskin sama sekali bertolak belakang, yaitu selalu berpikir negatif dan pesimis. Sistem kepercayaan orang miskin (yang negatif) itu juga terus tumbuh, sehingga mereka semakin enggan berusaha. Hasilnya mereka menjadi semakin miskin.

6. Orang kaya mampu bertindak cepat dalam mengambil keputusan, dan tidak mudah berubah pikiran. Mereka mengetahui tujuan yang hendak mereka capai ketika sedang menciptakan keputusan. Mereka menyadari bahwa sebuah keputusan akan mendorong mereka untuk melakukan sesuatu, dan pada akhirnya memberikan hasil sesuai yang diinginkan suatu hari nanti.

Orang kaya lebih berkomitmen kepada visi, tujuan dan keputusan mereka. Mereka berusaha selalu sabar dan tabah menghadapi segala tantangan dalam berbisnis dan kehidupan pribadi. Mereka sadar bahwa perbedaan orang sukses dan gagal terletak pada ketabahan atau ketangguhan karakter.

Kebalikannya, orang miskin tidak mudah membuat keputusan. Mereka sulit sekali menetapkan keputusan, tetapi sangat cepat berubah pikiran. Sikap demikian dikarenakan mereka selalu pesimis dan was-was keputusannya keliru. Mereka seakan-akan menderita sindrom pesimisme dan kekhawatiran yang akut.

7. Orang kaya adalah orang yang senang belajar dari buku maupun orang-orang yang sudah sukses dan berpengalaman. Mereka berusaha meluangkan waktu untuk berdiskusi atau bertukar pikiran mengenai ide tentang peluang bisnis dan perkembangan terkini. Selain belajar sambil bekerja, mereka tidak segan mengajarkan ilmu dan pengalaman kepada orang lain.

Semangat untuk terus belajar dan kehati-hatian memilih teman-teman yang positif akan sangat membantu Anda melihat peluang bisnis dan meraih kesuksesan. Warren Buffet, sang raja investasi itu menyebutkan lebih baik bergaul dengan orang yang kualitas dan sikapnya lebih baik dari Anda, karena ia secara tidak langsung akan membawa Anda menjadi lebih baik. Kebiasaan dan teman-teman Anda saat ini sesungguhnya memberikan pengaruh terhadap masa depan Anda.

Sedangkan orang miskin enggan belajar dari orang lain, karena menganggap dirinya sudah pandai dan mengetahui segala hal. Orang miskin tidak senang bergaul dengan orang kaya karena iri hati dan juga terlalu rendah diri. Mereka lebih senang berkumpul dengan ‘sejenisnya’ tetapi hanya untuk bergosip. Parahnya, mereka enggan berbagi apapun karena merasa hidupnya sendiri sudah serba sulit.

8. Orang kaya memiliki kemampuan menahan keinginan untuk bersenang-senang, sebelum tujuan mereka tercapai. Orang kaya menunda kenikmatan hidup sampai kondisi mereka benar-benar mampu (secara keuangan). Mereka lebih mementingkan tujuan yang lebih besar dan bersifat jangka panjang, dan bukan kesenangan sesaat.

Orang kaya mempunyai kemampuan manajemen keuangan yang sangat baik. Mereka cenderung bergaya hidup sederhana, tidak boros atau bermewah-mewah. Sesekali mereka memang membutuhkan kesenangan, tetapi itu berbiaya jauh lebih kecil dibandingkan dengan pendapatan mereka. Motivasi menunda kesenangan itu dikarenakan mereka memahami tujuan investasi dan semangat mengembangbiakkan dana.

Orang miskin tidak mampu mengerem kesenangan karena mereka tidak mampu membedakan mana keinginan dan mana kebutuhan. Mereka tidak mempunyai cukup tabungan dan hidup sibuk ‘gali lubang tutup lubang’, karena uang mereka habis untuk mengejar kesenangan. Keadaan seperti itu semakin menyulitkan kehidupan mereka. Alhasil, kehidupan yang serba sulit menjadikan mereka tak pernah terpikir untuk mengejar kehidupan yang lebih berarti.

9. Orang kaya akan berusaha mengembangkan bisnis dengan menyatukan kekuatan banyak orang untuk menciptakan sumber penghasilan yang lebih besar lagi. Mereka lebih percaya pada kekuatan sebuah tim. Mereka menganggap sinergi dari sekumpulan manusia yang berbeda bakat dan kemampuan akan menciptakan kekuatan yang dahsyat.

Bangga terhadap kemampuan dan potensi diri sendiri memang baik. Tetapi kemampuan mendorong orang lain mengembangkan potensi secara maksimal dan memanfaatkan potensi yang ada di sekeliling itu akan jauh lebih baik. Itulah cara meningkatkan pundi-pundi penghasilan diri sendiri, sekaligus menghargai dan mengembangkan keunggulan orang lain.

Sementara orang miskin selalu merasa iri, sehingga kesulitan menghargai keunggulan orang lain apalagi mengembangkan dan memanfaatkannya. Usaha mereka selalu mengandalkan kemampuan diri sendiri saja. Sumber penghasilan mereka hanya berasal dari usaha keras, pengorbanan waktu dan tenaga pribadi. Itulah mengapa penghasilan mereka sangat terbatas, dan cenderung menurun seiring bertambahnya usia dan kondisi kesehatan yang menurun.

“I would rather earn 1% of 100 people’s efforts than 100% of my own efforts. – Lebih baik saya mendapatkan 1% dari usaha bersama 100 orang daripada 100% dari saya sendiri.”
John Paul Getty (7 September 1932 – 17 April 2003), salah satu dari orang terkaya di Amerika Serikat.

10. Orang kaya fokus pada peningkatan kualitas hidup. Mereka akan pensiun dalam keadaan sejahtera. Mereka juga menikmati lebih banyak waktu dan lebih sehat dari kebanyakan orang seusianya.

Usaha meningkatkan kualitas hidup secara tidak langsung mendorong Anda untuk memperbaiki kualitas personal dan profesional. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan adalah mengadopsi dan menerapkan pola hidup sehat, meningkatkan energi dan vitalitas, memperbaiki kehidupan spiritual, ilmu pengetahuan dan lain sebagainya. Semua itu lebih menjamin keberhasilan Anda meningkatkan kesejahteraan.

Sedangkan orang miskin fokus untuk bekerja saja, dan keterbatasan ekonomi membuat mereka tidak pernah menemukan masa pensiun. Tetapi seiring usia bertambah, standar kehidupan mereka menurun hingga 40-75%. Walaupun sudah tua dan tidak berdaya mereka masih harus berjuang keras untuk bertahan hidup, atau bergantung pada bantuan orang-orang sekitarnya.

Sepuluh perbedaan antara orang kaya dan orang miskin tersebut menunjukkan bahwa dunia nyata kita hanyalah satu cerminan dari dunia batin. Berhati-hatilah dengan pola pikir, karena akan menjadi tindakan. Sedangkan tindakan akan menentukan nasib Anda.

“Bila Anda ingin mengubah buahnya, maka Anda harus mengubah akarnya. Kalau Anda ingin mengubah yang kelihatan, maka pertama yang harus Anda ubah adalah yang tidak kelihatan (pikiran).”
T. Harv Eker, penulis Secret of The Millionaire Mind

Bila Anda ingin kaya kuncinya adalah kemampuan mengendalikan pikiran menjadi lebih positif. Walaupun mengendalikan pikiran itu adalah tantangan besar, berusahalah sekuat tenaga untuk tidak memberi ruang sedikitpun kepada pikiran negatif. Ketika Anda selalu berpikir dan bersikap positif, berarti Anda sudah mengembangkan kekuatan alamiah yang dahsyat dari dalam diri Anda untuk mendulang pundi-pundi uang yang lebih besar. Be positive, pasti kaya!

* Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best seller.
www.andrewho-uol.com


Telah di baca sebanyak: 13159
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *