Menulis Itu Gampang?
August 18, 2009 by admin
Filed under Kolom Bersama
Membaca tulisan P. Priagung yang dimuat tanggal 27 Juli 2009 dengan judul “Menulis itu Gampang” membuat saya tergelitik. Apa benar menulis itu semudah isi tulisan di atas.
Setelah merenung sebentar, saya berpikir bahwa hal itu mungkin benar tapi tergantung kriterianya. Bila kriterianya hanyalah agar orang lain mengerti tentang apa yang kita tulis, maka selama kita menerapkan pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar mengenai Subyek, Predikat, dan Obyek maka pernyataan menulis itu gampang adalah benar 1000%.
Namun tentunya hal itu barulah langkah awal, ibaratnya kita masuk TK dalam sekolah menulis. Setelah itu tentunya ada SD, SMP, SMA dan Universitasnya yang berupa sebutan penulis buku best seller seperti para kolumnis di website pembelajar (dot) com ini.
Menilik isi tulisan dari para pengisi artikel di website pembelajar (dot) com ada beberapa tahap dalam sekolah menulis yaitu:
1. Kita Harus Yakin Bahwa Kita Bisa Menulis
Bila kita berpikir kita bisa maka pasti kita bisa dan pasti ada saja jalannya.
2. Mencari Mentor yang Baik (dan Gratis he.he).
Ada beberapa website serupa yang mengajarkan menulis dan menulis itu mudah, tapi yang jelas kita harus memilih yang cocok di hati.
Ketika P Adi Gunawan memperkenalkan website ini, nyali saya sempat ciut karena banyak sekali nama yang tersohor di bidang tulis menulis yang menjadi kolumnisnya dan saya berpikir apa bisa saya seperti mereka.
Untunglah saat website ini akan saya tutup, sempat saya melihat ada tulisan Kolom Bersama. Setelah membaca beberapa tulisan maka saya melakukan langkah pertama dan kedua dengan mulai mengirim tulisan ke website pembelajar (dot) com.
3. Tekun Dalam Menulis
Hal ini juga disinggung oleh P. Priagung dalam tulisannya “Menulis itu Gampang”
4. Menetapkan Target Pribadi
Beberapa target yang umum dari para penulis di Kolom Bersama adalah pemuatan artikelnya. Target lain adalah menulis buku. Target yang lebih tinggi lagi adalah menjadi kolumnis atau trainer dalam sekolah menulis.
5. Mengalahkan Hambatan yang Dijumpai
Hambatan yang umum dijumpai adalah tidak ada ide atau bosan menunggu artikelnya dimuat. Bila targetnya menulis buku, maka seandainya kantongnya pas-pasan, maka mencari penerbit yang mau menerbitkan adalah hambatannya
6. Kembali ke Langkah 3 yaitu Tekun Belajar Menulis
Sesuai dengan nama website ini yaitu pembelajar (dot) com
Bagaimana menurut Anda?
BE BETTER EVERYDAY
* Agustinus Prasetyo adalah karyawan.Saat ini sedang belajar menuliskan hikmah dari peristiwa sehari-hari dan menunggu kelahiran buku pertamanya. Dapat dihubungi di agusprasetyo86@yahoo.com
Telah di baca sebanyak: 18












Mungkin harus dibiasakan bagi saya untuk menulis dan banyak membaca..
menarik sekali artikelnya..
Menulis itu mudah bila untuk diri sendiri atau kalangan sendiri (misal milis). Tapi kalau sudah untuk kalangan luas, ternyata menulis itu tidak terlalu mudah…..Saya setuju agar menulis itu menjadi lebih mudah, kita perlu tekun belajar menulis terus, salah satunya dengan membaca tulisan dari orang lain.
Pengalaman selalu menuturkan, bahwa sesuatu pekerjaan—apa pun itu jenisnya — yang sebelumnya kita anggap sulit ternyata setelah dikerjakan tidak sesulit yang kita bayangkan sebelumnya.Seperti aktivitas menulis misalnya, kita sering beranggapan bahwa menuangkan isi pikiran di atas sebuah kertas adalah pekerjaan yang teramat sulit, sehingga kita sering mengurungkan niat kepenulisan kita sebelum mencobanya,dan akhirnya kita tidak pernah menuliskannya sama sekali. Padahal ketika kita mau mulai menuliskannya seiring dengan itu ide-ide seakan mengalir begitu saja dari kepala kita, dan jari jemari tangan kita pun seakan tidak mau berhenti menuangkan isi pikiran yang ada. Jika kita mau, ada saja tema atau topik yang bisa kita angkat untuk dijadikan sebuah tulisan yang menarik dan bermanfaat minimal buat diri sendiri dan ––syukur-syukur — juga bermanfaat buat orang banyak. Anehnya, ketika tulisan kita selesai biasanya tulisan kita pun jauh lebih bagus dari yang kita bayangkan sebelumnya. Sungguh sia-sia jika suatu saat kita “meninggal dunia” hanya sekadar meninggalkan sebuah “nama” , tanpa pernah meninggalkan sebuah jejak tulisan (sejarah) yang ada manfaatnya bagi keturunan kita. Bisa jadi itulah sebabnya jika William Shakespeare pernah berujar,”Apalah arti sebuah nama” . Yang pasti, nama Shakespeare tidak akan pernah dikenang dunia jika ia tidak meninggalkan jejak-jejak tulisan yang mendunia !
Berkaitan dengan semua itu, saya setuju benar dengan pendapat Bung Agus bahwa Menulis Itu Gampang. Yang membuatnya tidak menjadi gampang ketika dari awal kita telah mengatakan pada diri sendiri bahwa menulis itu sulit, maka dengan sendirinya kita akan sulit menuangkan semua ide-ide yang hendak kita tuliskan.Akhirnya semua terpulang dari sugesti awal dari diri kita sendiri, bukan para bijak pernah bertutur, kita adalah apa yang kita pikirkan.Ketika kita pikir kita bahagia, menderita, gagal, sukses, merana, nelangsa dan tersakiti maka kita dengan sendirinya serupa dengan apa yang kita pikirkan tersebut.
jangan takut gagal…menulis aja sebisanya pastilah nanti akan bnyk komentar dr para pembaca, disitulah kita belajar. manusia adalah insan yang dinamis tidak akan puas dengan apa yang ada begitu juga dalam menulis…….semoga (saya jg masih belajar)
memang menulis itu gampang,
buktinya sekarang saya sedang menulis pekerjaan yang gampang.
sebenarnya tidak gampang juga, karena kalau kita tidak tahu mau menulis apa.
yang penting kita tahu apayang akan kita tulis, seperti sekarang saya menulis beberapa kalimat gampang toh, enak toh, kalau begitu marilah kita menulis.
Masalahnya kita sangat malas untuk berkonsentrasi untuk menelorkan suatu tilisan yang bermutu.
Memang menulis itu indah jika dibuat berdasarkan pengalaman hidup dan pengalaman hati, jika di baca juga dengan hati, tulisan akan menjadi bermakna jika yang kita tulis membuat orang lain terenyuh atau pun ikut larut didalam tulisan itu, atau mungkin kita punya bakat menjadi seorang penulis cuma kita tidak menyadari atau kurang pede aja untuk memulai menulis tentang apa saja yang bisa di sharing pada orang lain sebagai pengalaman hidup yang mungkin punya kisah hidup yang tak bisa orang lain buat sebagai pembelajaran.
menulis itu gampang? rasanya kok “nggak” bagi saya. saya mau menulis buku pelajaran bahasa inggris untuk SMA. tapi gak tahu mulai dari mana? belm lagi nyari gambar untuk di tampilkan pada halaman tertentu. di mana gambar bisa didapatkan? satu lagi kesulitan mendapatkan “native speaker” untuk listeningnya. kalo ada yang tahu tlg info ke balikaelpro@yahoo.com
thank you
‘