Kolom Bersama

Menulis Itu Gampang?

Oleh: Agus Prasetyo

Membaca tulisan P. Priagung yang dimuat tanggal 27 Juli 2009 dengan judul “Menulis itu Gampang” membuat saya tergelitik. Apa benar menulis itu semudah isi tulisan di atas.

Setelah merenung sebentar, saya berpikir bahwa hal itu mungkin benar tapi tergantung kriterianya. Bila kriterianya hanyalah agar orang lain mengerti tentang apa yang kita tulis, maka selama kita menerapkan pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar mengenai Subyek, Predikat, dan Obyek maka pernyataan menulis itu gampang adalah benar 1000%.

Namun tentunya hal itu barulah langkah awal, ibaratnya kita masuk TK dalam sekolah menulis. Setelah itu tentunya ada SD, SMP, SMA dan Universitasnya yang berupa sebutan penulis buku best seller seperti para kolumnis di website pembelajar (dot) com ini.

Menilik isi tulisan dari para pengisi artikel di website pembelajar (dot) com ada beberapa tahap dalam sekolah menulis yaitu:

1. Kita Harus Yakin Bahwa Kita Bisa Menulis
Bila kita berpikir kita bisa maka pasti kita bisa dan pasti ada saja jalannya.

2. Mencari Mentor yang Baik (dan Gratis he.he).
Ada beberapa website serupa yang mengajarkan menulis dan menulis itu mudah, tapi yang jelas kita harus memilih yang cocok di hati.

Ketika P Adi Gunawan memperkenalkan website ini, nyali saya sempat ciut karena banyak sekali nama yang tersohor di bidang tulis menulis yang menjadi kolumnisnya dan saya berpikir apa bisa saya seperti mereka.

Untunglah saat website ini akan saya tutup, sempat saya melihat ada tulisan Kolom Bersama. Setelah membaca beberapa tulisan maka saya melakukan langkah pertama dan kedua dengan mulai mengirim tulisan ke website pembelajar (dot) com.

3. Tekun Dalam Menulis
Hal ini juga disinggung oleh P. Priagung dalam tulisannya “Menulis itu Gampang”

4. Menetapkan Target Pribadi
Beberapa target yang umum dari para penulis di Kolom Bersama adalah pemuatan artikelnya. Target lain adalah menulis buku. Target yang lebih tinggi lagi adalah menjadi kolumnis atau trainer dalam sekolah menulis.

5. Mengalahkan Hambatan yang Dijumpai
Hambatan yang umum dijumpai adalah tidak ada ide atau bosan menunggu artikelnya dimuat. Bila targetnya menulis buku, maka seandainya kantongnya pas-pasan, maka mencari penerbit yang mau menerbitkan adalah hambatannya

6. Kembali ke Langkah 3 yaitu Tekun Belajar Menulis
Sesuai dengan nama website ini yaitu pembelajar (dot) com

Bagaimana menurut Anda?

BE BETTER EVERYDAY

* Agustinus Prasetyo adalah karyawan.Saat ini sedang belajar menuliskan hikmah dari peristiwa sehari-hari dan menunggu kelahiran buku pertamanya. Dapat dihubungi di agusprasetyo86@yahoo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *