Kolom Alumni

Menyiasati Penggunaan Kartu Kredit Menjelang Lebaran

Oleh: Rina Dewi
Saya pernah menulis tentang “ Kartu Kredit Bisa Membantu Kita Menabung” dalam salah satu website wanita. Sekarang saya ingin menulis lagi tentang kartu kredit. Saya pikir ini sangat penting bagi setiap orang terutama bagi warga muslim yang akan menjalankan ibadah puasa dan menghadapi Lebaran.

Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri yaitu merayakan hari kemenangan bagi muslim yang menjalankan puasa dan berhasil melewatinya dari hari yang ditentukan. Dalam merayakan hari kemenangan tersebut selain bermaaf-maafan, Kebiasaan yang dilakukan adalah berkumpul bersama keluarga besar. Bagi keluarga yang merantau akan mudik untuk berkunjung kerumah orang tua atau yang dituakan. Nah kalau sudah berkumpul seperti ini maka setiap orang yang hadir disitu ingin kelihatan berpenampilan bagus bahkan ada yang terlihat pamer. Dengan menggunakan pakaian, sepatu/sandal, tas, handphone baru bahkan ada yang selalu ingin mengganti mobilnya ketika pulang kampung.

Pada umumnya mempersiapkan Lebaran dimulai dari bulan Ramadhan. Membeli pakaian baru untuk keluarga, membelikan oleh oleh untuk keluarga di kampung seperti anak-anak dari kakak, adik, tante, nenek. Belum lagi tetangga orang tua yang suka membantu orang tua ketika anak-anaknya tidak berada di situ.

Kalau dihitung-hitung oleh-oleh saja sudah sekitar 40 orang, ditambah belanjaan untuk keluarga sendiri. Dalam hal ini biasanya kartu kredit “beraksi” dalam membantu “menalangi” belanjaan. Mari kita lihat sebuah keluarga yang akan mendapatkan THR (tunjangan hari raya) dari perusahaannya dan sedang menghitung berapa kira-kira rencana pengeluaran untuk Lebaran. Walaupun ada rasa tidak enak karena keluarga ini dianggap yang paling berhasil diantara saudara-saudaranya, keluarga ini berfikir hanya akan memberikan kepada anak-anak dari saudara-saudara mereka,.

Adik dan kakak dari suami ada 8 orang, jumlah seluruh anak-anaknya ada 17 orang. Adik dan kakak dari istri ada 5 orang, jumlah seluruh anak-anaknya 10 orang. Tetangga yang suka membantu orang tua, ada 2 keluarga, kami sepakat akan membelikan mereka sedikit makanan sekedar ucapan terima kasih. Keluarga dikampung ada sekitar 10 orang yang harus dibelikan oleh oleh. Total semua yang harus dibelikan oleh-oleh sebanyak 39 orang. Wah luar biasa banyaknya, selama ini kami tidak pernah mendata orang-orang yang akan diberikan oleh-oleh. Rincian rencana belanja :

Oleh-oleh 39 orang @ Rp. 75.000,- = Rp. 2.925.000,-.
Pakaian anak-anak (2 orang) dan kelengkapannya = Rp. 1.000.000,-
Pakaian muslim istri dan suami & kelengkapannya = Rp. 1.000.000,-
Uang sangu orang tua kira-kira sebesar = Rp. 500.000,-
Ongkos mudik, bensin dan tol = Rp. 500.000,-
Uang saku perjalanan = Rp. 1.000.000,-
Biaya tak terduga = Rp. 1.000.000,-
Total = Rp. 7.925.000,-

THR yang akan diterima sebesar Rp. 10.000.000,-, dikurangi pinjaman tahun lalu Rp. 3.000.000,- jadi yang akan diterima sebesar Rp. 7.000.000,-. Setelah mengetahui keadaan ini, suami dan istri sepakat untuk menggunakan kartu kredit untuk belanja dengan pembayaran cicilan selama 6 bulan. Mereka datang kepada saya mendiskusikan hal ini. Setelah berbicara kira-kira 30 menit, saya mengetahui bahwa suami dan istri tersebut mempunyai 4 kartu kredit dari penerbit yang berbeda. Total biaya tahunan yang harus mereka bayar untuk keanggotaannya sebesar Rp. 1.500.000,-, dengan total pagu kredit sebesar Rp. 60.000.000,-. Menurut mereka kartu kredit membantu mereka dalam kebutuhan keluarga. Yang biasa mereka lakukan adalah dengan pembayaran cicilan. Setiap bulannya tagihan cicilan kartu kreditnya sebesar Rp. 2.300.000,- belum ditambah dengan pemakaian bulanan.

Setelah berdiskusi cukup panjang, akhirnya saya menyarankan :
• Kartu kredit diperlukan maximum 2 saja, dengan ini sudah menghemat sebesar Rp. 900.000,- pertahun.
• Dengan pagu kredit yang besar, maka akan memberikan kesempatan kepada kita untuk berhutang.
• Oleh oleh lebaran harus lebih realistis. Kumpulkan baju-baju bekas anak-anak yang sudah kekecilan dan layak pakai, diberikan kepada keluarga yang kurang mampu. Oleh-oleh lebaran dengan barang baru hanya bila kondisi sangat diperlukan
• Pakaian baru anak-anak dan suami istri tidak diperlukan, gunakan pakaian yang sudah ada. Bila berpikir tidak mau menggunakan pakaian yang pernah dipakai pada tahun lalu, gunakan pakaian yang sudah ada yang belum pernah dipakai pada Lebaran.
• Segera lunasi sisa pinjaman kantor dan cicilan kartu kredit.
• Selalu lakukan pembayaran full payment pada kartu kredit. Bila memang belum ada uang, lebih baik menunda belanja.
• Lebaran tahun depan, belanja hanya sesuai dengan kemampuan.

Bijaklah menggunakan kartu kredit, gunakan seperlunya, lakukan full payment. Apa bila ada berencana untuk mencicil, hubungi customer service kartu kredit untuk melakukan pembayaran cicilan. Jangan pernah melakukan minimum payment, bila ingin mencicil rencanakan dalam pengeluaran keuangan Anda.

*) Rina Dewi Lina; Alumni Workshop Cara Cerdas Menulis Buku Best-Seller batch XI ini dapat dihubungi langsung di rdlshell@yahoo.com

Telah di baca sebanyak: 1933
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *