Kolom Bersama

Merancang Fondasi Keahlian Memimpin

1651580shutterstock-170893943780x390
Oleh: Jazak YA*
@jazakYA

KOMPAS.com – “Jika anda memberi seseorang ikan, anda memberinya makan sehari, jika anda mengajarinya memancing, anda telah menghidupinya seumur hidup.”

Melanjutkan perjalanan kita untuk meraih keahlian memimpin pada edisi minggu lalu, sekarang untuk melengkapi kompetensi seorang pemimpin atau leader, maka dibutuhkan suatu keahlian dasar bagaimana bisa menjalankan fungsi-fungsi kepemimpinan.

Kembali kepada tugas utama seorang leader yaitu bertanggung jawab terhadap pengembangan orang, organisasi dan bisnis, kemampuan mengembangkan dan memperbaiki orang adalah mutlak.

Coaching Skill atau keahlian melatih adalah rangkaian teknik yang diciptakan untuk membantu pemimpin mengembangkan anak buahnya, sedangkan counseling skill adalah teknik yang didesain untuk membantu pemimpin memperbaiki kinerja anggota timnya.

Sehingga coaching skill dan counseling skill adalah rangkaian keahlian dasar memimpin yang wajib dimiliki oleh para pemimpin.

Coaching Skill (Keahian Melatih)
Definisi coaching adalah proses berkelanjutan untuk meningkatkan kinerja karyawan melalui proses pengembangan pada aktivitas sehari-hari.

Secara harfiah coaching berarti melatih, namun yang dimaksudkan disini adalah bagaimana seorang pemimpin mampu melatih anggota timnya sehingga mereka menjadi mandiri dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.

Berkat coaching, seorang leader tidak perlu lagi bangun tengah malam hanya untuk menjawab pertanyaan atau permintaan yang sebenarnya bisa dilakukan oleh anggota timnya.

Mengurangi ketergantungan terhadap leader dan membuat anggota tim menjadi mandiri adalah tujuan utama mengapa proses coaching diperlukan oleh pemimpin dalam mengembangkan organisasinya.

Kapan dan kondisi seperti apa coaching dapat dilakukan? Coaching hanya bisa dilakukan jika karyawan memiliki kesadaran (awareness) dan mau bekerjasama (cooperation) bahwa mereka membutuhkan pengembangan. Jika kondisi tersebut tidak ada, maka coaching tidak dianjurkan karena tidak akan menghasilkan apapun, apalagi jika karyawan memiliki resistensi atau penolakan terhadap proses coaching.

Resistensi terhadap Coaching mengindikasikan karyawan tersebut harus dikelola dengan pendekatan Counseling.

Elemen Melatih
Coaching atau melatih terdiri dari 2 elemen pendukung utama yaitu giving direction atau memberikan arahan dan perintah, kedua adalah coaching asking yang bermakna melatih dengan melibatkan.

Kita bahas secara singkat apa dan bagaimana kedua elemen coaching tersebut, serta keunggulan dan kerugian elemen tersebut.

Give Direction (memberikan arahan)
Memberikan arahan kepada anggota tim sebagai bagian dari proses coaching adalah dibenarkan jika dalam kondisi yang memerlukan pendekatan ini, situasi tersebut adalah jika, keamanan terancam akibat karyawan sangat baru terhadap tugas dan tanggung jawabnya, sehingga jika tidak diberikan arahan akan menyebabkan kesalahan yang fatal. Alasan kedua, pemimpin perlu memberikan arahan bila karyawan belum mampu menghasilkan kinerja yang yang ditargetkan.

Kerugian Giving Direction
Tapi tunggu dulu. Giving direction tidak 100 persen ideal. Giving direction memiliki beberapa kelemahan yang perlu diwaspadai sehingga harus diketahui kapan sebaiknya arahan dikurangi atau dihentikan. Kerugian itu adalah:
• Karyawan menjadi sangat tergantung kepada pemimpin
• Menurunkan motivasi
• Pemimpin kehilangan peluang untuk mengembangkan anak buahnya
• Menurunkan komitmen karyawan melaksanakn tugas, karena merasa disuruh saja tanpa dilibatkan
• Pemimpin kesulitan mengenali dan menemukan bakat atau talenta yang dimiliki anggota timnya

Coaching-Asking
Elemen berikutnya dalam proses coaching adalah coaching-asking, yaitu melatih dengan melibatkan karyawan dalam semua proses dan tahapan coaching. Coaching-asking memiliki kemiripan dengan democratic leadership style.

Coaching asking merupakan pendekatan yang sangat baik dan terbukti mampu meningkatkan efektifitas kepemimpinan, sehingga sangat dianjurkan untuk selalu digunakan jika kondisi tim kondusif dan memenuhi syarat untuk dilakukan.

Syarat tersebut adalah jika anggota tim memiliki kesadaran dan mau bekerjasama dalam pengembangan dirinya.

Keuntungan Coaching-asking
Coaching dengan melibatkan karyawan memiliki banyak keuntungan yang memungkinkan kedua belah pihak- pemimpin dan anggota tim- mendapatkan dampak positif dari proses coaching.
• Dapat berbagi ide-ide yang positif dan konstruktif
• Meningkatkan komitmen anggota tim
• Solusi lebih banyak atau variatif
• Meningkatkan manajemen diri masing-masing anggota
• Meningkatkan rasa percaya diri anggota tim
• Meningkatkan kemandirian dari yang dipimpin

* Jazak Yus Afriansyah adalah seorang Author , Coach, Trainer (ACT) of Professional Skill Series. Ia menulis Buku Seri Keahlian Profesional yang didesain untuk melengkapi dan membekali para professional dan entrepreuner dengan Knowledge dan Skill yang diperlukan untuk menjawab tantangan dan menangkap peluang bisnis sekaligus menumbuhkan dan mengembangkan karir profesional, beberapa buku Seri Keahlian Profesional yang telah terbit dan akan terbit.

Berikut buku yang ditulis Jazak: Basic Leadership Skill: Coaching and Counseling (2012), One Minute Selling in Ethical (2013), High Impressive Presentation Skill (2013),
Stress! So What? Stress Management Skill (2014), Kiss the King Kong: Key Account Management Skill (2014), Hot Deals! High Productive Negotiation Skill (2015), Toxic Boss: Ten Most Poisoned Leader Sins (2015).

Telah di baca sebanyak: 1721
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *