Kolom Bersama

Mitos Mitos Kepemimpinan


Oleh: Erwin

Kepemimpinan atau bahasa kerennya “Leadership“ adalah hal yang sangat penting yang sering digaung gaungkan semua orang. Katanya orang sukses harus punya “leadership yang baik.“ Di dalam sebuah organisasi yang besar selalu dimulai dari “seorang pemimpin yang hebat“. Di sini ijinkan saya untuk sharing apa sih sebenarnya esensi dari “kepemimpinan“.

Berdasarkan Wikipedia Indonesia, kepemimpinan meliputi proses memengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, memengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Jadi di sini kata kuncinya adalah “pengaruh untuk mencapai tujuan“. Namun mungkin banyak di antara kita yang terkecoh dengan arti dari kepemimpinan tersebut.

Pertanyaannya, apakah kepemimpinan selalu berupa hal yang positif? Mungkin Anda akan serentak menjawab, “Ya iyalah, masa negatif. Kalau negatif itu disebutnya kejahatan hehe“. Ok. Menurut pandangan saya, kepemimpinan adalah netral, no positif no negatif .

Saya berikan contoh, salah satu kepemimpinan negatif yang luar biasa yang terjadi di dunia ini adalah kepemimpinan Adolf Hitler. Bila Anda mempelajari sejarah, Anda akan mengetahui bahwa Adolf Hitler walaupun sangat ditakuti oleh semua bangsa di Eropa jaman dahulu, namun beliau sebagai pemimpin NAZI sangat dicintai dan dipuja oleh pengikutnya.

Dan untuk masalah kepemimpinan, ternyata telah banyak terjadi mitos yang salah. Kita akan kupas satu persatu.

Yang pertama, mitos bahwa seorang pemimpin adalah seorang pelopor/pencetus/pendobrak /penggagas/formulator. Banyak sekali seorang pemimpin justru adalah pengikut yang baik dari ide-ide orang lain.

Paling gampang contohnya adalah Bank BCA. Siapapun sudah paham dan jelas bahwa Bank BCA adalah bank swasta terbesar di Indonesia dengan salah satu keunggulannya adalah mesin ATM terbanyak se Indonesia. Pertanyaannya apakah Bank BCA adalah bank pertama yang mencetuskan pemakaian mesin ATM? Tentu tidak, BCA adalah sebuah bank yang sangat cerdik yang mempelajari dulu setiap ide baru sebelum mengeksekusikannya ke lapangan.

Yang kedua, mitos bahwa seorang pemimpin adalah dikarenakan posisinya. Itu juga salah besar. Seorang pemimpin justru awalnya harus menjadi seorang pengikut yang baik terlebih dahulu. Saya berikan contoh nih biar ”mudeng“. Anda kenal dengan Lady Diana? Apakah karena posisinya sebagai permaisuri dari Pangeran Charles yang membuat beliau menjadi pemimpin? Pada awalnya iya, tapi ketika Lady Diana bercerai, dia tetap menjadi sorotan publik. Kita telah dipahamkan bahwa beliau bisa menjadi pemimpin yang memimpin berbagai gerakan sosial bukan karena posisi beliau.

Pada 31 Agustus 1997 Lady Diana meninggal dunia karena kecelakaan mobil yang dikemudikan di jalan terowong Pont de l’Alma di Paris bersama-sama dengan Dodi Al-Fayed dan supir Henri Paul. Pemakamannya diadakan pada 6 September 1997 dan disiarkan secara langsung ke seluruh dunia, ditonton lebih 1.5 miliar penonton di seluruh dunia.

Mitos ketiga, mitos bahwa seorang pemimpin adalah dikarenakan pengetahuannya. Memakai istilah keren “knowledge is power“. Yang benar adalah “nowadays knowledge is still a power but not leadership“. Banyak profesor yang secara keilmuan sangat jenius dan luar biasa. Namun jarang sekali mereka menonjol menjadi seorang pemimpin.

Saya ambil sebuah contoh pemimpin yang jauh bertolak belakang, yaitu Bunda Teresa. Seorang suster Katolik yang mengabdikan hidupnya untuk kalangan orang miskin di India, yang terkenal sebagai pembela kaum “si lapar, si telanjang, si gelandangan, si pincang, si buta, si lepra, dan semua orang yang merasa tak diinginkan, tak dicintai, tak diperhatikan dalam masyarakat, orang yang telah menjadi beban bagi masyarakat dan ditolak oleh siapa pun“. Jelas sekali bahwa Bunda Teresa adalah seorang pemimpin besar yang luar biasa.

Mitos keempat, mitos bahwa seorang pemimpin adalah dikarenakan keberhasilannya menjadi pengusaha atau mempunyai penghasilan besar. Itu adalah mitos yang salah. Yang benar seorang pemimpin sejati walaupun bukan pengusaha ataupun berpenghasilan besar, tetaplah adalah seorang pemimpin.

Contohnya Anda kenal Mahatma Gandhi? Beliau adalah salah seorang yang paling penting yang terlibat dalam gerakan kemerdekaan India. Dia adalah aktivis yang tidak menggunakan kekerasan, yang mengusung gerakan kemerdekaan melalui aksi demonstrasi damai. Dan jelas Beliau adalah pemimpin besar bagi India.

Mitos kelima, mitos bahwa seorang pemimpin adalah dikarenakan pintar mengatur atau manajemen. Ini juga mitos yang menyesatkan. Sering kali seorang pemimpin justru tidak memahami manajemen organisasi. Banyak pemimpin yang lahir atau tercipta karena mempunyai pengaruh.

Jadi bila mau disimpulkan dalam bahasa yang super sederhana, kepemimpinan adalah pengaruh, tidak lebih dan tidak kurang. Hanya itu, that’s the point! Selanjutnya apakah kita sering terjebak dengan mitos yang salah ini? Dan apakah Anda adalah pemimpin yang sejati. Hanya Andalah yang memahaminya. Semoga bermanfaat.

*) Erwin. BBA di Preston University, saat ini aktif sebagai KISS Manager (training and development for support system MLM. Dapat dihubungi langsung di erso.kaizen@indosat.net.id

Telah di baca sebanyak: 2108
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *