Kolom Bersama

My Love is My Best Friend

Oleh: Handini Audita

Hampir semua orang di dunia ini pernah merasakan kehadiran seorang sahabat. Bahkan anak-anak TK pun memiliki sahabat. Memiliki sahabat adalah sebuah anugrah yang luar biasa. Sahabat adalah orang yang tepat untuk diajak berbagi, bersenang-senang, membagi kesedihan, atau bahkan menjadikan tempat bersandar dikala kita terjatuh ke dalam suatu masalah. Sahabat adalah seorang motivator yang baik. Bagaimanapun penampilan dan sifat sahabat kita, pasti kita akan menerimanya karena kita sudah terlanjur merasa nyaman apabila berada di dekatnya. Sahabat akan selalu mendukung kita, dan mengingatkan kita agar tidak terjatuh. Seorang sahabat pasti juga bisa diajak bersenang-senang, bercanda, tapi bisa juga diajak serius. Pernahkah kalian merasakan betapa bahagianya kita apabila dianugrahi seorang sahabat?

Jika kalian pernah memiliki seorang sahabat pasti kalian akan menjawab SAYA SANGAT BAHAGIA.
Wah… Kalau begitu, aku jadi berpikir.. Betapa bahagianya aku kalau aku bisa memiliki seorang kekasih yang memiliki sifat sebagai seorang sahabat itu.. Ada gak sih kekasih yang seperti itu?

Jawabannya…. ADA.

Tergantung pada bagaimana kita menyikapinya.

Aku sering melhat dikampusku pasangan-pasangan sejoli yang selalu tampak bahagia. Jarang sekali aku melihat mereka jauh atau marahan. Lalu aku mulai mengamati apa yang membuat mereka tampak selalu BAHAGIA.

Dan ternyata… MEREKA BERSAHABAT DENGAN KEKASIHNYA.

Aku punya seorang teman bernama Adrian. Dia adalah teman sekampusku. Dia punya seorang kekasih yang cantik dan lucu. Namanya Myrna. Aku gak tahu sudah berapa lama mereka berpacaran. Tapi yang jelas aku tahu, mereka selalu tampak bahagia. Dibalik kekonyolan yang sering mereka lakukan, aku belajar banyak pada mereka. Aku belajar pentingnya persahabatan dalam suatu hubungan percintaan.

Suatu hari aku diundang ke acara pesta ulang tahun Adrian yang ke 21. Tentu saja, Myrna hadir pada pesta sederhana itu. Setelah acara selesai, kita semua bersantai santai di rumah Adrian yang mungil itu. Lalu.. mulailah kekonyolan Myrna dan Adrian keluar. Banyak cacian lucu yang mereka lontarkan kepada pasangannya dalam bentuk canda. Hal ini membuat kita yang melihat mereka tertawa terbahak-bahak. Merekapun ikut tertawa. Tidak ada kata-kata “sayang”, atau “cinta”, atau “honey” yang mereka katakan kepada pasangannya. Namun tanpa kata-kata itu, mereka tahu kalau mereka saling mencintai. Dan mereka juga dapat membuat orang lain tahu kalau mereka saling mencintai.

Aku juga sering melihat mereka malakukan kekonyolan-kekonyolan yang luar biasa lucunya. Seperti pada saat kita dalam perjalanan ke Pizza Hut untuk makan siang. Mereka banyak melakukan hal-hal aneh di mobil seperti layaknya seorang sahabat. Salah satu kekonyolan yang mereka lakukan adalah saling meng-claim dan taruhan apakah mereka bisa menyetir mobil automatic dengan 2 kaki (dimana hal ini jarang dilakukan orang pada umumnya karena hanya dibutuhkan satu kaki saja untuk mengendarai mobil automatic).

“Coba taruhan… Kamu gak bisa nyetir mobil ini pake dua kaki..” ucap Adrian ke Myrna dengan nada seperti mengejek.

“Eeehhh… Siapa bilang..!!! Aku bisa kale..!!! Hhwwweeekkk…” balas Myrna membela diri.

“Hahhahahaha… Gak bisa.. Gak bisa.. Gak bisa… Hhhweekk…” balas Adrian dengan memperagakan menyetir dengan dua kaki.

Merekapun akhirnya tertawa. Dan yang paling penting, mereka berhasil membuat kita semua yang menyaksikan tertawa terbahak-bahak. Hahahahahahahahaha..!!!!!

Jarang sekali orang-orang bersikap seperti ini terhadap pasangannya. Kekonyolan-kekonyolan seperti itu biasa dilakukan seorang sahabat. Kekonyolan-kekonyolan itulah yang membuat kita merasa bahagia dan tidak bosan terhadap hubungan yang terjalin. Canda dan tawa seperti itulah yang memberikan warna tersendiri dalam suatu hubungan percintaan.

Walaupun mereka konyol, tapi ada kalanya mereka bersikap serius dan saling mendukung. Hal ini terlihat jelas dengan sikap Adrian yang tegas apabila sedang menyelesaikan masalah yang mereka hadapi.

Seperti layaknya seorang sahabat, Adrian dan Myrna benar-benar dapat menggambarkan pentingnya suatu persahabatan dalam hubungan percintaan. Persahabatan itu yang memberikan bumbu tersendiri dalam hubungan mereka. Mereka bahagia karena mereka BERSAHABAT DENGAN KEKASIHNYA.

*) Handini Audita, seorang mahasiswa semester V di Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada. Seseorang yang berprinsip untuk selalu do the best pada segala sesuatu yang dilakukannya. Percaya bahwa every problem has a miracle on it membuatnya memiliki hobby yang unik, yaitu mengamati dan kemudian mempelajari kejadian-kejadian unik yang terjadi di sekelilingnya. Pernah menulis novel dalam bahasa Inggris saat bersekolah di Elementary School di Australia, tetapi belum diterbitkan.

Telah di baca sebanyak: 3096
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *